Sinopsis Legend of Shen Li Episode 7

Shen Li akhirnya kembali ke Alam Spiritual, dan Xing Yun pun seketika membaik berkat energi spiritual yang Shen Li berikan padanya melalui ciuman itu.

Penguasa Spiritual sinis menyindir Shen Li yang merelakan kultivasi 500 tahunnya hanya demi seorang manusia fana yang pasti akan dia lupakan dalam satu atau dua tahun. Namun Shen Li sama sekali tak peduli, dia rela, dia suka, dan sama sekali tidak merasa pengorbanannya sia-sia.

Karena kesalahannya, Shen Li pun dihukum dikurung di Istana Persembahan Salju dengan hanya membawa panah kecil pemberian Xing Yun. 

Sedangkan Xing Yun di Dunia Fana, kembali menjalani hidupnya yang sepi dan damai di rumahnya, rumah yang penuh kenangan bersama Shen Li, kenangan yang singkat namun indah.

Setelah satu bulan, Shen Li akhirnya dibebaskan demi mempersiapkan pernikahannya, dan Mo Fang datang menjemputnya.  Akan tetapi, dia mengabarkan bahwa manusia itu (Xing Yun) sudah meninggal dunia. Dia meninggal dunia dalam damai di usia tua dan tidak pernah menikah.

Walaupun sedih, tapi Shen Li bisa menerima kabar itu dengan tenang. Bagaimanapun, dia sudah bisa menduganya karena waktu satu bulan di Alam Spiritual sama dengan 30 tahun di Dunia Fana.

Dia cuma menyukai Xing Yun, jadi apa pun Xing Yun sekarang setelah kematiannya, dia sama sekali tidak peduli. Dia hanya akan melanjutkan hidupnya sendiri dengan baik mulai sekarang.

Berkat Mo Fang yang terlebih dulu mengumumkan kembalinya Shen Li hari ini, pelayannya Shen Li pun sudah mempersiapkan segalanya untuk menyambut kepulangan Shen Li, termasuk menyiapkan seporsi makanan untuknya.

Tapi saat sedang enak-enaknya makan, burung peliharaan Shen Li yang bernama Xuxu mendadak bercicit cuit menyindir Shen Li yang gagal kabur dari pernikahan. Jelas saja Shen Li jadi kesal dan langsung melemparnya keluar dari kamarnya.

Panah kecil itu sekarang menjadi satu-satunya benda paling berharga bagi Shen Li, makanya dia menyimpannya di Kotak Kunci Emas Langit dan Bumi.

Di Alam Dewa, para Dewa melihat suatu pertanda baik. Kaisar Langit begitu senang melihat pertanda itu, itu menandakan bahwa Dewa Agung Xing Zhi sudah kembali.

Dewa Xing Zhi adalah dewa kuno terakhir yang biasanya hidup dan berkultivasi sendirian di Langit di luar langit dan sebelumnya turun ke Dunia Fana. Dan karena dia Dewa Agung, posisinya pun lebih tinggi daripada Kaisar Langit. 

Orangnya biasanya low profile, tidak suka segala sesuatu yang berlebihan (Hmm, mirip seseorang yah), makanya Kaisar Langit menyambutnya sendiri tanpa memberitahu para dewa lainnya.

Dan yups, ternyata dia adalah Xing Yun. Hah! Pantas saja selama hidup di dunia, dia memiliki kemampuan yang melebihi manusia biasa.

Bahkan biarpun cuma disambut oleh Kaisar Langit, Xing Zhi merasa agak risih, dan dengan cepat menegaskan bahwa dia ingin sendirian dan meminta Kaisar Langit untuk tidak memberitahu siapa pun tentang perjalanannya ke Dunia Fana.


Lucunya, dia sebelumnya turun ke Dunia Fana dan menjadi manusia fana cuma karena dia merasa bosan di Langit di luar langit. Namun walaupun energi dewanya terhapus saat dia menjadi manusia, ingatannya tidak. Makanya dia jadi menderita karena sok pintar.

Tapi tidak sia-sia juga dia turun ke Dunia Fana kali ini. Karena kali ini dia bisa bertemu dengan seseorang yang menarik. Walaupun sayangnya, sekarang semuanya sudah berakhir.

Ternyata bukan cuma Shen Li yang menolak perjodohan ini, pria yang dijodohkannya dengannya - Dewa Fu Rong, juga sama-sama tidak mau dan langsung tantrum saat beberapa orang datang membawakan baju pengantinnya.

Fu Rong ini cucunya Kaisar Langit yang manja, kekanak-kanakan, playboy dan bisanya cuma bersenang-senang sepanjang hari. Reputasinya memang terkenal buruk, jadi wajar saja kalau Shen Li tidak mau menikah sama dia.

 Sedangkan Fu Rong tidak mau menikah sama Shen Li karena takut dengan Shen Li yang terkenal pintar berkelahi. Dia sudah senang saja saat Shen Li kabur dan sekarang dia kesal lagi setelah mendengar Shen Li sudah kembali, yang itu artinya, mereka tetap harus menikah.

Makanya dia langsung heboh mendatangi kakeknya, berusaha protes lagi agar pernikahan ini dibatalkan. Lucunya dan yang tidak disangka-sangka, orang yang menyetujui pernikahan aliansi dua alam ini ternyata adalah Xing Zhi. Pfft!

Tapi Xing Zhi awalnya juga tidak tahu dan asal saja. Jadi begini ceritanya, waktu itu Kaisar Langit mendatangi Xing Zhi untuk mengabarkan masalah pernikahan aliansi dua alam ini dan meminta Xing Zhi untuk memilih salah satu di antara beberapa kandidat pengantin pria.

Masalahnya waktu itu, Xing Zhi sedang buru-buru karena mau turun ke Dunia Fana (karena merasa bosan tadi) dan dia juga belum mengenal siapa Ratu Bicang saat itu, makanya dia asal-asalan saja memilih kandidat nomor 33 tanpa menyadari kalau yang dia pilih itu Fu Rong. Dia bahkan mengira kalau Fu Rong itu cewek dan Shen Li itu cowok. Wkwkwk! (Note: Dalam bahasa aslinya, gelarnya Shen Li adalah Bicang Wang, Wang bisa diartikan sebagai Raja, makanya Xing Zhi sempat mengira kalau dia cowok)

Kaisar Langit juga sebenarnya enggan menikahkan cucunya, tapi ucapan Xing Zhi sebagai Dewa Agung dianggap sebagai hukum tertinggi, makanya jika pernikahan ini dibatalkan, harus Xing Zhi sendiri yang membatalkannya.

Makanya sekarang dia pura-pura memarahi Fu Rong, kompak ngedrama bersama cucunya itu untuk membuat Xing Zhi membatalkan pernikahan ini. Namun alih-alih membatalkan pernikahan ini, Xing Zhi cuma memutuskan untuk menundanya.

Alam Spiritual tiba-tiba menghadapi serangan miasma yang berasal dari Kolam Xutian, untungnya tombaknya Shen Li berhasil mengatasinya tepat waktu. Namun tak pelak masalah ini membuat semua orang menjadi cemas. Penguasa Spiritual pun segera memerintahkan Mo Fang dan seorang rekannya untuk menyelidikinya ke Kolam Xutian.

Shen Li jelas lega saat mendengar kabar tentang penundaan pernikahan itu. Siapa juga yang mau menikah dengan dewa semacam itu.  Kalau Alam Dewa benar-benar berniat membantu Alam Spiritual, seharusnya mereka mengirim seorang dewa yang bisa diandalkan untuk membantu mereka membasmi miasma. Dewa seperti Fu Rong mana bisa membasmi miasma. Dia itu hanya orang tidak berguna yang dikirim oleh Alam Dewa untuk menenangkan mereka.

Penguasa Spiritual juga sebenarnya merasa bersalah karena menerima pernikahan ini dan memaksa Shen Li, tapi bagaimanapun, hanya Shen Li satu-satunya pilihan yang paling tepat dan pernikahan ini penting demi Alam Spiritual mereka. 

Dan lagi, yang memutuskan pernikahan ini sebenarnya adalah Dewa Agung Xing Zhi. Dan ya, pastinya, yang memutuskan penundaan pernikahan ini juga dia. Shen Li sontak sinis mendengarnya, tuh dewa kurang kerjaan banget, sembarangan memilih orang untuk dinikahkan, lalu seenaknya memutuskan pernikahan dan mendadak menundanya.

Ya Shen Li tahu kalau Dewa Xing Zhi sangat berjasa bagi Tiga Alam, Dewa Zing Zhi-lah yang membasmi Liu Ming dan menyegel monster di Kolam Xutian, makanya dia sangat dihormati, tapi Alam Spiritual-lah yang harus kerepotan menjaga segel Kolam Xutian selama lebih dari ribuan tahun.

Sekarang Dewa Xing Zhi itu seenaknya ingin menculik klan mereka melalui pernikahan. Kenapa Klan Spiritual harus tunduk dan dipimpin oleh Alam Dewa?

"Ada begitu banyak prajurit pemberani di Alam Spiritual. Lebih baik membantai di Sembilan Lapisan Langit dan membuatnya tidak tenang!" Kesal Shen Li.

"Diam!" bentak Penguasa Spiritual, "kau bisa begitu menyepelekan perang, itu hanya menunjukkan bahwa kau tidak pernah ikut perang sesungguhnya."

Dia awalnya hanya ingin Shen Li melampiaskan amarahnya agar tidak tersiksa, ternyata malah membuat Shen Li semakin tersiksa. Jadi sebaiknya Shen Li pulang saja.

Shen Li langsung pergi sembari menegaskan bahwa dia tidak mau menikah. Eh sesampainya di rumah, burung Xuxu malah bercicit cuit lagi menyindirnya tentang pernikahannya yang jelas saja membuat Shen Li jadi tambah kesal.

Bersambung ke episode 8

Post a Comment

0 Comments