Friday, April 12, 2019

Sinopsis Leh Nangfah Episode 12 - 2

Sinopsis Leh Nangfah Episode 12 - 2


Somcheng menjawab pertanyaan Beauty dengan menunjukkan selebarannya, ini sudah tersebar di seluruh pabrik. Somcheng meyakinkan bukan dia pelakunya.

Berusaha tetap tenang, Beauty meyakinkan Somcheng untuk tidak takut padanya. Berhubung sudah jadi begini, lebih baik dia jernihkan saja semuanya. Para pegawai sontak ketakutan, mengira Beauty akan memecat mereka.

Dewi senang akhirnya kebenaran terungkap. Sekarang tergantung Beauty, apakah dia bisa menggunakan kecerdasan dan moralitas untuk mengubah situasi atau tidak.


Lalita berdoa semoga Beauty bisa berhasil dengan kekuatan kebaikannya. Dewi hanya berharap dia bisa tenang. Karena jika tidak, maka dia tidak akan bisa memenangkan hati orang lain.


Para pegawai berkumpul saat Beauty hendak membuat pengumuman. Kratua heboh memberitahukan masalah ini pada Pat. Piwara juga mengabarinya kalau Beauty hendak membuat pengumuman dan mengajak Pat untuk melihatnya.

Tapi Pat melarangnya. Karena jika mereka menampakkan muka di sana, orang-orang pasti akan mencurigai mereka. Suruh saja Piwara merekam siaran langsung untuk mereka.


Piwara diam-diam merekamnya saat Beauty mengaku bahwa alasannya training di sini adalah karena dia ingin mengetahui segala sesuatu tentang perusahaan. Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing departemen.

Tapi trio penggosip malah mewek heboh sambil memohon-mohon agar Beauty tidak memecat mereka. Beauty bingung, kenapa mereka pikir kalau dia bakalan memecat mereka? Bukannya menjawab, mereka terus saja mewek lebay. Beauty akhirnya beralih meminta jawaban dari Somcheng.

"Itu karena... anda presiden." Kata Somcheng dengan takut-takut.


Tee tiba di sana saat itu. Melihat itu, Beauty bertanya-tanya kenapa mereka tidak takut pada Tee padahal Tee juga presiden sepertinya?

"Kenapa kalian takut padaku yang cantik ini? Kalau kalian tidak bicara, maka gaji kalian akan dipotong!"

Para karyawan langsung panik. Penggosip satu akhirnya angkat bicara. "Itu karena Khun Teepob adalah orang yang tenang dan tidak pernah mencela para pegawai."

"Jadi maksudmu, aku ini temperamental dan selalu mencela para pegawai?"

"Tidak! Tidak! Bukan begitu!"

"Lalu apa? Kenapa kalian begitu ketakutan padaku? Katakan, bagian mana dariku yang kalah dari Khun Teepob?"


Ketakutan, penggosip dua mengklaim kalau Beauty bukannya kalah sesuatu dari Tee. Dia pintar dan cantik kok. Beauty langsung narsis, dia sudah tahu itu. Yang tidak dia mengerti, kenapa mereka takut padanya?

Tak mendapat jawaban dari trio penggosip yang terus mewek, Beauty pun beralih menuntut jawaban dari Somcheng.

"Itu... karena orang bilang bahwa saat anda marah, anda selalu memecat orang sesuka hati. Anda tidak peduli dengan orang lain. Bahkan Khun Pat dan Khun Korn harus berurusan dengan kemarahan anda."

Karena itulah mereka takut kalau mereka pernah melakukan sesuatu yang tidak Beauty sukai, Beauty pasti akan memecat mereka.

Somcheng dan Seenuan memohon agar Beauty tidak memecatnya. Seenuan yakin kalau Somcheng dipecat, maka dia pun pasti akan dipecat karena dia pernah mencela Beauty.


"Lalu apa lagi? Katakan semuanya."

Trio penggosip tak ada yang berani menjawab. Terpaksa Beauty mengancam akan menghukum mereka kalau mereka tidak menjawab. Trio penggosip refleks menjawab bergantian.

"Orang bilang kalau anda egois."

"Cantik tapi bodoh."

"Tidak bisa apa-apa selain menghambur-hamburkan uang orang tuanya."


Beauty speechless, Tee geli mendengarnya. Berusaha tetap tenang, Beauty berterima kasih atas jawaban jujur mereka. Sekali lagi dia menegaskan bahwa alasannya training di sini adalah untuk belajar dan memahami setiap detil perusahaan ini.

"Aku berniat bekerja menggantikan ayahku. Tentang memecat orang, aku tidak suka orang licik yang menjelek-jelekkanku di belakang. Karena itulah aku memecat mereka. Tapi untuk orang-orang yang tulus padaku dan benar-benar berdedikasi untuk perusahaan ini, aku tidak akan memecat mereka."

Para karyawan sontak bertepuk tangan heboh saking senangnya. Beauty belum selesai bicara. Masalah dia cantik tapi bodoh. Yah, apa boleh buat. Dia memang sangat amat cantik sampai orang-orang iri padanya dan menjelek-jelekkannya.

"Tapi. Seperti apa aku yang sebenarnya, aku akan membiarkan waktu untuk membuktikan pada kalian apakah aku benar-benar sama seperti gosipan orang-orang tentangku."


Pat jelas tak senang melihat situasi yang tidak sesuai harapannya itu. Sungguh tidak bisa dipercaya orang-orang itu mempercayai ucapan Beauty.


Begitu sampai rumah, Beauty bergegas mempersiapkan makanan burungnya saat tiba-tiba dia melihat kristalnya berpendar. Ternyata warna emasnya bertambah. Beauty senang, ini pasti karena karena dia menjernihkan segalanya dengan para karyawan tadi.

"Kalau rencana besok berhasil, (warna emasnya) pasti akan meningkat tajam!" Seru Beauty. Matahari terbenam tak lama kemudian dan Beauty pun berubah jadi burung.


Keesokan harinya, para karyawan bukannya bekerja, malah heboh berkumpul di kantin. Seenuan dan Somcheng bertugas membagikan souvenir pada para karyawan yang baru datang.

Ternyata sumber kehebohan itu adalah karena Beauty lagi mengadakan acara tutorial makeup dengan alasan sebagai ungkapan terima kasih atas kejujuran mereka kemarin. 

 

Kehebohan itu sontak menarik perhatian para eksekutif. Tee dan Pat cs muncul di sana tak lama kemudian dan langsung bingung kenapa tiba-tiba ada makeup tutorial dari seorang ahli makeup tanpa pemberitahuan.

Pat penasaran siapa si ahli makeup itu? Dan siapa yang memberinya izin? Dia mau lihat siapa orangnya, biar dia bisa menghukum orang itu. Yang tidak mereka sangka, si ahli makeup itu ternyata Beauty.


"Apa yang sedang kau lakukan?"

"Apa kau tidak punya mata untuk melihat apa yang kulakukan?"

"Jangan berdalih. Kenapa kau tidak berpikir dulu sebelum bertindak? Apa kau bangkrut sampai kau harus menjual produk makeup pada para karyawan?"

Salah. Makeup ini dia bagikan gratis untuk semua orang, bukan untuk dijual. Dia bahkan memberikan satu untuk Pat tapi Pat jelas tak mau menerimanya, tapi Kratua mau dan langsung semangat mengambilnya.

"Apa sebenarnya maksudmu?" Tuntut Tee.

"Maksudku, semuanya ini gratis untuk semua orang yang menghadiri kursus makeup-ku."

"Pamer kekayaan." Sinis Pat.


"Apa kau lupa siapa aku? Lallalit. Merek makeup ini sudah lama memintaku untuk jadi model mereka. Aku baru saja menyetujuinya dan bernegosiasi dengan mereka untuk mengurangi bayaranku dan diganti dengan ini untuk dibagikan pada semua karyawan. Bagaimana? Bukankah aku pintar?"

Pat mengingatkan kalau kursus kecantikan sangat menyalahi aturan perusahaan. Beauty tak peduli dan bersikeras menggunakan kekuasaannya sebagai presiden perusahaan. Lagipula dia sudah melaporkan event ini ke manager pabrik kok.

Tee mengingatkan kalau melapor ke manager pabrik saja tidak cukup, dia juga harus melapor pada executive departemen.

"Betul, P'Tee. Bagaimana kau akan bisa menjadi presiden yang baik di masa depan jika kau bahkan tidak tahu aturan sederhana seperti ini?"


Mereka lalu meneruskan perdebatan ini di kantornya Tee. Beauty beralasan kalau dia cuma ingin mengadakan acara yang kreatif dan bermanfaat bagi orang lain karena semua orang sudah tahu siapa dirinya yang sebenarnya.

"Apanya yang kreatif?"

"Itu bisa membuat para karyawan jadi delusional"

"Bagaimana bisa? Aku memberi gratis."

Lalu apa Beauty tidak memikirkan bagaimana nantinya jika makeup itu habis? Bagaimana bisa para karyawan membeli sesuatu semahal itu? Beauty santai, tentu saja dia akan mengajari mereka bagaimana memilih makeup yang bagus dan terjangkau.

Menurut Tee, itu sama sekali tidak penting. Beauty tidak setuju. Perusahaan mereka kan memproduksi baju yang bagus-bagus. Karena itulah, mereka harus mengajari para karyawan untuk memperhatikan penampilan.

Kalau semua orang berpikir bahwa mereka cantik, terlihat cantik di manapun mereka berada dan merasa bahagia setiap saat, maka mereka bisa menciptakan hasil yang baik. Kebahagiaan dari dalam itu efektif untuk menciptakan hasil yang berkualitas.


"Omong kosong! Kita sudah memproduksi produk-produk berkualitas sejak lama. Kita tidak perlu membuat karyawan mempercantik diri mereka." Sinis Pat.

"Bicara tentang selera dengan seseorang yang tidak punya selera, dia mungkin tidak akan mengerti." Balas Beauty.

"Kau yakin ini tentang selera dan bukannya tentang kebodohan? Kalau kau me-manage pekerjaan seperti ini, Thanabavorn sudah pasti akan bangkrut!"

"Dengar yah, Pat. Kau itu orang yang picik dan iri hati. Kau takut jadi tidak fokus jika aku ada di sini. Tapi ini adalah perusahaan orang tuaku dan akan menjadi milikku di masa depan."

Beauty tahu betul kalau Pat lah yang menyebar rumor tentang dirinya ke seluruh pabrik untuk membuat semua orang kehilangan kepercayaan padanya dan pada akhirnya membuatnya tidak bisa menjadi presiden perusahaan ini.

"Aku kasihan padamu karena kau gagal, karena surga selalu memihak orang baik sepertiku."


Korn sedang mengecek pabrik barunya saat seseorang meneleponnya dan memberitahunya tentang Beauty. Korn menduga kalau Beauty pasti begitu ingin menjadi presiden perusahaan.

"Kalau begitu, baguslah. Jadi kita bisa bekerja lebih cepat me-launching perusahaan dan memisahkan diri." Ujar Korn dengan senyum anehnya.


Beauty masih kesal saat dia kembali ke tempat event-nya. Somcheng membantu mengemasi barang-barangnya dan tanya apakah barang-barangnya ini mau dimasukkan ke mobilnya Tee?

"Tidak perlu. Semua ini punyamu."

"Punyaku?"

"Iya. Aku tidak suka berbagi produk makeup dengan orang lain. Jadi kau boleh ambil agar kau punya produk makeup yang bagus untuk dipakai bekerja."

Somcheng ragu menerimanya, tapi Beauty bersikeras. "Semua ini milikmu. Kau terlihat cantik saat pakai makeup. Lebih baik daripada berwajah pucat seperti beberapa hari ini."

Beauty bahkan berkata kalau dia akan menerapkan aturan baru untuk perusahaan mereka ini. Jika dia mendapati siapapun dengan wajah berminyak, bibir pucat dan tidak berpakaian dengan baik, maka gajinya akan dipotong. Tapi kalau dia memakai makeup dan berpakaian cantik, maka dia akan dapat bonus.

"Bukan cuma bonus. Kau juga akan dikelilingi cowok-cowok mulai sekarang."

"Aku tidak memikirkan itu. Aku harus mengurus ibu dan saudara-saudaraku. Aku tidak punya waktu untuk mencari pacar."

"Suatu hari, kita, wanita, harus menikah."

"Kalau begitu, saya pergi sekarang. Ibu sudah menunggu."


Memikirkan ucapannya sendiri, Beauty gelisah membayangkan dirinya menikah. Tapi saat berhadapan dengan pengantin pria misteriusnya, dia tiba-tiba berubah jadi burung tepat di hadapan pengantin prianya.

Berusaha mengusir khayalan mengerikan itu dari pikirannya, Beauty mengalihkan perhatiannya pada para karyawan yang lagi menggosip bahagia lalu memutuskan pulang.


Setibanya di rumah, dia langsung melihat perkembangan kristalnya. Tapi malah tak mendapati ada perubahan apapun. Dia tidak mengerti kenapa?

"Hei! Mengajari para karyawan untuk mencintai kecantikan itu juga bermanfaat bagi orang lain! Terus kenapa (warna emasnya) tidak meningkat?"

Beauty lalu menandai kalender di dinding dan langsung galau menyadari waktunya cuma tinggal satu setengah bulan lagi.


Lalita pun cemas menyadari waktu yang dimiliki putrinya tinggal sedikit. Jika dia gagal memenuhi misinya dan menjadi burung selamanya, dia bahkan takkan punya hak untuk memikirkan ataupun mengharap cinta.

"Jangan takut. Kalau kau terus gelisah, itu hanya akan melemahkan pikiranmu hingga kau bahkan tidak akan bisa membantu siapapun."


Matahari tenggelam dan Beauty pun menjadi burung. Daripada galau, Beauty memutuskan untuk bekerja keras saja dalam trainingnya dan melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi perusahaan.

Tapi... masalah pria yang dia cintai lebih daripada hidupnya sendiri. "Di mana aku bisa menemukannya?!"


Tiba-tiba dia mengkhayal lagi memakai baju pengantin dan berjalan menuju pengantin pria misteriusnya... yang ternyata Tee. Khayalan yang indah dan sontak membuat senyum Beauty merekah.

Tapi sedetik kemudian, dia cepat-cepat menutup mata rapat-rapat dan berusaha mengusir bayangan indah itu dari benaknya. Tapi wajah tampan Tee terus saja terbayang-bayang tak peduli seberapa keras usaha Beauty untuk mengusir bayangan wajah Tee dari pikirannya.

Bersambung ke episode 13

1 komentar:

Hai, terima kasih telah berkunjung. Tinggalkan komentar kalian, yah ^^