Sinopsis Legend of Shen Li Episode 2

Setibanya di rumah, Xing Yun memasukkan si ayam Shen Li ke dalam bak air tempat dia mencuci ginseng, biar Shen Li mandi, biar bersih.

Dia bahkan menyikat kaki Shen Li dalam jarak yang sangat dekat yang sontak saja membuat Shen Li terpesona. Pfft! Tapi beberapa detik kemudian dia jadi canggung dan gugup dengan kedekatan mereka hingga dia langsung saja mematuk hidung Xing Yun.

Berhubung Shen Li sekarang baru menyadari bahwa kekuatannya pulih dengan cepat sejak tinggal di sini, akhirnya dia memutuskan untuk tetap tinggi di sini dulu sampai lukanya pulih total, dan lagi, dia aman di sini tanpa perlu takut jadi ayam rebus.

Dia juga bisa makan enak di sini, tapi banyak banget maunya. Walaupun masakannya Xing Yun enak, tapi Shen Li bosan makan menu vegetarian terus menerus dan langsung protes ingin makan daging. Xing Yun mengaku kalau dia tidak punya uang untuk beli daging. Ginseng yang dia jual juga bukan untuk ditukar dengan uang, melainkan ditukar dengan obat. 

Aiyoo, kasihan sekali. Shen Li prihatin padanya. Shen Li sebenarnya ingin balas budi, tapi dia orang militer. Keahliannya adalah bertarung, bukan menyembuhkan penyakit. Kalau begitu, dia akhirnya berinisiatif untuk balas budi dengan cara membantu keuangan Xing Yun saja, biar Xing Yun bisa hidup enak sampai ajal menjemputnya nanti.

Dia sebenarnya memiliki ilmu sihir yang bisa mengubah batu biasa menjadi emas. Yang jadi masalah, dengan keadaan dirinya yang sekarang, tak peduli berapa kali dia mencoba mematuk batu di hadapannya, batu itu cuma bisa berubah jadi emas hanya beberapa detik saja lalu balik lagi jadi batu.

Shen Li sampai jadi kesal sendiri dan akhirnya impulsif menendang batu itu dengan kaki kurusnya dan jadilah kakinya kesakitan sekarang. Xing Yun yang sedari tadi melihat tingkah lucunya dari kejauhan, meyakini kalau Shen Li mau mengubah batu jadi emas karena sangat menginginkan daging.

Makanya keesokan harinya, Xing Yun akhirnya berinisiatif pergi ke pasar untuk membeli sedikit daging dengan sedikit uang tabungannya. Tapi Shen Li memaksa ikut dan dengan angkuhnya memerintahkan Xing Yun untuk menggendongnya. 

Di pasar, Xing Yun melihat seorang peramal yang mencoba menarik lebih banyak uang dari seorang pelanggannya. Si pelanggan percaya-percaya saja dengan ramalannya dan langsung memberikan uangnya.

Namun Xing Yun mendadak menyela dan memberitahu si pelanggan bahwa siang hari ini akan ada kebakaran di rumahnya, jadi dia menyarankan si pelanggan untuk segera pulang sebelum dia menyesal.

Ucapannya memang terkesan ngasal, makanya si pelanggan bingung harus mempercayainya atau tidak. Si peramal langsung kesal sama dia, menuduhnya mau merebut usahanya. Maka untuk meyakinkan si pelanggan, Xing Yun pun meyakinkannya bahwa dia akan menunggunya di sini sampai sore. 

Si pelanggan jadi makin bingung sampai dia jadi mengira kalau Xing Yun dan si peramal adalah komplotan penipu yang mau menipu uangnya, makanya dia pun segera pulang.

Si peramal jelas makin kesal sama Xing Yun, menuduhnya bicara omong kosong. Xing Yun santai mengajaknya taruhan. Kalau dia menang dan si pelanggan tadi kembali sore nanti, maka si peramal harus memberinya uang 10 koin.

Si peramal menerima tantangannya, tapi kalau dia yang menang, dia menginginkan ayamnya Xing Yun. Shen Li jelas kesal dan hampir saja mau mematuk si peramal, untungnya Xing Yun sigap mencegahnya dan dengan manisnya meyakinkannya bahwa tidak akan ada seorang pun yang bisa menyentuhnya.

Shen Li seketika kagum, "ternyata ada semacam perasaan dilindungi oleh manusia yang lemah. Sungguh ajaib."

Sepanjang siang, Xing Yun dan Shen Li menunggu sambil bermain di pasar dan menonton pertunjukan wayang. Si peramal sudah yakin saja kalau dirinya yang bakal menang. 

Eh tak disangka, si pelanggan tadi mendadak muncul saat itu juga dan langsung berlutut pada Xing Yun dengan penuh rasa terima kasih karena berkat nasehat Xing Yun tadi, dia pulang tepat waktu. Jika tidak, ibunya pasti mati terbakar di gudang kayu bakar.

Sebagai ungkapan terima kasih, dia memberikan dua kati daging untuk Xing Yun. Akhirnya! Xing Yun dan Shen Li dapat daging gratis. Hebat! Ramalannya jitu sekali.

Bukan cuma daging, dia juga dapat duit 10 koin dari si peramal yang kalah. Si peramal pun jadi begitu kagum dengan ramalannya sehingga dia juga langsung minta diramal juga. Namun ramalannya Xing Yun tidak ada bagus-bagusnya. Dia meramal bahwa si peramal hari ini akan mengalami peristiwa berdarah.

Lagi-lagi, ramalannya menjadi kenyataan, gara-gara hari ini si peramal merugi, dia jadi dipukuli sampai babak belur sama istrinya. Inilah yang Xing Yun maksud sebagai peristiwa berdarah.

Shen Li jadi penasaran dengan Xing Yun. Dia bisa meramal? Siapa yang mengajarinya meramal? Xing Yun santai menjawab kalau dia cuma bisa sedikit dan ini kemampuan yang dia miliki sedari lahir.

"Mengungkap rahasia Langit bisa terkena hukuman ilahi."

"Aku tahu. Jika tidak, bagaimana mungkin aku minum obat setiap hari? Pergerakan alam sangat kuat, ada untung dan ada rugi. Semua hal selalu adil."

Shen Li sekarang mengerti kenapa Xing Yun sakit-sakitan, ini adalah karma karena dia mengintip rahasia langit dengan sangat detil. Tapi dipikir-pikir, Xing Yun ini memang tidak biasa. Seharusnya dia berumur pendek, tapi dia masih bertahan hidup sampai sekarang, dia melawan hukum langit.

Shen Li jadi penasaran, kenapa Xing Yun tidak sekalian saja memanfaatkan bakatnya ini untuk mencari nafkah. Dia bisa jadi kaya jika dia meramal untuk para pejabat dan orang-orang kaya.

Tapi Xing Yun menolak karena baginya, kemampuan ramalannya ini bukan termasuk kemampuan baik. Dia tidak mau mencelakai orang demi keuntungan diri. Dia tetap hidup dengan baik tanpa mengandalkan ramalan.

Mengalihkan topik, Shen Li penasaran apakah dalam makanan yang Xing Yun masak, terkandung suatu bahan yang menutrisi vitalitas soalnya dia membaik dengan cepat sejak tinggal di sini. Namun Xing Yun menyangkal, dia tidak mampu membeli barang semacam itu. 

Beli daging saja tidak mampu, apalagi membeli tonik penambah vitalitas yang harganya sudah pasti mahal. Tapi kalau begitu, Shen Li jadi tambah bingung dan penasaran dengan apa yang membuat pemulihan tubuhnya jauh lebih cepat di rumah ini dibandingkan di luar.

Kehebatan ramalannya Xing Yun dengan cepat menyebar ke semua orang di desa. Hari ini, mendadak seorang wanita setengah gila bernama Yun Niang mendatangi rumahnya dan langsung memohon dan mendesak Xing Yun untuk meramalkan keberadaan suaminya yang merupakan seorang prajurit perang, namun belum pulang selama 15 tahun. Ah, dia jadi gila karena menunggu suaminya.

Para prajurit lain pulang baik dalam keadaan hidup atau cuma jasadnya, namun hanya suaminya Yun Niang yang tidak ada kabarnya. Kalaupun mati, jasadnya tidak pernah ditemukan. Makanya Yun Niang terus menunggu dan menunggu tanpa kepastian dan pengakhiran.

Xing Yun cuma menatapnya tanpa mengatakan apa pun. Kakak iparnya Yun Niang muncul saat itu dan langsung menyeretnya pulang. Namun Yun Niang melawan dan langsung berlutut ke Xing Yun dan memohon-mohon padanya. 

Namun kali ini Xing Yun mengklaim kalau dia tidak bisa meramalnya dan mengusirnya secara halus. Yun Niang terus berusaha memohon, tapi kakak iparnya langsung menyeretnya pulang. Shen Li yang juga seorang prajurit perang di Alam Spiritual, bisa memahami kepedihan Yun Niang. Terkadang, prajurit yang gugur dalam perang, memang tidak ditemukan jasadnya.

Namun tiba-tiba dia merasakan suatu aura aneh dan kuat yang mengikuti Yun Niang. Dia yakin kalau Xing Yun pasti melihat sesuatu, tapi berhubung Xing Yun keukeuh menyangkal, akhirnya Shen Li memutuskan untuk bertindak sendiri dan mengikuti aura itu sampai tiba di rumah Yun Niang.

Dia mengendap-endap ke rumah Yun Niang dan di sana lah, dia melihat roh suaminya Xing Yun yang selalu berada di sisi Xing Yun dan menjaganya. 

 

Namun Shen Li mendadak bersin, roh suami sontak mengejarnya, berusaha menyerangnya hingga akhirnya berhasil menangkapnya. Yun Niang mendengar keributan di luar, dia tidak bisa melihat roh suami, makanya dia kebingungan melihat ayam Shen Li yang mendadak muncul entah dari mana itu.

Xing Yun muncul saat itu dan langsung melempar kayu ke Yun Niang yang membuatnya pingsan. Xing Yun juga tidak bisa melihat si roh suami, makanya dia tidak tahu saat roh suami mau menyerangnya, untungnya Shen Li sigap melindunginya.

Namun menurut Shen Li si suami ini sebenarnya bukan roh biasa, melainkan roh Dewa. Sepertinya dia diangkat menjadi Dewa setelah dia gugur di medan perang karena kesetiaan dan ketulusannya. Hanya saja, dia masih berat untuk meninggalkan istrinya, makanya dia masih terikat di dunia fana, alih-alih naik ke langit. Jelas roh suami tidak tahu cara menggunakan kekuatan spiritualnya, makanya istrinya tidak bisa melihatnya. 

Masalahnya sekarang, roh suami sudah mulai bangkit dan dia marah, dan Shen Li tidak bisa berbuat apa-apa tanpa wujud manusianya. Xing Yun bisa membantu. Jadilah Shen Li harus melakukan yang terbaik dalam wujudnya saat ini untuk membuat roh suami mengejarnya, sementara Xing Yun mulai mengumpulkan dan menyusun beberapa bebatuan membentuk sebuah formasi lingkaran.

Begitu jadi, dia langsung menyuruh Shen Li masuk ke lingkaran tersebut dan seketika itu pula kekuatan formasi itu mengubah Shen Li kembali ke wujud manusianya dengan tombak api di tangannya sehingga dia bisa melawan roh suami dengan lebih mudah.

Namun dia tidak bermaksud menyakitinya, dia justru ingin membantu suami-istri itu dan mempertemukan mereka kembali. Dia meminta Xing Yun untuk membuat formasi baru, kali ini dengan beberapa lilin. Di formasi lilin inilah, Yun Niang akhirnya bisa melihat suaminya. 

Akhirnya, pasutri itu  bisa bersatu kembali dengan penuh haru. Formasi itu bahkan membuat mereka tampak seperti kembali muda seperti dulu. Namun tentu saja, mereka tidak bisa benar-benar bersatu. 

 

Bagaimanapun, formasi ini tidak akan bisa bertahan lama. Jadi, apa pun yang harus diselesaikan, sebaiknya dilakukan segera. Shen Li bingung. Pasutri itu sekarang sudah berbeda alam, mereka tidak bisa bersatu. 

Jika roh suami terus bertahan di sini, maka aura dewanya yang terlalu kuat bisa memengaruhi hidup Yun Niang dan memperpendek umurnya. Namun jelas roh suami tidak memahami hal ini. Awalnya dia ingin mengusir roh suami, tapi melihat mereka seperti ini...

Xing Yun menyarankan agar membuat pasutri itu memutuskannya sendiri saja. Beritahukan saja segalanya pada mereka agar mereka bisa membuat pilihan sendiri, dan harus dilakukan sesegera mungkin.

Bersambung ke episode 3

Post a Comment

0 Comments