Fakta bahwa hanya dokumen hasil otopsi yang berbau obat herbal ini, jelas menunjukkan bahwa si pencuri cuma mengincar dokumen hasil otopsi ini.
Selain itu, ini bukan pertama kalinya Xu He kerampokan. Yang pertama kali adalah saat mereka selesai melakukan pemeriksaan pertama pada Nona Song. Yang dicuri juga gulungan yang berisi dokumen hasil pemeriksaan.
Waktu itu Xu He tidak ngomong apa-apa ke siapa pun karena tidak curiga apa pun dan juga karena takut dimarahi Prefek Huo. Berhubung dia memiliki ingatan yang bagus, jadi dia bisa menyalin ulang hasil otopsinya dengan mudah.
Mendengar itu, Qin Wan yakin sekali bahwa pencurinya di kedua waktu ini adalah satu orang yang sama. Dia mengincar informasi hasil otopsi mayat Nona Song.
Namun yang pertama kali barangnya tidak dikembalikan karena uang yang ada di dalamnya cuma sedikit. Yang kali ini si pencuri berbaik hati mengembalikannya karena di kotak itu bukan cuma ada uang yang jumlahnya cukup banyak, tapi juga ada peralatan kerjanya.
Menggabungkan semua petunjuk, Qin Wan, Xu He dan Yan Chi seketika kompakan mencurigai satu orang, kakak tirinya Wei Yan Zhi.
Dia patah kaki, jadi butuh obat herbal sakti itu untuk menyembuhkan kakinya. Dia punya uang untuk membeli obat herbal yang harganya selangit itu, dan dia pula yang paling tertarik dengan kasus Nona Song.
Maka kemudian, mereka langsung melaporkan dugaan mereka ini pada Prefek Huo yang sontak antusias untuk segera menangkap si kakak tiri ini. Informasi ini membuatnya punya ide bagus untuk memancing si kakak tiri dan langsung membawa orang-orangnya pergi saat itu juga.
Namun Qin Wan tetap merasa ada yang aneh. Masa sih si kakak tiri datang jauh-jauh kemari cuma untuk membunuh orang? Dan kalaupun dia memang membunuhnya, kenapa dia tidak menutupi jejaknya atau kabur, malah tetap mengikuti kemari?
Seandainya Qin Wan jadi pembunuhnya, maka dia pasti akan melakukan segala cara untuk menutupi jejaknya dan membuat alibi yang sangat bagus. Dia tidak akan sebodoh ini untuk menyerahkan dirinya ke pihak berwajib.
Yan Chi mengaku bahwa sebenarnya, ada informasi lain mengenai kedua bersaudara Wei itu yang dia dapatkan dari informannya di ibu kota. Namun sepertinya, Prefek Huo tidak menaruh perhatian pada informasi yang itu.
Kakak tirinya Wei Yan Zhi itu bernama Wei Qi Zhi, putra sah tertua keluarga Wei. Karena memiliki ikatan kekerabatan maternal dengan Keluarga Song, makanya dulu pernah ada pembicaraan perjodohan dengan keluarga Song untuk memperkuat persaudaraan mereka.
Namun karena kemudian keluarga Wei mengalami kemunduran, Keluarga Song pun mulai memandang rendah keluarga Wei. Pada akhirnya, Wei Qi Zhi yang menjunjung tinggi harga diri, jadi memusuhi keluarga Song secara terang-terangan.
Memang benar Wei Qi Zhi menyukai musik, tapi itu dulu, sebelum kemudian dia lebih tertarik pada kuda dan akhirnya menjadi pelatih kuda. Dia juga memiliki kebiasaan unik yang mana dia hanya menggunakan barang-barang porselen di kamarnya dan tidak menggunakan barang-barang berlapis pernis.
Dia memang kidal sejak lahir. Menurut rumor, masalah tangan kidalnya menyebabkannya dikutuk sering mengalami ruam kemerahan. Ruam kemerahan itu kemudian mulai membaik sejak dia mulai berlatih menggunakan tangan kanan.
(Hmm... informasi ini nggak masuk akal, sejak kapan kidal bisa menyebabkan ruam kemerahan? Kayaknya ada kesalahpahaman, makanya informasinya rancu dan membingungkan)
Sekitar 6 tahun yang lalu, Wei Yan Zhi mulai diasuh oleh Nyonya utama Wei. Sedangkan ibu kandungnya sendiri meninggal dunia 5 tahun yang lalu. Wei Qi Zhi dan Wei Yan Zhi sangat akrab sejak kecil, ke mana-mana selalu berdua.
Apa pun yang dilakukan Wei Qi Zhi, Wei Yan Zhi selalu mengikutinya dan mempelajari segala hal yang sama dengannya... sampai saat mereka beda pendapat tentang masalah bergabung ke pasukan garnisun yang dibantu oleh Keluarga Song.
Karena Wei Qi Zhi harga dirinya terlalu tinggi untuk menerima bantuan keluarga Song, akhirnya dia menolak. Namun Wei Yan Zhi menerima bantuan itu dan bergabung ke pasukan garnisun, membuat keluarga Song dan keluarga Wei jadi sangat senang padanya.
Namun Wei Qi Zhi jadi sangat marah pada Wei Yan Zhi sehingga dia memukulinya, tapi Wei Yan Zhi tak melawan sama sekali.
Karena apa yang Wei Qi Zhi lakukan pada Nona Song, Adipati Song pun mematahkan kaki Wei Qi Zhi. Kabarnya, gara-gara masalah ini, Nona Song sampai mengancam akan bunuh diri. Maka demi melancarkan acara pernikahan Nona Song, kedua keluarga itu pun pura-pura tetap damai.
Tak lama kemudian saat bertemu Tuan Putri dan mendengarkan percakapan Yan Chi dan Tuan Putri, Qin Wan seketika tercengang menyadari bahwa Yan Chi ternyata tidak akan pergi dalam waktu tujuh hari. Yan Chi sengaja membohonginya entah dengan tujuan apa. Dasar!
Namun saat percakapan mereka mengarah ke masalah militer, walaupun Yan Chi tidak ngomong langsung, tapi Qin Wan mendapat kesan sepertinya pasukan militernya Yan Chi mungkin akan diganti.
Qin Wan tahu bahwa biasanya keluarga kekaisaran memang memiliki ketakutan terhadap kekuasaan pasukan militer, apalagi jika pasukan militer itu menjadi semakin kuat. Mungkin inilah alasan Yan Chi dipanggil kembali ke ibu kota, dan mungkinkah... Luka panjang di punggungnya itu juga disebabkan oleh masalah ini?
Setelah beberapa hari direndam air tawas, benda menggumpal yang Qin Wan dapatkan dari perutnya Nona Song itu akhirnya mulai jelas bentukannya, itu adalah kertas berlapis bubuk emas atau yang biasanya dikenal sebagai kertas Yejin.
Namun ini bukan bubuk emas asli, melainkan bubuk kuning keemasan yang terbuat dari batu mineral orpiment yang warnanya kuning keemasan mirip emas dan biasanya dipakai untuk membuat pernis warna keemasan.
Kertas emas yang asli biasanya mahal dan hanya dipakai di kalangan bangsawan kelas atas untuk menulis undangan, sedangkan kertas Yejin adalah imitasinya, lebih murah dari kertas emas asli, tapi lebih mahal daripada kertas biasa.
Untuk membuatnya, bubur kayu dicampur dengan pernis keemasan sehingga kertas Yejin biasanya berbau pernis. Biasanya kertas ini terkenal di kalangan bangsawan biasa yang statusnya lebih rendah daripada bangsawan kelas atas.
Sayangnya, karena tintanya juga sudah memudar dan tersangka juga sudah ditetapkan, jadi sepertinya kertas ini sudah tidak berguna.
Berhubung ternyata Yan Chi tidak terburu-buru pergi, jadi Qin Wan pun tidak lagi terburu-buru membuat obat untuknya.
Besoknya, dia sengaja mengutus Fu Ling dan Wan Tang untuk mengambil beberapa bahan obat herbal di apotek keluarga yang berguna untuk menutrisi otak. Dia tahu kalau di apoteker yang suka kepo itu pasti akan menyebarkan hal ini ke seluruh kediaman, dan memang itu yang dia inginkan.
Lalu tak lama kemudian, dia pergi lagi ke kediaman Marquis saat Bai Feng datang menjemputnya. Setibanya di sana, dia diberitahu bahwa Wei Yan Zhi mendadak jatuh sakit. Katanya sudah beberapa hari dia menderita panas dingin tapi dia tidak memberitahu siapa pun, ketahuannya pun berkat Yue Ning yang kemarin datang mengeceknya.
Qin Wan pun dibawa ke kamarnya Wei Yan Zhi untuk mengecek kondisinya. Begitu masuk, kamar itu terasa panas sekali gara-gara Wei Yan Zhi menyalakan kompor untuk memanaskan kamarnya dan untuk merebus obat juga.
Padahal kamarnya sudah sangat panas, tapi Wei Yan Zhi masih memakai mantel. Qin Wan jelas heran, separah itukah sakitnya Wei Yan Zhi sampai dia harus membuat kamarnya sepanas ini?
Setelah mengecek nadinya, Qin Wan bisa menduga bahwa Wei Yan Zhi sakit gara-gara mandi air dingin, dan Wei Yan Zhi mengiyakannya. Dia mengklaim bahwa biasanya dia kuat mandi air dingin, tapi entah mengapa sekarang malah sakit.
Berhubung obat yang Wei Yan Zhi konsumsi cuma obat masuk angin biasa, Qin Wan menyarankan supaya dia ganti resep obat dan langsung meminta peralatan menulis untuk menulis resepnya. Namun saat pelayannya Wei Yan Zhi membawakannya kertas dan tinta, alis Qin Wan seketika mengerut melihat Wei Yan Zhi ternyata menggunakan kertas Yejin.
Hmm... perlukah mencurigainya? Qin Wan agak ragu mengingat kertas Yejin kan cukup umum. Akhirnya dia memutuskan untuk mengesampingkan kecurigaannya dan mulai menulis resepnya.
Selain itu, dia juga tidak menyarankan kamarnya dibuat sepanas ini biarpun dia sakit. Suhu sepanas ini justru tidak bagus untuk tubuhnya.
Saat Ran Ran melirik kompornya, dia melihat jepitan arangnya tampak ternoda oleh sesuatu entah apa yang sepertinya meleleh lalu menempel di sana. Qin Wan merasa agak aneh tapi tidak tahu apa anehnya.
Saat mereka keluar tak lama kemudian, mereka berpapasan dengan beberapa pelayan yang membawakan sekeranjang besar arang untuk Wei Yan Zhi. Mereka mengaku bahwa beberapa hari belakangan ini di jam yang sama setiap hari, mereka selalu mengantarkan arang sebanyak ini untuk Wei Yan Zhi.
Qin Wan merasa itu agak aneh dan berlebihan. Walaupun Wei Yan Zhi memang sakit, tapi badannya kuat kok, agak aneh rasanya kalau dia merasa dingin berlebihan, padahal sekarang bahkan belum masuk musim dingin.
Namun Yue Ning tidak merasa itu aneh, namanya manusia pasti akan jatuh sakit walaupun badannya kuat, jadi dia meyakinkan Qin Wan untuk tidak terlalu memikirkannya.
Setibanya kembali ke kediaman Qin, Qin Wan dan Fu Ling malah mendapati pintu samping yang menuju ke kebun anggrek terbuka. Sejak insiden di kebun anggrek waktu itu, pintu samping hanya dibuka saat perlu saja dan itu pun harus atas seizin Qin Wan, namun kali ini ada yang membukanya tanpa izin dan itu sontak membuat Fu Ling marah.
Namun ternyata yang membukanya adalah Wan Tao yang sedang membakar sesaji untuk mendiang ibunya. Pelayan di kediaman bangsawan besar biasanya tidak diperbolehkan melakukan ritual ini di kediaman majikan, makanya Wan Tao terpaksa memanfaatkan waktu perginya Qin Wan untuk ini.
Qin Wan sih tidak terlalu mempermasalahkan hal ini mengingat Wan Tao cuma berbakti pada orang tuanya, tapi ada sesuatu yang menarik perhatian Qin Wan.
Di antara sesaji yang Wan Tao bakar juga ada baju, ini membuatnya jadi teringat dengan noda yang tertempel ke jepitan arangnya Wei Yan Zhi. Apakah mungkin noda yang meleleh dan tertempel di jepitan arangnya Wei Yan Zhi dari baju? Dia membakar baju kah?
Dipikir-pikir, walaupun sekarang semua orang meyakini bahwa kakak tirinya Wei Yan Zhi adalah tersangka utama, tapi Qin Wan masih merasa ada yang aneh.
Kalau si kakak tiri yang menakut-nakutinya dengan menyamar sebagai hantunya Nona Song, bagaimana caranya dia menembus pertahanan penjagaan kediaman Marquis yang super ketat?
Selain itu, waktu itu Qin Wan masih belum pernah pergi ke kamar mayat, lalu bagaimana bisa orang itu tahu kalau dia mau memeriksa mayat Nona Song?
Selain itu, kalau dia pembunuhnya, kenapa dia tidak balik ke ibu kota untuk membuat alibi untuk dirinya sendiri, malah nekat mengikuti Nona Song sampai kemari?
Kalau dia yang memenggal kepala Nona Song dan membawa pergi kepalanya, bagaimana caranya dia melakukan semua itu padahal dia bahkan bukan termasuk ke dalam rombongan pengantin? Padahal untuk melakukan semua trik pembunuhan dan menghilangkan jejak semacam itu, dia harus melakukannya dalam jarak dekat.
Qin Wan yakin ada yang salah, ada yang terlewatkan, tapi apa?... Tepat saat itu juga, mendadak Qin Wan mendapat surat dari Xu He yang mengabarkan bahwa kakak tirinya Wei Yan Zhi sudah ditangkap.
Bersambung...
0 Comments
Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam