Sinopsis Perfect and Casual Episode 2 - 1

Shu Nian bingung saat mendengar Yun Shu mengklaim bahwa rumah ini adalah rumahnya. Tiba-tiba sebuah kotak terjatuh ke arah mereka. Shi Nian refleks menggunakan dirinya untuk melindungi Yun Shu (Aww, sweet). Tapi itu malah membuat handuknya mendadak melorot. Wkwkwk!

Yun Shu kontan panik melarikan diri, mengira kalau dia salah masuk apartemen. Tapi sedetik kemudian dia balik lagi, soalnya dia yakin banget kalau dia tidak salah masuk. Kunci yang dimilikinya cocok dengan pintu ini. Kalau dia salah apartemen, maka tidak mungkin dia bisa membuka ruangan ini. (Hmm, berarti si sepupu nipu Yun Shu)

Shi Nian langsung menunjukkan sertifikat rumah yang dimilikinya. Maka Yun Shu pun menunjukkan kontrak pembelian rumah ini. Tapi dia belum memiliki sertifikat rumah ini, hanya sebuah foto dari sepupunya. Soalnya sepupunya bilang kalau pemilik rumah ini sedang pergi ke luar negeri. Tapi sepupunya bilang kalau sertifikatnya akan dikirim beberapa hari lagi.

Hmm, jelas-jelas ini mencurigakan tapi Yun Shu sama sekali tidak berpikir negatif tentang sepupunya. Tapi Shi Nian yakin kalau Yun Shu sudah ditipu sama sepupunya itu.

Yun Shu ngotot tak mempercayainya. Sepupunya tidak mungkin menipunya. Apalagi sepupunya memberikan kunci rumah dan kartu akses masuk yang asli padanya.

Maka Shu Nian pun mengajaknya ke pintu. Dia menggunakan kunci miliknya sendiri, lalu menyuruh Yun Shu untuk mencoba memakai kuncinya lagi. Tapi tapi kali ini, kuncinya Yun Shu tiba-tiba tidak bisa digunakan.

Shi Nian langsung menuntut Yun Shu untuk menghapus fotonya yang lalu memberitahunya bahwa kunci yang diberikan sepupunya Yun Shu itu adalah kunci renovasi.

Waktu rumah ini direnovasi, Shi Nian selalu menggunakan password untuk buka pintu, dan baru sekarang dia mengaktifkan kunci resmi rumah ini. Makanya sekarang kunci yang dimiliki Yun Shu itu tidak bisa lagi berfungsi.

Berdasarkan surat kontraknya Yun Shu tadi, Shi Nian bisa menyimpulkan bagaimana si sepupu melakukan penipuannya pada Yun Shu, yaitu menggunakan metode krisis.

Sebagai agen real estate, mudah saja baginya untuk mendapatkan kunci renovasi dan segala informasi rumah ini. Tapi dia tidak bisa mendapatkan dokumen aslinya.

Makanya biar Yun Shu tidak curiga dia menciptakan situasi krisis dengan cara sengaja memilih waktu sidang skripsinya Yun Shu untuk mendesak Yun Shu tanda tangan dengan alasan bahwa rumah ini sangat bagus dan dia akan keduluan orang lain yang juga menginginkan rumah ini jika tidak segera tanda tangan.

Yun Shu menjadi terpengaruh oleh tekanan waktu yang diciptakan sepupunya itu, makanya dia mempercayai orang itu dengan mudah dan pada akhirnya tertipu seperti ini.

Shi Nian langsung mendesak Yun Shu keluar dari rumahnya, tidak mau peduli lebih lanjut lagi dan hanya menyarankan Yun Shu untuk mencari sepupunya itu.

Tapi si sepupu ternyata sudah menghilang ditelan bumi dan Yun Shu baru tahu kalau orang itu berbohong tentang segala-galanya. Dia sama sekali bukan pegawai perusahaan real estate, dan kartu nama bisnis yang pernah diberikannya ke Yun Shu itu palsu. Dia bahkan sudah pindah rumah entah ke mana.

Yun Shu jadi termenung sedih seorang diri di halte bis... sampai saat Zhi Yi akhirnya meneleponnya. Yun Shu pun langsung pergi menemui Zhi Yi dan mewek menceritakan masalah ini sambil makan dengan lahap. Pfft!

Zhi Yi menyarankannya untuk mencari orang tuanya si sepupu sekarang. Tapi Yun Shu malah berbaik hati tak ingin mengganggu mereka karena orang tuanya si sepupu sedang tidak sehat.

Bahkan saat Zhi Yu menyarankannya untuk lapor polisi, Yun Shu juga tidak mau karena tak enak hati. Jelas saja kedua temannya jadi frustasi dengan sikapnya yang terlalu baik hati ini.

"Warisan orang tuamu yang penting atau reputasi sepupumu yang penting?" Heran Lin Nuo.

Zhi Yi menyarankannya untuk tidak lapor polisi sendirian, bawa Shi Nian juga. Yun Shu awalnya menolak soalnya dia merasa kasus ini tidak ada hubungannya sama Shi Nian.

Zhi Yi sontak kesal membentaknya dan mengingatkan kalau Shi Nian ada hubungan, soalnya rumah itu rumahnya Shi Nian. Tapi biarpun frustasi dengan kepolosan Shi Nian, Zhi Yi dan Lin Nuo kasihan juga padanya dan akhirnya mentransferkan sejumlah uang untuknya, setidaknya biar dia tidak kelaparan.
Yun Shu sontak mewek saking terharunya, mereka benar-benar baik.

Keesokan harinya, Yun Shu mencoba meminta Shi Nian untuk menemaninya melapor ke kantor polisi. Tapi Shi Nian menolak dengan dinginnya dan beralasan kalau dia tidak ada waktu. Lagipula, kasus sepupunya Yun Shu tidak ada hubungannya dengannya. Dia bahkan mulai berceramah tentang tingkat kemungkinan Yun Shu untuk mendapatkan kembali uangnya yang hilang.

Malas mendengarkan ocehannya, Yun Shu langsung pergi dengan kesal bahkan sebelum Shi Nian selesai ngomong. Tepat saat itu juga, Shi Nian diberitahu rekan dosennya bahwa barusan ada telepon dari rumah sakit yang meminta Shi Nian untuk segera datang ke rumah sakit. Maka Shi Nian pun menyerahkan pekerjaannya pada si rekan dan bergegas pergi.

Tapi sesampainya di parkiran, dia malah melihat Yun Shu sedang mengintipi sebuah mobil yang di dalamnya tampak banyak sekali boneka. Errr, mobilnya Shi Nian kah itu? Tapi masa Shi Nian yang dingin itu pelihara boneka di mobil?

Begitu melihat Shi Nian, Yun Shu ngotot menuntut Shi Nian untuk mengantarkannya ke polisi. Dia bahkan berusaha mengancam Shi Nian dengan gaya sok preman dan menghadang Shi Nian dengan menaikkan kakinya ke mobil itu.

Dia bahkan menyalahkan Shi Nian sebagai penyebab kesialannya. Soalnya waktu itu Shi Nian-lah yang menghalanginya membeli produk finansial sehingga dia malah beli rumah dan pada akhirnya kena tipu seperti ini. Jadi Shi Nian secara tak langsung turut andil dalam masalah ini.

Shi Nian tidak terima. Dia memang menyarankan Yun Shu untuk berinvestasi real estate, tapi Yun Shu kena tipu itu lain cerita dan tidak ada hubungannya dengannya.

Yun Shu tak peduli, pokoknya Shi Nian harus menemaninya lapor polisi. Tidak ada waktu berdebat lebih lama, Shi Nian akhirnya setuju. Tapi sebelum itu, mereka harus ke rumah sakit dulu.

Yun Shu senang dan akhirnya menurunkan kakinya dari mobil itu. Tapi yang tak disangkanya, Yun Shu malah menyalakan mobil sebelah. Pfft! Yun Shu kaget menyadari mobil yang diinjaknya barusan bukan mobilnya Shi Nian.

Dokternya Shi Nian menelepon saat itu. Tepat saat itu juga, Yun Shu mau mengucap terima kasih tapi malah tak sengaja tali tasnya nyangkut di kaca spion. Shi Nian refleks mendekat, berniat mau menyelamatkannya tapi malah tak sengaja menindih Yun Shu yang kontan membuat mereka terpana menatap satu sama lain... Sampai saat dokternya Shi Nian memanggilnya dan otomatis menyadarkan mereka. Keduanya langsung saling menjauh dengan canggung lalu bergegas pergi ke rumah sakit bersama.

Dokter menjelaskan tentang perkembangan penyakit itu. Hmm, tapi dari percakapan mereka, sepertinya bukan Shi Nian pasiennya. Karena sel kankernya sudah semakin menyebar, dokter menyarankan agar pasien segera dioperasi. Jika tidak, takutnya umur pasien akan semakin pendek. Tapi tentu saja, itu juga sebenarnya tidak menjamin sel kanker tidak akan menyebar. Bagaimanapun, dunia medis memang sulit diperkirakan.

Shi Nian jadi semakin sedih karenanya. Dia lalu mendatangi kamar pasien yang ternyata kakeknya. Tapi Kakek sedang tidur saat itu. Shi Nian akhirnya urung masuk dan pergi dengan tertunduk sedih.

Saat dia kembali ke mobilnya, dia malah mendapati spion mobilnya yang patah, sudah diperban sama Yun Shu. Pfft!

"Aku cuma ketemu perban luka. Jadi kumanfaatkan apa yang ada saja. Apa boleh pakai itu?"

Shi Nian tampak jelas tak suka, tapi dia tidak mempermasalahkannya lalu mengantarkan Shi Nian ke kantor polisi.

Tapi sesampainya di sana, Yun Shu malah ragu-ragu, dia bahkan tidak mau jujur mengakui berapa banyak kena tipu dan langsung kabur begitu polisi memberitahu bahwa penipuan sebanyak 2 juta akan dihukum 10 tahun penjara.

Yun Shu masih yakin kalau sepupunya tidak mungkin menipunya. Soalnya sepupunya adalah orang yang paling dekat dengannya selain kakaknya sejak mereka kecil.

Shi Nian heran sama dia. Jelas-jelas sepupunya itu menipu uangnya dan kakaknya dan mengkhianati kepercayaan Yun Shu, dan Yun Shu masih memaafkannya?

"Aku tidak memaafkannya. Aku hanya tidak ingin dia hancur karena masalah ini. Pak Zhang, maaf. Hari ini anda menemani saya tanpa hasil..

Frustasi, Shi Nian langsung add friend Yun Shu di WeChat, nanti dia akan mengirimi Yun Shu pesan dan menjelaskan fakta bahwa sepupunya yang jelas-jelas menipunya. Pesan itu akan menjadi kesaksian dari pihaknya karena dia tidak akan lagi menemani Yun Shu.

Dia juga memberikan kartu nama sebuah firma hukum kepercayaannya pada Yun Shu. Yun Shu bisa mendatangi firma hukum ini jika dia butuh bantuan hukum.

"Terima kasih, Pak Zhang. Saya berhutang budi pada anda."

Shi Nian menolak. Dia tidak suka orang lain berhutang budi. Tapi dia penasaran dengan pendapat Yun Shu... Bolehkah orang berbohong?

"Tentu saja tidak boleh. Tapi kebohongan putih itu bagus. Sesekali tidak masalah."

"Mau dipoles bagaimanapun, bohong tetap saja bohong. Tidak ada yang baik atau buruk."

Yun Shu tidak setuju. Jika tujuannya adalah demi kebaikan seseorang dan kebohongannya bisa membuat orang itu menjadi lebih baik, maka itulah kebohongan putih. Itu bohong yang baik.

"Bukankah kebohongan putih, tetap kebohongan juga?"

"Pak Zhang, apa anda tidak pernah berbohong?"

Shi Nian termenung galau teringat percakapannya dengan dokter tadi. Dokter sebenarnya kurang setuju jika Shu Nian memberitahukan yang sebenarnya pada pasien karena ada beberapa pasien yang saat mengetahui penyakitnya jadi emosional. Hanya sedikit pasien yang punya kekuatan psikologis. Kebanyakan keluarga pasien akan menyembunyikan kondisi penyakit pasien.

Shi Nian mengaku pada Yun Shu bahwa dia tidak pernah berbohong selama ini. Kalau begitu, Yun Shu menyimpulkan bahwa selama ini Shi Nian belum pernah menghadapi situasi yang memaksanya untuk berbohong. Shi Nian benar-benar galau mendengarnya.

Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments