Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 20 - 3 [END]

 Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 20 - 3 [END]

Yi Zhou akhirnya datang saat itu juga dan Ah Nan kontan menempelkan senjatanya ke leher Xia Lin. "Jangan mendekat! Ling Yi Zhou, bagaimana rasanya dikhianati oleh ibu kandungmu sendiri?"


"Kalau kau sudah tahu, lalu kenapa kau masih melakukan ini. Sudah tidak ada untungnya balas dendam padaku lagi."

"Aku berniat menghancurkan hidupmu biar wanita itu menderita, sungguh tak kusangka kalau ternyata dia tidak sedikitpun peduli padamu. Ternyata kita sama, sama-sama orang yang dicampakkan."

Xia Lin tidak setuju, Yi Zhou tidak sama seperti Ah Nan yang memilih jalan sesat dan membenci dunia. "Sedangkan Ling Yi Zhou memilih untuk melupakan masa lalu dan merangkul kehangatan yang diterimanya sekarang."

"Satu-satunya sumber kehangatanku sudah dihancurkan oleh wanita itu!"

"Apa sebenarnya yang kau inginkan? Katakan saja."

"Aku punya rencana."

"Katakan."

"Karena kita punya musuh yang sama, bagaimana kalau kita bekerja sama?"

"Kau mau kita bekerja sama bagaimana?"


Pertama, Ah Nan ingin melarikan dari kota ini dengan aman, lalu mereka berdua bisa bekerja sama untuk menghancurkan wanita itu. Dan untuk memastikan kerja sama mereka berjalan mulus, Ah Nan menuntut Xia Lin untuk ikut bersamanya sebagai sandera.

Yi Zhou jelas tidak setuju dengan syarat terakhir, syarat yang lain dia bisa menyetujuinya, tapi lepaskan Mumu.

"Ling Yi Zhou! Kau tidak punya hak untuk menawar denganku." Ah Nan kontan murka mendorong Xia Lin ke pohon. Yi Zhou jadi panik dan langsung saja menyetujuinya.


Tiba-tiba terdengar suara sirene polisi dari kejauhan. Ah Nan jadi semakin emosi mengira Yi Zhou memberitahu polisi. Yi Zhou menyangkal. Mereka pasti mengetahuinya sendiri karena Ah Nan menculik Xia Lin dari acara premiere filmnya.

"Cepatlah lari dan tinggalkan dia, aku akan membantumu."

"Haruskah aku menumpahkan darah biar kau menyadari situasi sekarang ini?!"

"Beri aku waktu untuk berpikir!"

"Sebaiknya kau beri aku jawaban yang memuaskan atau kusayat wajahnya di hadapanmu!"

Xia Lin berusaha mengingatkan Ah Nan akan ibu kandungnya. Beliau pasti melihatnya dari surga, beliau pasti tidak ingin Ah Nan menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk membalas dendamnya.

Bukankah sangat disayangkan kalau suatu hari Ah Nan menghilang dari dunia ini dan tidak ada seorangpun yang akan merindukannya ataupun berduka untuknya.

"Tutup mulutmu! Daripada menyia-nyiakan waktu untuk membujukku, lebh baik kau membujuk Ling Yi Zhou untuk bekerja sama denganku!"


Dan tepat saat itu juga, sebutir peluru melesat mengenai bahunya. Polisi dan Chu Yan akhirnya tiba dan mereka pun segera menangkap Ah Nan.


Yi Zhou langsung memeluk Xia Lin, sementara polisi membawa Ah Nan pergi. Chu Yan sampai jadi canggung karena harus jadi obat nyamuk sendirian. Dia langsung berdehem untuk menarik perhatian mereka. Xia Lin heran, kenapa Chu Yan di sini?

"Apa maksudmu 'kenapa aku ada di sini'? Dasar tidak tahu terima kasih. Kalau bukan aku yang membawa polisi, kalian berdua pasti sudah mati sekarang. Apa kalian baik-baik saja?"

"Kami baik-baik saja."

"Aku sebenarnya ingin menemanimu, tapi kau tidak mau. Malu, yah?"

"Aku tidak akan bisa menyelamatkan kalian berdua."

Chu Yan jelas kesal mendengar keangkuhan sahabatnya yang satu itu. Untung saja Xia Lin cepat-cepat menengahi mereka dengan mengucap terima kasih pada Chu Yan.


Suatu hari, Chu Yan menunggu sendirian di restoran untuk bertemu Nona Ai. Tapi sampai beberapa lama, si Nona Ai belum datang-datang juga dan Chu Yan langsung menelepon Ayahnya untuk protes.

Tuan Chu santai. Para gadis kan biasanya butuh waktu untuk dandan. Chu Yan tidak mau tahu, si Nona Ai sudah cukup mengecewakannya. Dia cuma akan ngasih dia waktu 10. Kalau Nona Ai masih juga belum datang, Chu Yan bakalan pergi.


Seorang wanita akhirnya datang tak lama kemudian lalu duduk di meja sebelah. Tapi Chu Yan malah kaget mendapati dia adalah Xiao You yang hari ini berdandan sangat cantik.

"Kau benar-benar jadi seorang putri. Eh, apa yang terjadi di rumah sakit waktu itu? Ke mana orang-orang yang mengejarmu itu?"

"Ayahku menyuruhku tinggal bersamanya."

"Aku menjenguk ibumu, tapi sepertinya dia tidak tahu menahu tentang masalah ini?"

"Ibuku tidak pernah suka aku berhubungan dengan mereka, mana berani aku memberitahunya."

"Tapi kebohongan putih tetap saja kebohongan."

"Aku bukan bermaksud merahasiakannya, aku hanya tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya pada ibu."

"Tapi kau masih punya mood untuk minum teh di sini."

Xiao You langsung mengedikkan kepala pada kedua pengawal yang berjaga di depan, dia dipaksa datang kemari. Melihat itu, Chu Yan langsung menawarkan bantuannya untuk membantu Xiao You kabur dari mereka.

"Kita akan lari dalam hitungan ketiga."


Tapi bahkan sebelum Chu Yan sempat menghitung sampai tiga, Xiao You sudah lari duluan. Kontan kedua pengawalnya langsung mengejarnya, tapi Chu Yan bertindak cepat menghalangi mereka lalu mereka melarikan diri bersama-sama sambil bergandengan tangan bak pasangan yang lagi kencan.


Chu Yan pulang malam harinya dan langsung menemui ayahnya. Dia tampak ragu sesaat sebelum akhirnya memantapkan hati untuk memberitahu Tuan Chu bahwa dia sudah membuat keputusan.

Dia sudah memutuskan untuk berhenti dari dunia entertainment untuk masuk ke perusahaan dan mengambil alih posisi CEO. Hah? Tuan Chu heran, bukankah selama ini Chu Yan tidak suka berurusan dengan segala hal yang berhubungan dengan bisnis.

"Kenapa kau tiba-tiba datang dan menawarkan dirimu sendiri padahal aku tidak memaksamu? Apa seseorang memprovokasimu?"


"Bukankah aku sudah ditolak sama Nona Ai. Dia memalingkan muka dari wajahku yang sangat tampan ini. Bukankah seharusnya aku menunjukkan kemampuanku untuk memenangkan kembali kehormatanku?"

Tuan Chu tambah bingung. Nona Ai PHP-in Chu Yan? Tapi Tuan Chu dengar kalau Chu Yan tadi ngobrol lama dengan Nona Ai lalu mereka melarikan diri bersama-sama sambil gandengan tangan. Kok sekarang Chu Yan ngomongnya malah beda dari kabar yang dia dengar?

Chu Yan kaget sekaligus senang. Jadi gadis yang dia bawa kabur tadi Nona Ai? Jadi Xiao You itu... Nona Ai?


Beberapa bulan berlalu, hari ini semua orang berkumpul di ruah keluarga Ling untuk merayakan sebuah pesta. Xia Lin yang sekarang perutnya sudah besar, tiba-tiba muncul dengan membawa baju bayi cewek buat Pi Dan, bahkan menyuruh Yi Zhou untuk memakaikan baju ini ke Pi Dan.

"Pi Dan tuh cowok. Lagipula apa baju ini tidak kekecilan buat dia?"

"Bukankah kau lebih suka anak cewek? Kalau kau memakaikan ini padanya, kita bisa merasa memiliki putri kecil di rumah. Bagaimana?"

Hmm, ide yang bagus. Yi Zhou langsung mengajak Pi Dan masuk untuk memakaikannya baju itu.


Xia Lin langsung mengalihkan perhatiannya ke Chu Yan dan Xiao You yang tampak sedang nempel berdua. Mereka lagi ngapain?

"Kami sangat sibuk, tidak sepertimu." Nyinyir Chu Yan lalu pergi.

Xia Lin langsung menginterogasi Xiao You tentang perkembangan hubungan mereka berdua. Xiao You dengan malu-malu mengklaim kalau mereka cuma teman... tapi dengan tambahan kedua ayah mereka yang merupakan teman lama.

"Banyak hubungan pria dan wanita yang dimulai dari pertemanan. Aku sangat mendukungmu loh."


"Hei, kalian lagi ngobrolin apa?" Chu Yan mendadak menganggu.

Xiao You cepat-cepat menghindar dengan alasan mau menyiapkan wine. Chu Yan curiga, apa Xia Lin sedang berusaha menghancurkan image-nya di hadapan Xiao You.

"Memangnya kau punya image untuk dihancurkan?" Tapi bahkan sebelum Chu Yan sempat protes, Xia Lin dengan cepat mengucap selamat untuknya karena berhasil memenangkan penghargaan aktor paling populer.

Chu Yan kontan bangga. Tapi Xia Lin dengan cepat merusak kebahagiaannya dengan mengklaim kalau semua itu berkat skenario-nya Fei Fei, jadi jangan sombong deh.

"Kurasa kau cuma cemburu padaku. Setelah bekerja keras selama 2 tahun, kau masih belum jadi apapun. Kurasa kau tidak akan pernah memenangkan aktris paling populer tak peduli sekeras apapun kau berusaha."


Xia Lin kontan kesal mau menendangnya sampai Fei Fei harus bertindak untuk mencegahnya. Dia tuh lagi hamil, tenang dikit dong. Eh, ngomong-ngomong, apa dia lihat Wen Li?

"Dia mungkin sedang membicarakan pekerjaan dengan Ling Yi Zhou."

"Dasar workaholic, masih saja memikirkan pekerjaan saat ada acara semacam ini."

Ngomong-ngomong, karena filmnya Fei Fei berhasil menjadi nominasi award, Fei Fei usul agar mereka menghadiri acara award itu bersama-sama nanti. Xia Lin mau saja sih, tapi dengan kondisi perutnya seperti ini, memangnya bakalan ada baju yang cocok untuknya?

"Please deh. Bos Ling pasti akan membantumu mendapatkan baju apapun yang kau inginkan."

Wen Li akhirnya turun, ada apa Fei Fei mencarinya? Fei Fei langsung mengajaknya masuk untuk mengambil botol wine.


Nenek yang terakhir datang, semua orang kecuali Wen Li mulai berkumpul di meja makan. Ternyata pesta hari ini adalah pesta ulang tahun pernikahan Yi Zhou dan Xia Lin tahun kedua.

Semua orang pun bersulang untuk merayakannya, tapi tentu saja Xia Lin dilarang minum. Xiao You penasaran kapan dia akan melahirkan? Xia Lin mengaku kalau sebenarnya sekarang ini sudah lewat, jadi bayinya bisa saja datang setiap saat.

"Kurasa bayi ini cukup pintar, dia tidak mau datang lebih cepat biar tidak perlu melihat kedua orang tuanya mesra-mesraan." Goda Chu Yan.

"Aih! Cowok jomblo selalu melihat apapun yang dilakukan orang lain sebagai ungkapan kasih sayang." Balas Yi Zhou.



Nenek tanya kapan Chu Yan akan menikah, Nenek sangat menantikan pernikahannya loh. Chu Yan malu, dia juga ingin segera menikah sih, tapi... dia ini terlalu hebat sampai dicintai begitu banyak orang. Kalau dia cepat-cepat menikah, bakalan banyak wanita yang patah hati.


Fei Fei baru sadar saat itu, ke mana Wen Li? Baru diomongin, tiba-tiba saja terdengar suara petikan gitar dan suara Wen Li yang menyanyikan lagu cinta untuk Fei Fei lalu berlutut di hadapannya. OMO! Dia melamar Fei Fei.

Fei Fei pun lari ke dalam pelukannya dan semua orang kontan bersorak menyuruh Wen Li menc**m tunangannya. Wen Li pun menc**m Fei Fei... saat tiba-tiba saja Xia Lin berteriak kesakitan. Bayinya mau lahir!


Semua orang kontan panik mengerubunginya dan memberinya semangat. Yi Zhou-nya malah kesenangan bakalan jadi papa bentar lagi. Xia Lin sampai protes, dia lagi kesakitan setengah mati, Yi Zhou malah senyam-senyum!

Epilog:


Yi Zhou baru keluar dan langsung diserbu para wartawan yang amembombardirnya dengan segudang pertanyaan. Apa benar dia akan masuk Hollywood? Katanya Chu Yan mau punya pacar, lalu bagaimana perkembangannya? DLL.

Tepat saat itu juga, Xiao You datang dengan mengendarai sepeda motornya. Chu Yan sengaja tidak mengacuhkan semua pertanyaan itu, malah mengumumkan kalau temannya sudah datang menjemputnya.

Dia dengan santainya melewati kerumuman wartawan itu dan langsung naik ke motornya Xiao You yang jelas saja membuat para wartawa itu makin heboh.

Bagaimana dengan Bos Ling?


Puahahaha! Dia jadi baby sitter sekarang. Saat para pegawainya sedang sibuk rapat, dianya malah sibuk menenangkan bayinya yang nangis terus sepanjang rapat berlangsung sampai dia terpaksa harus membawanya pergi.

Sang ibu baru datang saat mereka keluar. Sepertinya Nyonya Bos sekarang berubah jadi Bos, Yi Zhou bahkan memanggilnya Bos dan melapor bahwa laporan semester kedua perusahaan sudah keluar

"Bos silahkan mengeceknya."

"Tidak bisa sekarang. Aku lulus audisi, jadi aku mau syuting."

"Lagi?"

"Tapi demi putra kita, kau boleh ikut."

"Terima kasih, Bos!"

***

Katanya sih bakalan ada season 2-nya, tapi nggak tahu juga benar nggak-nya. Sebenarnya agak ragu juga, ini aja endingnya udah perfect lah, mau dibuat konflik gimana lagi? Season 1 ini aja udah penuh konflik. Mulai dari penyakit mematikan, penipuan, hilang ingatan, hipnotis, penculikan, percobaan pembunuhan, konflik keluarga, perebutan perusahaan, udah komplit deh. Takutnya malah kecewa dan nggak sebagus season pertamanya. Ah, entahlah. Kita lihat saja nanti.

Thanks for reading, guys. Makasih sudah banyak ngasih aku semangat sampai aku nyelesain drama ini. Sampai jumpa di drama-drama lainnya yah ^^

TAMAT

13 komentar:

  1. Makasih sinopsis y kak,lanjutin sinopsis i haer you y dong kak sampai selesai,makasih.

    ReplyDelete
  2. Thanks,yg lain dilanjutkan lg ya,semangat!!!!

    ReplyDelete
  3. Ini mmg drama yg g tlalu panjang dg begitu banyak konflik..bagusny, konflikny selesai tanpa banyak episode..makin manis dg roman & happy ending ny..dg gaya tulisan mb imma yg mudah diterima..bikin drama ini tambah susah move on..terima kasih...dtunggu karya selanjutny

    ReplyDelete
  4. Makasih mbak ima buat sinopsinya, tetap semangat untuk sinopsis selanjutnya.

    ReplyDelete
  5. Makasih min....di tunggu sinopsis selanjutnya...

    ReplyDelete
  6. Akhirnya selesai juga, semangat tulis sinopsis yang lain mba.

    ReplyDelete
  7. My beloved Mimin, makasih akhirnya selesai juga ini drama, menurut ku sh drama ini banyak romance jadi tiap konflik yang datang hanya sekedar bumbu.

    ReplyDelete
  8. Akhirnya selesai jugak .ni drama aku ska bnget ending nya juga lumayan .makasih di tunggu drama yg selanjutnya

    ReplyDelete
  9. Selessi juga akhirnya,tak tunggu sinopsis selanjutnya,terima kasih.....semangat

    ReplyDelete
  10. Huhu akhirnyaaa tinggal nunggu sub indo dramaya ini hihihi

    ReplyDelete
  11. Mudah2an ada sesion ke 2 nya,sukaa ceritanya 😍

    ReplyDelete