Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 4 - 2

Sinopsis Memory Lost Season 3 Episode 4 - 2


Cold Face merasa kalau Xu Nan Bo sangat sesuai dengan kedua kriteria yang Jin Xi sebut itu. Apa mungkin kalau Nan Bo adalah S?

Jin Xi setuju kalau Nan Bo memang punya kualifikasi yang dia sebut tadi. Tapi dibandingkan dengan S, Jin Xi merasa ada sesuatu yang hilang dalam diri Nan Bo, seperti... "Karisma untuk membujuk orang lain untuk bekerja padanya."

Nan Bo itu orang yang congkak dan selalu meremehkan orang-orang yang beda pendapat dengannya. Orang semacam itu, tidak mungkin punya kemampuan untuk memimpin Sindikat Alfabet.

Lao Dao punya dugaan. Apa mungkin si S itu bukan seseorang yang bekerja di kepolisian, melainkan penjahat kambuhan dan makanya dia bisa memahami sistem kepolisian.


Jin Xi yakin tidak. Berdasarkan gambarannya akan S, dia yakin kalau 5 tahun yang lalu dia berusia sekitar 20-30 tahun. Dia menduga S berusia semuda itu atas dua alasan.

Semua anggota sindikat masih cukup muda. Apalagi T dan A mulai membunuh bahkan sebelum mereka menginjak usia 20 tahun. Jika beda usia mereka dengan S terlalu jauh dan juga karena dia pemimpin mereka, maka mereka yang mengalami trauma keluarga, akan menganggap S seperti figur ayah.

Tapi dari percakapan mereka dengan Nan Bo dan juga dari puisinya A, apa yang mereka rasakan tentang S bukan perasaan bergantung melainkan rasa kagum. Karena itulah dia menyimpulkan kalau beda usia mereka dengan S, tidaklah seberapa besar, atau sekisaran usia mereka.

Selain itu, 5 tahun yang lalu sindikat itu tiba-tiba muncul dan memprovokasi polisi secara terbuka hingga berujung pada pertumpahan darah lalu mereka menghilang lagi.

Walaupun semua itu kelihatannya seperti kejahatan yang direncanakan dengan sangat matang, tapi tetap saja terasa ada individualisme dan ketergesa-gesahan dalam setiap keputusan yang mereka buat.


Xiao Zhuan menduga, apa mungkin S adalah seorang perempuan? Jin Xi tidak setuju. Aksi penjahat wanita sangat berbeda dari penjahat pria. Keseluruhan aksi Sindikat Alfabet jelas tidak menunjukkan adanya tanda-tanda feminisme.

Intinya, ada 3 karakteristik utama sindikat itu. Pertama, tiap-tiap anggotanya memiliki keahlian unik masing-masing. Dengan berfokus mengembangkan keahlian masing-masing, itu bisa mengurangi dan menenangkan perubahan mood para pembunuh gila ini. S pun seperti itu. Dengan keahlian unik yang dimilikinya, S bisa menutupi identitasnya.

Kedua, S bisa membujuk banyak orang untuk mempercayainya dan setia padanya, dia juga bisa memikirkan strategi kejahatan yang hebat. Itu artinya S adalah orang yang berpendidikan tinggi dan sangat karismatik.

Dan fakta kalau dia mampu mengumpulkan semua orang ini dan melatih mereka, itu menunjukkan kalau kondisi keuangannya sangat bagus. Itulah gambaran Jin Si akan sosok S dan semua orang langsung bertepuk tangan untuknya.


Sekarang giliran Han Chen. Apa mereka masih ingat pola kejahatan yang dilakukan T? Pertama, pakai umpan. Dia membunuh semua orang dalam daftarnya dan membuat polisi berpikir kalau dia melakukan itu hanya untuk menghukum orang-orang. Tapi itu hanya salah satu dari tujuannya dan bukan tujuan utamanya.

Kedua, T ahli dalam meningkatkan kesadaran publik. Umpan yang dia lempar sebelumnya, membuat publik mengikuti perkembangan aksi kejahatannya. Itulah mengapa kasusnya T mendapat perhatian khalayak ramai.

Ketiga, T pintar memanfaatkan waktunya dengan efektif. Seperti yang Jin Xi bilang, sindikat itu memahami sistem kerja polisi. Makanya T bisa memahaminya dan Jin Xi.

Sebelum mereka ikut serta dalam CS Competition, mereka sudah menemukan tempat tinggal dan mobilnya T. Tepat sebelum mereka hendak mengetahui identitasnya, T memanfaatkan cela waktu yang singkat itu untuk melakukan kejahatan lainnya. Jadi dia pasti sudah mempersiapkan segalanya dengan matang.

T menutupi tujuannya dengan sangat rapat hingga sulit memperkirakan langkahnya selanjutnya. Baru pada menit-menit terakhir, segalanya mulai terungkap. Tapi pada saat itu, T sudah mendapatkan apa yang dia mau dan mereka terlambat untuk mengetahui apa tujuan utama sindikat itu.


Jin Xi merasa Xin Jia juga seperti itu. Kalau begitu, anggota sindikat lainya juga mungkin sama. Kalau begitu, Lao Dao menyimpulkan bahwa berbagai aksi kejahatan mereka seperti ledakan, menculik Xiao Zhuan dan Si Bai itu cuma untuk mengecoh agar mereka pikir kalau tujuan utama sindikat itu adalah bertarung melawan Black Shield dan membalas dendam atas teman-teman mereka yang sudah meninggal. Tapi sebenarnya tujuan utama mereka bukan itu.

Han Chen menyadari kalau kali ini sindikat itu tidak menarik perhatian publik dan tidak mengontrol waktu itu. Jadi mereka pasti punya rencana besar dan itu adalah tujuan utama mereka.


A dan R masuk ke markas mereka sambil mendiskusikan selebaran perintah penangkapan A. Dia sekarang jadi susah untuk menyamar.

R meyakinkannya untuk tidak cemas, dia sudah meretas sistem HR kapal pesiar itu dan mengubah detilnya A dengan orang lain. Sehingga A hanya kelihatan mirip dalam foto selebaran itu, tapi latar belakangnya sangat berbeda.

"Kalau bukan karena aku, kau pasti sudah diinvestigasi oleh pihak HR dan polisi."

A kagum, R memang hebat. Tapi... "R, menurutmu, dengan gabungan IQ kakakku dan Han Chen, apa mereka sudah menebak apa tujuan utama kita?"


R santai, memang kenapa kalau mereka sudah tahu. S pasti sudah memprediksi apapun yang mereka pikirkan.

"Aku tahu. Tapi aku merasa ini seperti saat terakhir kali."

"Apanya yang sama? Kita pasti akan menang kali ini! Apa kau meragukan kemampuan S?"

"Kau boleh mengataiku apapun, tapi bagaimana bisa kau meragukan keyakinanku pada S? Misi kita sekarang ini, adalah untuk memastikan rencana kita berhasil, kan? Tunggu dan lihat saja nanti."


Sementara itu, L sedang menyamar di sebuah diskotik dan bergabung bersama para pria elit yang sedang membicarakan sebuah pesta amal yang akan diadakan di kapal pesiar dan mereka mengingatkan L untuk tidak datang terlambat.


Jin Xi melamun sendirian di kantor yang sepi, memikirkan semua pertemuannya dengan anggota Sindikat Alfabet. Mulai dari saat T menyinggung tentang dirinya, kebencian Xin Jia terhadapnya, ucapan terakhir Nan Bo yang ditujukan khusus padanya dan juga sapaan akrabnya A... semuanya berhubungan dengannya.

Xiao Zhuan bergabung dengannya tak lama kemudian. Xiao Zhuan langsung cemas melihat wajah sedihnya. Walaupun Jin Xi menyangkal, tapi Xiao Zhuan sudah sangat mengenal Jin Xi. Jelas-jelas ada apa-apa dengannya, katakan.

"Kau ingat waktu kita di Kota Jiang, aku sering bermimpi buruk, kan?"

"Aku ingat. Beberapa kali kau terbangun dari mimpi buruk, aku selalu ada di sisimu."


"Dalam mimpiku, ada seorang pria yang terus mengejarku. Orang itu terasa familier denganku. Aku sangat takut sekarang, takut kalau dia adalah S."

Jin Xi masih belum bisa mengingat kejadian 5 tahun yang lalu. Tapi semakin lama semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang yang mereka inginkan adalah dirinya.

A mengirimkan surat itu langsung kepadanya, dia juga yang dikirimi video itu. Saat mereka menculik Xiao Zhuan dan Si Bai, mereka menyuruhnya memilih salah satu diantara mereka berdua.

"Semua itu menunjukkan kalau target mereka adalah aku. Dan aku yakin kalau mereka menculikmu bukan untuk membunuhmu, melainkan membunuh Lao Xu."


"Aku sungguh tidak tahu apa yang dipikirkan para orang sinting itu. Ketiga kunyuk itu membuat begitu banyak masalah. Apa mungkin mereka ingin menangkapmu untuk memaksamu menikah dengan S?"

"Kurasa alasan mereka melakukan ini adalah untuk mengirimiku pesan. Mereka ingin menghancurkan segala hal yang kupedulikan. Keadilan yang kujunjung, orang-orang di sekitarku yang kusayangi. Semua itulah yang ingin mereka hancurkan."

Mereka tidak akan berhenti membunuh karena mereka berharap untuk membuktikan bahwa kejahatan bisa selalu mengalahkan kebaikan. Alasan mereka menculik Xiao Zhuan dan Si Bai adalah untuk membuatnya takut.


"Mereka berharap menghancurkan segala hal dalam hidupku agar aku tidak punya pilihan lain, hingga pada akhirnya aku harus diselamatkan oleh mereka."

"Jangan mimpi! Ingatlah Xiao Bai, kau akan selalu menjadi milik kami. Aku, Bos, Lao Dao, Cold Face akan selalu melindungimu. Tidak ada hubungannya dengan mereka!"

Tapi, apakah S yang mengatur semua ini? Tanya Xiao Zhuan. Jin Xi menduga mungkin 5 tahun yang lalu, S tidak melakukan kejahatan secara langsung, melainkan bersembunyi di belakang para anggotanya.


Dipikir-pikir sebenarnya aneh juga. Beberapa tahun berlalu, mereka tidak pernah sekalipun menampakkan diri mereka, S juga tidak pernah melakukan apapun pada Jin Xi. Tapi kenapa sekarang mendadak dia muncul mencari Jin Xi?

"Itu juga yang belum kumengerti. Mungkin karena aku sudah tidak lagi menjalani hidup yang mereka atur untukku. Mungkin karena ketiga orang itu mati karena aku. Mungkin juga, karena sekarang aku bersama dengan Han Chen lagi.

Tapi Jin Xi meminta Xiao Zhuan untuk merahasiakan apa yang dikatakannya barusan dari Han Chen. Dia tidak ingin membuat Han Chen cemas.

"Xiao Bai, apapun yang terjadi, kami akan selalu bersamamu."


Jin Xi berusaha menenangkan diri setelah Xiao Zhuan pergi. Tapi saat dia hendak pergi tak lama kemudian, dia malah mendapati Han Chen berdiri di belakangnya sedang menatapnya dengan sendu. Jin Xi langsung sadar kalau Han Chen sudah tahu, apa Xiao Zhuan yang memberitahunya? Dasar mulut ember!

"5 tahun yang lalu aku baru berusia 22 tahun dan kehilanganmu saat itu. Itu karena aku masih sangat muda dan bodoh."

"Kau bicara apa? Bagaimana bisa ini salahmu? Aku tidak pernah menyalahkanmu."

"Tapi aku menyalahkan diriku sendiri. Han Chen 27 tahun yang sekarang, tidak akan kehilanganmu lagi. Selama aku masih ada, kau tidak perlu takut. Aku pasti akan mengadili S dan Sindikat Alfabet pasti akan musnah. Tidak akan ada yang bisa memisahkan kita lagi. Aku akan selalu berada di sisimu selamanya. Aku akan menepati janjiku."


Terharu, Jin Xi pun langsung memeluk Han Chen. "Maaf. Tidak seharusnya aku takut. Selama kita bersama, apa yang perlu kutakutkan?"

Han Chen menghapus air Jin Xi sebelum kemudian menc**mnya mesra.

 

A sedang menyamar. Dia membawa sebuah tas ke sebuah kantor polisi yang sedang sibuk menerima berbagai macam pengaduan dari warga.

Setelah mengamati letak CCTV, dia pura-pura mengaku mau membuat laporan, tapi karena dia mengklaim kalau laporannya tidak mendesak, polisi pun menyuruhnya menunggu.

A duduk di sebelah seorang pria yang berceloteh panjang lebar mengeluhkan pasangan yang sedang ribut di depan dan membuat antrian jadi tambah lama. A mendengarkannya dengan sinis sebelum kemudian pergi meninggalkan tasnya.


Pria itu jelas bingung melihat A pergi meninggalkan tasnya. Tapi saat dia mencoba melongok isinya, tiba-tiba muncul asap yang sontak membuat pria itu sesak nafas.

Semua orang kontan berhamburan keluar dengan panik. Para polisi membantu warga yang menghirup asap beracun tadi dan yang lain segera menghubungi pihak Biokimia dan Black Shield.


Saat tim Black Shield tiba di sana, mereka melihat dua orang tim Biokimia sudah ada di dalam ruangan, sedang mengamankan racun itu.

Begitu situasi sudah aman, mereka pun membuka pintu untuk tim Black Shield. Mereka berkata kalau benda ini mengandung sedikit racun, tapi sekarang sudah aman.

Selain racun, mereka juga menemukan sebuah tabung bergambar wajah Xin Jia dan tertulis bahwa itu adalah penawar racun. Han Chen menduga kalau ini pasti pesan kalau mereka harus bertanggung jawab atas kematian Xin Jia.


Cold Face dan Lao Dao lalu membawa tabung itu ke Si Bai untuk dianalisa. Si Bai mengkonfirmasi kalau isi tabung itu memang anti racun, tapi perlu analisa lebih jauh untuk mengetahui itu penawar racun apa.

Lao Dao dan Cold Face menggerutu kesal. Mengirimkan zat beracun ke kantor polisi jelas menunjukkan kalau Sindikat Alfabet mau bilang ke mereka bahwa mereka bisa membunuh siapapun yang mereka mau. Si Bai tanya di mana Jin Xi? Kenapa dia tidak ikut bersama mereka?

"Bai Bai dan Han Chen pergi menyelidiki rekaman CCTV untuk mencari petunjuk."

"Kalau begitu, tolong beritahu Jin Xi untuk jaga diri. Sindikat Alfabet membuat banyak masalah, jadi suruh dia untuk lebih banyak istirahat."

"Baik. Jangan khawatir. Dr Xu, kau sangat peduli pada Bai Bai."

Menyadari cerocosan Lao Dao, Cold Face buru-buru memotongnya dan meyakinkan Si Bai kalau mereka pasti akan menjaga Jin Xi, Si Bai tidak perlu cemas. Mereka lalu pamit.


Di kantor polisi, semua orang berkumpul menyaksikan rekaman CCTV. Petugas melapor bahwa para korban sudah selamat sekarang.

Berdasarkan kesaksian mereka, tersangka masuk sekitar jam 8 dengan menyamar sebagai pengadu lalu pergi meninggalkan tas itu di sana saat tak ada yang memperhatikannya.

Dalam rekaman jam 8, terlihat seorang pria yang datang membuat pengaduan. Jin Xi langsung bisa mengenalinya walaupun dia memakai samaran, dia memang A.

Han Chen langsung memerintahkan si petugas untuk mencari rekaman lain di sekitar TKP. Di salah satu rekaman, si A malah terang-terangan menampakkan dirinya di kamera sambil memamerkan selebaran buronnya.


"Aku tahu kalau kalian frustasi karena tidak mendapatkan gambarku yang jelas. Aku di sini sekarang, lihatlah baik-baik. Sebentar lagi aku akan memainkan permainan yang lebih besar dengan kalian."


Wen Long jelas kesal melihat tingkah A itu. Penjahat itu jelas-jelas sedang menantang mereka, pertarungan mereka dengan sindikat itu sudah hampir mencapai akhir. Mereka tidak boleh menyerah, karena itulah tim Black Shield harus selalu waspada.

Dia langsung memerintahkan Xiao Zhuan untuk terus melacak jejak R. Cold Face dan Lao Dao dia perintahkan untuk mengecek para intel mereka, siapapun yang terlihat mencurigakan, langsung saja interogasi mereka.


Sebelum dia sempat memberi perintah pada Han Chen dan Jin Xi, Han Chen menyela duluan dan menyatakan kalau dia dan Jin Xi akan mempelajari pola kejahatan mereka dan rencana mereka sebelum mereka melaksanakan rencana mereka itu.

Wen Long setuju. Dia juga memerintahkan yang lain untuk meningkatkan status siaga di semua kantor polisi dan di seluruh kota.

"Kurasa mereka tidak akan bisa melakukan apapun jika tidak ada satu lalat pun yang bisa lolos dari kota ini!"

Bersambung ke episode 5

0 komentar

Post a Comment