Sinopsis About is Love Episode 13 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 13 - 1

He Wei mulai melancarkan aksi menggaet Fei Fei. Rayuannya benar-benar maut smpai membuat Fei Fei klepek-klepek. Dia bahkan mengundang Fei Fei ke acara meeting bersama direktur brand ini jam 6 nanti.


Dia mau memperkenalkan para modelnya, siapa tahu mereka bisa bekerja sama. Apa Fei Fei ada waktu? Fei Fei langsung saja menerimanya tanpa pikir panjang lalu memberikan ponselnya biar He Wei bisa memasukkan nomor kontaknya. Nanti He Wei akan hubungi dia.

"Dan juga, bisakah kau jangan gugup saat kita bertemu lagi lain kali? Kurasa kau jauh lebih baik saat kau bersikap natural." Goda He Wei sebelum kemudian pergi.

"Dia benar-benar pintar merayu."



Fei Fei masih berbunga-bunga sambil memandangi bros bunga itu, sementara yang lain sibuk memakan kue-kue yang dibawanya pulang. Terang saja mereka semua keheranan melihatnya mesam-mesem gaje.

Zhou Shi menduga kalau bros itu pasti mahal banget sampai Fei Fei menatapnya terus selama setengah jam. Qiu Jing rasa bukan itu alasannya, dia menduga pasti orang yang memberikan bros itu yang mahal.

"Kalian lagi ngomongin apa?!"

"Dia lagi demam." Sahut Ning Fei.

"Kunyuk kecil, siapa yang kau sebut de..."

"Dia bilang kau lagi demam. Kayaknya sih begitu."


"Aku baik-baik saja. Kalian nggak tahu sih, He Wei itu benar-benar sesuai rumornya. Walaupun aku tahu kalau dia cuma flirting, tapi saat dia melakukannya, rasanya sangat lancar dan natural. Apalagi saat dia tidak bicara dan cuma senyum padaku, rasanya seperti ada bintang bersinar di matanya! Oh, hatiku yang rapuh. Dia ganteng banget~~~!"


Zhou Shi tak percaya mendengarnya. Dia pernah bertemu dengan He Wei dan dia lebih buruk daripada yang Fei Fei katakan itu. Ini pertama kalinya dia melihat Fei Fei tergila-gila pada pria.

"Tidak mungkin, kemarin aku lihat dia..."

Fei Fei kontan panik menjejalkan kue membungkam mulut Qiu Jing. Yang membayari semua kue ini adalah He Wei, jadi mereka harus bilang terima kasih padanya. Kalau untuk masalah itu, sebaiknya Fei Fei saja yang mewakili mereka berterima kasih saat mereka bertemu lagi nanti.

"Tapi aku harus menunggu tanggal 6 baru bisa bertemu dengannya lagi."



Tiba-tiba perhatiannya teralih saat melihat Ning Fei yang makan kue sembarangan sampai belepotan di seluruh bibirnya. Fei Fei kontan menyekanya sambil mengomelinya bak seorang ibu mengomeli anaknya.

Ning Fei malah usil mengoles krim kue ke Fei Fei. Ujung-ujungnya mereka malah keasyikan bercanda tawa saling mengoles satu sama lain dengan krim bak sepasang kekasih yang lagi bercanda mesra.



Pemandangan itu kontan membuat Zhou Shi jadi teringat kenangannya (sebenarnya aku kurang jelas ini kenangan atau khayalan) bersama Wei Qing saat mereka makan kue bersama. Melihat Zhou Shi makan dengan lahap, Wei Qing langsung saja menyodorkan kuenya dan Zhou Shi langsung memakannya dengan belepotan. Wei Qing tiba-tiba mengusap krim di bibirnya lalu menjilatnya yang kontan membuat Zhou Shi jadi gugup dan malu.

"Kenpa aku malah memikirkan dia?" Zhou Shi kontan menggelengkan kepalanya untuk mengusir kenangan itu.


Tapi heran dia, sejak kapan hubungan Fei Fei dan Ning Fei jadi sebaik ini. Kedua orang itu sontak terdiam canggung mendengarnya. Fei Fei menyangkal, dia cuma sedang mengajari Ning Fei kok, ini gara-gara Ning Fei kebanyakan dimanja sama Zhou Shi.

Ning Fei ingin mengambil sebatang pocky, tapi Fei Fei sontak merebutnya lalu menggigitnya sendiri. Apa lihat-lihat? Ning Fei mau merebutnya?

Ning Fei tiba-tiba saja mendekat mau menerkamnya. Fei Fei sontak menjauh, tapi Ning Fei tidak menyerah hingga akhirnya dia berhasil menggigit pocky itu dari bibir Fei Fei dan membuat Fei Fei jadi gugup (kayaknya Ning Fei juga sih).



Jelas saja pemandangan itu langsung membuat kedua penonton mereka keheranan. Buru-buru mengalihkan topik, Fei Fei beralih menanyai Zhou Shi tentang hubungan Zhou Shi dengan Wei Qing. Ada apa dengan mereka berdua.

"Tidak ada. Kami cuma mungkin menjadi teman."

Semua orang kaget, teman? Apa Zhou Shi sadar besarnya kesalahan yang dia perbuat itu? Apa dia sudah memikirkannya baik-baik? Bukankah selama ini dia selalu ingin melarikan diri dari Wei Qing?

Tapi Zhou Shi sudah memikirkannya. Biarpun Wei Qing itu selalu berbohong padanya, nyatanya Wei Qing tidak pernah menyakitinya. Lagian Wei Qing sudah membantunya membayari semua hutang ayahnya, jadi sudah seharusnya dia berterima kasih sama Wei Qing.

Menurut Fei Fei, Zhou Shi itu menderita sindorm Stockholm, semakin dia disakiti semakin dia akan mencintai penyiaksanya.


"Bukan begitu. Dia sangat menyedihkan dan tidak punya teman. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi antara dia dan ibunya."

Ning Fei kontan terdiam canggung mendengar kalimat terakhirnya Zhou Shi itu. Intinya, Zhou Shi sekarang jadi melunak sama dia.

"Karena kau sudah memikirkannya baik-baik, maka kami tidak berhak berkata banyak. Tapi kau tetap harus berhati-hati, jangan sampai dibodohi olehnya." Ujar Qiu Jing.

"Jangan khawatir. Aku tidak bodoh, mana mungkin aku selalu tertipu olehnya."

"Meruntuhkan pertahananmu itu perkara kecil bagi Wei Qing. Kalau kau tidak bisa melindungi dirimu darinya, maka Kakak Ming Cheng-mu..."


Ah, Ming Cheng! Zhou Shi baru ingat kalau dia belum membuat kaligrafinya. Dia kontan menarik Qiu Jing untuk membantunya, dan jadilah Fei Fei berduaan saja dengan Ning Fei. Canggung, Fei Fei buru-buru masuk kamar untuk menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang.


Wei Qing mengajak Xue Zi makan siang bersama. Xue Zi mengaku kalau dia kembali karena perusahaannya menugasnya untuk mengawasi pasaar Cina sekaligus mencari kolaborator. Semoga Wei Qing bersedia membantunya di masa mendatang.

Tentu saja, Yun Ma benar-benar sangat ingin berkolaborasi dengan perusahaan Snow. Bagaimana pendapat Xue Zi tentang proposal yang Yun Ma kirimkan padanya baru-baru ini?

Xue Zi to the point mengemukakan ketertarikannya akan Xun Ran. Banyak sekali perusahaan-perusahaan besar yang rela mengucurkan uang demi merekrut Xun Ran ke perusahaan mereka, tapi ternyata Xun Ran teken kontrak dengan Yun Ma. Taktik apa yang mereka gunakan untuk membujuk Xun Ran.

"Kami cuma rekan. Tapi siapa sangka bahwa jika Yun Ma ingin berkolaborasi dengan Snow, Xun Ran akan menjadi aset terbesar mereka."


"Xun Ran memang bagian yang penting, tapi penting juga untuk melihat siapa partner bisnisnya."

"Sepertinya, kita harus lebih sering berkolaborasi."

Wei Qing mengajaknya bersulang dan saat itulah Xue Zi memperhatikan tangannya. Dia ingat waktu terakhir kali mereka bertemu, Wei Qing juga mengenakan sarung tangan. Wei Qing canggung beralasan kalau dia cuma terobsesi dengan kebersihan.

"Orang jadi lebih menarik jika memiliki kebiasaan yang aneh. Tapi hanya ada kita berdua di sini, apa yang kau khawatirkan Presdir Wei?"

Wei Qing akhirnya melepaskan sarung tangannya dan berpikir kalau dia harus secepatnya menyembuhkan penyakitnya ini agar dia bisa menaklukkan Xue Zi.


Wei Qing lalu pergi menemui psikiater-nya. Yah, walaupun yang dilakukannya di sana cuma tidur. Pfft! Psikiater sampai protes karena Wei Qing menjadikan kliniknya ini kayak hotel.

"Yang penting kan aku bayar. Kau dapat uang tanpa perlu melakukan apapun. Apa masalahnya?"

"Kalau begitu, apa aku harus berteria kasih pada Presdir Wei? Bagaimana keadaanmu belakangan ini? Apa masih sering bermimpi buruk?"

"Sekitar 2 atau 3 kali seminggu. Bahkan sekalipun aku tidak mendapat mimpi buruk, aku cuma bisa tidur 4 sampai 5 jam sehari."

"Kau mimpi buruk apa? Apa kau masih mengingatnya?"

"Itu-itu lagi. Jeritan, darah, dan ibuku."

Psikiater menyarankannya untuk melakukan hypnoterapi, tapi Wei Qing ngotot menolak. Dia tidak mau psikiater masuk ke dalam kepalanya dan melihat segalanya.


Baiklah. Kalau begitu, mari ganti topik tentang Zhou Shi. Bagaimana perkembangan hubungan mereka berdua?

"Meningkat sedikit. Kami sudah jadi teman."

Psikiater kaget. "Teman? Ini bukan gayamu. Dalam fase ini seharusnya kalian sudah jadi..."

"Dia beda. Kita harus mendekatinya dengan perlahan-lahan. Lagian tidak ada salahnya jadi teman. Setidaknya kami bisa saling mengenal lebih dulu."

Psikiater ngakak mendengarnya. Sudah 10 tahun dia mengenal Wei Qing dan ini pertama kalinya dia mendengar Wei Qing mengucap kata 'teman'. Malah, ini pertama kalinya dia melihat Wei Qing tampak sangat santai saat membicarakan tentang seseorang.

"Hei, apa kau ingat saat pertama kalinya kau datang kemari?"

"Tentu saja masih."

Bersambung ke part 2

1 komentar: