Sinopsis Perfect and Casual Episode 7 - 2

Malam harinya, Shi Nian mulai mengemasi barang-barangnya Yun Shu dengan sedih. Sementara Yun Shu menanyai Yun Lan tentang apa sebenarnya pernikahan itu.


Menurut Yun Lan, pernikahan itu adalah saat si pria tidak akan merepotkannya. Juga harus membuatnya kagum, setidaknya ada sesuatu yang bisa dia pelajari dari pria itu. Secara finansial, pria itu juga harus mampu memberinya makan.

"Saat aku bersama Pak Zhang, aku yang selalu merepotkannya. Setiap kali aku melakukan kesalahan, dia membantuku menyelesaikan akibatnya. Ada banyak hal berharga dalam dirinya yang bisa kupelajari. Pendapatannya juga bisa menghidupiku. Jadi masalah perasaan, bukan masalah utama. Jadi kenapa dia tidak boleh?"

"Jadi ini yang kau pelajari darinya? Menjebakku?"

Yun Shu menyangkal. Biarpun sekarang dia tidak tahu banyak hal tentang pernikahan, tapi dia merasa pernikahan adalah pertanyaan pilihan ganda dan bukannya pertanyaan benar atau salah. Yun Lan heran mendengarnya, apakah itu artinya Yun Shu menyukainya?

"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak menyukainya." Sangkal Yun Shu.

Yun Lan tak percaya. Yu Shu tidak perlu menjadikan masalah rumah sebagai alasan. Kalaupun uangnya tidak kembali, mereka bisa mengajukan klaim. Jadi jika bukan karena masalah rumah, lalu apa alasannya?

"Sebenarnya, aku juga tidak tahu kenapa. Tapi aku hanya berpikir bahwa sejak kecil, kakak sudah membuat banyak pilihan untukku. Tapi untuk pertanyaan kali ini, aku ingin memberikan jawabanku sendiri. Biarkan aku kembali dan menemuinya."

Yun Lan jelas tak senang mendengarnya. Tapi baiklah. Yang penting dia sudah mengatakan apa yang seharusnya dia katakan. Jika Yun Shu masih bersikeras mau kembali ke Shi Nian, maka dia tidak berhak untuk mengikatnya.

Tapi dia menolak pergi ke pernikahan mereka karena baik sebagai kakaknya maupun sebagai pengacaranya, dia tetap tidak setuju dengan perjanjian pernikahan itu.

Keesokan harinya, Yun Shu bangun pagi-pagi sekali. Dalam hatinya, dia benar-benar minta maaf pada Yun Lan karena memutuskan untuk memilih jalan ini. Apakah nantinya dia akan menyesalinya atau tidak, tapi dia tetap ingin menjalaninya.

Yun Shu pun pergi diam-diam, padahal sebenarnya Yun Lan sudah bangun. Tapi Yun Lan diam saja dan membiarkannya pergi.

Saat Shi Nian tiba di rumah sakit, dia mendapati Kakek sedang senang karena sedang nonton dramanya Lu Yu yang bertema tentang pernikahan. Kakek jadi semakin antusias menantikan pernikahan cucunya besok. Pernikahan mereka harus lebih nyata daripada drama TV ini.

Shi Nian jadi galau. Dengan hati-hati dia memberitahu Kakek bahwa ada sesuatu yang ingin dia beritahukan pada Kakek tentang pernikahan besok.  "Mungkin pernikahan besok tidak akan bisa..."

Belum juga dia sempat melanjutkan, tiba-tiba Yun Shu muncul saat itu juga dengan wajah ceria. Kakek langsung sumringah melihatnya, Kakek penasaran apakah akan ada perubahan dengan pernikahan besok.

Yun Shu menyangkal. "Pernikahan besok tidak akan berubah dan akan diadakan sesuai jadwal."

Shi Nian kaget. Kakek lega mendengarnya, dia hampir ketakutan setengah mati, dia kira terjadi sesuatu. Shi Nian diam-diam menundukkan kepalanya, mengisyaratkan ucapan terima kasih pada Yun Shu.

Keesokan harinya, mereka berkendara bersama ke tempat pernikahan mereka. Tapi di tengah jalan, Yun Shu malah bingung karena jalan ini jelas bukan jalan menuju ke tempat pernikahan mereka. Apa Shi Nian mengubah tempat pernikahan mereka?

"Aku tahu ini selalu menjadi keinginanmu. Aku ingin membantumu." Ujar Shi Nian.

Yun Shu terharu. Apalagi tempat pernikahan mereka sekarang adalah gereja di tepi pantai impian Yun Shu. Kedua sahabatnya juga datang.

Yun Shu masih juga belum ganti baju padahal si pengantin pria sudah siap dan tampak begitu tampan saat dia menyuruh Yun Shu untuk bersiap sekarang karena para tamu sudah datang. Yun Shu terpesona. Buru-buru menguasai diri, Yun Shu terlebih dulu memperkenalkan kedua sahabatnya pada Shi Nian.

Tapi alih-alih menjabat tangan Shi Nian, Lin Nuo mendadak sok akrab mengecup pipi Shi Nian kanan dan kiri lalu memanggilnya kakak ipar. Pfft! Walaupun sebenarnya Yun Shu lebih muda daripada mereka berdua, tapi berhubung Shi Nian lebih tua dari mereka berdua, jadi dia 'Kakak Ipar'.

Lin Nuo bahkan seenaknya menepuk-nepuk Shi Nian sambil memberitahunya untuk datang ke rumah sakit kalau dia sakit, dia janji akan merawat Shi Nian dengan baik.

Shi Nian cuma bisa melongo menghadapi situasi ini. Untungnya Yun Shu cepat-cepat menyelamatkannya dengan menyuruhnya untuk turun duluan, dia akan bersiap sekarang.

"Kalian belum menikah, tapi kau sudah melindunginya." Goda Lin Nuo.

Lu Yu kaget saat mendengar pengiring pengantin wanita tidak datang. Kenapa? Seharusnya Shi Nian bilang kalau pengiring pengantin prianya adalah Lu Yu. Dia yakin kalau pengiring pengantin wanita itu pasti akan menangis-nangis memohon untuk datang kemari. Pfft! Narsis amat. Shi Nian sampai gregetan mendengar kenarsisan Lu Yu yang tiada tara itu dan langsung mengusirnya. Sebaiknya Lu Yu duduk saja di kursi tamu, sana!

Shi Nian lalu menyusul pengantinnya di kamar ganti dan langsung terpesona melihat Yun Shu yang hari ini tampak begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya dan tak ragu untuk memujinya.

"Jika saja kakakku ada di sini, dia bisa melakukannya (mendadaninya) dengan lebih baik."

Dan tepat saat itu juga, Yun Lan akhirnya datang juga. Sebenarnya dia tidak ingin datang. Tapi dia sudah janji pada mendiang ayah mereka bahwa dia sendiri yang akan menikahkan Yun Shu. Yun Shu terharu.

"Jangan menangis! Nanti riasanmu luntur." Yun Lan lalu memakaikan kalung hadiah pernikahannya.

"Kak, terima kasih."

Shi Nian ingin meninggalkan kakak-adik itu berduaan, tapi Yun Lan mau membicarakan sesuatu dengannya. Sebagai pengacaranya Yun Shu, dia yakin kalau menemukan sepupu mereka tidak akan mudah dan kemungkinan besar uang mereka tidak akan kembali.

Dan juga, dia sudah menghubungi semua rekan pengacaranya, baik di dalam maupaun di luar negeri, untuk memeriksa latar belakang Shi Nian dan hasilnya ternyata tidak buruk.

Jadi Yun Lan setuju dengan pernikahan mereka ini. Tapi jika dalam setahun ini Shi Nian berani menyakiti Yun Shu, membuatnya sedih dan tidak bahagia, maka Yun Lan bersumpah akan membuat Shi Nian tidak akan pernah bisa menikah lagi seumur hidupnya.

"Percayalah. Aku bisa melakukannya." Ancam Yun Lan.

"Yun Lan, aku bisa menggunakan kepribadianku sebagai jaminan. Selama setahun ke depan, aku tidak akan memaksa Yun Shu untuk melakukan apa yang tidak ingin dia lakukan. Aku akan menghormati, menyayangi dan melindunginya, serta memperlakukannya seperti keluargaku sendiri. Meski kami berdua terikat kontrak. Tapi mulai hari ini, Yun Shu adalah istriku. Jadi percayalah." Janji Shi Nian.

Lega, Yun Lan pun pergi untuk bergabung bersama tamu lainnya. Tapi Lu Yu juga ada di sana dan langsung senang bertemu Yun Lan lagi. Bahkan saat Zhi Yi penasaran dengan hubungan mereka, Lu Yu mengklaim bahwa mereka adalah teman lama saat di luar negeri.

Tapi Yun Lan dengan cepat meralat bahwa mereka hanya pernah sekali bertemu di luar negeri. Lu Yu pantang menyerah untuk mendekatinya dan langsung duduk di sebelahnya.

Yun Lan berbisik memperingatkannya agar tidak ada seorang pun yang tahu bahwa mereka pernah melakukan penyimpangan. Tapi Lu Yu santai-santai saja dengan fakta itu, apa yang Yun Lan takutkan? Kesal, Yun Lan berusaha mengusirnya tapi Lu Yu malah geser semakin mendekat. Hehe.

Acara akhirnya dimulai. Kedua pengantin berjalan beriringan menuju altar, tidak terlalu cepat ataupun lambat, seperti yang sudah pernah mereka praktekkan malam itu.

Mereka saling berhadapan saat saling mengucap sumpah setia sehidup semati. Setelah tukar cincin, mereka pun dinyatakan sah sebagai suami dan istri, dan pengantin pria dipersilahkan untuk mencium pengantinnya.

Shi Nian sudah mau mempraktekkan latihan mereka waktu itu. Tapi Yun Shu mendadak agresif mencium Shi Nian beneran. Pfft! Shi Nian dan para penonton sampai kaget. Tapi Kakek senang banget dan langsung semangat tepuk tangan duluan. Yun Shu baru sadar saat mendengar tepuk tangan semua orang dan buru-buru melepaskan diri dengan canggung.

Epilog:

Usai acara, Lu Yu langsung mengejar Yun Lan, memperkenalkan dirinya dan mencoba mengajaknya ketemuan lagi. Tapi Yun Lan menolak dan menegaskan kalau dia tidak tertarik pada Lu Yu.

Dia berusaha menghindar, tapi Lu Yu dengan cepat menghadangnya. Perpisahan mereka waktu itu terlalu tergesa-gesa. Ada yang tidak dia mengerti dari Yun Lan, kenapa Yun Lan selalu membencinya setiap kali melihatnya?

"Kau sungguh tidak mengerti?"

Tidak. Orang lain selalu bersorak setiap kali melihatnya. Hanya Yun Lan seorang yang jijik melihatnya seperti hantu. Apakah Yun Lan melakukan itu untuk menarik perhatiannya?

Yun Lan sinis mendengarnya. "Kusarankan sebaiknya kau ke rumah sakit untuk melubangi otakmu sebelum terlambat."

Lu Yu langsung sok keren menyudutkan Yun Lan dengan tatapan menggoda. Tapi Yun Lan langsung menginjak kakinya dan memperingatkannya untuk tidak macam-macam dengannya, dia seorang pengacara. Lu Yu menyangkal, dia kan cuma sedang berakting jadi Bos. Apa Yun Lan tidak tahu?

"Tidak."

"Apa kau berasal dari planet lain? Kau seperti saudaraku itu (Shi Nian). Aku berakting dalam drama itu. Apa kau tidak pernah pernah menontonnya?"

"Tidak! Aku tidak berminat sama sekali dengan drama bodoh semacam itu."

"Baiklah. Mari kita saling menambahkan Wechat. Kita bisa saling membantu di masa depan... maksudku dalam hal pekerjaan. Sungguh! Aktor juga perlu memahami hukum. Dan pengacara juga harus memiliki kemampuan akting. Aku janji, hubungan kita tidak akan menjadi rumit."

Yun Lan tak menanggapinya, maka Lu Yu nekat saja merebut ponselnya lalu scan kode QR Wechat-nya Yun Lan. Kesal, Yun Lan langsung merebut kembali ponselnya dan pergi. Dan Lu Yu diam-diam memotreti sosok punggungnya Yun Lan.

"Wanita, kau berhasil menarik perhatianku."

Bersambung ke episode 8

Post a Comment

0 Comments