Rekap The Days of Seclusion and Love Bab 104 & Bab 105

 

Yin Ge Zhi memberitahu Yang Feng Peng bahwa sekarang Yang Feng Peng cuma punya dua pilihan. Antara Yang Feng Peng bertanggung jawab penuh atas kejahatannya ini dan seluruh keluarganya dieksekusi atau melaporkan semua aliran uangnya pada Kaisar. Jika dia memilih yang kedua, maka Putra Mahkota pasti akan berbelas kasihan padanya dan menyelamatkan nyawa seluruh keluarganya.

Sayangnya, Yang Feng Peng menolak mempercayai Yin Ge Zhi, bersikeras meyakini bahwa jika dia tetap tutup mulut, Jenderal Yi pasti akan mencari cara untuk menyelamatkannya.

Oh baiklah kalau Yang Feng Peng menolak sarannya. Yin Ge Zhi pun langsung pergi, tak mau repot-repot membujuknya lagi. Yang Feng Peng jadi bingung dan terus berdiam diri di sana cukup lama sebelum kemudian memutuskan urung ke rumah jenderal dan pulang.

Setibanya di rumah, Yin Ge Zhi mendapati Feng Yue sedang mengurus bunga-bunga di taman dan langsung tersenyum cerah begitu melihatnya datang. 

Namun Yin Ge Zhi langsung masuk kamar mengabaikannya. Dia memang begitu orangnya, sekalinya curiga sama orang, susah untuk percaya lagi, tak peduli biarpun Feng Yue mungkin memang tidak meminum pil penawar bisa ular.

Namun seperti biasanya, Feng Yue tetap mendekatinya dengan riang, bahkan memeluknya dari belakang. Yin Ge Zhi sebenarnya ingin melepaskan tangannya, tapi pada akhirnya dia tidak bisa melakukannya karena pelukan Feng Yue benar-benar terasa menghangatkan hatinya.

Tepat saat itu juga, Guan Zhi muncul mengabarkan bahwa Yang Feng Peng sudah ditangkap oleh anak buahnya Putra Mahkota dan sekarang dijebloskan ke penjara. 

Feng Yue senang mendengarnya. Jenderal Yi pasti akan susah tidur malam ini. Yin Ge Zhi heran melihatnya. Dulu Feng Yue pernah menyelamatkan Nona Yi, dia pikir kalau dia peduli pada keluarga Jenderal Yi.

Tentu saja tidak, Feng Yue sama sekali tak peduli dengan mereka. Dia melakukan itu hanya supaya punya jalan untuk bisa dekat dengan Yin Ge Zhi dan Putra Mahkota. Mengorbankan tangannya untuk itu, cukup berharga.

Itu yang dia pikirkan, tapi tidak dia ungkapkan pada Yin Ge Zhi. Yang dia ucapkan pada Yin Ge Zhi hanyalah bahwa dia hanya peduli dengan Yin Ge Zhi dan akan membantunya melakukan apa pun yang dia inginkan.

"Sebaiknya kau tahan kata-kata semanis madu itu. Jika kau bicara terlalu banyak tapi ternyata mengkhianatiku, maka kau akan mati dengan mengenaskan," geram Yin Ge Zhi.

"Yang Mulia terlalu khawatir. Mana mungkin hamba akan berkhianat," ujar Feng Yue sambil menampilkan senyum cerahnya yang sebenarnya untuk menyembunyikan ketakutannya.

Tapi Yin Ge Zhi masih sulit mempercayainya, makanya dia kemudian mencoba mengetesnya lagi. Feng Yue pernah bilang kalau dulu Feng Yue sering melihatnya berjalan di dekat gerbang Utara Xuan menuju ke lapangan pelatihan. Jadi setiap kali Feng Yue melihatnya, dia biasanya membawa berapa banyak pengawal, 6 atau 18 orang?

Feng Yue menjawab 6 orang. Sebenarnya dia tidak tahu pasti karena semua yang dia ucap cuma kebohongan, tapi dia tahu kalau Yin Ge Zhi tidak pernah heboh kalau datang ke lapangan pelatihan, makanya dia menduga kalau dia tidak membawa banyak orang. 

Kalaupun dia salah, tinggal bilang saja kalau dia salah ingat. Tapi setelah menjawab, Yin Ge Zhi tidak ngomong apa-apa lagi. Hmm, jadi apakah tebakannya benar?

Ditangkapnya Yang Feng Peng membuat banyak pejabat tidak bisa tidur malam itu. Istana sedang kacau balau. Bahkan setelah makan malam, kedua muridnya Yin Ge Zhi langsung pergi mengungsi ke rumah guru mereka.

Kedua keluarga mereka sebenarnya bersih. Ayah-ayah mereka bukan pejabat tamak, tapi tetap saja banyak pejabat keluar-masuk rumah mereka sedari tadi.

Tapi mereka mengungsi ke sini bukan berarti mereka tidak peduli, mereka justru sangat peduli, apalagi sekarang mereka sudah menduduki posisi resmi di pemerintahan. Hanya saja mereka masih terlalu muda untuk mengemban tanggung jawab besar.

Emas dan perak sebanyak itu pastilah hasil darah dan keringat rakyat. Karena itulah mereka juga ingin mengetahui hasil akhir dari kasus ini nantinya.

Walaupun sejak menang perang dari Negara Wei, banyak negara lainnya tidak berani melawan Negara Wu, namun An Shi Chong merasa sekarang Negara Wu terlalu berpuas diri. 

Memang tidak ada perang besar sekarang, tapi mereka sudah beberapa kali kalah di peperangan skala kecil. Ditambah lagi sekarang banyak pejabat yang melakukan korupsi. Kalau ini terus berlanjut, malah Negara Wu pada akhirnya akan hancur karena ketamakannya sendiri.

Yin Ge Zhi setuju dengan pemikiran An Shi Chong. Bagaimanapun, kemenangan Wu atas Wei dulu didapatkan dengan cara licik. Kemenangan yang didapat dengan cara semudah ini pada akhirnya akan membuat mereka jadi arogan. 

Baik Kaisar maupun rakyat Wu berpikir bahwa mereka menang besar, apalagi mereka bisa mendapatkan pangeran tertua negara Wei untuk dibawa kemari sebagai sandera. Otomatis menjadikan Wu sebagai negara nomor satu di antara yang lain, mereka mungkin bisa menang melawan Negara Song. 

Namun mereka tidak sadar bahwa keangkuhan bisa menghancurkan diri mereka sendiri. Tanpa ancaman dari negara lain, maka akan muncul berbagai masalah dari dalam yang akan menggerogoti negara ini. Jika terus berlanjut, maka saat nantinya Negara Wei bangkit, maka Negara Wu akan berada di ambang maut.

Bahkan Putra Mahkota pun sebenarnya tidak begitu memahami ini, dia cuma fokus memberantas korupsi tanpa mencemaskan negara-negara lain yang sedang menunggu kejatuhan Negara Wu karena ulah diri mereka sendiri, terutama Negara Song yang sekarang mulai beraksi mencaplok wilayah mereka sedikit demi sedikit.

Satu-satunya yang sadar cuma An Shi Chong. Sayangnya, dia tidak punya kekuasaan apa pun untuk mengubah apa pun. Seharusnya di saat ini, Wei dan Wu menggabungkan kekuatan untuk melawan Song.

Dan sayangnya dengan keadaan pemerintahan Wu yang sedang kacau balau saat ini, hal itu sulit dilakukan. Kasus korupsi besar ini benar-benar akan melemahkan pemerintahan negara mereka.

Awalnya, kekalahan perang Jenderal Yi bukan sebuah masalah besar. Namun kebetulan sekali terjadi bertepatan dengan terkuaknya kasus korupsi ini. Putra Mahkota menghubungkan kekalahan perang ini karena kurangnya suplai dana militer.

Jenderal Yi mengiyakannya saja karena pilihannya cuma dua. Antara dia menyalahkan masalah kurangnya dana militer atau mengakui kekalahan perang karena kesalahannya sendiri. 

Dia lebih memilih pilihan pertama, tapi pernyataannya ini otomatis memperberat kejahatan Yang Feng Peng karena korupsinya dituduh sebagai penyebab kurangnya dana militer

Kaisar begitu murka hingga ia memerintahkan rumah Yang Feng Peng digeledah dan semua laporan keuangan kerajaan diaudit untuk menemukan aliran uang korupsi itu.

Malam itu, Jenderal Yi mengunjungi Yang Feng Peng di penjara terpidana mati, mengklaim kalau dia sudah berusaha yang terbaik untuk menyelamatkannya, tapi sayangnya, karena tekanan Putra Mahkota, dia cuma bisa menyelamatkan keluarganya Yang Feng Peng. Dia akan mengirim mereka keluar kota malam ini.

Yang Feng Peng dengan mudahnya mempercayainya, tidak sadar kalau Jenderal Yi menyekap keluarganya untuk memastikan Yang Feng Peng tetap setia padanya dan tidak membocorkan tentang keterlibatannya.

Tak lama setelah Jenderal Yi pergi, Yin Ge Zhi datang bersama kedua muridnya dan dua wanita bertudung. Yang satunya adalah Feng Yue, yang satu lagi, An Shi Chong tidak tahu siapa, tapi dia sempat mendengar wanita asing itu memanggil Feng Yue sebagai 'Majikan'.

An Shi Chong tidak menanyakan apa pun tentang itu, tapi seketika itu pula dia mulai merasa kalau Feng Yue itu bukan pelayan biasa. Lagipula, fakta kalau gurunya membawa Feng Yue ke tempat semacam ini, pasti karena Feng Yue memahami hal-hal semacam ini, sesuatu yang tidak mungkin dimengerti oleh seorang pelayan biasa.

Baru setelah mereka masuk ke sel tahanannya Yang Feng Peng, kedua murid akhirnya tahu siapa wanita yang satunya. Dia adalah Yu He Xiang, selir kesayangannya Yang Feng Peng yang dulunya pernah bekerja di Menara Menghui, makanya dia mengenal Feng Yue.

Dari Yu He Xiang-lah, Yang Feng Peng akhirnya mengetahui kebohongan Jenderal Yi. Yang dibawa oleh Jenderal Yi sebenarnya cuma anaknya Yang Feng Peng yang masih balita. Sedangkan anggota keluarga mereka yang lain ditangkap, Yu He Xiang bisa ada di sini karena diselamatkan oleh Yin Ge Zhi.

Bersambung...

Post a Comment

0 Comments