Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 15 - 1

 Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 15 - 1

Penasaran dengan bibi itu, Xia Lin langsung menelepon Wen Li dan tanya apakah dia mengenal seorang detektif swasta. Dia mau mencari seseorang.


"Oke. Kalau begitu, kau bantu aku cari yah. Aku mencintaimu."

 

Yi Zhou mendadak muncul saat itu sambil cemburu manja. "Siapa lagi yang kau cintai selain aku?"

"Kau dengar?"

Iyalah, semuanya malah. Siapa orang yang mau Xia Lin cari? Xia Lin tidak mau bilang, Yi Zhou kan sudah janji tidak akan mencampuri urusan pribadinya?

Tentu saja. Yi Zhou meyakinkan kalau dia tidak akan ikut campur. Hanya saja, dia bisa memperkenalkan seorang detektif swasta. Fei Fei mana mungkin mengenal seorang detektif swasta.


Xia Lin senang, kalau begitu, berikan nomor kontak si detektif swasta itu. Tapi Yi Zhou tidak mau memberikannya begitu saja dan langsung menunjuk bibirnya.

Dasar! Xia Lin memberinya kec**an, tapi Yi Zhou pura-pura mengklaim kalau bukan itu yang dia inginkan. Dia cuma ingin Xia Lin menyuapinya ceri.


Xia Lin mengambilkannya sebutir ceri dengan gemas. Tapi begitu ceri itu hampir sampai ke mulut Yi Zhou, dia langsung menariknya kembali.

"Ambil sendiri." Ujar Xia Lin lalu memasukkan ceri itu ke mulutnya sendiri... dan Yi Zhou sontak menc**mnya dengan ganas hingga dia sukses mengambil ceri itu.


Gregetan, Xia Lin sontak memitingnya ke tembok. Dasar c***l! Mau dipanggilin polisi apa?! Loh, katanya Xia Lin mau minta bantuannya? Benar juga, katakan caranya.

Gampang, Xia Lin hubungan saja Wen Li dan suruh Wen Li membantuny. Secara teknis, Wen Li lah yang mengkomandoi perusahaan Ling, jadi Xia Lin bisa mengkomandoi Wen Li.

Xia Lin senang. "Ling Yi Zhou, kau sangat baik padaku."

"Kalau begitu, maukah Nona Xia yang cantik tidur denganku?"

"Kenapa belakangan ini kau sering sekali minta 'tidur'?"

"Karena secara tidak kebetulan, orang yang ingin ajak tidur adalah istriku sendiri!" Dan Yi Zhou langsung membopong paksa Xia Lin ke kamar tidur.


Di kantor, Wen Li melapor bahwa mereka masih belum mendapat petunjuk apapun tentang keberadaan Yang Tong, yang pasti dia masih ada di kota ini. Mereka juga masih belum menemukan dalang utamanya.

Yi Zhou yakin orang itu menarget dirinya. Karena itulah dia memerintahkan Wen Li untuk memperluas parameter penyelidikan. Selidiki siapa saja yang pernah mengekspresikan kebencian terhadap dirinya atau perusahaan Ling.


Tepat saat itu juga, Wen Li ditelepon Xia Lin yang memintanya untuk membantunya mencari orang. Dia tidak tahu siapa nama orang itu, tapi dia menduga kalau orang itu ibunya Yi Zhou. Tapi Wen Li harus merahasiakannya dari Yi Zhou.

Wen Li mengiyakannya saja. Tapi begitu menutup telepon, dia hampir saja mau melaporkannya pada Yi Zhou. Tapi Yi Zhou dengan cepat menyelanya. Wen Li tidak perlu memberitahunya. Kalau Xia Lin mau bilang, dia pasti akan bilang sendiri.


Fei Fei datang untuk mengirimkan skenario filmnya. Akhirnya, ada orang yang mau berinvestasi di naskahnya ini. Xia Lin jadi penasaran siapa orangnya?

"Tentu saja Bos Ling."

Pfft! Xia Lin sontak menatapnya dengan kesal. Jangan khawatir, Fei Fei meyakinkan kalau dia melakukannya sesuai prosedur dan tidak memanfaatkan koneksi.

"Nona Xia Lin, dengan ini saya mengundang anda untuk memainkan peran cinta pertama sang pemeran utama pria."

"Siapa yang jadi pemeran utama prianya?"

"Tentu saja Chu Yan Yang Hebat. Awalnya dia tidak setuju. Tapi setelah membaca naskahku, dia sangat aterkesan dan menerima tawarannya dengan senang hati."

"Ini ceritanya tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan."

Betul sekali. Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata tentang seorang wanita yang cintanya bertepuk sebelah tangan pada seorang pria muda.


Tapi kisah ini membuat Xia Lin termenung teringat cerita Chu Yan bahwa dia mencintai seseorang secara diam-diam dan juga ucapan An Ran bahwa Chu Yan melawan kehendak ayahnya untuk dijodohkan gara-gara dia menyukai Xia Lin.

Ingatan itu membuat Xia Lin jadi tak nyaman kalau harus memerankan cinta pertamanya Chu Yan. Sepertinya peran ini tidak cocok untuknya.

Fei Fei mengerti alasannya, Xia Lin sudah tahu yah kalau Chu Yan suka sama dia? Fei Fei sendiri sih sudah menduga sejak saat konferensi press waktu itu, tapi dia diam saja soalnya dia lihat Xia Lin dan Yi Zhou memperlakukan Chu Yan bagai saudara.

"Bagaimana kau bisa tahu? Apa dia bilang suka padamu?"

"Jangan bicara omong kosong, An Ran yang bilang."


"Dia pasti punya maksud tersembunyi. Tapi menurutku, sebaiknya kau memperjelas masalah ini dengannya. Kita kan cuma menebak-nebak. Kalau dia beneran menyukaimu, kasihan sekali dia. Orang yang dia sukai adalah istri sahabatnya sendiri. Memikirkannya saja membuatku sedih."

"Fei!"

"Baiklah, aku diam. Tapi kalau dia beneran ngaku, kau harus mengakhirinya, mengerti? Jangan gantung dia. Jika tidak, maka masalah ini akan jadi cinta segitiga yang melodramatis."

Terus apa yang akan Fei Fei lakukan dengan filmnya? Gampang! Tidak sulit menemukan aktor lain, hanya saja Fei Fei merasa mereka berdua sebenarnya kandidat yang sangat sesuai.

Tapi kalau Xia Lin merasa tak enak berakting dengan Chu Yan, maka Fei Fei akan cari aktor lain saja. Fei Fei lalu pamit karena ada urusan lain. Memikirkan ucapa Fei Fei tadi, Xia Lin memanggil Chu Yan dan mengajaknya ketemuan.

 

Chu Yan datang tak lama kemudian dan langsung usil kayak biasanya, dia bahkan langsung duduk santai dengan merentangkan tangannya di sandaran bangku tepat di belakang punggung Xia Lin.

Tapi Xia Lin jadi tidak nyaman dengan posisi itu dan langsung geser menjauh. Chu Yan juga jadi canggung melihat sikapnya. Ngomong-ngomong, untuk apa Xia Lin mengajaknya ketemuan di luar?

"Kudengar kau setuju untuk main di filmnya Jia Fei?"

"Aku takut sama dia. Dia meneleponku lebih dari 30 kali dalam sehari."

"Dia juga mengundangku untuk main di film itu sebagai cinta pertamanya karakter utama pria. Sebenarnya saat kau menghilang, An Ran memberitahuku... dia bilang..."


Chu Yan langsung paham apa yang mau diutarakannya. Maka sebelum Xia Lin melanjutkan, dia buru-buru menyela dan menganggap enteng masalah ini seolah yang mereka bicarakan hanya mengenai film.
 
Tapi Xia Lin tetap berniat menjernihkan masalah ini sekaang juga. "An Ran bilang kalau kau... menyukaiku. Aku tahu kau orang baik, tapi yang kucintai adalah Ling Yi Zhou. Jadi..."


Chu Yan pura-pura mendengus sinis seolah ucapan Xia Lin itu candaan yang sangat lucu dan absurd. Mana mungkin dia menyukai Xia Lin. Xia Lin tidak terima. Apa maksudnya? Memangnya menyukainya itu lucu? Apa dia seburuk itu?

"Hanya saja, wanita yang kusukai setidaknya harus level superstar. Sedangkan kau... berusahalah mendapat setidaknya 'Aktris Terpopuler' dulu, baru aku akan mempertimbangkanmu."

"Terus waktu kau bilang kalau kau mencintai seseorang secara diam-diam itu..."

"Hei, nona. Kau pikir yang kumaksud adalah kau? Bahkan sekalipun hanya kau satu-satunya wanita yang tersisa di dunia ini, aku lebih suka bersama si tua Ling."

"Jangan mimpi! Ling Yi Zhou milikku. Kau ingin memilikinya juga? Tunggulah sampai kau jadi wanita di kehidupan berikutnya. Sudah kuduga, aku dibodohi An Ran lagi."

"Kenapa kau menyalahkan orang lain padahal kau sendiri yang bodoh?"

Kalau begitu, Xia Lin bisa berakting di filmnya Jia Fei. Awalnya dia memang berniat menolak soalnya dia takut situasi di antara mereka akan jadi canggung.

"Yang benar saja. Jia Fei mungkin satu-satunya yang menginginkan sang aktris Xia Lin. Yang lainnya cuma ingin menyenangkan si tua Ling dan kau malah ingin menolak peran itu. Baik hati sekali kau."


Ngomong-ngomong, bagaimana hubungan Chu Yan dengan ayahnya belakangan ini? Tanya Xia Lin. Biasalah, kesehatan ayahnya cukup bagus sekarang.

Menurut Xia Lin, Tuan Chu jadi tampak semakin menua sejak insiden yang menimpa Chu Yan. "Menurutku, dia benar-benar menyayangimu. Hanya saja dia tidak tahu bagaimana harus mengeskpresikannya. Cobalah berkomunikasi dengannya. Mungkin itu bisa membantumu melepasakan kekangan di dalam hatimu."

"Baik, Manager Xia. Kau benar-benar peduli terhadap banyak hal."

"Lalu bagaimana dengan cinta bertepuk sebelah tanganmu?"

"Kuputuskan untuk menyerah."

"Kenapa?"

Chu Yan langsung menatapnya dengan sendu. "Cukuplah bagiku jika dia bahagia." (Aww, poor Chu Yan)

Xia Lin tak menyangka kalau Chu Yan ternyata orang yang dimabuk cinta. Tapi jangan khawatir, dia akan memperkenalkan Chu Yan ke cewek lain yang jauh lebih baik daripada cewek yang Chu Yan taksir itu. Chu Yan nggak mau, jangan sembarangan menjodoh-jodohkannya dengan sembarang cewek.


Tepat saat itu juga, Xia Lin mendapat sms dari Wen Li yang mengabarkan kalau dia sudah menemukan keberadaan ibunya Yi Zhou. Dia tinggal di Hotel Lingyun. Xia Lin buru-buru pamit pergi. Chu Yan hanya bisa menatap kepergiannya dengan sedih.



Di tengah jalan, Chu Yan tak sengaja bertemu Xiao You yang motornya lagi mogok. Dia langsung mengajak Xiao You ke bank untuk ambil uang, tapi Xiao You punya urusan lebih penting daripada uang saat ini.

Motornya lagi mogok sedangkan dia belum selesai kirim pesanan makanannya. Dia bisa dalam masalah kalau para pelanggannya komplain. Jadi bantulah dia.

"Nggak mau! Aku tidak akan mengizinkan benda-benda itu di dalam mobilku!"

"Kau tidak mau rekaman video hutangmu muncul di internet, kan?"

"Kau mengancamku?!"

"Jangan berpikiran senegatif itu. Ini situasi sama-sama untung jika kita saling membantu."

Chu Yan tetap keukeuh menolak. Maka Xiao You pura-pura teriak "Ada fans!"


Chu Yan kontan panik masuk mobil dan Xiao You pun bergegas masuk, dan baru saat itulah Chu Yan menyadari dirinya dibohongi.

Xiao You janji deh. Setelah Chu Yan membantunya mengantarkan semua pesanan ini, dia akan menghapus rekaman hutang itu. Chu Yan akhirnya mengalah walaupun masih kesal.

Bersambung ke part 2

4 komentar: