Sinopsis Hotel King episode 2 - part 1

 Sinopsis Hotel King episode 2 - part 1



Kembali ke masa sebelum semua kehebohan hantu ketua Ah muncul, petugas kebersihan ruang kantor ketua gemetaran saat dia mencoba untuk menyentuh cangkir kopi yang terletak di meja ketua, cangkir kopi itu kosong tapi ada asap mengepul dari dalam cangkir kopi itu.

"Masih hangat" kata petugas kebersihan itu dengan ketakutan

"Pintunya terkunci kan?" tanya petugas kebersihan kedua yang juga ketakutan.

Mereka berdua langsung saling merangkul dan berteriak-teriak ketakutan. Dan itulah awal terjadinya kehebohan hantu ketua yang langsung diikuti oleh terdengarnya suara ketua dari speaker.


Saat kehebohan itu sedang terjadi, Mo Ne diam-diam turun dari lantai atas dengan menggunakan peralatan panjat tebingnya. Dia langsung mengedarkan pandangannya dan setelah yakin tidak ada orang yang melihanya, Mo Ne langsung memasukkan semua peralatannya masuk kedalam tas ranselnya.


Setelah selesai dan dia hendak kembali ke kamarnya, tiba-tiba manager Baek muncul dari belakangnya seperti hantu. Manager Baek hanya memandanginya dalam diam dan saat Mo Ne berusaha membuat alasan, manager Baek langsung pergi sebelum Mo Ne menyelesaikan kalimatnya.


Setelah sampai ke kamarnya lewat jendela, Mo Ne langsung melemparkan tasnya ke bawah meja. Saat dia masih akan melepaskan sepatunya, tiba-tiba Woo Hyun datang untuk membawakan makanan untuknya. Mo Ne akhirnya tidak jadi melepas sepatunya dan langsung menyambar stick gamenya dan naik ke sofa sambil pura-pura asyik main game dan memarahi Woo Hyun karena terlambat mengantarkan pesanannya.


Woo Hyun juga punya keluhan pada Mo Ne yang terus menerus memberinya perintah. Saat dia menyajikan sushi di meja, dia melihat Mo Ne sedang berjingkat-jingkat di atas sofa dengan memakai sepatu luar ruangan.

Tapi Woo Hyun sama sekali tidak curiga dan hanya mengeluh "Kenapa kau memakai sepatu?"

Mo Ne kaget mendengarnya tapi dia cepat-cepat beralasan "Apa kau pernah melihat wanita sedang bertarung dengan bertelanjang kaki?"


Mo Ne lalu memerintahkan Woo Hyun untuk menyuapinya tepat saat Jae Wan datang ke kamarnya setelah insiden terdengarnya suara ketua Ah di speaker. 

Jae Wan mencurigai Mo Ne tapi dia malah melihat Mo Ne sedang asyik main game. Mo Ne yang saat itu sedang membelakangi Jae Wan, merasa gugup dengan kedatangan Jae Wan.


Jae Wan lalu dipanggil untuk ke datang melihat kantor ketua Ah dan melihat cangkir kopi dan pipa rokok yang asapnya masih mengepul, dan dokumen yang baru saja ditanda tangani dengan tanda tangan ketua Ah. Saat Jae Wan hendak pergi setelah membanting dokumen itu, tiba-tiba langkahnya terhenti oleh sesuatu yang menarik perhatiannya.

Dia lalu berbalik dan melihat jendela ruang kantor itu terbuka, hal itu membuat Jae Wan jadi teringat saat dia tadi di kamar Mo Ne dan sempat melihat jendela kamar Mo Ne juga terbuka dan yang lebih membuat Jae Wan curiga adalah sepatu luar ruangan yang dipakai Mo Ne.

Jae Wan lalu menghubungkannya dengan biodata Mo Ne yang hobi panjat tebing yang dibuktikan dengan foto-foto Mo Ne yang memanjat dengan ahli.


Jae Wan lalu keluar dari kantor ketua bersamaan dengan Mo Ne yang juga baru tiba di area kantor itu. Jae Wan curiga tapi dia berusaha bertanya dengan nada biasa kenapa Mo Ne datang kesini. 

"Berisik sekali. Apa maksud mereka yang mengatakan kalau ayahku muncul lagi?"

"Kurasa seseorang sedang berusaha untuk bermain jadi hantu"

Mo Ne langsung pura-pura kaget "Orang gila macam apa yang berani melakukan itu"

Jae Wan juga tidak tahu, tapi dia akan mencari tahu sekarang juga. Bahkan sekalipun dia harus memutar ulang semua rekaman CCTV di seluruh hotel.


"Kalau kau menangkapnya, bawa dia padaku. Siapapun yang mencemarkan ayahku..." tapi tiba-tiba Mo Ne menyadari sesuatu yang membuatnya cemas dari perkataan Jae Wan barusan "Seluruh hotel?"


Mo Ne lalu ikut Jae Wan ke ruang kontrol CCTV, tapi anehnya semua rekaman CCTV setelah jam 9 sudah dihapus. Mo Ne juga terkejut tapi kemudian dia berpura-pura bingung kenapa rekaman setelah jam 9 tiba-tiba menghilang. Lalu dia pura-pura kasihan karena sepertinya Jae Wan akan kesulitan menemukan pelakunya.


Setelah itu, Mo Ne langsung berbalik pergi sambil diam-diam menghela napas lega.


Seorang ahli mesin mendatangi Jae Wan untuk menunjukkan sumber permasalahan speaker yang tidak bisa dimatikan. Ada sebuah alat yang dipasang di salah satu speaker yang membuat rekaman suara ketua Ah terdengar sampai ke semua speaker lain di seluruh hotel melalui jaringan audio utama. Ahli mesin itu menduga pasti karena alat itu petugas kontrol audio tidak bisa mematikan speakernya.


Beberapa petugas kebersihan sedang berkumpul bersama menggosipkan hantu ketua Ah. Petugas kebersihan yang tadi berada di kantor ketua Ah menceritakan pengalaman seram yang dialaminya tadi.

"Kopi yang ada dicangkir tiba-tiba... whoosh... menghilang. Dan juga, pipa rokoknya berasap seperti awan yang menggembung!"

"Eih, tidak mungkin itu" salah satu temannya tidak percaya

Tapi petugas kebersihan itu tetap yakin kalau apa yang dilihatnya tadi adalah ulah hantu ketua Ah yang masih bergentayangan di hotel.


Tiba-tiba manager Baek datang dari belakang mereka seperti hantu dan membuat mereka semua ketakutan. Manager Baek langsung memperingatkan petugas kebersihan itu karena dia telah menyebarkan rumor palsu jadi manager Baek akan mengurangi poin evaluasi kerjanya.


Saat Mo Ne keluar, dia berpapasan dengan manager Baek yang terus berjalan melewati Mo Ne tanpa bicara apapun. Mo Ne ingat tentang manager Baek yang pernah melihatnya melakukan aksinya, maka diapun langsung mengejar manager Baek.


Mo Ne melihat manager Baek sedang duduk di sebuah sofa di lorong hotel dengan wajah kaku tak berkedip, Mo Ne mencoba mondar-mandir didepannya tapi manager Baek tetap tidak bereaksi apapun. 

Dia lalu mencoba melambaikan tangannya didepan wajah manager Baek dan tetap saja manager Baek tidak berkedip. Mo Ne lalu mencoba meniup mata manager Baek dengan tiupan keras tapi manager Baek tetap tidak berkedip sama sekali.


"Baiklah, aku kalah" Mo Ne lalu duduk disamping manager Baek dan berusaha bicara dengan manager Baek "Kudengar nama panggilan ahjumma adalah 'penyihir berambut putih'"

"Kau benar tentang rambut putih, tapi aku Mi Nyeo (wanita cantik)"

"Kau menyebut dirimu wanita cantik? Kau tidak punya rasa bersalah" Mo Ne langsung tertawa geli


Tapi saat dia melihat manager Baek sama sekali tidak tertawa, Mo Ne juga langsung berhenti tertawa. Dia lalu bertanya apakah manager Baek tahu siapa dia, manager Baek mengatakan tidak ada seorangpun di Ciel yang tidak tahu siapa Mo Ne. Dengan pedenya Mo Ne berujar, wajar kalau semua orang tahu tentangnya karena dia memang ahli waris yang cantik.

Tapi manager Baek memberitahu Mo Ne kalau saat ini semua orang di Ciel menyebut Mo Ne dengan berbagai nama panggilan seperti JS, jin sang top, jalang, psycho, orang gila, cari perhatian, jahat, dll. 

Mo Ne yang tersinggung langsung memberitahu kalau dia juga sudah mencari tahu tentang manager Baek dan dari info yang dia dapat dia tahu kalau manager Baek juga punya banyak nama panggilan seperti penyihir berambut putih, femme fatale, orang pelit menjengkelkan, dll.

"Aku butuh waktu 15 tahun untuk mendapatkan semua nama panggilan itu tapi kau hanya butuh waktu 3 hari saja. Kau menang" ujar manager Baek


Mo Ne lalu masuk ke inti pembicaraan, dia bertanya-tanya apakah manager Baek yang sudah menghapus rekaman CCTV-nya. Tapi manager Baek pura-pura tidak mengerti malah menyuruh Mo Ne bicara lebih jelas. Tapi kemudian manager Baek melihat ke arah Mo Ne dan membuat Mo Ne jadi gugup.

"Kau benar, sesuatu yang sangat menakutkan bukan CCTV tapi mata orang. Kau tidak bisa menghapus ataupun memanipulasi mata orang"

Mo Ne tidak mengerti apa maksud manager Baek tapi manager Baek langsung pergi sebelum menjelaskan apapun.


Jae Wan pergi menemui Joong Goo dan menceritakan masalah hantu padanya. Joong Goo menduga mungkin ini adalah perbuatan iseng Mo Ne, dia bertanya-tanya apakah Mo Ne melakukan aksinya sendirian. Dengan mempertimbangkan rekaman CCTV yang sudah dihapus, Jae Wan yakin kalau Mo Ne pasti tidak sendirian.

Joong Goo langsung tersenyum geli "Dia sudah punya sekutu rupanya. Dia jauh lebih baik dari ayahnya"

"Tolong biarkan saya yang menangani masalah ini" pinta Jae Wan

"Apa kau bisa? Dia tidak akan mudah ditangani"


Jae Wan yakin bisa maka Joong Goo mengizinkan Jae Wan melakukannya "aku selalu mempercayaimu, Jayden"

Sepertinya Joong Goo sengaja terus mengingatkan Jae Wan tentang nama aslinya, waktu Jae Wan mendengar nama aslinya disebut dia terlihat sangat emosi.


Para pegawai sedang bersantai saat Jung Han datang membawakan minuman kaleng untuk mereka semua. Manager Jang lebih ingin minum alkohol dan Dae Jeong tidak mau minum sama sekali saking takutnya ke kamar mandi.


Saat manager Jang manager takut kalau ketua Ah akan muncul di mimpinya, Woo Hyun langsung mengeluhkan ketakutan mereka.

"Kalian aneh sekali, kenapa takut sekali? Aku malah ingin sekali melihat ketua Ah di mimpiku"

Woo Hyun kesal siapa yang sudah iseng melakukan teror hantu ketua Ah ini, Woo Hyun bertekad untuk menemukan pelakunya bahkan sekalipun dia harus patroli. Manager Jang heran kenapa Woo Hyun selalu berapi-api kalau membicarakan masalah bunuh dirinya ketua Ah.

"Itu bukan bunuh diri! Itu kecelakaan! Ketua kita bukan orang yang tidak bertanggung jawab! Kau selalu membuatku mengulanginya terus!" Woo Hyun lalu pergi dengan kesal


Manager Jang yang tersinggung langsung meminta pendapat Go San apa yang harus dia lakukan untuk menghadapi sikap Woo Hyun itu, apakah dia harus marah, frustasi atau balas dendam. Tapi Go San langsung mengomelinya.

"Kalau kau tahu dia tidak menyukainya, kenapa kau memprovokasinya? Kau yang salah"

Go San dan pegawai lainnya lalu pergi meninggalkan manager Jang sendirian. Kesialan yang dialami manager Jang tidak berakhir begitu saja, saat dia ingin membuka minuman kalengnya, pengaitnya malah patah.


Saat Mo Ne bertemu dengan Jae Wan lagi, dia langsung kesal menuduh Jae Wan mengikutinya "Kau bahkan bukan tipeku! Kau menyakiti mataku!"

Mo Ne lalu bertanya apakah Jae Wan sudah menemukan pelakunya dan Jae Wan langsung meyakinkan Mo Ne kalau dia pasti akan segera menemukan pelakunya. Mo Ne langsung gugup tapi dia berusaha untuk tetap tenang.

"Aku akan menantikan berita baiknya" ujar Mo Ne dan setelah itu dia langsung berlalu pergi


Tiba-tiba Jae Wan mendengar teriakan Mo Ne. Saat dia berbalik dia melihat Mo Ne sedang gemetar ketakutan dan berteriak meminta bantuan Jae Wan untuk menyingkirkan kawanan burung dibelakangnya. Jae Wan heran tapi dia menuruti Mo Ne mengusir burung-burung itu. Setelah yakin semua burung sudah tidak ada, Mo Ne langsung mendesah lega.


Saat Jae Wan bertanya apakah Mo Ne takut pada burung, Mo Ne langsung cepat-cepat menyangkalnya. Mo Ne beralasan kalau dia hanya benci burung.

"Aku benci burung dan aku benci segela sesuatu yang bersayap! Aku juga membencimu!"


Jae Wan mengumpulkan para pegawai untuk memberi mereka peringatan agar tidak lagi membicarakan mendiang ketua Ah, jika ada yang melanggar maka orang itu akan diberi sanksi. 

Saat para pekerja protes, Jae Wan berusaha memberi pengertian bahwa hal ini dilakukan karena adanya teror hantu ketua Ah, Jae Wan yakin kalau pelaku teror itu berniat untuk menganggu Ciel dengan menyebarkan rumor itu ke para tamu mereka.

Jae Wan memperingatkan mereka semua untuk tidak menyebutkan apapun yang ada hubungannya dengan masalah ini, jika ada yang melakukannya maka orang itu akan dianggap sebagai kaki tangan si pelaku. Jae wan meminta kerja sama mereka sampai rumor ini mereda.


Setelah Jae Wan pergi, manager Jang langsung mengeluh disuruh diam seperti ini rasanya sama saja seperti seorang menantu yang hidup di rumah mertua yang cerewet, sementara Woo Hyun berusaha keras menahan kesedihannya. Manager Jang lalu menghampiri Woo Hyun dan langsung menggodanya.

"Apa kau mengatakan sesuatu? Tidak mungkin, kurasa kau bukan seorang pemberani idiot yang akan melakukan ini"

Tapi Woo Hyun sama sekali tidak menanggapinya dan langsung pergi. Manager Jang langsung kesal lagi karena Woo Hyun barusan mengunyah kata-katanya (mengabaikannya).


"Baiklah, kalau kau lapar, kunyah saja dan makan yang banyak. Kalau kau lapar, aku yang harus dikunyah. Kapan-kapan akan kuhancurkan kau!" manager Jang kesal

Go San berusaha menenangkan manager Jang dengan menepuk-nepuk bahunya dan memeluknya tapi manager Jang langsung mendorongnya menjauh.


Mo Ne sedang berbelanja di butik hotel saat dia mendengar para penjaga toko sedang menggosipkan perintah Jae Wan barusan. Penjaga toko pertama jadi bertanya-tanya apa yang dilakukan putrinya ketua. Perlahan-lahan Mo Ne mendekati kedua penjaga toko itu dari belakang mereka dan terus mendengarkan pembicaraan mereka.

"Kudengar dia sangat arogan dan sangat rewel. Kudengar dia tidak bisa apapun. Karena itulah selama ini dia selalu diam" kata penjaga toko kedua


Saat seorang penjaga toko ketiga lewat didepan kedua penjaga toko yang bergosip dia melihat kedatangan Mo Ne dan langsung menyapa Mo Ne. Kedua penjaga toko yang bergosip tadi langsung kaget dan menunduk gugup pada Mo Ne.

"Apa anda datang untuk berbelanja?" tanya penjaga toko ketiga

"Tidak, aku hanya lewat. Karena beberapa pekerja idiot yang mengoceh sembarangan, aku jadi berpikir haruskah aku menyingkirkan toko ini?"

Kedua penjaga toko yang bergosip tadi langsung membungkuk mmeinta maaf pada Mo Ne. Mo Ne lalu memutuskan untuk berbelanja saja mumpung dia ada di toko ini.


Selama berbelanja Mo Ne bersikap sangat menyebalkan dengan menghina semua model baju di toko itu.


Saat dia mencoba sebuah jaket yang mahal, tiba-tiba ada seorang wanita lain yang keluar dari kamar pas dengan memakai jaket yang sama dengannya, wanita itu adalah Song Chae Kyung.


Penjaga toko yang tadi melayani Mo Ne, langsung berlari menghampiri Chae Kyung untuk memujinya sambil menghina Mo Ne secara halus.

"Aku tahu kalau jaket ini pasti akan terlihat bagus untuk nyonya. Karena desainnya yang simple, jika anda tidak terlahir dengan keanggunan maka jaket ini pasti akan terlihat membosankan" ujar penjaga toko itu sambil melirik Mo Ne


Mo Ne sangat tersinggung dan langsung menghina jaket itu lagi dan kali ini dia juga menghina orang yang ingin membeli jaket itu.

Mendengar hinaan Mo Ne, senyum Chae Kyung langsung menghilang. Penjaga toko jadi tidak enak pada Chae Kyung, dia langsung meminta maaf dan menjelaskan kalau Mo Ne itu adalah putrinya ketua Ah yang memang agak blak-blakan.

"Tidak apa-apa. Ini kan pilihan pribadi, jadi aku menghormatinya" kata Chae Kyung sambil tersenyum ramah pada penjaga toko

Mo Ne jadi tambah kesal dan semakin menghinanya habis-habisan "Benar-benar  teroris fashion!"


Chae Kyung lalu meminta air minum pada penjaga toko dan setelah penjaga toko itu pergi, Chae Kyung berbalik menghadapi Mo Ne lalu tersenyum padanya tapi Mo Ne langsung berpaling ke arah lain dan mengacuhkan Chae Kyung.

Chae Kyung lalu mengambil beberapa baju lalu menghampiri Mo Ne dan meminta "Bisakah kau menutup mulutmu"


Chae Kyung lalu melemparkan baju-baju yang dibawanya dan pura-pura terkejut. Saat penjaga toko datang dia langsung kesal memandangi Mo Ne.


Mo Ne berusaha menjelaskan kalau pelakunya adalah Chae Kyung bukan dia, tapi penjaga toko tidak mempercayainya. Saat penjaga toko melihat Chae Kyung yang shock, dia langsung khawatir dan meminta maaf padanya.

"Aku agak shock, tapi aku baik-baik saja. Oh, apa yang harus kulakukan dengan baju-baju ini" Chae Kyung berakting dengan baik sampai membuat Mo Ne hanya bisa tercengang melihatnya.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan? Kau yang melakukan ini" ujar Mo Ne

Chae Kyung langsung berpura-pura ketakutan mendengar perkataan Mo Ne dan langsung berlalu pergi.


Penjaga toko yang kesal pada Mo Ne memberitahu Mo Ne kalau wanita itu adalah Song Chae Kyung, istri ketua grup GR.

"Aku Ah Mo Ne. Aku bilang aku tidak melakukan ini" 

Tapi penjaga toko sama sekali tidak mempercayainya.


Mo Ne jadi semakin kesal pada Chae Kyung, dia lalu pergi untuk mengejar Chae Kyung tapi saat dia hendak menghampiri Chae Kyung, 2 pengawal pribadinya Chae Kyung langsung menghadangnya sementara Chae Kyung tetap santai melanjutkan perjalanannya. Tepat saat itu Chae Kyung melihat Jae Wan dan mereka berdua terlihat tercengang melihat satu sama lain. 


Saat Mo Ne melihat kedatangan Jae Wan, dia langsung meminta Jae Wan untuk menolongnya menyingkirkan kedua pengawal itu. Tapi Jae Wan mengacuhkan Mo Ne dan langsung membungkuk meminta maaf atas kesalahan Mo Ne pada Chae Kyung.

"Tidak apa-apa" ujar Chae Kyung

Setelah kedua pengawal itu membebaskannya, Mo Ne berusaha menjelaskan pada Jae Wan apa yang barusan diperbuat Chae Kyung padanya. Tapi Jae Wan mengacuhkannya dan terus berjalan melewatinya. Mo Ne jadi bingung ada apa dengan Jae Wan dan Chae Kyung, kenapa Jae Wan mengacuhkannya, apa Jae Wan tidak melihatnya, apa dia tidak kelihatan.


Mo Ne lalu pergi mengikuti Jae Wan yang ternyata sedang mengawasi pemindahan lukisan laut senja milik ketua Ah. Saat Mo Ne melihat lukisannya sedang diturunkan, dia bertanya apa yang sedang Jae Wan lakukan.

"Aku sedang mengganti lukisannya"

"Kenapa? Kelihatannya lukisan itu bagus"

Jae Wan merasa sebagai general manager dia tidak bisa tinggal diam begitu saja membiarkan rumor menyeramkan tersebar yang mengakibatkan penurunan penjualan. Mo Ne jadi bertanya-tanya apa hubungannya masalah rumor dengan lukisan itu.


Jae Wan melihat kedalam mata Mo Ne saat dia mengatakan kalau dia bertekad untuk menyingkirkan segala jejak pelaku penyebar rumor hantu ketua, satu demi satu.

Mo Ne gugup mendengarnya tapi dia berusaha menutupinya dengan sikap cuek "Baiklah! Lakukan saja yang kau suka"


Mo Ne lalu pergi namun baru beberapa langkah dia mendengar Woo Hyun berusaha keras untuk memprotes tindakan Jae Wan, tadi Jae Wan sudah melarang mereka untuk membicarakan ketua Ah dan sekarang dia malah menyingkirkan lukisan ketua Ah yang berharga.

"Kenapa anda melakukan ini?" protes Woo Hyun

Go San berusaha menghentikan Woo Hyun tapi Woo Hyun tetap bersikeras untuk meminta pengertian Jae Wan. Tapi Jae Wan tetap berpegang teguh pada aturan yang sudah dibuatnya, dan sekarang dia langsung menskors Woo Hyun selama seminggu.


Seorang pegawai lalu datang untuk memberitahu Jae Wan untuk pergi ke suatu tempat. Sebelum pergi, Jae Wan memperingatkan Woo Hyun untuk tidak membuat keributan lagi. 

Setelah Jae Wan pergi, Mo Ne yang sedari tadi melihat perdebatan Jae Wan dan Woo Hyun, terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Jae Wan ternyata dipanggil ke kamarnya Chae Kyung. Saat dia datang, dia melihat Chae Kyung sedang menikmati sinar mentari, dia memberitahu Jae Wan kalau saat ini sudah satu tahun sejak suaminya meninggal dan dia bisa menghirup udara segar. 

Chae Kyung menjadi janda hanya dalam rentang waktu 6 bulan sejak dia menikah dan langsung mewarisi puluhan juta dollar. Karena itulah banyak orang yang curiga kalau Chae Kyung menikah suaminya karena dia tahu suaminya pasti akan segera mati, ada juga yang curiga kalau dia meracuni suaminya.

"Semua orang itu pasti seorang penulis, mereka benar-benar lucu" ujar Chae Kyung


Saat Jae Wan memandanginya dengan pandangan prihatin, Chae Kyung memintanya untuk tidak memandanginya seperti itu karena sekarang dia merasa sangat bahagia. Chae Kyung merasa senang saat dia tahu kalau orang-orang bicara kotor di belakangnya tapi saat Chae Kyung berdiri di depan mereka, orang-orang itu malah merasa gugup.

"Kemanapun aku pergi, aku diperlakukan bagai seorang ratu, dan rasanya dunia ini berada dibawah kakiku. Kau tidak tahu bagaimana perasaan ini bukan?" 

"Saya tahu. Karena pekerjaan saya adalah membuat pelanggan merasa seperti itu"


"Aku datang kesini karena aku tahu kau ada disini" kata Chae Kyung

Tapi rayuannya sama sekali tidak mendapat tanggapan apapun, Jae Wan bahkan tidak berkedip dengan rayuannya. Chae Kyung mengaku kalau melihat Jae Wan membuat hatinya berdebar dan merasa seperti kembali ke masa lalu, ke masa 10 tahun yang lalu.

"Apa kau bahkan ingat padaku?"

"Tentu saja saya ingat"

"Baiklah kalau begitu. Kau hanya perlu mengingatku. Itu sudah cukup" Chae Kyung tersenyum senang


Manager Jang, datang ke kamarnya Mo Ne untuk membawakan makanannya. Tapi saat dia tiba di pintu depan, dia melihat barang-barang Mo Ne bertebaran disana-sini. Sambil mengatai Mo Ne ular anaconda, manager Jang berusaha keras tidak menginjak barang-barang milik Mo Ne. 

Saat manager Jang masuk kedalam kamar, dengan ceria dia memberitahu Mo Ne kalau dia membawakan makanan yang akan membuat mood Mo Ne jadi lebih baik. Dan saat manager Jang berbalik, dia langsung terngangah ketakutan melihat sadako... errr! Mo Ne yang sedang merangkak dengan rambut berantakan di seluruh wajahnya.


"Apa yang kau lakukan dengan berakting menakutkan seperti itu?" tanya manager Jang gugup

"Aku sedang melatih diriku sendiri" kata Mo Ne yang ternyata sedang melakukan yoga

Sambil membantu Mo Ne melakukan yoganya, manager Jang kembali memberitahunya kalau dia sudah menyiapkan makan malam yang sangat enak, tapi Mo Ne langsung mendekatinya dan membuat manager Jang jadi tambah ketakutan.

"Apa kau menyuruhku untuk makan dalam kegelapan seperti ini?"

"Nona, kau menakutiku. Aku ini orang yang berhati lebih lembut lebih dari yang kau kira. Kalau kau mendekatiku seperti ini, aku jadi punya berbagai macam pikiran"



Mo Ne tiba-tiba menjatuhkan dirinya sendiri ke sofa dan membuat manager Jang jadi cemas. Manager Jang berpikir mungkin Mo Ne bersikap seperti ini gara-gara tirainya tidak dibuka, maka dia pun langsung membuka tirainya. Mo Ne lalu menyalakan TV menyiarkan kesibukan para pekerja Ciel yang sedang mempersiapkan sebuah layar besar yang bisa digunakan untuk menonton film dan banyak acara lain untuk ditampilkan di layar besar itu.

Manager Jang memberitahu Mo Ne kalau itu adalah promosi baru dari Ciel untuk tamu-tamu mereka. Saat Mo Ne melihat berita itu, tiba-tiba dia menyuruh manager Jang untuk keluar dari kamarnya, Mo Ne beralasan kalau dia menyruh manager Jang keluar agar dia bisa makan dengan tenang.


"Kau terlalu berisik" ujar Mo Ne

Maka manager Jang pun langsung berbisik-bisik "Ah, baiklah. Saya akan pergi diam-diam, kalau begitu. Silahkan nikmati makanan anda. Jika anda butuh sesuatu maka silahkan panggil saya kapan saja. Saya akan kembali diam-diam seperti angin" 

Manager Jang lalu perg dengan melangkah diam-diam, tapi bunyi sepatunya masih terdengar nyaring, maka dia pun langsung meminta maaf atas suara sepatunya. Dia lalu melangkah lagi tapi malah membuat keributan lebih banyak lagi karena menabrak troli pengantar makanannya dan menginjak sampah plastik.


Setelah manager Jang pergi, Mo Ne langsung memutar ulang rekaman siaran layar besar itu dan hal itu membuat Mo Ne memikirkan sesuatu. Mo Ne lalu mengedit video-video rekaman ayahnya.

"Cha Jae Wan, kau akan berakhir besok"


Keesokan harinya, Dae Jeong merasa tidak nyaman dengan seragam kerja yang dipakainya, karena seragam itu dia pinjam dari temannya yang ukurannya kekecilan. Dae Jeong meminjam seragam karena seragam miliknya sendiri tiba-tiba menghilang. Dae Jeong heran siapa yang sudah mencuri seragamnya.


Saat Jae Wan sedang berjalan, secara tak sengaja di bertabrakan dengan seorang pegawai wanita yang langsung melarikan diri saat wanita itu melihat Jae Wan. Pegawai wanita itu ternyata Mo Ne yang sedang menyamar memakai seragam kerja pegawai hotel, dia cepat-cepat berlari masuk ke kamar kecil dan tidak menyadari kalau gantungan kuncinya terjatuh.

Jae Wan melihat gantungan kunci itu tapi saat dia hendak menyerahkan gantungan kunci itu kembali, pegawai wanita itu sudah masuk duluan ke kamar kecil. Maka Jae Wan memutuskan untuk membawa gantungan kunci itu pergi bersamanya.


Joong Goo sedang bersama rekan-rekan kerjanya dan Jae Wan saat mereka melihat layar besar sedang menyiarkan sebuah video film. Jae Wan mengaku pada salah satu rekan kerja Joong Goo kalau dia memutar film itu dengan sengaja karena dia pernah membaca artikel tentang direktur itu yang mengatakan kalau film itu adalah film pertama yang ditonton direktur itu bersama istrinya di kencan pertama mereka.

"Cerita bagaimana kalian berdua menikah sangat menarik, jadi saya ingin mendengar lebih banyak lagi nanti sambi minum-minum" ujar Jae Wan

Direktur itu jadi terharu dan Joong Goo jadi kagum pada Jae Wan, dia kira selama ini Jae Wan hanyalah orang yang gila kerja tapi ternyata dia punya sisi emosional juga.


Video film tiba-tiba berganti menjadi video rekaman ketua Ah, semua orang langsung terkejut dan Joong Goo langsung marah pada Jae Wan.


Jae Wan langsung pergi ke ruang kontrol siaran, saat dia tiba di depan dia melihat pekerja ruang kontrol sedang berada di luar. Jae Wan langsung marah kenapa pekerja itu meninggalkan pekerjaannya.

"Yoon Dae Jeong dari bagian resepsionis mengatakan kalau anda mencari saya gara-gara ada masalah di layarnya" pekerja itu bingung


Jae Wan langsung pergi ke ruang kontrol siaran, dan dari jendela dia melihat Mo Ne sedang duduk didepan layar komputer. Dia berusaha mengetuk pintu dan saat Mo Ne tidak membukanya, Jae Wan langsung merusak kunci pintunya dan setelah dia berhasil masuk, dia langsung mematikan rekaman video itu.


Mo Ne berusaha menyalakannya lagi dan Jae Wan langsung memegang tangan Mo Ne untuk menghentikannya. Sayangnya, Jae Wan terlambat melakukannya dan video itu kembali menyala. Di video itu terlihat rekaman video ketua Ah yang sudah diedit dan hasilnya adalah.

"Aku... tidak... bunuh... diri"


Jae Wan sekarang mengerti, jadi karena masalah ini Mo Ne bersikap segila ini. Tapi apapun yang Mo Ne pikirkan, Jae Wan tetap yakin kalau ketua Ah memang bunuh diri. Terlebih lagi, ketua Ah melakukannya di pada saat Ciel sedang mengadakan acara opening yang sudah Jae Wan kerjakan selama satu tahun. Jae Wan yakin kalau ketua Ah sengaja melakukannya agar Jae Wan melihatnya.

"Orang-orang berusaha menghancurkan hotel ini. Kemarian ayahmu saja cukup. Karena itulah, sebaiknya kau pergi selama aku masih memperingatkanmu baik-baik"


Mo Ne langsung menangis mendengar peringatan itu. Saat Jae Wan melihat air mata Mo Ne, dia jadi merasa tidak enak dan akhirnya dia mau melepaskan genggaman tangannya pada Mo Ne.

"Bagimu cuma setahun. Tapi bagi ayahku, impiannya seumur hidup adalah membangun hotel terbaik di Asia. Tapi bunuh dirinya sama sekali tidak masuk akal. Apa kau menyuruhku untuk percaya kalau dia bunuh diri"


Setelah itu, Mo Ne pergi melepas stres dengan melakukan hobinya panjat tebing. Tapi karena moodnya sedang tidak baik, dia jadi terjatuh dan akibatnya dia jadi semakin kesal dan mengutuk Jae Wan.



Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments