Sinopsis The Forbidden Flower Episode 23

Xiao Han duduk di satu-satunya kursi kosong, tepat di tengah-tengah He Ran dan Xiao Ran. Kecuali Han Yu yang sama sekali tidak mengetahui hubungan He Ran dan Xiao Han, semua orang bisa melihat dan merasakan betapa tegang dan canggungnya suasana ini.

Xiao Ran tak peduli hubungan mereka dan nekat mengambilkan lauk untuk Xiao Han. He Ran cemburu, jadi dia pura-pura tak sengaja menjatuhkan peralatan makannya Xiao Han yang otomatis membuat suasana makin canggung, kecuali Han Yu yang masih belum menyadari apa pun padahal Yuan Qi dan Si Gemuk langsung menatapnya dengan prihatin. 

Xiao Ran pantang menyerah dan terus mengambilkan lauk untuk Xiao Han, tapi He Ran dengan cepat mencegah Xiao Han memakannya dengan mencengkeram erat jari Xiao Han sekuat-kuatnya. Bahkan semakin Xiao Han melawannya, cengkeraman He Ran semakin menguat.

Xiao Li ingin menuang wine ke gelasnya He Ran, tapi Han Yu dengan cepat mencegahnya karena He Ran tidak boleh minum alkohol sedikit pun. Xiao Ran heran sama dia, apa dia pacarnya He Ran? Kalau bukan, terus kenapa dia peduli banget sama He Ran?

"Aku bersedia, oke?" tegas Han Yu.

"Kau bersedia. Entah apakah orang lain akan rela atau tidak?"

Hah? Han Yu jelas penasaran siapa yang Xiao Ran maksud dan langsung salah paham mengira orang yang akan keberatan adalah Yuan Qi, sama sekali tidak melihat betapa tajamnya tatapan He Ran dan Xiao Han pada satu sama lain.

Si Gemuk berusaha menutupi situasi ini dari Han Yu dengan terus mengoceh lalu mengajak semua orang bersulang, tapi Xiao Han yang sudah tidak tahan lagi, sontak membentak He Ran untuk melepaskannya, tapi He Ran langsung balas teriak menolak melepaskannya... hingga akhirnya Xiao Han langsung menyeretnya pergi yang jelas saja mengagetkan Han Yu, "mereka saling mengenal?"

"Jelas lebih dari sekedar kenalan," jawab Yuan Qi. Han Yu shock menyadari apa maksudnya.

He Ran masih juga belum mau melepaskan cengkeramannya, maka Xiao Han langsung saja menyeretnya ke hotel, membantingnya ke ranjang, tapi dengan cepat dia menahan diri dan bertanya-tanya apakah He Ran benar-benar mencintainya. Saat He Ran tak menjawabnya, Xiao Han jadi marah dan langsung pergi. 


Namun di lift, dia mendengar seorang wanita yang bertanya pada pacarnya tentang kenapa dia memberi bunga Gerbera alih-alih Mawar. Pertanyaan yang sontak mengingatkan Xiao Han akan ucapannya sendiri dulu, bahwa He Ran adalah wanita terakhirnya. Itulah yang akhirnya membuat Xiao Han memutuskan untuk kembali ke kamar dan mendapati He Ran sedang menangis sedih.

Dia memberitahu He Ran bahwa He Ran adalah wanita terakhirnya. Karena itulah, tidak masalah berapa kali He Ran meninggalkannya, tidak masalah ke mana pun He Ran pergi, dia akan selalu menunggu He Ran kembali.

"Tak peduli berapa lama waktu dibutuhkan. Satu tahun, dua tahun, tiga tahun... sepuluh tahun pun tidak masalah," isak Xiao Han lalu memeluk He Ran.

Keesokan harinya, He Ran terbangun dalam pelukan Xiao Han yang masih tidur nyenyak. Tapi tiba-tiba dia mimisan dan rambutnya rontok sangat banyak yang sontak saja membuat He Ran panik dan takut ketahuan Xiao Han.

 

Saat Xiao Han bangun tak lama kemudian, dia tak menemukan He Ran di kamar, tapi malah menemukan rambutnya He Ran yang rontok sangat banyak, penemuan itulah yang membuatnya mulai menyadari ada yang tidak beres dengan He Ran.

Ditambah fakta bahwa memang dialah yang memungut botol obat kosong yang terjatuh di depan toko bunganya setelah He Ran pergi waktu itu, dan juga beberapa kali He Ran hampir pingsan dulu, Xiao Han jadi semakin yakin bahwa He Ran sakit parah dan itu benar-benar membuatnya patah hati.

Di tempat lain, He Ran ditelepon ibunya yang saat ini sedang berada di Amerika dalam usahanya mencari pakar untuk mengobati He Ran. Saat Ibu menanyakan keadaannya, He Ran berbohong kalau dia baik-baik saja.

Tapi kondisinya ini rupanya membuat He Ran mulai sadar untuk mulai menurunkan egonya terhadap ibunya. Dia yang dulu tidak suka jika ibunya punya hubungan dengan pria lain, sekarang justru menyemangati Ibu untuk menemukan pria baru yang mencintainya dan dicintainya. Ibu benar-benar terharu mendengarnya dan berjanji akan melakukannya setelah He Ran sembuh nanti.

Menyadari dia tidak akan mendapatkan jawaban dari He Ran, Xiao Han akhirnya memutuskan untuk mencari jawabannya dari Paman Han yang mengonfirmasi bahwa He Ran menderita leukemia sejak dia berusia 16 tahun, penyakit yang sama dengan yang diderita almarhum ayahnya. 

Sayangnya Ayahnya He Ran lebih memilih menyerah dan mati bunuh diri, sedangkan He Ran lebih kuat, keinginan hidupnya sangat kuat, ditambah dengan perjuangan ibunya yang pantang menyerah untuk menyelamatkan He Ran hingga akhirnya dia dinyatakan sembuh. Sayang sekali sekarang penyakitnya He Ran kambuh kembali.


Paman Han bertanya-tanya apakah sekarang setelah Xiao Han mengetahui kebenaran ini, Xiao Han akan pergi meninggalkan He Ran?

"Tidak. Tidak akan pernah."

Karena sekarang He Ran merestuinya untuk move on, Ibu pun mulai membalas chat-nya Yuan Qi. Tak lama kemudian, dia ditelepon nomor tak dikenal dan yang tak disangkanya, ternyata dia Xiao Han.

Ibu terus terang mengaku bahwa dia pernah mau menyelidiki Xiao Han, tapi dicegah oleh Paman Han. Ibu ingin sekali bertemu langsung dengan Xiao Han karena dia sangat penasaran tentang alasan putrinya memilih Xiao Han. Akan tetapi, Ibu sangat yakin akan satu hal, dia percaya bahwa putrinya sangat pandai menilai orang.

Xiao Han sontak menangis mendengarnya, "biarkan saya merawatnya."

"Kau... sudah mengetahuinya? Tuan Han yang memberitahumu?"

"Mulai sekarang, saya yang akan merawatnya. Tolong percayalah pada saya."

Di kampus, He Ran tiba-tiba melihat Xiao Han sedang menunggunya dan tiba-tiba mengajaknya balikan. Kaget, He Ran dengan agak tergagap berusaha menolaknya, tapi Xiao Han dengan cepat menyela dan mengakui alasannya untuk balikan dengan He Ran adalah karena... "Aku mencintaimu."

Xiao Han tidak akan pernah meninggalkannya apa pun yang terjadi. Dia datang ke kota ini, muncul di depan rumah sakit, muncul di toko bunga di depan kampusnya He Ran, semua ini bukan kebetulan belaka, dia memang datang untuk He Ran.

Dia mengaku bahwa setelah He Ran pergi meninggalkannya, dia sebenarnya berencana pergi dari Desa Xiaozhao, tapi kemudian dia melihat tulisan-tulisan yang He Ran lukis di kaos-kaosnya, dan dia memahami semua tulisan itu.

"Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus kulakukan denganmu karena aku mencintaimu. Aku mencintaimu sampai ke lubuk hatiku."

Xiao Han langsung memeluknya dan memberitahunya tentang ikan cacat yang dia beli waktu itu karena dia ingin menyembuhkan ikan itu dan mengembalikan kebahagiaannya.

"Xiao Han, kau orang yang sangat lembut dan baik hati. Langit pasti akan membantumu."

"Langit telah membantuku, membantuku menemukan wanita yang paling kucintai."

He Ran tersentuh, tapi... dia tidak mau menyetujuinya dengan mudah karena dulu dialah yang berinisiatif mengejar dan mengupayakan segala cara untuk memenangkan hati Xiao Han. Tidak adil dong kalau sekarang dia menyetujui Xiao Han begitu mudah hanya karena beberapa patah kata yang Xiao Han ucap untuk membujuknya. Jadi sekarang giliran Xiao Han untuk mengejarnya.

Baiklah. Xiao Han setuju untuk gantian mengejarnya. Dia tidak punya pengalaman mengejar cewek sih, tapi dia bersedia mencobanya.

Bersambung ke episode 24

Post a Comment

0 Comments