Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 10 - 2

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 10 -2


Shan Shan cuma bisa memandangi boneka Doraemon itu dengan sedih. Parahnya lagi saat Fu Pei main bola basket, dia jadi terlalu antusias sampai tak sengaja memanggil Shan Shan sebagai Mo Mo.


Shan Shan semakin kecewa dan sedih mendengarnya. Fu Pei langsung merasa bersalah begitu menyadari kesalahannya, tapi Shan Shan cepat-cepat menutupi kesedihannya dengan mengomentari permainan Fu Pei.


Mereka akhirnya pulang lebih cepat karena Shan Shan beralasan ada kelas online nanti malam.

"Kita tidak makan atau nonton, harus menunggu sampai pertemuan berikutnya."

"Iya. Akan kuberitahu kau kalau aku sudah memilih filmnya."

Tepat saat itu juga, Niu Niu juga baru kembali ke asrama dan langsung heran melihat mereka berdua bersama. Tapi bahkan sebelum mereka sempat mengatakan apapun, Niu Niu mendadak menduga-duga dan menjawab pertanyaannya sendiri, mereka berdua pasti habis pergi membeli hadiah ultah buat Mo Mo, kan?

"Bukan. Boneka-boneka ini didapat dari mesin capit. Hadiahnya Mo Mo masih belum sampai." 

Fu Pei benar-benar merasa bersalah. Dia pikir semua gadis menyukai Doraemon. Shan Shan pura-pura tak mempermasalahkannya, lagian kan ini bukan kencan betulan.

"Tapi kuharap kau ingat bahwa aku tidak suka makanan pedas, film horor, atau Doraemon. Semua itu kesukaan Mo Mo, bukan aku."


Tapi boneka Doraemon ini akan tetap dia simpan biar Fu Pei merasa bersalah. Tapi... mereka bisa tetap melanjutkan kencan mereka berikutnya kan? Fu Pei setuju, Shan Shan pun senang lalu pamit.

Tapi sebelum itu, dia menyarankan Fu Pei untuk menghubungi Mo Mo atau bertemu dengannya. Dia mengucapkannya seolah tanpa beban, padahal begitu berbalik pergi, senyumnya pudar seketika.


Mo Mo masih sibuk saat Wei Yi nge-chat kalau dia sibuk di lab, jadi dia tidak akan pulang malam ini. Mo Mo kesal, cowok brengs*k, bisa-bisanya dia lupa sama ci*mannya!


Tapi di lab, Wei Yi tiba-tiba saja bersin-bersin yang kontan membuat Zhou Lei heboh. Apa Wei Yi lagi flu? Jangan dekat-dekat! Prof Jiang jadi kasihan sama dia dan menyuruhnya pulang saja, lagian penelitian ini tidak mendesak kok.

Tepat saat itu juga, dia mendapat chat balasan dari Mo Mo yang dengan kesalnya berkata kalau dia akan menonton film horor sendirian. Entah dia sakit beneran atau cuma bersin doang, tapi begitu membaca chat itu, dia langsung saja memanfaatkan situasi untuk pulang sambil pura-pura batuk-batuk.


Mo Mo hendak pulang bersama Jie Er tapi malah mendapati Fu Pei di luar sedang menunggu Mo Mo. Mo Mo ingin menghindarinya saja tapi Jie Er malah mencegahnya saking penasarannya dengan mereka.

Berniat membantu hubungan mereka, Jie Er langsung saja mengajak mereka makan bareng. Mo Mo berusaha menolak, tapi Jie Er terus bersikeras hingga terpaksa Mo Mo harus menurutinya.


Mereka akhirnya makan hot pot, tapi Mo Mo tak sabaran ingin langsung makan dan pulang saja. Jie Er mengaku kalau dia sebenarnya tidak pernah merestui mereka, tapi sekarang dia penasaran dengan hubungan mereka, apa mereka lagi tengkar?

Fu Pei mengaku bahwa dialah yang bersalah dan langsung minta maaf pada Mo Mo. Jie Er menduga kalau Fu Pei pasti nggak jujur sama Mo Mo.

Mo Mo menyangkal. "Hubungan kami tidak seperti itu. Kami cuma teman biasa."

Fu Pei agak kecewa mendengarnya. Tapi tidak masalah, selama Mo Mo masih memperlakukannya sebagai teman. Jie Er berinisiatif meninggalkan mereka berduaan dengan alasan ke kamar kecil, dan Fu Pei langsung meminta maaf sekali lagi atas kejadian yang terakhir kali waktu itu.

"Aku ingin bilang 'tidak masalah', tapi tidak bisa. Aku masih marah. Jadi bisakah kau jangan datang lagi? Dan kuharap kau tidak memperlakukan Shan Shan sebagaimana kau memperlakukanku." Pungkas Mo Mo lalu pergi.


Tapi saat dia membuka pintu apartemen, dia malah hampir jantungan melihat Wei Yi berdiri di dalam kegelapan dengan wajah seram. Wkwkwk! Jelas dia kesal karena menunggu Mo Mo yang baru pulang.

"Kau bilang kau tidak akan pulang malam ini."

"Kau dari mana? Sepertinya bau hot pot."

"Iya, aku barusan makan hot pot."

"Sama siapa?"

"Fu Pei."

"Katanya kau sudah menolaknya?!"

Mo Mo menjelaskan kalau tadi Fu Pei mendadak muncul. Tapi Wei Yi terlalu cemburu untuk mendengarkan penjelasan apapun dan langsung masuk kamar. Mo Mo bingung.


Dan dia terus ngambek bahkan sampai keesokan harinya. Saat mereka bertemu di halte bis, Mo Mo berusaha mengajaknya ngobrol dan mengeluhkan dinginnya udara dan juga radiator yang tidak miliki di rumah, tapi Wei Yi menjawabnya dengan dingin dan muka cemberut.

"Udaranya sedingin ini, aku ingin sekali melihat salju. Aku belum pernah membuat boneka salju." Ujar Mo Mo

"Aku datang dari daerah utara."

"Berarti kau tidak takut dingin kan?"

"Kami punya radiator."

"Oh... karena udaranya dingin banget, bagaimana kalau kita makan hot pot nanti malam?"

"Bukankah kau sudah makan hot pot semalam?"

Tidak masalah kok. Kan udaranya dingin, jadi enaknya makan hot pot. Tapi Wei Yi malah nyinyir sampai membuat Mo Mo makin sedih.


Bahkan sesampainya di lab, Wei Yi juga melampiaskan kekesalannya pada rekan-rekannya yang tidak bersalah. Prof Jiang dan Zhou Lei sampai heran melihat Wei Yi yang biasanya kalem, hari ini malah mulutnya berbisa.

Prof Jiang dan Zhou Lei kontan saling berpandangan penuh arti sebelum akhirnya Prof Jiang memberanikan diri menanyai Wei Yi. Sepertinya Wei Yi lagi bad mood, apa dia baik-baik saja?

Wei Yi menyangkal. Tapi saat mereka tidak mempercayainya dan terus mendesaknya, Wei Yi kontan kesal membentak Zhou Lei yang jelas menunjukkan kalau dia memang lagi bad mood.


Di kantor, Mo Mo tak sengaja mendengar Jie Er lagi ngobrol di telepon, sepertinya tentang teman rumahnya yang belakangan ini rada moody... mungkin dia sedang jatuh cinta. Orang yang lagi jatuh cinta kan biasanya gila. Hmm, ucapan terakhirnya itu kontan membuat Mo Mo termenung.


Wei Yi akhirnya curhat juga pada kedua rekannya bahwa wanita yang disukainya masih bertemu dengan mantannya. Prof Jiang bingung, jadi gadis yang memohon untuk Wei Yi wakti itu bukan pacarnya?

Zhou Lei menyimpulkan kalau Wei Yi takut gadis itu akan meninggalkannya tapi Wei Yi tak tahu apa yang harus dilakukannya makanya sekarang dia marah.

"Iya."

Kalau begitu gampang aja. Sumber masalahnya dari mantannya kan? Gebukin aja tuh mantan. Pfft! Prof Jiang jelas tidak setuju dengan ide gila itu. Wei Yi juga langsung menatapnya dengan sinis.

Zhou Lei tidak terima ditatap kayak begitu, sombong amat dia. Emangnya omongannya salah? Berani sekali Wei Yi meragukannya, memangnya dia pernah jatuh cinta?!

 

Prof Jiang cepat-cepat menyudahi pertengkaran mereka dengan menyuruh mereka balik ke penelitian mereka saja. Tapi kemudian, ia diam-diam membisiki Wei Yi untuk tinggal lebih lama, nanti ia akan memberi Wei Yi sesuatu, sesuatu yang dulu membantu Prof Jiang mendapatkan istrinya.


Wei Yi pulang tak lama kemudian dengan membawa sebuah map... yang ternyata di dalamnya ada sebuah buku petunjuk cara menaklukkan wanita, yang pastinya dia dapat dari Prof Jiang.



Malam harinya saat mereka melipat jemuran mereka, tiba-tiba ponselnya Wei Yi berbunyi dari Yu Yin yang lagi sakit. Wei Yi langsung keluar ke balkon untuk mengangkat teleponnya dan Mo Mo langsung geser mendekat untuk menguping.

Percakapan mereka terdengar agak romantis yang kontan membuat Mo Mo cemburu. Bahkan begitu Wei Yi selesai dengan teleponnya, dia sengaja menunjuk drama Meteor Garden di TV dan heboh mengomentari Jerry Yan yang gantengnya banget, gaya rambutnya juga bagus.

Sekarang gantian Wei Yi yang cemburu. "Kayak nanas (rambutnya Jerry Yan)."

"Apa?"

"Kayak nanas."

"Rambutmu sendiri kayak tutup toilet!" (Wkwkwk!)


Wei Yi cepat-cepat balik ke kamar dan membaca buku petunjuk cintanya. Di salah satu halaman, disebutkan bahwa dia harus memuji gadisnya, bukan cuma makeup atau bajunya, tapi memuji hal-hal lain tentangnya.
 

Dia langsung keluar lagi tepat saat dia melihat Mo Mo memasukkan sesuatu ke dalam baujunya lalu cepat-cepat menutupinya dengan bantal. Wei Yi penasaran dia kenapa?

"Aku cuma menggunakan warming patch untuk sakit perut."

Wei Yi jadi cemas dan langsung ngotot mau mengantarkannya ke rumah sakit. Tapi Mo Mo dengan cepat mencegahnya, dia cuma lagi datang bulan saja kok.

Wei Yi jadi canggung mendengarnya. "Apa rasanya sakit."

"Tidak masalah. Aku sanggup menanggungnya kok."

Dan tiba-tiba saja Wei Yi memberinya dua jempol sambil memuji gaje. "Kau kuat. Kau melipat baju dengan bagus dan rapi."

Wkwkwk! Mo Mo sampai bingung mendengarnya. "Makasih."

"Sama-sama."


Dia langsung masuk kamar lagi setelah itu dan membaca bukunya lagi. Kali ini si buku mengklaim bahwa sebenarnya cowok suka salah paham kalau wanita tidak nyaman membicarakan s~~. Padahal saat wanita bersama pria yang mereka sukai, pembicaraan semacam itu akan berjalan dengan natural dan membuat wanita tertarik padanya.

Maka Wei Yi pun keluar lagi lalu nyerocos tentang binatang sejenis lebah yang hampir punah karena mereka tidak bisa kawin yang disebabkan karena infeksi parasit (Wkwkwk! Wei Yi! Wei Yi!).

Ujung-ujungnya dia malah menjelaskannya secara ilmiah yang mbulet dan membuat Mo Mo nggak mudeng. Tidak bisakkah dia menjelaskannya dalam bahasa yang sederhana aja?

Jadi intinya. "Kegemukan bisa menyebabkan kegagalan dalam aktivitas s~~~~~l."

Jelas saja Mo Mo jadi tak nyaman mendengarnya. Tapi dipikir-pikir lucu juga, jadi maksudnya kegemukan bisa menyebabkan kepunahan? Dari mana Wei Yi mendapatkan informasi seaneh itu?

Wei Yi mengaku kalau dia membacanya di sebuah majalah luar negeru... pemberian seniornya. Hadeh, jelas saja Mo Mo jadi cemburu dan langsung ngambek masuk kamar.


Bingung, Wei Yi langsung membaca buku petunjuknya lagi yang kali ini memberitahu Wei Yi bahwa cewek menilai cowok s~~~i itu biasanya dilihat dari gaya rambutnya lebih dulu. Wei Yi mendadak jadi tidak pede dengan gaya rambutnya, apalagi Mo Mo pernah mengejek rmbutnya kayak tutup toilet.

Epilog:


Zhou Lei penasaran banget apa yang tadi dibisikkan Prof Jiang pada Wei Yi, tapi Wei Yi ngotot kalau dia cuma disuruh membersihkan lab. Zhou Lei tak percaya sedikitpun.

Tepat saat itu juga, Prof Jiang muncul sambil bawa map dan buku yang sama persis kayak yang dipegang Wei Yi. Secara bersamaan mereka menuju ke dua arah yang berbeda sambil main mata dengan penuh arti dan tepat saat mereka berpapasan, keduanya sama-sama menjatuhkan map-map bawaan mereka seolah tak sengaja.

Tapi Zhou Lei tak terpedaya dengan sikap mereka. Dia yakin banget kalau mereka tukeran map secara diam-diam kayak di film-film. Tukar kembali!

Prof Jiang dan Wei Yi santai saja menuruti Zhou Lei dengan saling bertukar map dan Zhou Lei tidak sadar bahwa baru saat itulah mereka benar-benar saling bertukar map, dan begitulah bagaimana Wei Yi mendapatkan buku petunjuknya.

Bersambung ke episode 11

5 komentar:

  1. Lnjut min....gk sbr nihh..pgn yg pas adegan mreka udh bneran sukakk gtu..gmna ya. .πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
  2. Mereka gemesin banget sichh tingkah yaπŸ˜‚πŸ˜‚
    Lanjut kkπŸ’œ

    ReplyDelete
  3. Semangat min, readers mu menunggu next eps��

    ReplyDelete
  4. Awww wei yi gemesin kalo lagi jealousπŸ˜…πŸ˜… next ahh min mangatss...

    ReplyDelete