Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 9 - 4

Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 9 - 4


Kade mendadak keluar dari kamar dan berniat mau lari, tapi kedua pelayan sontak menegurnya untuk tidak lari-lari.

"Aduh! Kenapa kalian memanggilku sekarang! Perutku sakit!"

"Minum obat."

"Aku... itu!"

"Mau keluar rumah?"

"Betul!" Kade langsung lari ke jamban di luar rumah. Duo pelayan sontak panik dan buru-buru mengikutinya.

Tapi di tengah jalan, dia malah dihadang Juang yang memberitahunya bahwa ada tamu seorang wanita farang yang datang untuk menemui Kade. Waduh, Kade galau deh. Bagaimana ini?


Tak lama kemudian, Kade akhirnya duduk di ruang tamu di mana para pelayan sedang menatap Maria dengan penasaran. Kade memperkenalkan Maria sebagai Thong Kip Ma pada Khun Ying.

Maria dan kedua pelayannya memberi hormat dengan sopan pada Khun Ying, maka Khun Ying pun menyambut mereka dengan ramah. Tapi Maria ada urusan apa datang menemui Kade?

Maria ragu menjawabnya dan langsung melirik Kade. Kade mengerti maksudnya lalu meminta izin Khun Ying agar mereka bisa bicara berduaan.

Saat mereka duduk di luar, Kade menatap peurt buncitnya Maria dengan penasaran. Maria berkata kalau dia hamil 5 bulan sekarang. Kade setulus hati mengucap selamat untuknya, tapi sebenarnya ada urusan apa Maria datang kemari?

"Aku punya peringatan untukmu. Beberapa hari yang lalu, aku mendengar suamiku bicara pada para partner bisnisnya. Mereka bicara tentang Ork Ya Kosa Thibadi. Tapi aku tidak bisa mendengar mereka dengan jelas. Kurasa itu bukan sesuatu yang baik. Apa kau bisa memperingatkan Khun Ork Ya atau tidak?"

Kade tercengang mendengarnya, menyadari saat-saat itu sudah semakin dekat... saat Khun Lek akan dihukum cambuk sampai mati.

Maria bingung. "Apanya yang semakin dekat?"

"Tidak ada. Lanjutkan."

"Aku takut kalau itu masalah besar dan berbahaya."

"Sangat berbahaya."


Maria jelas heran mendengarnya, apa yang Kade ketahui? Kade berbohong menyangkal dan beralasan kalau dia hanya berpendapat seperti itu karena ucapan Maria. Tapi dia yakin kalau Maria pasti tahu lebih banyak, makanya dia datang kemari.

Maria menyangkal. Hanya itu saja yang dia ketahui. Tapi dia yakin Kade pintar, tebakan Kade selalu benar. Maria lalu pamit sekarang juga, dia takut suaminya akan curiga kalau dia pergi terlalu lama. (Hmm... Pelayannya Maria yang bernama Kara itu rada mencurigakan)

 

Gara-gara peringatan dari Maria itu, Kade langsung menunggu Por Date di dok. Tapi Por Date tak kunjung pulang dan membuat Kade jadi semakin gelisah. Tapi kemudian Yam datang memberitahu Kade bahwa Por Date tidak akan pulang dengan perahu.

Ternyata Por Date pulang naik kuda. Dia bahkan sudah tiba di kandang kuda rumahnya saat itu. Pin terburu-buru datang untuk memberitahunya bahwa Kade sudah menunggu kedatangannya di dok sedari tadi.

Mendengar itu, Por Date langsung bergegas ke dok untuk menemui Kade. Begitu Por Date datang, Kade langsung melayaninya bak seorang istri yang baik. Menuangkan teh dan menyajikan cemilan untuknya.

"Hari ini, Mae Maria datang menemuiku dan mengatakan sesuatu yang penting."

Sementara Kade menyampaikan apa yang dikatakan Maria padanya, Khun Ying mengintip mereka dari kejauhan dengan penasaran, apa yang sedang mereka bicarakan. Dan seperti biasanya, Prik juga ikutan kepo sampai Khun Ying kesal dan menaboknya pakai kipas.

"Aku mencemaskan Khun Lek."

Por Date penasaran. "Apa yang kau tahu akan terjadi? Katakan padaku."


Di istana, Raja masih terus mengurung Khun Lek di istana bahkan sampai petang tiba. Tapi Khun Lek tetap teguh dengan pendiriannya bahwa ia tidak menerima suap.

Raja kecewa mendengarnya. "Kau seorang teman, seorang senior, seorang kakak. Aku meminum susu dari ibumu. Bersamamu, kita makan bersama, bermain bersama, bertengkar bersama, bekerja bersama. Aku menyayangimu bagai seorang kakak kandung. Apa kau tahu itu?"

"Saya tahu, jao ka."

"Bagus. Kalau begitu kau pasti tahu bahwa itu akan selalu begitu selamanya."

Mendengar itu, Khun Lek sontak bersujud di bawah kaki Raja. Tapi Raja tampaknya sudah membuat keputusan dan menyuruh Lek untuk pulang malam ini juga. Sebuah perintah yang terkesan menyuruh Khun Lek untuk pergi menemui keluarganya untuk yang terakhir kalinya.


Tak lama kemudian, Ibu dan Janward kaget melihat Khun Lek pulang malam-malam begini, tapi Khun Lek diam saja mencemaskan sesuatu.


Kade memberitahu Ayah bahwa dia khawatir kalau Khun Lek berada dalam bahaya. Dia mengklaim tidak tahu bahaya apa, tapi dia menduga ada hubungannya dengan Phaulkon. Ayah dan Por Date jelas penasaran dengan maksudnya.

"Mungkin ini tentang masalah perdagangan."

Tapi Por Date rasa tidak begitu. Khun Lek sangat mendukung Phaulkon dan memuji kemampuan perniagaannya.


Keesokan harinya, Por Date terburu-buru pamit mau pergi ke rumah Khun Lek sambil memerintahkan Joi untuk pergi menjemput Khun Ban, sementara dia sendiri akan menjemput Reung.

Kade antusias mau ikut, tapi Por Date tegas menyuruhnya tinggal di rumah saja yang jelas saja langsung membuat Kade manyun.


Saat mereka sarapan bersama, Khun Lek akhirnya memberitahu keluarganya tentang tuduhan Raja terhadapnya. Ia tidak menjawab, tapi Raja terus mendesaknya.

Khun Lek yakin kalau para pejabat itu takkan berkhianat karena mereka bersalah. Tapi kemudian beberapa prajurit istana datang untuk menangkap Khun Lek.


Cemas melihat Kade yang terus menerus khawatir, Pin menasehati Kade bahwa apa yang akan terjadi, pasti akan terjadi. Bukankah itu yang pernah Kade katakan dulu.

Kade semakin lemas mendengarnya. "Mungkin begitu. Karena..."

"Karena apa, jao ka?"

"Karena itulah yang mereka katakan di tempat asalku."

"Muang Songkrae?"

"Bukan Muang Songkrae."

Dan anehnya, kedua pelayan sama sekali tidak mempermasalahkan ucapannya itu seolah mereka sadar betul kalau Kade memang bukan Karakade.


Semua orang berkumpul di rumah keluarga Khun Lek, Ibu dan Janward menangis menceritakan Khun Ban tentang apa yang barusan terjadi. Mereka bahkan tidak memberitahu apapun sebelumnya dan langsung menangkap Khun Lek begitu saja.

"Ayah adalah pensihat utama, tapi mereka cuma bilang kalau ini adalah titah Raja. Apa yang harus kami lakukan untuk mengetahui kenapa Ayah harus menerima semua ini, Paman?"

"Itu sulit, Mae Janward. Ini titah Raja. Orang-orang yang menangkapnya, pastilah dari pengadilan. Pengadilan kerajaan menerima perintah langsung dari Paduka Raja."

"Lalu apa yang harus kami lakukan?"

Prihatin melihat kesedihan Janward, Reung memberitahunya bahwa dia punya teman yang bekerja di pengadilan. Dia akan membantu Janward untuk menyelidikinya. Tapi dia memohon agar Janward tidak bersedih terus. 

Mungkin ini tidak seburuk yang Janward pikirkan. Bukankah Khun Lek adalah temannya Paduka Raja? Janward tampak lebih tenang mendengar ucapan Reung.


Luang Sorasuk datang tak lama kemudian dan langsung bingung melihat suasana ini. Ada apa?

"Pengadilan baru saja menahan pamanmu." Ujar Ibu yang kontan membuat senyum di wajah Luang Sorasuk menghilang.

Flashback.


Phetracha sangat yakin kalau pelaku yang memfitnah Khun Lek pastilah si farang baj*ngn itu. Luang Sorasuk masih tidak mengerti. Dia tahu kalau Raja sangat menyayangi Phaulkon. Tapi kesalahan apa yang bisa dia temukan dari Khun Lek?

Mendengar itu, Phetracha jadi cemas dan langsung memerintahkan Luang Sorasuk untuk kembali ke rumah Khun Lek dan menanyakan sesuatu pada Istrinya Khun Lek.

Flashback end.


Makanya sekarang Luang Sorasuk datang dan tanya apakah Khun Lek menerima suap untuk tidak membangun benteng.

Ibu Janward menyangkal keras. Para pejabat itu... cuma memberikannya sebagai tanda penghargaan. Tapi seketika itu pula Ibunya Janward mulai menyadari bahwa di situlah letak masalahnya.


Di rumah Por Date, Reung memberitahukan hasil penyelidikannya. Raja bertanya tiga kali, tapi Khun Lek menyangkal semua tuduhan itu dan mengklaim kalau ia tidak menerima suap. Tapi Raja tidak percaya.

Lalu beberapa prajurit datang dari Lavo untuk menangkapnya dan ada perintah untuk mencambuknya sebanyak 1/2 yok. Semua pria kontan kaget dan cemas mendengarnya. Kade penasaran 1/2 yok itu berapa?

"1 yok sama dengan 40 kali." Ujar Por Date. Kade shock mendengar sejarah itu benar-benar terjadi.

Reung berkata bahwa setelah mereka selesai menghukumnya, Raja memerintahkan mereka untuk tidak menahan Khun Lek melainkan langsung memulangkannya kembali ke rumahnya.

Bersambung ke part 5

0 komentar

Post a Comment