Saturday, March 16, 2019

Sinopsis Leh Nangfah Episode 3 - 1

Sinopsis Leh Nangfah Episode 3 - 1



Shock mendapati kristalnya tambah menghitam, Beauty sontak menjauh dari Guy dengan kesal dan bingung. Kenapa tidak berubah jadi warna emas? Apa kristalnya rusak? Ah, Guy pasti tidak mencintainya, kan? Katakan saja sejujurnya?

"Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Beauty. Tapi kaulah yang tak pernah mencintaiku. Aku sungguh bahagia karena kita memiliki hari ini (untuk dekat satu sama lain)."

Hmm, Beauty baru mengerti. Berarti dia yang harus mencintai seseorang lebih daripada hidupnya sendiri. Yah, sudah. Berhubung dia tidak mencintai Guy, mereka akhiri saja sampai di sini.

Guy jelas tidak terima begitu saja. "Semudah itukah bagimu?"

"Aku sudah menc**mmu, dan rasanya tidak begitu spesial. Karena alasan itu, kita harus putus. Pulanglah, dadah!"

Dan setelah seenaknya mutusin Guy, Beauty dengan santainya menyuruh Guy untuk memanggilkan pria lain kemari. Cepetan, panggil Ryu kemari! Kalau bukan Guy, berati pasti Ryu.

 

Saat Tee mengantarkan Orn pulang, orang tua Orn langsung berusaha membujuk putrinya untuk belajar bisnis sama Tee. Tapi Orn menolak, dia kan tidak tahu menahu tentang bisnis fashion dan garment.

"Tapi kalau kau mau, kurasa kau bisa. Thanabaworn baru saja merilis produk remaja. Bagus sekali kalau Orn mau membantu."

Orn keukeuh menolak, soalnya dia tidak bisa mendesign dengan baik. Mungkin dia akan mempertimbangkan jika berhubungan dengan memasak atau merawat bunga.

Lalu bagaimana jika suatu hari, ayah tiba-tiba memberikan perusahaan pada Orn. Apa dia bisa mengurusnya? Orn santai, kalau hari itu datang maka dia cuma perlu pergi ke Tee.


Ryu juga gagal. Beauty kesal setengah mati, bahkan memperingatkan Ryu untuk tidak terlibat dengannya lagi. Ryu jelas tidak terima, Beauty menc**mnya tadi dan sekarang mencampakkannya begitu saja? Iyalah, soalnya Ryu bukan orang yang tepat. Pokoknya mereka putus!


Beauty langsung pasang tampang manis saat kembali ke teman-temannya. Tapi tepat saat itu juga, matahari mulai terbenam. Beauty kontan kesakitan dan mengeluarkan suara serak burung.

Semua orang jelas bingung dan cemas melihatnya. Dengan alasan pura-pura sakit, Beauty buru-buru menghindari semua orang sebelum dirinya berubah jadi burung di hadapan mereka.

Para pegawainya cemas dan berniat mengikutinya. Tapi tentu saja Beauty langsung melarang mereka lalu cepat-cepat mengunci kamarnya dan membuka semua jendela.


Kesal, Beauty sontak mengutuki Dewi dan memerintahkannya untuk menghapus kutukannya sekarang juga. Menjawab keluhannya, Dewi muncul kembali saat itu juga dan sekali lagi mengingatkan Beauty bahwa kutukan itu akan terpatahkan setelah dia berhasil memenuhi ketiga misinya.

"Aku kan sudah melakukannya. Aku sudah berbuat baik dengan... memberikan baju untuk teman-temanku. Semua itu baju-baju mahal. Aku ngasih banyak."

Tapi Beauty memberikannya tanpa ketulusan hati. Dia memberikan barang mahal, tapi dia menginginkan balasan. Itu namanya egois.

Beauty ngotot kalau dia sudah memenuhi syarat yang ketiga. Tapi jimat kristal itu yang rusak.

Loh, Beauty kan tidak menc**m mereka karena cinta. Beauty ngotot kalau dia mencintai mereka, sedikit. Mereka kan ada dua orang, jadi sedikit cinta untuk masing-masing.


Pokoknya dia sudah melakukan kebaikan, jadi kurangilah hukumannya. Bagaimana kalau pengurangan satu jam untuk masing-masing misi? Dewi menolak, dia tidak punya hak untuk bernegosiasi dengan perintah Yang Kuasa.

"Tugasmu hanyalah memenuhi (misinya), ingat itu." Dewi langsung menghilang dan Beauty berubah menjadi burung saat itu juga.


Begitu Tee pulang, Ayah langsung mencoba membujuk Tee untuk mempertimbangkan Orn jadi pasangannya. Dia kan gadis yang baik dan putri sebuah perusahaan besar.

Ibu langsung protes mendengarnya, kenapa Ayah selalu memikirkan masalah bisnis. "Jika putra kita ingin mencintai seseorang, dia harus setulus hati."

Ayah rasa cinta semacam itu sudah tidak ada lagi. "Tidak sama dengan jamannya kita dulu." Goda Ayah.

Tee setuju dengan Ayah, keluarganya Orn cocok dengan perusahaan mereka. "Dan Orn juga manis. Seharusnya tidak ada masalah."

Ayah senang mendengarnya. "Kau benar-benar putraku. Kau tidak mengecewakanku."


Beauty terbang kembali ke tempat pesta di mana teman-temannya masih ada di sana. Tapi Bahkan sekalipun mereka sudah mengambil berbagai barang yang mereka inginkan, mereka asyik saja menggosipkan Beauty.

Beauty jelas kesal dan langsung menyerang teman-temannya sampai mereka semua kabur dari rumahnya. Cemas melihat burung di dalam rumah, Sekretarisnya Beauty langsung memerintahkan para pelayan untuk menangkap burung itu. Tapi untunglah Beauty cepat-cepat bersembunyi di balik semak.

Beauty benar-benar sedih mengetahui teman-temannya ternyata tak ada yang tulus padanya. Mereka mengambil barang-barangnya, tapi masih saja menggosipkannya.


Paman Korn datang tak lama kemudian, Beauty langsung sumringah melihat paman  kesayangannya, satu-satunya orang yang tulus padanya. Dia berusaha cepat-cepat mengejarnya, tapi terlambat dan mukanya langsung menghantam pintu.

Korn cemas mengetahui Beauty belum turun sedari tadi sore, apa dia sakit? Bibi Jan tak tahu, apalagi Beauty melarang semua orang menganggunya. Kalau begitu, Korn akan naik untuk bicara dengan Beauty.

Burung Beauty heboh sendiri di luar, berusaha memanggil-manggil Korn. Tapi tentu saja tak ada yang mendengarnya. Berusaha mencari jalan masuk, Beauty akhirnya menemukan salah satu pintu yang terbuka.


Dia langsung mengejar Korn dan berusaha memanggil-manggilnya dan memohon agar Korn menyelamatkannya. Tapi tentu saja Korn tidak bisa mendengarnya. Mengira Beauty tidak mau membuka pintu untuknya, Korn pun pamit pulang.

Dia berbalik dan saat itulah dia melihat si burung. Tapi alih-alih berpikir kalau burung itu adalah Beauty, kehadiran burung itu membuatnya mencemaskan Beauty dan langsung menyuruh pelayan untuk menyingkirkan burung itu.


Jadilah Beauty kejar-kejaran sama pelayan. Saat dia berhasil bersembunyi, dia mendengar Sekretarisnya mengeluh pada Korn. Beauty kesal, dia pikir kalau dia bicara pada Korn, pamannya itu akan bisa mendiskusikan masalah pemecatannya? Tidak mungkin!

Kesal, dia langsung terbang menyerang Sekretaris. Si pelayan langsung mengejarnya, tapi Beauty berhasil menghindar dengan cepat dan jadilah jala itu mendarat di kepalanya Sekretaris.


Seua - Kucingnya Tee heran melihat tuannya yang tampak kesal, ada apa dengannya? "*Sigh* bahkan saat dia stres, dia tetap tampan. Ada apa, Tuan?"

Seolah menjawab pertanyaan Seua, Tee curhat padanya. "Seua, terkadang kita harus melakukan hal yang tidak kita inginkan. Pergi ke rumahnya Beauty besok, misalnya."

"Hmm? Jangan pergi kalau kau tidak mau, Tuan. Kenapa musti memperumit masalah?"

Tapi berhubung yang terdengar oleh Tee cuma suara meong-meong, Tee langsung menabok ringan kepala Seua. "Aww, aku ngasih tahu baik-baik dan kau malah menabok kepalaku?"


Tee dan Orn pergi ke rumahnya Beauty keesokan harinya. Tepat saat mereka datang, mereka malah melihat kehebohan di sana, Beauty sedang mengusir paksa para staf-nya. Kesal melihat kelakuan Beauty itu, Tee mengajak Orn untuk pergi saja dari sini. Tapi Orn sudah lari duluan ke Beauty.


Beauty kesal banget melihatnya. Tapi dia tetap tersenyum manis dan berusaha mengusirnya dengan ramah, dia sedang tidak mood untuk bertemu siapapun.

Orn seperti biasanya, tidak mau mendengarkannya dan terus ngotot berusaha memohon pada Beauty untuk memaafkannya. Dia bahkan merangkai bunga khusus sebagai permintaan maafnya pada Beauty.

Beauty menolak, tapi Orn ngotot memaksa Beauty menerimanya. Jadilah mereka otot-ototan sampai tak sengaja buket bunga itu terjatuh dan rusak.

"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mau bertemu atau bicara dengan siapapun saat ini. Tolong, pergi."


Kesal melihat kelakuan Beauty, Tee langsung turun tangan mengkonfrontasi Beauty. "Dia datang untuk minta maaf, sopanlah sedikit."

"Ini rumahku, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan. Bawalah pacarmu pergi dari sini sebelum kulaporkan kalian."

Gara-gara kelakuan jahat dan egoisnya Beauty itu, warna hitam kristalnya jadi semakin panjang.


Tee pulang dengan hati dongkol dan mengeluhkan Beauty pada ibunya. Dia benar-benar manusia yang paling buruk yang pernah dia temui. Seburuk-buruknya dia waktu kecil, sekarang dia sepuluh kali lipat lebih buruk.

"Aku kasihan sama Orn. Aku bersumpah aku takkan pernah mau berurusan dengan Beauty lagi."


Beauty mengumpulkan para pegawainya untuk mengumumkan aturan barunya. Pertama, mereka tidak boleh asal mengusir burung, mereka harus menunggu perintahnya dulu. Kedua, dia tidak boleh diganggu setelah matahari terbenam. Siapapun yang melanggar aturan, akan segera dipecat tanpa gaji 3 bulan.

Dia lalu menyuruh pelayan untuk membelikan makanan burung dan memerintahkan mereka untuk tidak menutup jendela kamarnya dengan alasan kalau dia cuma ingin udara segar masuk kamarnya setiap saat.

Lampu kamarnya juga harus selalu menyala pasca jam 5 sore, dan tidak ada seorangpun yang boleh masuk kamarnya tanpa seizinnya, bahkan sekalipun untuk keadaan darurat. Para pelayannya mengiyakannya saja dengan bingung.


Makanan burung itu tiba tak lama kemudian. Tapi Beauty sebal banget saat harus menata makanan burung itu, bau banget. Tapi apa boleh buat, mending begini daripada kelaparan.

1 komentar:

Hai, terima kasih telah berkunjung. Tinggalkan komentar kalian, yah ^^