Sinopsis Perfect and Casual Episode 4 - 2

Malam harinya, Yun Shu membuatkan makan malam untuk mereka berdua. Dia meyakinkan Shi Nian bahwa dia membuat ini dengan mengikuti langkah-langkahnya Shi Nian. Rasanya pasti sesuai standarnya Shi Nian.



Dia agak tegang waktu Shi Nian mencicipinya. Untungnya Shi Nian suka dan memuji masakannya. Yun Shu senang, dia juga berterima kasih pada Shi Nian karena sudah merekomendasikan firma hukum itu.

Dia bertemu seorang pengacara handal yang setuju untuk membantunya mencari sepupunya, katanya akan ada kabar dalam 2 hari. Namanya Pengacara Lu, dia juga sudah membayar uang deposit.

Shi Nian jelas langsung curiga mendengar Yun Shu sudah bayar duluan. Apalagi saat Shi Nian tanya apakah mereka sudah teken kontrak, Yun Shu mengaku tidak teken kontrak apapun. Jelas itu mencurigakan tapi Yun Shu sama sekali tidak curiga apapun.

"Yun Shu, di mana kau bicara dengan pengacara itu?"

"Di kafe di lantai bawah firma hukum."

Khawatir, Shi Nian langsung mengusulkan agar mereka berdua pergi ke firma hukum Qinhe bersama besok. Yun Shu setuju.


Di firma hukum Qinhe keesokan harinya, Shi Nian langsung menanyai para staf yang bekerja di firma hukum itu, tapi tak mendapati ada pengacara bernama Pengacara Lu.

Yun Shu juga tak mendapati fotonya Pengacara Lu dalam daftar foto para pengacara yang ditempel di dinding. Dia mengaku pertama kali bertemu Pengacara Lu di depan pintu. Tapi tetap saja Yun Shu tidak curiga apapun dan bingung sendiri dengan sikap Shi Nian.

Mungkin tak ingin membuat Yun Shu khawatir, Shu Nian memutuskan untuk merahasiakannya dan cuma menyuruh Yun Shu pulang duluan.

Setelah Yun Shu pergi, Shu Nian langsung mengecek CCTV saat Yun Shu bertemu dengan Pengacara Lu di depan pintu, lalu meminta mereka untuk mengirimkan foto Pengacara Lu pada para pengacara di firma hukum lain, siapa tahu ada yang mengenal pria itu.


Demi membalas jasa Zhi Yi yang sudah meminjaminya uang, Yun Shu membantu Zhi Yi membersihkan kamar asramanya. Tapi Zhi Yi penasaran apakah pengacara itu sudah menemukan sepupunya.

Yun Shu mengaku belum, tapi tetap saja dia berpikir positif karena dia yakin kalau mencari orang pasti tidak mudah. Dia juga sudah mencoba menghubungi Pengacara Lu tapi tidak diangkat. Tapi Yun Shu dengan polosnya berpikir kalau Pengacara Lu mungkin sedang sibuk.

Zhi Yi tak setuju dengan itu dan langsung mendesak Yun Shu untuk mencoba menghubungi Pengacara Lu lagi. Tapi saat Yun Shu mencoba menghubunginya, nomor teleponnya Pengacara Lu malah jadi tidak terdaftar. Kedua gadis itu langsung sadar kalau Yun Shu sudah ditipu lagi.


Di rumah sakit, Shi Nian sedang ceramah panjang lebar menjabarkan teorinya tentang alasan ketidakcocokan antara dirinya dengan Yun Shu pada Kakek dinilai secara IQ, kepribadian, psikologis, sosiologi, dll.

Kakek geli mendengarnya. "Semua kesimpulanmu salah. Sebenarnya Yun Shu sangat serasi menikah denganmu."

"Tuan Zhang, tolong katakan di mana salahku?"

"Dari awal kau sudah salah. Kau anggap hidup itu seperti matematika untuk dianalisis. Tapi hidup bukan matematika."

"Tuan Zhang, sejak kecil anda sudah mengajariku bahwa matematika bisa menyelesaikan semua masalah di dunia."

"Tapi aku juga mengajarimu bahwa matematika sangat rasional. Namun hidup butuh kepekaan. Yun Shu memang orang yang sangat sensitif. "

"Yang anda maksud sensivitas Yun Shu sebenarnya adalah titik karakteristiknya yang paling lemah. Dia kena tipu adalah bukti yang paling kuat."


"Tidak. Kekurangan yang kau maksud, justru adalah kelebihan terbesarnya, juga kekurangan terbesarmu. Kau tahu apa itu?"

"Apa?"

"Kehangatan."

"Kehangatan?"

Kakek mengerti bahwa hidup tidak menyenangkan bagi Shi Nian, tidak layak dinikmati dan tidak indah. Karena itulah Shi Nian jadi manusia yang sempurna tapi kurang hangat.

Sedangkan Yun Shu, meski dia agak linglung, tidak bisa diandalkan dan muda tertipu. Tapi kehangatan Yun Shu mampu menulari Shi Nian. Meyakinkannya untuk jatuh cinta lagi pada hidup. Mereka berdua itu keterikatan kuantum, yang satu berputar maju dan yang satunya berputar mundur.

Ingat baik-baik, tujuan sains adalah untuk menciptakan hidup menjadi lebih baik, lebih nyata. Hanya orang yang mencintai hidup, yang bisa sukses dalam sains. Dan inilah yang bisa Yun Shu berikan untuk Shi Nian. Shi Nian frustasi mendengarnya.


Di tengah rapat bersama para dosen, Shi Nian tiba-tiba mendapat telepon tentang keberadaan Pengacara Lu. Shi Nian langsung pergi meninggalkan rapatnya, bahkan sebelum rekannya sempat mengutarakan pendapatnya.

Dia menunggu di tempat kerja orang itu dan langsung mengonfrontasinya tentang Yun Shu begitu menemukannya.


Kembali ke rumah sakit tak lama kemudian, Dokter mengabarkan bahwa hasil biopsi Kakek kurang bagus. Kemungkinan Kakek hanya punya waktu satu tahun.


Yun Shu datang juga tak lama kemudian. Ternyata Kakek memanggil Yun Shu untuk memintanya belanja beberapa barang untuknya, dan menuntut Shi Nian untuk ikut membantu Yun Shu.

Yun Shu ingin pergi sendiri saja. Tapi Kakek langsung batuk-batuk... hingga Shi Nian akhirnya mau juga menurutinya untuk pergi  menemani Yun Shu.

Tapi sebelum mereka pergi, Kakek membisiki Shi Nian sebuah nasehat penuh arti. "Prof Zhang, pakailah penglihatan yang sempurna untuk melihat orang yang tidak sempurna."


Setibanya di supermarket, Shi Nian ribet banget kalau milih barang karena segalanya harus dia pikirkan seksama dari sisi positif dan negatifnya.

Tapi Yun Shu dengan cepat dan efisien membantu menyelesaikan kegalauannya dengan memilih barang hanya berdasarkan beberapa hal sederhana seperti keharumannya dan kenyamanannya yang pasti sesuai untuk Kakek.


Saat akhirnya mereka ngantri di kasir tak lama kemudian, Shi Nian sampai terkagum-kagum dengan cepatnya mereka belanja. Biasanya kalau dia belanja sendiri, dia butuh waktu sampai satu setengah jam, tapi sekarang cuma makan waktu 20 menit.

"Kau benr-benar menghemat waktuku."

Tiba-tiba ibu yang di depan mereka sedang kebingungan tak bisa membayar belanjaannya karena dompetnya ketinggalan. Dan tiba-tiba saja dia minta bantuan Yun Shu untuk meminjaminya uang. Dia meyakinkan kalau dia tinggal dekat sini dan akan mengembalikan uangnya dalam waktu 10 menit.

Yun Shu seperti biasanya, langsung percaya begitu mudah, bahkan meminta Shi Nian untuk meminjaminya uang soalnya uangnya sendiri kurang, padahal mbak kasir sudah memberinya isyarat untuk tidak mempercayai si ibu ini.

Shi Nian juga memperhatikan ekspresi mencurigakan si ibu dan langsung yakin kalau ibu itu tidak akan mengembalikan uangnya.

Si ibu dengan gigih meyakinkan kalau dia pasti akan mengembalikannya. Yun Shu benar-benar percaya dengan janjinya sehingga Shi Nian akhirnya terpaksa menurutinya dan meminjamkan uangnya.


Tapi sampai beberapa lama mereka menunggu, si ibu tak kunjung datang. Shi Nian jadi semakin yakin kalau ibu itu tidak akan datang dan mengajak Yun Shu untuk pergi saja sekarang.

Tapi Yun Shu menolak dan bersikeras untuk menunggunya. Dia yakin si ibu itu pasti akan kembali.

"Sudah lewat 23 menit. Ibu itu tidak mungkin datang. Yun Shu, kau terlalu mudah mempercayai orang. Banyak orang yang mengakalimu, kau harus selalu waspada."

Mendengar itu, Yun Shu langsung sadar bahwa Shi Nian mengajaknya ke firma hukum tadi adalah karena Shi Nian tahu kalau dia sudah ditipu lagi.

"Pada dasarnya, dunia ini tidak sesederhana pikiranmu. Mana ada orang yang mau menipumu, akan bilang 'Aku mau menipumu'." Omel Shi Nian.

"Tapi kalau kita harus selalu waspada, maka dunia ini akan sangat membosankan."

"Tapi kau harus bisa memetik pelajaran."


Tapi tepat saat itu juga, omelan Shi Nian tiba-tiba terbungkam saat si ibu tadi benar-benar kembali. Dia agak lama karena kesulitan mencari mereka. Bahkan bukan cuma mengembalikan uang mereka, dia juga ngasih mereka bonus sebungkus permen dan setulus hati mengucap terima kasih pada mereka.

Yun Shu senang dan langsung mengembalikan uang itu ke Shi Nian. "Pak Zhang, lihatlah. Di dunia ini masih ada kehangatan. Ayo pulang."


Shi Nian tiba-tiba menghentikannya lalu memberinya seamplop uang yang dia dapatkan dari Pengacara Lu. Tapi dia tidak tega mengatakan yang sebenarnya dan akhirnya hanya mengklaim bahwa Pengacara Lu belakangan ini sedang sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk membantu Yun Shu.

Makanya tadi waktu mereka bertemu, Pengacara Lu menitipkan uangnya Yun Shu ini. Shi Nian langsung percaya begitu saja dan lega, dia kira kalau dia kena tipu lagi.

Kejadian ini membuat Shi Nian jadi memikirkan kembali nasehat Kakek tadi... hingga tiba-tiba saja dia membuat keputusan besar... "Yun Shu, sudah kupikirkan. Mari kita menikah."

Masih ngantuk, Yun Shu asal saja mengiyakannya... dan baru sadar sedetik kemudian dengan kaget. "APA?!"

"Mari kita menikah."

Bersambung ke episode 5

Post a Comment

1 Comments

  1. Lanjut... Semangat🔛🔥 🥰🥰🥰🥰

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam