Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 7 - 4

 Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 7 - 4


Perkelahian itu seolah tak ada hentinya. Tapi untung saja ada seorang bangsawan yang kebetulan lewat saat itu dan langsung membantu menyelamatkan Kade saat salah satu pria itu berniat mau menyerang Kade lagi. Si penyerang mengenali si bangsawan itu dan sontak bersujud ketakutan lalu kabur. Bangsawan itu adalah Luang Sri Yhot.

Sepertinya Luang Sri Yhot terpesona oleh Kade dan dengan manisnya menawarkan bantuan apapun untuk Kade. Tapi Kade menolak dengan sopan.

"Kalau begitu, bisakah kau beritahu aku, kau putrinya siapa? Kenapa aku merasa tidak mengenal wajahmu?"

"Nama saya Karakade, saya keponakan Ork Ya Hor Thibadi."

 

Mendengar nama itu, para wanita di sana langsung tahu siapa Kade. Dia wanita yang berani nyolot pada si pejabat farang waktu itu dan si pejabat farang bahkan tak bisa membalasnya karena dia keponakan pejabat tinggi. Para wanita itu jadi ketakutan pada Kade langsung kabur.

Kade bingung sendiri dengan sikap mereka. Luang Sri Yhot sepertinya juga langsung tahu siapa Kade. Untung saja dia lewat sini, jika tidak, Kade pasti akan jauh lebih capek lagi.

Kade berterima kasih padanya lalu mengajak para pelayan pergi. Luang Sri Yhot ingin mengantarkan Kade sekaligus melindunginya. Tapi Kade tak enak dan menolak dengan sopan.

Luang Sri Yhot memperkenalkan namanya dan menyuruh Kade untuk bertanya pada Por Date tentang dirinya, mereka saling mengenal kok. 

Mereka akhirnya berpisah jalan. Tapi sekarang ada yang Yam cemaskan. Kalau Khun Ying dan Tuan sampai mengetahui perkara ini, mereka bisa berada dalam masalah.

"Makanya jangan biarkan mereka tahu." Santai Kade.


Sayangnya, Prik sudah mendengar kabar itu dan langsung melaporkannya ke Khun Ying bahkan sebelum Kade pulang. Dan jelas saja Kade langsung disidang begitu tiba di rumah.

Khun Ying bahkan melarang Kade pergi ke pasar lagi sampai gosip itu mereda. Para pelayan yang pergi bersama Kade juga dianggap bersalah dan harus dihukum cambuk.

Tapi Kade langsung membela para pelayan. Mereka tidak bersalah. Semua ini adalah kesalahannya sendiri. Dialah yang memaksa dan mengancam mereka untuk membawanya ke pasar Cina.

Para pelayan ini hanya melakukan perintahnya, jadi tidak seharusnya Khun Ying menghukum mereka. Por Date, Pin, dan Yam berusaha menyuruhnya diam. Tapi Kade tak peduli dan meminta Khun Ying untuk menghukumnya saja.

Dia sendiri yang keras kepala, jadi dia tidak tega kalau harus menyaksikan para pelayan dihukum karenanya. Khun Ying dengan senang hati menurutinya dan menyuruh Kade untuk menerima hukuman bagi ke-7 pelayan itu.


Kade setuju dengan mudah. Sikapnya malah membuat Khun Ying jadi semakin kesal melihat keangkuhannya dan langsung menyuruh Juang untuk menghukum Kade. Tapi Juang sendiri tak tega, apalagi dia juga ikut dengan Kade tadi.

Khun Ying tak peduli dan terus memaksa Juang, bahkan mengancam akan menyuruh Prik untuk mencambuk Juang kalau dia tidak mau mencambuk Kade. Juang sontak menangis, dia sungguh tak tega, tapi terpaksa dia harus melakukannya.

Tapi sebelum Juang sempat mengayunkan tongkatnya, Joi mendadak maju untuk menyelamatkan Kade dan memohon pada Khun Ying untuk mencambuknya saja. Dia juga salah karena dialah yang mengantarkan Kade.

Pin dan Yam pun berusaha memohon-mohon pada Khun Ying untuk menghukum mereka saja. Tapi Khun Ying tak mempedulikan permohonan mereka. Bahkan saat Juang masih tak tega mencambuk Kade, Khun Ying langsung mengalihkan tugasnya ke Prik.


Seperti sumpahnya waktu itu, Prik benar-benar mencambuk punggung Kade sekuat tenaga. Kade cuma diam dan berusaha bertahan menghadapi rasa sakitnya. Tapi Pin dan Yam sontak mendorong Prik lalu memeluk Kade erat-erat, melindungi Kade dari cambukan Prik yang kontan membuat Kade panik mencemaskan kedua pelayannya. 

Dia sontak menangis dan memohon ampunan Khun Ying untuk menghentikan hukuman ini. Tapi Khun Ying sama sekali tak peduli.

Tak tahan lagi melihat Kade menangis, Por Date sontak buka suara menyela mereka dan mengakui dirinya yang salah. Dia salah karena seandainya dia tidak mengajak Kade pergi, pasti takkan ada masalah ini.

"Aku tidak baik. Aku tidak menjaga adik dengan baik. Sisa hukumannya, biarkan aku yang menggantikannya."

Khun Ying sungguh kecewa melihat reaksi Por Date itu. Prik langsung saja memberikan cambuknya ke Khun Ying biar Khun Ying sendiri yang memukul Por Date. Tapi tentu saja Khun Ying tak tega mencambuk putranya sendiri dan akhirnya pergi dengan kesal dan mengakhiri masalah ini sampai di sini.


Setelah Khun Ying pergi, gantian Ayah yang mengomeli Kade. "Tak pernah ada wanita yang melakukan apa yang kau lakukan hari ini. Kau jauh lebih berani daripada wanita manapun di ibu kota. Gosip menyebar dengan sangat cepat daripada api."

Kesalahan Kade kali ini sebenarnya tidak begitu parah dan tidak seharusnya mendapat hukuman cambuk, sebenarnya cukup hanya dengan ditegur. Ayah tahu kalau Khun Ying sebenarnya tidak ingin menghukum Kade, ia hanya berpikir terlalu jauh.

Tapi kalau Kade melakukan pelanggaran lagi, maka bisa saja hukumannya akan jauh lebih berbahaya daripada ini... mungkin pula hidupnya tidak akan selamat.

"Kau berani, kau jujur, dan kau tidak pernah menyalahkan para pelayan."

Terharu, Kade langsung bersujud di kaki Ayah. Duo pelayan lalu memapah Kade kembali ke kamarnya. Por Date diam saja, tapi dia tampak sedih dan cemas melihat kondisi Kade.


Saat membantu tuannya membuat tinta tak lama kemudian, Joi memperhatikan Por Date malah tidak konsen dengan pekerjaannya dan terus menerus menatap ke arah kamarnya Kade dengan cemas.

Dia bahkan memerintahkan Joi untuk menyiapkan obat untuknya. Joi langsung nyengir lucu mendengarnya.

"Kalau kau tersenyum lebih lebar lagi, akan kucambuk punggungmu!" Ancam Por Date. Pfft! Joi ketakutan dan langsung pergi melaksanakan perintahnya.


Duo pelayan menangis saat mereka membersihkan luka Kade. Tapi walaupun dirinya sendiri kesakitan, Kade lebih mencemaskan mereka berdua. Mereka juga pasti terluka.

Pin sungguh terharu mendengar perhatiannya. Tak ingin membuat nonanya cemas, dia meyakinkan Kade bahwa kulitnya tebal, dia tidak merasakan sakit sama sekali. Yam juga meyakinkan kalau dia cuma kena cambuk sedikit.

"Apa sakit, Nona?"

"Sakit dan perih."

"Tunggu saya buatkan obat dulu, jao ka. Obat itu untuk mendinginkan lukanya dan tidak akan perih, jao ka."


Tapi yang tidak mereka ketahui, Por Date sebenarnya sedang sibuk membuat ramuan obat di dapur. Joi penasaran itu obat untuk siapa? Jangan-jangan untuk... dan dia langsung dapat hantaman kunyit di jidat berkat ke-kepo-annya itu.


Baru saja Pin hendak keluar, tiba-tiba dia melihat Por Date datang. Dia memberitahu Kade untuk meminta maaf pada Khun Ying begitu dia sudah baikan nanti.

"Ia juga sedih. Ia melakukan itu demi kebaikanmu."

Por Date lalu memberikan obat buatannya dan sebuah kantong. Dia mengaku bahwa apa yang ada di dalam kantong itu, dia belikan untuk Kade karena dia memperhatikan Kade melihat benda itu berulang kali tadi.

Saat Kade melihat isinya, ternyata Por Date membelikannya aksesoris baju yang dia sukai di pasar tadi.

"Cepatlah sembuh." Ucap Por Date lalu pergi. Kade benar-benar tersentuh dengan semua itu, apalagi saat dia melihat obat buatan Por Date untuknya.


Saking cemasnya, Por Date bahkan tidak bisa konsen dengan bacaannya dan kesal mengomeli Joi saat Joi melapor bahwa perahunya sudah siap. Memangnya buat apa buru-buru? Joi bingung, kan Por Date sendiri yang bilang kalau dia terburu-buru hari ini.

Por Date akhirnya beranjak bangkit. Tapi baru beberapa langkah, tiba-tiba dia melihat Ayah memanggil Pin untuk menanyakan keadaan Kade. Apa dia sudah baikan?

"Dia demam, jao ka."

Khun Ying mendadak keluar l dan langsung mengomeli Pin untuk menjawab pertanyaan Ayah dengan benar, apa kondisi Kade sudah membaik. Tapi jawaban Pin tetap saja, Kade demam tinggi.


Setelah Pin pergi, Khun Ying memanggil Prik dan menyuruhnya untuk mengecek kondisi Kade. Khun Ying cemas kalau Kade demam karena peradangan. Tapi Prik menolak melaksanakan perintahnya sambil nyinyir.

"Kenapa juga mengkhawatirkan Mae Ying? Dia pasti akan sembuh dengan sendirinya. Mae Ying itu jahat, semua penyakit akan kalah darinya."

Ayah sontak marah menggebrak papan tulisnya sambil melempar tatapan tajam pada Prik. Por Date pun tak kalah kesal padanya.

"Nang Prik! Kalau kau demam nanti, jangan minum obat... karena semua penyakit pasti akan kalah darimu." (Wkwkwk!)

Juang dan Jit kontan mendengus geli mendengarnya. Por Date bahkan menyuruh Juang dan Jit untuk menjadi saksi atas perintahnya ini.

1 komentar: