Sinopsis Forever and Ever Episode 1

Note: Drama ini sebenarnya ada prekuel-nya yang berjudul 'One and Only', tapi aku sendiri belum nonton prekuel-nya. Hmm, belakangan ini aku memang nggak mood nonton drama kolosal sih, makanya malas aja nonton prekuel-nya. Aku nggak tahu cerita prekuel-nya kayak gimana, tapi aku baca di Mydramalist kalau prekuel-nya endingnya tragis, dan sekuel-nya ini adalah reinkarnasi mereka di dunia modern.

Episode 1:


Shi Yi adalah seorang aktris pengisi suara yang cukup terkenal dan banyak diincar oleh para produser. Hari itu, dia tengah berada di studio, menarasikan kisah drama tentang Pangeran Nanchen yang bernama Zhousheng Chen (Ini drama prekuel-nya). 

Seorang pangeran yang banyak berjasa bagi negaranya, bahkan tidak menikah dan tidak punya anak demi pengabdiannya pada negara. Namun Zhousheng Chen berakhir tragis, dia difitnah dan dihukum mati dengan cara paling sadis dan kejam, tubuhnya dipotong-potong sedikit demi sedikit dan berlangsung selama 6 jam (Subhanallah!!! Nggak bisa bayangin betapa sakitnya itu).

Air mata Shi Yi mengalirkan saat menarasikan kisah yang begitu menyedihkan itu. Narasinya memang begitu indah dan penuh penghayatan, semua orang kagum akan keahliannya bernarasi.

 

Seusai mengisi suara, Shi Yi bergegas ke bandara untuk kembali ke Shanghai. Tapi saat melewati pemeriksaan, dia butuh waktu agak lama gara-gara detektor metalnya berbunyi terus yang ternyata gara-gara sepatu high heels-nya.

Secara bersamaan, ada seorang pria muda di belakangnya yang hendak pergi ke Xi'an. Pria itu selesai melewati pemeriksaan duluan dan bergegas mengambil semua barangnya. Namun tepat saat Shi Yi masih mengambil barang-barangnya, dia mendengar petugas bandara memanggil pria itu... "Tuan Zhousheng Chen! KTP anda ketinggalan!"

Namanya sama persis dengan nama Pangeran Nanchen yang Shi Yi narasikan tadi, sontak saja itu langsung menarik perhatian Shi Yi. Bahkan tampaknya, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Zhousheng Chen. Tapi Zhousheng Chen tidak memperhatikannya, dia mengambil KTP-nya lalu langsung pergi. 

Shi Yi langsung saja mengejar pria itu dan memperkenalkan dirinya. Dia dengan sopan menjelaskan alasan ketertarikannya akan nama Zhousheng Chen adalah karenanya namanya sama dengan nama pangeran di film yang dinarasikannya. Namun yang tak disangkanya, Zhousheng Chen ternyata tahu film apa yang dia maksud itu.  

Lalu tiba-tiba saja Shi Yi nekat minta Wechat-mu Zhousheng Chen. Dia buru-buru menjelaskan kalau dia tidak ada maksud apa-apa, murni hanya ingin berteman dengannya. Zhousheng Chen tidak menolaknya sih. Hanya saja, dia memang tidak bisa memberikannya karena dia baru balik ke Cina dan tidak sempat membeli SIM Cina. Jadi dia hanya memberikan email-nya. Tapi tidak masalah, Shi Yi tetap senang punya cara untuk berkomunikasi dengannya.

 

Begitulah, selama 6 bulan berikutnya, mereka rutin berkomunikasi via email dan menjadi teman online. Dari situ pula, diketahui bahwa Zhousheng Chen adalah seorang profesor kimia yang bekerja di Jerman, namun dia juga profesor asosiasi di Universitas Berkeley di California. 

Dalam setiap email-nya, Zhousheng Chen selalu sangat sopan padanya, selalu menggunakan bahasa baku dan formal sehingga Shi Yi juga membalas email-nya dengan cara yang sama.

Dari email-nya pula, Shi Yi mengetahui bahwa Zhousheng Chen sekarang ini sedang berada di Xi'an untuk dinas. Pastinya dia ingin bertemu, tapi tidak ada alasan baginya untuk pergi ke Xi'an. Tapi kemudian teman serumahnya, Hong Xiao Yu, berkata bahwa dia akan pergi ke dinas ke Xi'an dan mengajak Shi Yi... biar Shi Yi bisa bertemu dengan Zhousheng Chen.

Shi Yi jadi punya alasan untuk pergi ke Xi'an bersama Xiao Yu dan Liu Shuai. Dia mengirim email pada Zhousheng Chen, mengajak Zhousheng Chen untuk bertemu dengannya di Xi'an. Tapi sayangnya, Zhousheng Chen sedang sangat sibuk saat itu sehingga tidak memeriksa email-nya. 

Kota Xi'an banyak memiliki situs-situs sejarah karena kota itu dulunya adalah ibu kota kuno pada zaman dinasti-dinasti terdahulu. Dan selama beberapa hari ini, Xi'an selalu hujan lebat.

Usai menggarap rekaman dengan sepasang suami-istri yang tampak begitu saling mencintai satu sama lain, Shi Yi dan Xiao Yu makan bersama di restoran. Saat Shi Yi mengomentari pasutri tadi dengan menggunakan kata-kata puitis, Zhousheng Chen mendadak muncul memuji pemilihan kata-kata Shi Yi barusan. Dia kebetulan mau makan di restoran ini juga.

Shi Yi begitu tercengang melihatnya sampai-sampai dia lupa untuk menyapanya sehingga Zhousheng Chen harus minta izin sendiri untuk duduk bersama mereka. Baru sadar, Shi Yi langsung memperkenalkan mereka semua.

Liu Shuai mengira kalau namanya adalah Zhou Shengchen, tapi ZhouSheng Chen dengan cepat mengoreksi bahwa nama marganya dobel, Zhousheng, jadi namanya cuma Chen. Shi Yi tampak jelas begitu terpesona pada Zhousheng Chen. Dia bahkan tidak banyak bicara dan terus melirik Zhousheng Chen dengan malu-malu.

Sayangnya pertemuan mereka terpotong dengan cepat saat asistennya Zhousheng Chen mendadak muncul untuk menyusulnya pergi ke seminar. Zhousheng Chen terpaksa harus pamit.

Melihat Shi Yi kecewa tapi tidak berani bersuara, Xiao Yu tiba-tiba berinisiatif memberitahu bahwa mereka ingin tamasya ke Kuil Qinglong dan mengajak Zhousheng Chen untuk ikut. Zhousheng Chen tidak langsung bilang iya, tapi dia janji akan datang jika hujan berhenti nanti.

Shi Yi mengaku pada Xiao Yu bahwa sejak kecil, dia sering memimpikan Chang'an (nama kuno dari kota Xi'an). Makanya dia selalu ingin datang ke kota ini. (Hmm, mungkin secara tak sadar dia memimpikan kehidupan masa lalunya)

Tuhan sepertinya merestui jodoh mereka. Keesokan harinya saat Shi Yi mengecek email-nya, dia mendapati email dari Zhousheng chen yang mengabarkan bahwa hujan sudah berhenti dan mengajaknya ketemuan di kuil Qinglong nanti siang.

Shi Yi sontak semangat 45 membangunkan Xiao Yu dan bergegas pergi. Saat Zhousheng Chen muncul dari atas tangga, Shi Yi lagi-lagi langsung kesengsem sampai Xiao Yu harus menegurnya untuk menyadarkannya.


Shi Yi lalu mengajak mereka masuk, tapi Xiao Yu langsung menyeret Liu Shuai pergi ke tempat lain biar kedua orang itu jalan-jalan berduaan. Mereka semakin banyak mengenal tentang satu sama lain dari perbincangan mereka, tentang apa saja persamaan yang mereka sukai dan perbedaan pekerjaan mereka

Zhousheng Shen menceritakan pekerjaannya yang cukup berbahaya, bahkan dulu pernah kejadian laboratoriumnya meledak. Untungnya waktu itu masih pagi dan belum ada seorang pun di sana, Zhousheng Chen pun selamat berkat bangun agak kesiangan.


Shi Yi begitu antusias mendengar ceritanya sampai dia tidak sadar ada ranting pohon di depannya. Untungnya Zhousheng Chen melihatnya dan sigap menjauhkan ranting itu sebelum mengenai wajah Shi Yi.

Usai jalan-jalan, Zhousheng Chen membawa mereka ke kedai teh tedekat sambil main poker. Tapi permainan itu sendiri dengan cepat berubah membosankan gara-gara Zhousheng Chen menang terlalu cepat dan mudah.

Melihat Shi Yi diam saja sambil melirik Zhousheng Chen, Xiao Yu yang harus angkat bicara menanyakan hal-hal remeh seperti, apa hobinya Zhousheng Chen. Zhousheng Chen mengaku kalau dia suka nonton drama, yang paling sering ditontonnya adalah film time travel 'A Step Into The Past'. Begitu seringnya dia nonton film itu sampai-sampai dia hapal setiap adegan dan dialog-dialognya. 

Mereka harus berpisah tak lama kemudian, dan tampak jelas keduanya sedih harus berpisah. Zhousheng Chen dan asistennya naik bis. Sedangkan Shi Yi cs memutuskan naik taksi. Tapi sampai beberapa lama, tidak ada satu pun taksi yang lewat. Zhousheng Chen sepertinya sudah menduga akan hal itu, makanya dia memesankan taksi untuk mereka dengan menggunakan HP asistennya, karena dia sendiri belum punya ponsel.

Hari itu, seorang wanita datang mencari Zhousheng Chen. Wanita itu adalah calon adik iparnya Zhousheng Chen yang datang untuk mengantarkan undangan pernikahannya dengan adiknya Zhousheng Chen. 

Tapi tampak jelas hubungan mereka berdua tidak biasa. Malah wanita itu terang-terangan berkata bahwa pria yang sebenarnya ingin dia nikahi adalah Zhousheng Chen dan bukan adiknya. Karena itulah dia masih bimbang dan ragu.

Zhousheng Chen menanggapinya dengan dingin, menyuruhnya untuk bicara langsung dengan calon suaminya saja jika dia punya keraguan tentang pernikahan mereka, dan bukannya datang kemari mencarinya. Wanita itu akhirnya pergi dengan kecewa.

Memperhatikan ekspresi wanita itu, asistennya Zhousheng Chen jadi penasaran akan hubungan mereka. Tapi Zhousheng Chen mengaku bahwa mereka tidak punya hubungan apa-apa. Si asisten lega mendengarnya, soalnya dia mencemaskan Shi Yi. Siapapun bisa melihat kalau Shi Yi tuh suka sama Zhousheng Chen. 

Malah menurut si asisten, Shi Yi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Zhousheng Chen sejak di bandara waktu itu. Dia juga yakin kalau perasaan Zhousheng Chen pada Shi Yi tidak biasa. Buktinya Zhousheng Chen bukan hanya menemani Shi Yi jalan-jalan, namun juga memanggilkan taksi untuknya.

Bersambung ke episode 2

Post a Comment

1 Comments

  1. Lanjut ya kakak... Jadi penasaran gimana selanjutnya..

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam