Sinopsis You Are My Hero Episode 19 - 2

Di rumah sakit, Dokter Shao dan Yan Shan sedang membahas penyakit pasien saat Mi Ka datang untuk memberitahu Yan Shan tentang perkembangan kondisi seorang pasien.

Mumpung Mi Ka di sini, Dokter Shao langsung mengundangnya untuk ikut membahas penyakit yang sedang mereka diskusikan, dia bahkan mengajak Mi Ka untuk ikut dalam operasi penyakit ini besok. Mi Ka jelas langsung setuju dengan senang hati. Yan Shan yang tidak senang, tapi tak ada yang bisa dilakukannya.

Mi Ka melihat brosur produk klip aneurisma terbaru di mejanya Dokter Shao dan langsung tertarik menanyakan tentang itu. Dokter Shao mengaku kalau dia hanya sedang membantu seorang temannya melihat-lihat produk ini.

Setelah Mi Ka pergi, Dokter Shao terus terang tidak setuju dengan Yan Shan yang cuma memberikan pekerjaan remeh pada Mi Ka. Dia memberitahu Yan Shan bahwa biarpun Mi Ka pernah meninggalkan Departemen Bedah Saraf selama beberapa waktu, tapi Mi Ka punya kemampuan untuk menangani sendiri beberapa pasien.

Yah dia tahu kalau Yan Shan sangat bertanggung jawab. Tapi dia bisa lebih santai jika dia berbagi beberapa pekerjaan dengan rekan kerjanya. Yan Shan terpaksa mengiyakannya saja walaupun dia tidak rela.

Chen Tao kebetulan lewat saat itu dan langsung mengajak Yan Shan untuk nonton festival musik nanti malam. Yan Shan mengiyakannya, tapi sepertinya dia tidak serius.

Di markas SWAT, Komandan Hao memanggil Ke Lei ke kantornya karena mereka kedatangan Zhuang Zhi Wen - Kapten dari Tim Penyerbu Panter. Karena kedua tim adalah tim penyerbu unggulan di provinsi mereka ini, jadi kedua tim mereka akan latihan bersama. Ini latihan persahabatan, tapi Zhuang Zhi Wen terus terang menganggap ini persaingan dan menantang Ke Lei untuk tanding.

Pertandingan kedua timpun dimulai. Dalam sesi menembak telur, tim harimau unggul tipis. Pertandingan kedua adalah menembak target kincir angin, Ke Lei berhasil menembak 5 sasaran dalam waktu 5 menit, sedangkan Zhi We meleset satu tembakan.

Walaupun dia mengakui bahwa target kincir angin itu cukup menarik, tapi dengan sinis dia meragukan keefektifan latihan ini di medan perang yang sesungguhan.

"Pertempuran yang sesungguhnya juga boleh." Balas Li Nian.

Ke Lei buru-buru meredakan ketegangan dengan mengakhiri sesi latihan ini dan mengajak tim Panter semua untuk makan dulu lalu menyuruh Luo Ting untuk mengantarkan tim Panter.

Wen Bo akui bahwa standar tim Panter memang lumayan bagus. Li Nian sinis, memangnya kenapa kalau bagus? Toh mereka tetap kalah.

"Kau ini tidak melakukan apapun seharian, tapi mulutmu jago berceloteh." Omel Ke Lei.

Menurut Wen Jing, Zhou Zhi Wei itu jelas tidak mau kalah dari Ke Lei, jelas-jelas dia datang untuk menantang Ke Lei. Ke Lei menegaskan bahwa apapun tujuan kedatangan Zhi Wei itu tidak penting, yang penting mereka harus melayani tim Panter dengan baik sesuai perintah Komandan Hao. Jadi mereka semua harus bersabar, terutama Li Nian.

Tapi saat mereka makan malam tak lama kemudian, malah Ke Lei sendiri yang tidak sabaran untuk melahap makan malamnya. Tim Harimau sampai heran melihatnya makan secepat itu.

Tiba-tiba HP-nya berbunyi, ada pesan masuk dari Mi Ka yang mengabarkan kalau dia sudah pulang. Ke Lei langsung membalasnya dengan senyum sumringah dan sontak mengakhiri makan malamnya lalu bergegas pergi secepat kilat dan penuh semangat sampai dia melupakan kunci kantornya.

Ternyata dia mau video call sama Mi Ka. Tapi alih-alih ngomongin hal-hal romantis, mereka malah berlomba praktek keahlian masing-masing. Mi Ka berlatih mengupas cangkang telur mentah tanpa merusak membran-nya, sedangkan Ke Lei berlatih merangkai beras dengan benang. Keduanya selesai pada saat yang bersamaan, dan berhubung tak ada yang mau mengalah, maka Mi Ka pun menyatakan bahwa mereka seri.

"Keinginan menangnya begitu kuat. Wanita tangguh." Gumam Ke Lei keheranan.

"Kau bilang apa?"

Ke Lei buru-buru menyangkal dan langsung ganti topik menanyakan tujuan mengupas cangkang telur mentah. Mi Ka memberitahu bahwa struktur selaput otak manusia itu sangat mirip telur mentah yang sangat rapuh, makanya dokter bedah saraf harus bisa mengupas telur mentah secara utuh tanpa merusak membrannya.

Ke Lei memberitahu bahwa tujuannya merangkai beras dengan benang adalah untuk melatih konsentrasi karena biasanya target mereka sangat jauh dan kecil, jadi mereka harus terus fokus pada satu titik.

Mi Ka penasaran dengan mainan-mainannya Ke Lei. Ke Yao bilang bahwa mainan-mainan itu adalah kekasihnya Ke Lei.

"Karena ada ceritanya." Aku Ke Lei.

"Cerita apa?"

"Cerita masa remaja. Hal-hal semacam itu."

Oh! Ke Lei tahu, Mi Ka tertarik ingin mengetahuinya. Mi Ka sok menyangkal, tapi ujung-ujungnya dia malah minta Ke Lei untuk menceritakannya. Katanya tidak tertarik?

Wen Bo berniat mau mengembalikan kuncinya Ke Lei, tapi saat dia membuka sedikit pintu kamarnya Ke Lei, dia malah melihat Ke Lei sedang video call sama Mi Ka dan bertanya apakah Mi Ka merindukannya.

Wen Bo jadi tak ingin mengganggu dan berniat mau pergi. Tapi Li Nian dan yang lain malah penasaran dan langsung mengintip, akhirnya Wen Bo juga ikutan mengintip.

Mi Ka malu banget mendengar pertanyaan blak-blakan itu, tapi Ke Lei maksa. Akhirnya dia mengaku kalau dia rindu dikit, dikit aja. Bagaimana dengan Ke Lei, apa Ke Lei merindukannya.

"Rindu, sangat rindu."

Iih! Li Nian geli mendengar kapten mereka yang biasanya galak, ternyata berhati lembut juga. Tapi saking antusiasnya mengintip, mereka jadi dorong-dorongan dan akhirnya jatuh berkelimpungan ke kamarnya Ke Lei. Mi Ka sampai kaget hingga dia gagal mengupas telur keduanya.

Bukannya pergi, mereka malah menyapa Mi Ka dengan antusias. Ke Lei jelas kesal, ngapain mereka kemari. Wen Bo mengaku kalau dia cuma mau mengantarkan kunci. Mi Ka malu banget dan akhirnya memutuskan sambungan mereka.

Habis sudah kesabaran Ke Lei dan langsung menyerang Li Nian, tapi apalah dayanya melawan keempat anak buahnya yang langsung menggotongnya beramai-ramai.

Ke Yao mendapat pesan dari Dokter Shao yang memberikan komentarnya tentang produk klip aneurisma-nya Ke Yao. Maka sebagai ungkapan terima kasih, Ke Yao berjanji akan mentraktirnya lain kali. Tapi dia sekalian dia sengaja memanfaatkan alasan itu untuk bertemu Dokter Shao dengan alasan bahwa ada yang ingin dia tanyakan lagi.

Dokter Shao mengaku bahwa dia sibuk operasi belakangan ini, jadi dia meminta Ke Yao untuk datang ke rumah sakit saja. Ke Yao langsung setuju, dia akan datang besok.

Chen Tao sudah menunggu dengan membawa sebuket bunga, jelas bermaksud untuk menyatakan cintanya pada Yan Shan. Tapi bahkan sampai beberapa lama, Yan Shan malah tidak datang-datang.

Akhirnya dia mencoba mencari Yan Shan ke rumsha sakit. Dia memang masih ada di sana. Tapi dia malah mendengar Yan Shan mengajak Dokter Shao makan malam bersama. Dokter Shao setuju dan mereka pun pergi bersama. (Kasihan Chen Tao) Patah hati, Chen Tao akhirnya membuang bunganya ke tong sampah.

Keesokan harinya, Ke Yao bertemu dengan Dokter Shao di cafe rumah sakit dan mereka langsung to the point membahas klip aneurisma itu. Tapi tujuan utama Ke Yao mencarinya adalah untuk membahas tentang Akademi Spider, sebuah akademi medis yang bergerak dalam mengembangkan ilmu medis sekaligus memproduksi peralatan medis sendiri.

Perusahaan itu hendak membuka cabang di Cina dan sedang mencari perusahaan yang cocok untuk bekerja sama. Ke Yao berpikir untuk memperjuangkannya, tapi dia ingin mendengar pendapat Dokter Shao dulu.

Dokter Shao setuju, apalagi akademi medis ini punya banyak cabang di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang sistem medisnya lebih maju. Akan sangat bagus jika Ke Yao bisa bekerja sama dengan akademi itu.

Ke Yao juga berpikir begitu. Akademi Spider ini berencana mencari beberapa ahli dan fasilitas kesehatan di dalam negeri untuk bekerja sama dan membantu mereka menjalankan pelatihan teknis kelas dunia.

Karena itulah Ke Yao menyarankan agar Rumah Sakit Renxin untuk bekerja sama dengan mereka. Dokter Shao tak yakin, mereka mau-mau saja bekerja sama, tapi itu artinya mereka juga harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli peralatan akademi itu.

Dan lagi, urusan membeli peralatan rumah sakit itu bukan dia yang menangani. Tapi jangan khawatir, Dokter Shao pasti akan membantu apa saja yang bisa dia bantu. Tepat saat itu juga, Mi Ka tak sengaja lewat dan langsung penasaran melihat mereka bersama.

Bersambung ke episode 20

Post a Comment

3 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam