Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 24 - 1

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 24 - 1

Mo Mo akhirnya terbangun dan menemukan mug Doraemonnya yang selama ini dia kira hilang. Mo Mo senang, "pantas saja aku tidak bisa menemukannya, ternyata dia diam-diam membawanya kemari."


Tapi tiba-tiba dia mendengar suara si cewek bule dan Wei Yi yang lagi debat gara-gara si bule ngotot kalau dia cinta Wei Yi dan maksa ingin ketemu sama pacarnya Wei Yi.

Maka Mo Mo langsung saja turun dan memperkenalkan dirinya pada si bule sebagai pacarnya Wei Yi. Si bule sinis meremehkannya dan terus ngotot kalau dia cinta sama Wei Yi.

"Mao bing (gila)." Nyinyir Mo Mo dan Wei Yi kompak.

Si bule nggak nyambung, malah mengira kalau yang mereka maksudnya adalah kata 'maybe' (mungkin). Dia ngotot kalau perasaannya ke Wei Yi bukan mungkin lagi, melainkan sudah pasti.


Wei Yi langsung merangkul Mo Mo dan mengklaim kalau Mo Mo ini sebenarnya bukan pacarnya, melainkan istrinya. Si bule tidak percaya.Maka Mo Mo langsung saja balas merangkul Wei Yi dan berkata. "It's true and I'm pregnant." (Pfft!)

Si bule akhirnya menyerah juga. Begitu si bule pergi, Mo Mo langsung melepaskan diri sambil menuntut penjelasan Wei Yi.


"Seperti yang kau lihat. Dia nyebelin dan aku tidak bisa menyingkirkannya."

"Dia tidak akan seberani itu kalau kau tidak memberinya petunjuk."

"Aku tidak pernah melakukannya."

"Baiklah, aku percaya padamu."

Kalau begitu, sekarang giliran Mo Mo yang harus ngasih penjelasan. Apa artinya 'Pregnant' dalam bahasa Cina? Wei Yi nggak ngerti. Mo Mo sontak geser menghindarinya sambil pura-pura nggak ngerti juga.

"Kau sendiri tadi yang bilang."

"Apa? Aduh, bahasa Inggrisku tuh ancur. Aku sama sekali tidak bisa mengingat kata apapun. Aku cuma ngerti 'Yes' dan 'No', 'Come' dan 'Go'."


"Sungguh cuma itu yang kau tahu?"

"Yes, yes, yes."

Kalau begitu, Mo Mo harus meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Dia akan membwa Mo Mo ke tempat di mana dia bisa meningkatkan kemampuannya. Ayo pergi sekarang!


Dan tak lama kemudian, Wei Yi membawa Mo Mo ke gereja? (Ngapain? Mau nikah? Wkwkwk!) Mo Mo bingung, les bahasa Inggrisnya di sini?

"Ini tempat terbaik untukmu. Mereka punya level bahasa Inggris yang sama denganmu. Cuma Yes dan No." (Pfft! Beneran ngajakin Mo Mo nikah)

Seorang pendeta sudah menunggu di altar dan ia langsung saja memulai upacara pernikahan mereka. Wkwkwk! Mo Mo kaget, apa-apaan ini?

"Ssst! Jangan berisik, dia sedang mengajar bahasa Inggris."

"Kau pikir aku goblok apa?!"

Mo Mo masih bingung tapi Pak Pendeta langsung saja masuk ke upacara inti, ia bertanya apakah Wei Yi bersedia menerima Mo Mo menjadi istrinya dan setia padanya seumur hidup?


Wei Yi langsung menggenggam tangan Mo Mo dan menjawab dengan serius. "Yes, I do."

Mo Mo tercengang mendengarnya. Pak Pendeta lalu beralih ke Mo Mo dan tanya apakah Mo Mo bersedia menerima Wei Yi menjadi suaminya dan setia padanya seumur hidup.

Tapi Mo Mo tidak langsung menjawab, malah melamun mengenang berbagai kenangan indahnya bersama Wei Yi selama ini. Wei Yi malah jadi cemas melihatnya diam saja.

"Tidak apa-apa kalau kau tidak mau... aku hanya ingin kau tahu bahwa kau benar-benar ada dalam rencanaku."

Wei Yi hampir saja membatalkan acara ini, tapi Mo Mo tiba-tiba berkata. "Yes, I do."

Wei Yi senang. Maka Pak Pendeta pun mengumumkan mereka sekarang resmi sebagai suami-istri.



Mereka lalu makan siang di sebuah restoran. Tapi Mo Mo jadi kesal sekarang gara-gara mereka nikah dadakan, "aku bahkan tidak memakai gaun pengantin!"

Dan tepat saat dia mengucap itu, Yu Yin baru keluar dan langsung mendengar gerutuannya. Mo Mo kok ada di sini?

"Untuk menikah," jawab Wei Yi.

Yu Yin jelas kaget dan patah hati. Tapi dia tetap baik hati seperti biasanya dan setulus hati mengucap selamat untuk mereka berdua.


Fu Pei kembali ke kantor dengan membawa kabar baik. Akhirnya, bank mau memberinya pinjaman. Shan Shan senang banget sampai dia langsung menghadiahi Fu Pei dengan kecupan.


Bahkan sampai malam tiba, Mo Mo masih ngambek mengeluhkan pernikahannya yang nggak banget. Jangankan gaun pengantin, dia bahkan tidak punya cincin pernikahan. Wei Yi malas meladeni gerutuannya dan langsung memejamkan mata.

"Gu Wei Yi, jangan pura-pura tidur. Gu Wei Yi! Gu Wei Yi! Astaga! Gu Wei Yi! Sadarlah, Gu Wei Yi! Kau tidak bernapas, apa yang harus kulakukan? Oh yah, CPR!"

Mo Mo sontak lebay memompa d~~a Wei Yi sampai Wei Yi kesakitan. Gregetan, Wei Yi langsung mendorongnya dan menindihnya. "CPR itu perlu pernapasan buatan, apa kau tidak tahu?"

"Nggak tahu."

Tapi kedekatan mereka mulai membuat darah Wei Yi berdesir. Dia meminta izin Mo Mo lebih dulu lalu mulai menc~~mnya.


Tanpa Mo Mo ketahui, di Cina sedang terjadi kehebohan gara-gara postingan Zhi Cun. Ternyata dia memposting surat pengunduran dirinya Mo Mo dan sekarang Sha Sha sedang jadi bahan gunjingan netizen. Pfft!


Suatu pagi, Mo Mo baru bangun dan tiba-tiba saja dia mual-mual. Hah? Hamil? Cepet amat? Teman sekos-nya Wei Yi dengan santainya berkomentar kalau Wei Yi sepertinya akan jadi ayah.

Wei Yi kontan memelototinya dengan kesal. Wei Yi heran, kenapa Mo Mo muntah-muntah? Bukankah semalam mereka makan makanan yang sama?

"Entahlah, aku mauntah beberapa kali saat kau tidur semalam."

"Apa kau makan sesuatu yang lain?"

Ah, Mo Mo baru ingat. Dia minum obat semalam... "Pil KB."

"Dari mana kau mendapatkannya?"

"Dari pacarnya dia."

Wei Yi jadi tambah kesal saat pria itu menyerahkan pil KB-nya. Ini efek sampingya sangat kuat apalagi kalau diminum sebelum makan, pantas saja perutnya Mo Mo tidak kuat.


Kembali ke kamar, Mo Mo langsung berbaring lagi dan Wei Yi langsung merangkulnya kembali. Wei Yi tidak mengerti kenapa Mo Mo minum pil itu?

"Kau mungkin belum berencana punya bayi."

"Segala tentangmu ada dalam rencanaku." Ujar Wei Yi. Mo Mo tersenyum mendengarnya.


Sekarang tibalah saatnya Mo Mo pulang. Wei Yi mengklaim kalau dia tidak bisa ikut pulang sekarang. Tapi saat Mo Mo mau keluar, Wei Yi tiba-tiba mengklaim kalau Mo Mo ketinggalan sesuatu lalu naik kembali ke kamarnya untuk mengambil apa yang Mo Mo lupakan itu.

Sementara menunggu Wei Yi, Mo Mo ditelepon Ji Eryang memberitahunya tentang Zhi Cun yang memposting surat pengunduran dirinya Mo Mo di medsos. Duh, dia iri banget sama Mo Mo yang dibela sama Zhi Cun. Akhirnya dia mendapatkan keadilan.


Tepat saat itu juga, perhatian Mo Mo mendadak teralih karena melihat Wei Yi muncul kembali... dengan koper dan penampilan siap berangkat pulang kembali ke Cina.

"Kau lupa membawaku." Ujar Wei Yi. Mo Mo senang.


Akhirnya mereka bisa pulang ke rumah bersama-sama dan langsung disambut Lingkaran yang bercicit cuit mengucap kata sambutan. Mo Mo sampai heran melihatnya.

Wei Yi mengaku kalau dia bisa mengendalikan Lingkaran dengan menggunakan ponselnya asalkan dia berada dalam jarak local area network yang sama dengan Lingkaran.

Bukan cuma bisa membuat Lingkaran jadi kayak hewan peliharaan, dia bahkan sudah memprogram Lingkaran untuk melakukan aksi penyelamatan diri sendiri jika terjadi situasi darurat.

Dia benar-benar nyerocos penuh semangat menjelaskan ilmu-ilmu fisika yang dia terapkan pada Lingkaran. Tapi Mo Mo dengan cepat menyelanya.

"Gu Wei Yi. Selamat datang kembali."


Saat Mo Mo sedang menata baju-bajunya, Wei Yi tiba-tiba masuk ke kamarnya dan menyatakan bahwa mereka sebaiknya tinggal sekamar mulai sekarang.

"Terus gimana dengan kamar satunya?"

"Akan kuubah jadi lab."

"Aku mau cerai aja."

"Kuaduin ke ibumu loh."

"Ibuku bahkan tidak tahu kalau kita menikah... aku belum ngasih tahu orang tuaku tentang pernikahan kita!"

Sama, Wei Yi juga belum ngasih tahu orang tuanya. Nanti saja mereka hubungi kedua orang tua mereka dan memberitahu mereka tentang pernikahan mereka.

Oh, tidak! Bisa gawat kalau Ibunya Mo Mo sampai tahu mereka menikah di gereja di Jerman tanpa sepengetahuannya... Eh, bentar! Mereka kan belum punya buku nikah. Berarti secara hukum, mereka belum menikah. Baguslah.

Tapi Wei Yi mengaku kalau dia sudah membooking online untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Mau pergi? Oke!


Mereka akhirnya pergi ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka dan mendapatkan dua buah buku nikah.


Tepat setelah itu, Wei Yi mendapat telepon dari ibunya Mo Mo. Mo Mo sampai heran, kenapa ibunya lebih sering menelepon Wei Yi ketimbang menelepon anaknya sendiri.

Ibu ternyata sudah tahu kalau hari ini mereka mendaftarkan pernikahan mereka dan begitu Wei Yi memberitahu kalau mereka sudah mendapatkan buku nikah mereka, Ibu menyuruh Wei Yi untuk tidak lagi memanggilnya sebagai 'Bibi' mulai sekarang.

Wei Yi jadi canggung mendengarnya. Tapi akhirnya dia menurut dan mengubah sapaannya. "Ibu!"

"Ibu mendoakan semoga pernikahan kalian langgeng. Ibu sebenarnya mau mengadakan acara makan-makan untuk merayakannya setelah kalian mendapatkan buku nikah kalian, tapi kakaknya Mo Mo mendadak mau kuliah di luar negeri."

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment