Sinopsis Before We Get Married Episode 6 - 2

Sinopsis Before We Get Married Episode 6 - 2

Tapi tak lama kemudian, Ke Huan bukannya memulangkannya, malah membawanya pulang ke rumah Ke Huan sendiri dan jelas saja Wei Wei langsung protes. Ngapain Ke Huan membawanya ke rumah Ke Huan?


Yah mau gimana lagi. Wei Wei sendiri tidak mengizinkannya masuk ke rumah Wei Wei, dan ke Huan tidak mau meninggalkannya sendirian di sana. Wei Wei masih saja ngotot mau pulang, tapi Ke Huan langsung mendorongnya.

"Aku tidak selemah itu."

"Berhentilah berakting sok kuat. Ini, minumlah obatmu dulu lalu istirahat. Begitu kau merasa baikan, aku akan mengantarkanmu pulang."

Setelah Wei Wei meminum obatnya, Ke Huan ingin Wei Wei istirahat di kamarnya. Tapi Wei Wei menolak dan ngotot istirahat di sofa saja. Ke Huan sampai gregetan dibuatnya.

"Kenapa kau keras kepala sekali? kau sakit begini, memangnya apa yang bisa kulakukan padamu?"

Tapi akhirnya dia mengalah lalu mengambil selimut untuk Wei Wei. Tapi Wei Wei masih saja keras kepala tidak mau berbaring. Ke Huan langsung mencopot paksa sepatunya lalu mendorong Wei Wei berbaring di sofa.

Dia setia menjaga Wei Wei di sana saat tiba-tiba saja bel pintu berbunyi... dan yang datang ternyata Zi Yuan.


Wei Wei langsung panik mendengar Zi Yuan datang, dia mau pulang saja. Tapi Ke Huan mencegahnya, tidak perlu setegang itu. Lagian kalau dia keluar, dia pasti berhadapan dengan Zi Yuan.

"Lalu apa yang harus kulakukan sekarang? Aku akan bersembunyi saja."

"Bagaimana kalau kita memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan segalanya?"

"Menjelaskan apa? Ini masalah kalian berdua. Apa hubungannya denganku? Aku tidak mau disalahpahami. Kamarmu di lantai atas, kan?" Wei Wei langsung saja naik dan bersembunyi kamarnya Ke Huan.


Ke Huan terpaksa membiarkan Zi Yuan masuk. Tapi senyum Zi Yuan menghilang dengan cepat saat melihat sepatu wanita tergeletak di lantai. Ke Huan ada tamu?

"Iya. Seorang wanita. Dia ada di atas sekarang. Kenapa? Apa kau mau naik untuk melihatnya?"

Cemburu, Zi Yuan langsung mau naik, tapi Ke Huan dengan cepat menyindirnya. Apa ZI Yuan yakin dia sanggup menghadapinya? Bahkan sekalipun Zi Yuan melihat wanita itu, terus dia mau apa? Berkelahi dengan wanita itu? Jangan lupa, mereka sudah putus.

Zi Yuan seperti biasanya, ngotot menolak putus, dia tidak setuju mereka putus. Ke Huan anggap hubungan mereka selama sepuluh tahun ini sebagai apa? Ke Huan anggap aka yenaga dan waktu yang dia korbankan untuk Ke Huan selama ini? Ke Huan anggap apa janji yang pernah Ke Huan berikan padanya selama 10 tahun ini? Dia tidak setuju untuk putus tapi Ke Huan malah berani bawa pulang wanita lain, apa artinya semua ini?

"Keluarga adalah hal yang paling penting bagiku. Aku tidak bisa melanjutkannya lagi."

Berdasarkan istilah dalam pekerjaannya, sekarang saatnya bagi Zi Yuan melakukan stop loss point (batasan untuk membatasi kerugian). Mereka berdua sama-sama tidak bisa melanjutkan semua ini.


"Ke Huan, kalau begitu katakan padaku, apa yang harus kulakukan. Aku rela melakukan apapun, apapun asal kau memberitahu kalau kau tidak akan mengabaikanku. Kumohon, kumohon jangan abaikan aku. Katakan!"

"Kau tidak perlu melakukan apapun. Apapun yang kau lakukan tidak akan berhasil... aku berhenti mencintaimu sejak saat kau menggugurkan anak kita tanpa mendiskusikannya dulu denganku!" (OMG! Teganya Zi Yuan! Jadi itu kesalahan dia yang fatal, kukira cuma karena dia shopaholic dan terlalu mengatur hidup Ke Huan)

Sejak saat itu, Ke Huan bahkan tidak pernah lagi menyentuh Zi Yuan. Sejak saat itu, dia tidak pernah bisa mencintai Zi Yuan lagi. Tidak pernahkah Zi Yuan menyadarinya?

"Ke Huan, jadi karena alasan ini kau akan menghukumku seumur hidupku?"

"Selama bertahun-tahun aku memperlakukanmu seperti ini, aku juga menghukum diriku sendiri. Apa kau tidak tahu betapa menyakitkannya luka itu? Luka yang tertoreh dalam hatiku. Itu tidak akan pernah... kumohon, pergilah. Jangan pernah datang lagi mencariku. Kumohon. Berhentilah menyiksa kita berdua. Pergilah. Pergi!"

Zi Yuan terpaksa pergi dan Wei Wei akhirnya bisa keluar dari persembunyiannya.


"Kau dengar semuanya, kan? Aku menyukaimu dan tidak lagi mencintai Zi Yuan adalah dua masalah yang berbeda. Kaulah yang memberiku keberanian untuk menghadapi masalah ini. Dulu aku tidak berani, tapi mulai dari sekarang, aku akan berani."

"Aku tidak perlu itu. Aku harus pergi."

"Kuantar kau pulang. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Jika di masa depan nanti, kau dan 321 mengalami suatu masalah, ingatlah untuk berbalik... aku akan ada di sana."

"Tidak perlu. Dan kau juga tidak perlu mengatakan hal-hal seperti itu lagi."

Ke Huan hanya bisa mengantarkannya sampai depan gedung apartemennya. Wei Wei jadi galau memikirkan percakapan yang didengarnya tadi.


Zi Ting menemui Zi Yuan di sebuah cafe dan mendapati kakaknya habis shopping lagi. Dia bisa menduga kalau Zi Yuan pasti belanja barang-barang kebutuhan pria, tapi dia dan Ke Huan kan sudah putus. Tapi Zi Yuan masih saja keukeuh menolak mengakui mereka putus, dia tidak akan pernah setuju untuk putus.

Zi Ting rasa, Zi Yuan mau setuju atau tidak, itu sama sekali tidak pengaruh. Nyatanya Ke Huan sudah memutuskan semua kontak dengannya tapi Zi Yuan masih mau mempertahankannya? Sebesar itukah harga diri Zi Yuan? 

"Lalu kau ingin bagaimana? Melihatnya direbut wanita lain?"

Menurut pandangan Zi Ting, masalah mereka adalah diri mereka berdua. Kenapa malah orang ketiga yang disalahkan sebagai perusak hubungan mereka?

Zi Yuan ngotot dengan kecurigaannya sejak saat dia melihat wanita masuk ke mobilnya Ke Huan kapan hari itu. Apalagi waktu dia berkunjung ke rumah Ke Huan, Ke Huan sendiri yang bilang bahwa di kamarnya ada seorang wanita.

"Kalau begitu, baguslah." Santai Zi Ting.

"Gao Zo Ting! Apa maksudmu?"


"Setidaknya itu bisa membuatmu sadar. Gao Zi Yuan, berhentilah melarikan diri dari dirimu sendiri. Kak Ke Huan sudah berhenti mencintaimu. Dia berhenti mencintaimu sejak lama. Apa kau tidak sadar kalau kau sekarang tampak seperti pecundang? Biarpun aku kelihatan cuek, tapi sebenarnya aku sangat sedih."

Zi Yuan yang sekarang sudah bukan lagi Zi Yuan yang kuat seperti dulu. Dia cuma seorang wanita biasa yang menggantungkan seluruh hidupnya pada seorang pria. Dia sekarang seperti orang busuk. Dia bisa menjadi lebih positif, hidupnya bisa memiliki banyak pilihan selain Chu Ke Huan.

"Lihatlah diriu. Kau seperti wanita gila yang bertahan padanya! Jika aku jadi dia, aku juga pasti ingin melarikn diri sejauh mungkin."

 

Cobalah pikirkan dari sudut pandang Ke Huan juga. Tidak adil baginya seorang diri menafkahi mereka berdua. Bagaimana bisa Ke Huan bertahan seperti itu terus? Mereka berdua sama sekali tidak butuh Chu Ke Huan untuk bertahan hidup.

"Kak, kau cantik dan pintar. Kau juga bisa jadi mandiri. Inilah alasanku menyayangimu sejak aku kecil. Aku akan mendampingimu, oke? Kau tidak sendirian. Apapun yang kau lakukan, aku akan mendampingimu. Aku akan mendampingimu untuk keluar dari situasi ini."

Tapi apapun yang Zi Ting katakan, Zi Yuan terlalu keras kepala untuk mendengarnya dan mengklaim kalau Zi Ting sama sekali tidak tahu seberapa besar rasa sakit yang dia rasakan.


Hao Yi akhirnya pulang dengan membawa setelan jas baru, bajunya bermerek lagi. Melihat obatnya Wei Wei, Hao Yi sontak mengomelinya dan melarangnya datang ke kantornya lagi. Baru semalam saja, Wei Wei sudah jadi seperti ini.

Wei Wei mengalihkan topik ke baju barunya Hao Yi. Itu kan baju branded yang sangat mahal. Hao Yi mengaku kalau itu pemberian bosnya, tapi Wei Wei jangan salah paham dan jangan khawatir juga.

"Bosmu? Dua pria dewasa membeli setelan jas, apa tidak aneh?"

"Bosku wanita. Semua orang memanggilnya Kakak Maizi. Kapan-kapan kalau ada kesempatan, aku akan memperkenalkanmu padanya."

Wei Wei jelas tambah cemas mendengarnya. Jika dia wanita, apa itu tidak lebih aneh? Kenapa bosnya itu menghadiahinya baju? Hao Yi mengoreksi, lebih tepatnya, pihak perusahaan lah yang menghadiahinya baju ini. Ini salah satu keuntungan bekerja di sana.

"Keuntungan di perusahaannya bagus sekali. Apa semua pegawai baru mendapatkan setelan mahal?"

"Kak Maizi bilang bahwa sekarang aku seorang direktur dan bukan lagi peneliti yang menghabiskan waktunya di lab. Dan sekarang setiap kali aku bertemu klien di luar, aku mewakili perusahaan. Apa kau tidak merasa kalau semua setelan jasku membuatku terlihat seperti insinyur?"

"Jadi dia memberi hadiah padamu seorang dan tidak pada yang lain?"

"Aku tidak tahu apakah dia memberi hadiah pada yang lain atau tidak, tapi mungkin saja semua petinggi pernah menerima hadiah darinya dulu. Kenapa kau sangat mempedulikan masalah ini?"


Jelas Wei Wei curiga lah. Berapa umur bosnya itu? Apa si bos itu sudah menikah? Hao Yi rasa bosnya itu sekitar umur awal 40an. Dia penguasaha muda dan sukses, jadi mungkin dia belum menikah. Hao Yi kan masih pegawai baru, jadi dia tidak tahu apapun tentang bosnya itu.

"Aku hanya merasa aneh seorang bos wanita menghadiahi pegawai prianya sebuah setelan mahal. Jika dia bibi tua umur 60an itu lain cerita, tapi..."

"Zhou Wei Wei. Perusahaan mempercayaiku, seharusnya kau bangga padaku." Protes Hao Yi.

Lagipula, setelan ini sangat berguna. Selain untuk menghadiri meeting, ini juga bisa kupakai ke acara kondangan atau acara lainnya. Berhentilah berpikir yang tidak-tidak. Nanti kalau kesibukannya sudah berkurang, Hao Yi janji akan mengajak Wei Wei kencan dan menghabiskan waktu bersama.


Wei Wei akhirnya berhenti protes, tapi saat Wei Wei terbangun keesokan hari, Hao Yi sudah pergi ke kantor dan hanya meninggalkan sebuah pesan dan sebotol vitamin.

Bersambung ke part 3

1 komentar: