Sinopsis Mae Krua Kon Mai Episode 3 - 1

Keesokan harinya, Faidam melihat Nyonya Morn sedang menyiram kebunnya. Maka dia langsung usil mengageti Nyonya Morn yang sontak membalasnya dengan omelan.

Tapi di sisi lain, Nyonya Morn sebenarnya merasa bersalah pada Faidam atas tindakan putranya kemarin dan berharap Faidam tidak sakit hati karenanya.

"Saya tidak marah. Saya hanya penasaran apa salah saya? Dokter digigit bibirnya, saya kaget, makanya saya mendekat. Lalu kenapa Dokter mengutuki saya?"

Ah sudahlah, tidak usah diperpanjang lagi masalah itu. Ganti topik, Nyonya Morn penasaran ke mana Dao pergi kemarin siang? Waduh! Faidam bingung harus jawab apa yah... Kemarin dia... Oh! Ke rumahnya Wat.

Untungnya Nyonya Morn percaya dan sontak menoyor kepalanya dengan kesal. Faidam tuh tukang masak di rumah ini, bukannya tukang masaknya Wat. Cepat pergi belanja dan masak sekarang juga!

Faidam langsung minta duit buat belanja, tapi Nyonya Morn lagi-lagi, menolak ngasih duit sepeserpun. Ini hukuman buat Faidam gara-gara dia bolos kerja kemarin siang, dia cari cara sendiri saja bagaimana dia akan masak tanpa uang belanja. Oh yah, hari ini Nyonya Morn mau makan yang rada spesial, makanan Amerika.

Hadeh! Dasar Nyonya nyebelin. Tapi Dao mendadak mendapat ide bagus nan licik. Dan tak lama kemudian, berbagai makanan barat pun terhidang di meja.

Wah! Mewah banget makanan hari ini. Dari mana Faidam dapat duit untuk membuat semua makanan ini? Faidam pakai duitnya sendiri lagi?

Faidam menyangkal. Spaghetti-nya adalah sisa dari rumahnya Wat, sup kentangnya dari kentang busuk yang hampir dibuang di pasar, rotinya adalah dari roti kadaluarsa dari toko yang mau tutup, dan bacon-nya dia buat dari perut babi sisa di kulkas yang kemudian dia jemur di luar dan dikerubungi lalat (Aih! Jijik lah!).

Semua orang mendadak batal makan saking jijiknya. Nyonya Morn sampai mual-mual dan langsung meninggalkan meja makan. Param jelas kesal mengomeli Faidam dan mengingatkannya untuk minta uang darinya jika dia tidak punya uang untuk membeli bahan-bahan makanan, jangan malah melakukan hal semacam ini.

Faidam jadi merasa tak enak juga dan langsung mengejar Param untuk meminta maaf. Bukannya dia berniat membuat mereka makan makanan basi sih. Hanya saja, dia tidak berani minta duit sama Param.

"Tapi kau berani membuat makanan dari sampah?"

"Saya hanya takut melihat anda... menggigit bibir wanita lagi."

"Faidam!"

"Kalau Dokter masih marah sama saya, saya akan bekerja lebih keras sebagai kompensasi."

Dia mendadak lebay celingukan sana-sini dengan gaya lucunya, memastikan tak ada bahaya bak seorang bodyguard, bahkan mobilnya Param pun tak luput dari inspeksinya. Yah, siapa tahu tiba-tiba ada orang datang, terus menggigit bibirnya Param lagi, kan bahaya. Pfft!

"Buka saja pagarnya, aku mau berangkat kerja."

Tepat setelah Param pergi, Dao malah melihat mobil kakaknya datang. Waduh, gawat! Dia langsung bergegas masuk mencari Taew, tapi Taew malah tidak ada di mana-mana... soalnya Taew lagi sibuk pacaran sama Buap, pembantunya Wat, tepat di sesemakan yang memisahkan kedua rumah mereka.

Pacarannya cringe banget deh, saling nge-gombal pada satu sama lain dengan berbagai macam kata-kata gombal yang bikin merinding bulu roma. Bibir mereka hampir bertemu saat tiba-tiba saja Faidam menarik Taew turun dan langsung menyeretnya kembali ke rumah.

Faidam mengklaim bahwa dia ada urusan mendesak yang harus segera dia tangani, jadi dia meminta Faidam untuk melindunginya biar tidak ketahuan Nyonya Morn.

Taew menolak awalnya, apalagi sekarang masih pagi, Nyonya Morn belum tidur. Tapi begitu Faidam menawarkan beberapa lembar uang, Taew langsung berubah pikiran dan bersedia membantu.

Satu lagi yang Faidam minta dari Taew. Dia menunjuk Oab yang sedang ngobrol sama Pon dan meminta Taew untuk langsung meneleponnya jika pria itu sudah pergi nanti. Tak curiga apapun, Taew langsung saja mengiyakannya.

Jadilah Taew hari mengawasi mereka dari balik semak, menyaksikan Oab yang nge-gombalin Pon. Tapi tiba-tiba saja Pon beranjak bangkit, mau memanggil Faidam untuk membuatkan kudapan buat Oab.

Waduh! Parahnya lagi, Nyonya Morn juga langsung memanggil-manggil Faidam. Jadilah Taew yang datang memenuhi panggilan Nyonya Morn sambil beralasan bahwa Faidam tidak bisa datang karena lagi... diare akut, bau banget, parah banget, tadi sudah minum obat dan sekarang sudah tidur, makanya dia tidak bisa datang.

Tapi Nyonya Morn jadi khawatir dan langsung beranjak bangkit mau mengecek Faidam. Gawat! Taew langsung panik mencegah Nyonya Morn yang mau buka pintu toilet dengan alasan Faidam diarenya parah banget-nget-nget-nget.

Nyonya Morn sontak ngakak mendengarnya. Sukurin! Itu karma 4G, kilat banget. Salah Faidam sendiri tadi ngasih mereka makanan basi. Nyonya Morn jadi tambah ngebet ingin melihat mukanya Faidam biar dia bisa menertawai Faidam habis-habisan.

Tapi Taew terus berusaha mencegahnya sambil terus berusaha meyakinkan Nyonya Morn bahwa Faidam diare nonstop, baunya busuk setengah mampus, beracun banget deh pokoknya. Kalau Nyonya Morn masuk, dia pasti bakalan pingsan.

Untungnya Nyonya Morn percaya dan akhirnya menyerah juga. Fiuh! Syukurlah. Taew lega. Tapi ke mana sih perginya si Faidam itu?

Dao pergi menemui bibinya dan memintanya untuk merahasiakan keberadaannya di sini dari keluarganya. Tapi dia bingung harus beralasan apa... hingga akhirnya dia asal saja nyeletuk kalau dia pecandu narkoba yang mau tobat. Pfft! Si bibi sampai shock mendengarnya.

Dia beralasan kalau dia sedang melakukan terapi sekarang, tapi dia tidak mau ada orang yang tahu, makanya dia kabur dan merahasiakan semua ini dari keluarganya. Jika mereka tahu, mereka pasti kaget.

Dao tidak mau mereka khawatir, makanya dia meminta Bibi untuk merahasiakannya juga dari keluarganya. Bibi bilang saja dia sudah punya pekerjaan di mana gitu. Bilang sama mereka bahwa dia akan datang berkunjung sesekali. Untungnya bibi dengan polosnya mempercayainya dan langsung setuju.

Tepat setelah itu, Faidam ditelepon Nick yang mengundangnya untuk datang ke kantor untuk mendiskusikan kerjaan. Ada klien baru yang membutuhkan jasa mereka untuk mendekorasi interior kondominiumnya.

Sementara itu, Param sedang berusaha menangani pasiennya yang sedang sesenggukan karena patah hati. Err... entah patah hati beneran atau nggak karena tiba-tiba saja dia berhenti menangis lalu mulai menggoda Param, bahkan terang-terangan nembak Param saat itu juga. Wkwkwk!

Param jadi bingung tak tahu harus bagaimana menghadapinya. Namun untungnya Rika datang saat itu. Param jadi punya alasan untuk menjauhi si pasien dan memintanya untuk menunggu di luar.

Si pasien akhirnya keluar juga sambil melirik Rika dengan sebal. Rika langsung sok mesra mau menggandeng Param, tapi Param tak nyaman dan langsung mundur.

Pantang menyerah, Rika malah tambah merangkul Param sambil mengaku bahwa dia datang karena dia butuh nasehat. Tapi bukan nasehat medis, dia butuh bantuan Param untuk membuat keputusan terhadap sesuatu dan mengajak Param pergi bersamanya sekarang juga.

Param berusaha menolak, tapi Rika pantang menyerah, malah terkesan memaksa Param untuk pergi bersamanya dengan alasan sebagai kompensasi atas sikap Faidam padanya kemarin.

Dan itu langsung berhasil membuat Param jadi merasa bersalah padanya hingga akhirnya dia menyerah dan setuju pergi bersamanya. Rika pun senang.

Bersambung ke part 2

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam