Sinopsis About is Love Episode 18 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 18 - 1

Sementara Wei Qing sibuk berlarian kesana-kemari menghindari para mantannya, Zhou Shi menelepon Ning Fei dan memberitahu Ning Fei tentang kelakukan He Wei.


Terang saja Ning Fei jadi mengkhawatirkan Fei Fei dan langsung meminta Zhou Shi untuk mengirimkan alamat acara tempat reuninya Fei Fei padanya lalu dia bergegas mengambil kopernya.


Saking terburu-burunya, Wei Qing hampir saja terjatuh ke kolam, untung saja Zhou Shi mendadak muncul dan langsung menyelamatkannya lalu menariknya bersembunyi di balik tiang sambil berbisik sarkastis.

Heran dia, kenpa Wei Qing suka sekali berenang, baru juga beberapa hari yang lalu dan sekarang mau kejadian lagi untuk kedua kalinya.

"Kedua kali? Memangnya kapan yang pertama kali?"

"Di rumahmu." (Oops! Keceplosan)

"Jadi kau ingat? Kapan kau ingat?"

"Dua hari yang lalu."

"Terus kenapa kau tidak bilang?"

"Kau mau aku bilang apa? Bahwa kita tidak sadar makanya kita saling berpelukan? *Sigh* Kenapa aku mengatakannya keras-keras?!"


Mumpung aman, Zhou Shi langsung mengajaknya keluar. Tapi tiba-tiba saja sekumpulan wanita itu muncul mengejar mereka dari dua arah. Gawat! Parahnya lagi, kakinya Wei Qing mendadak kram.

Zhou Shi kontan celingukan panik dan mendadak punya ide menempatkan Wei Qing di kereta dorong lalu barlari mendorongnya melewati kerumunan wanita itu dengan kekuatan supernya tanpa menyadari Xue Zi melihat segalanya dari lantai atas.


He Wei dengan bangganya sumbar pada Xue Zi tentang drama yang sudah direncanakannya tadi. Wei Qing selalu memakai sarung tangan, apa Xue Zi tahu kenapa?

Para wanita itu adalah mantannya Wei Qing. Dari informasi yang didapatnya, Wei Qing dan para mantannya cuma pernah berpegangan tangan di kencan pertama saja. Setelah itu, mereka tidak pernah lagi kontak fisik lalu putus dengan cepat. Apa Xue Zi tidak merasa ada yang salah dengan itu?

"Bahkan sekalipun ada, lalu apa hubungannya denganku?"

Tentu saja karena He Wei tahu kalau Xue Zi menyukai Wei Qing, dia hanya takut kalau Wei Qing akan membohonginya dan pada akhirnya menganggu kerja sama mereka berdua.
   
"Lagipula dia tidak bisa memberimu apa-apa, tapi aku berbeda. Apapun yang Direktur Xe inginkan, aku bisa..."


Xue Zi dengan cepat membungkam mulutnya dan menegaskana bahwa He Wei tidak akan bisa memberinya apa yang dia inginkan. Dan jangan khawatir, tidak akan ada masalah dengan kerja sama mereka berdua.


Di acara reuni, teman-temannya Fei Fei mulai sinis karena cowoknya Fei Fei yang belum muncul juga sampai sekarang. Canggung dan bingung, Fei Fei beralasan kalau pacarnya itu lagi sibuk jadi dia tidak bisa datang.

Terang saja reaksinya itu malah membuat mereka jadi curiga, jangan-jangan Fei Fei bohong sama mereka. Dia pasti cuma mengajak seorang rekan cowoknya selfie bareng dan pura-pura mengklaim kalau cowok itu pacarnya, kan?

Berusaha mempertahankan harga dirinya, Fei Fei menyangkal tuduhan mereka. Apa gunanya juga dia membohongi mereka?

Siapa yang tahu? Sejak SMA Fei Fei suka mengatakan kebohongan, mengklaim bahwa pria paling tampan di sekolah menyatakan cinta padanya. Sudah bertahun-tahun lamanya, tapi kebiasaan bohong Fei Fei masih juga belum berubah.

Kalau dia jomblo, ngaku aja jomblo, kenapa pura-pura punya pacar? Jangan-jangan gaunnya Fei Fei ini nyewa? Apa masih ada labelnya?

Fei Fei kontan kesal membentak mereka, tapi mereka tak gentar mencerca dan menyerangnya sampai membuat Fei Fei tak bisa berkutik lagi.


Tapi tiba-tiba saja Ning Fei muncul dan langsung merangkul Fei Fei sambil minta maaf bak seorang pacar yang merasa bersalah karena datang terlambat gara-gara macet.

Kontan saja teman-temannya Fei Fei langsung kasak-kusuk dengan penasaran. Siapa pria ini? Kenapa Fei Fei tidak memperkenalkannya pada mereka? Fei Fei bingung harus menjawab apa, malah Ning Fei yang dengan tegas menjawab.

"Pacarnya."

Sontak semua orang kaget, termasuk Fei Fei. Tapi sepertinya dia tidak mirip dengan pria yang ada di fotonya Fei Fei.

"Dia tidak tampak berbeda. Dia jauh lebih tampan." Timpal salah satu temannya Fei Fei.


Maka Fei Fei pun mulai berakting seolah dia lagi ngambek gara-gara Ning Fei datang terlambat dan membuat teman-temannya menggosipkannya. Mereka bahkan menuduhnya jomblo yang menyedihkan dan cuma pura-pura punya pacar.

"Baiklah, maaf."

"Menyingkirlah, jangan dekat-dekat aku! Bayar tagihannya sana!"


Baiklah, Ning Fei langsung pergi membayari tagihan mereka dan teman-teman Fei Fei langsung penasaran apakah dia benar-benar pacarnya Fei Fei? Dia ganteng banget, tinggi lagi, apa dia model?

"Bukan, dia seniman."

"Senimah?"

"Dia tidak kelihatan setua itu."

"Iya. Dia belum 19 tahun."

"Jie-Di love (semacam noona romance)."

"Jie-Di love apaan? Aku lebih seperti ibunya. Aku harus menangani segalanya, merepotkan sekali."


Ning Fei kembali saat itu setelah membayar tagihannya, Fei Fei pun pamit ke teman-temannya, dia capek. 

"Kau capek? Kalau begitu, aku akan menggendongmu." Ujar Ning Fei sok romantis.

"Kau bicara apa, ada banyak orang di sini?!"

Dia langsung menggandeng Ning Fei pergi sambil berujar keras-keras seolah dia menghukum Ning Fei untuk tidur di ruang tamu malam ini gara-gara keterlambatannya.


Fei Fei heran dari mana Ning Fei tahu kalau dia lagi ada di sini? Dikasih tahu Zhou Shi. Setelan jasnya bagus juga, dia nyewa? Auntie yang membelikannya.

"Tak kusangka ternyata kau pintar akting."

"Jadi bisakah aku tidak tidur di ruang tamu malam ini?"

"Jangan mimpi. Teruslah tidur di ruang tamu."


Malam harinya, Zhou Shi mendapati Wei Qing sedang mengoles obat ke tangannya tapi buru-buru dia sembunyikan begitu dia melihat Zhou Shi.

"Berhentilah menyembunyikannya. Aku sudah beberapa kali melihatnya. Ada apa sebenarnya denganmu? Sejak aku bertemu denganmu sampai sekarang, kau selalu aneh."

Wei Qing memang tampak selalu ingin dekat dan mengejarnya, tapi sikapnya sama sekali tidak seperti seorang pria yang mengejar wanita. Dan hari ini juga, Wei Qing tidak bersentuhan dengan siapapun karena masalah ini juga juga kan?

"Kau jadi pintar di saat seperti ini."

Melihat ruam kemerahan di sekujur lengan Wei Qing, Zhou Shi menyimpulkan kalau dia pasti menderita alergi parah. Zhou Shi juga punya beberapa teman yang menderita alergi, ada yang alergi makanan, ada pula yang alergi bunga. Kalau Wei Qing alergi karena apa?

"Tidak mungkin alergi pada manusia kan?"

"Semacam itulah. Ada banyak alasan seseorang menderita alergi, alergi pada orang adalah salah satunya."


Kalau begitu, seharusnya Wei Qing periksa ke rumah sakit dong. Tapi Wei Qing tidak mau karena rumah sakit itu tempat yang penuh bakteri. Dulu Sekretaris An pernah membuatnya pingsan dan membawanya ke rumah sakit.

Hasilnya, mereka menemukan banyak sekali alasan alergi dan mereka harus mencobanya satu demi satu. Tapi tentu saja tidak mungkin bisa melakukan semuanya, makanya mereka memutuskan menyerah.

"Apa ini bawaan lahir?"

"Segalanya dimulai saat aku berusia 18 tahun lalu tbuhku jadi seperti ini. Jika aku menyentuh seseorang, akan ruam-ruam. Baik itu wanita, pria, tua, atau muda. Tidak ada perkecualian... kecuali kau." Ujar Wei Qing sambil membuktikannya dengan memegang tangan Zhou Shi.

Dia baik-baik saja saat mereka pegangan tangan, berpelukan atau berci*man... atau bahkan lebih dari itu. Pokoknya hanya Zhou Shi seorang yang tidak membuatnya mendapat reaksi alergi setiap kali mereka kontak fisik.


Zhou Shi mengerti, jadi segala hal yang Wei Qing lakukan padanya hanyalah sebuah percobaan? Cuma percobaan tanpa melibatkan perasaan pribadi? Wei Qing membenarkan semuanya tanpa semangat.

"Jadi maksudnya kau tidak benar-benar menyukaiku? Itu cuma demi percobaan?"

Nada suara Zhou Shi terdengar agak kecewa, tapi dengan cepat dia menutupinya seolah dia lega. Soalnya dia kira Wei Qing itu psiko, ternyata cuma itu toh masalahnya.

"Sekarang kau tahu kalau aku sakit, apa kau bersedia membantu pengobatanku?"

Tapi yang tak disangkanya, Zhou Shi malah berkata. "NO! NO WAY! Jangan harap!"

Soalnya Wei Qing kan ternyata cuma penderita alergi yang butuh pengobatan dan bukan baj*ngan gila. Jadi... alasan Wei Qing gonta-ganti cewek juga karena itu?


Wei Qing mendadak ngambek dan langsung menarik Zhou Shi ke dalam pleukannya. "Mau mencoba?" Goda Wei Qing. "Aku tidak alergi terhadapmu. Jika aku harus membuktikan hasil percobaanku benar maka aku harus dekat denganmu."

Kesal, Zhou Shi langsung mendorongnya dan jadilah mereka main dorong-dorongan dan kejar-kerjaran dengan riang gembira sampai akhirnya Wei Qing berhasil menjatuhkan Zhou Shi ke sofa dan seketika itu pula suasana di antara mereka jadi makin intens.


Wei Qing akhirnya melepaskan diri dan kontan saja mereka jadi canggung pada satu sama lain. Zhou Shi bukannya tidak mau membantu, hanya saja kalau harus melakukan 'itu' untuk membantu Wei Qing, dia benar-benar tidak bisa melakukannya.

"Sebenarnya kau tidak harus melakukan 'itu' kalau kau ingin membantuku."

"Lalu, apa ada cara lain?"

Dokter bilang bahwa kondisinya ini disebabkan karena jauh di dalam lubuk hatinya, dia menolak kontak dengan siapapun. Dan hal itulah yang menyebabkan sistem imunnya bereaksi. Jika dia bisa menyelesaikan masalah psikologisnya, maka fisiknya juga akan sembuh.

"Lalu apa yang harus kulakukan?"


"Aku tidak alergi padamu seorang, jadi jika kau membantuku untuk menerima orang lain, maka mungkin masalah psikologisku akan terselesaikan dan penyakitku bisa sembuh."

"Itu gampang, aku bisa melakukannya."

"Jadi, kau setuju untuk membantuku?"

"Mungkin aku berhutang padamu di kehidupan yang sebelumnya. Tapi cuma menyentuh loh yah."

"Jangan khawatir. Asalkan kau tidak mabuk dan menci*mku secara paksa, maka aku tidak akan melakukan apapun padamu."

Zhou Shi kontan kesal menjewer kuping Wei Qing keras-keras. Berani sekali dia mengungkit masalah itu lagi!

Bersambung ke part 2

2 komentar: