Sinopsis Love The Way You Are Episode 22 - 2

Sinopsis Love The Way You Are Episode 22 - 2

Keesokan harinya, Asisten Ni mendatangi restoran Ruan dengan niatan akan menghancurkan tempat ini. Tapi tiba-tiba kenangan masa lalunya bersama sang ayah di tempat itu muncul kembali. Kenangan indah yang membuat senyumnya kembali merekah.


Tepat saat itu juga, beberapa tukang datang untuk mendiskusikan masalah renovasi tempat ini. Tapi tiba-tiba Asisten Ni lupa dengan niatannya, malah dengan antusias memberitahu mereka apa-apa yang perlu diperbaiki di tempat itu.

Sedetik kemudian dia baru sadar dan bingung sendiri. Bukannya dia seharusnya menghancurkan tempat ini? Tiba-tiba Yuan Yuan datang bersama Xiao Nan membawakan beberapa barang yang dulu selamat dari insiden kebakaran.

Asisten Ni menyuruh mereka untuk menaruhnya saja, tapi Yuan Yuan menolak. Sambil melirik Xiao Nan penuh arti, dia menyatakan mau membantu Asisten Ni, lagian mereka lagi nganggur. Jangan menolak kebaikan mereka.

"Kalau begitu, hati-hati. Jangan merusak apapun."


Yi Ren mendapat notifikasi update foto-foto Xiao Nan dan Yuan Yuan di restoran ruan bersama Asisten Ni. Heran, dia langsung menanyakan itu ke Dong Sheng yang mengaku bahwa dia menyuruh Asisten Ni untuk mengurus restoran.

"Terus kenapa Eva dan Xiao Nan ada di sana juga? Apa sebenarnya yang anda pikirkan?"

"Kau akan segera tahu." Ujar Dong Sheng misterius.


Di restoran, Yuan Yuan pura-pura tidak sengaja memecahkan salah satu piring peninggalan restoran itu dan itu jelas saja itu membuat Asisten Ni kesal, tapi dia pura-pura cuek dan menyatakan kalau dia bisa cari yang baru di pasar.

Maka kemudian giliran Xiao Nan yang pura-pura tak sengaja memecahkan salah satu piring lagi. Kali ini Asisten Ni sukses terpancing emosinya dan langsung mengomeli kecerobohan mereka.

Yuan Yuan terus saja cari perkara dengan pura-pura mau menjatuhkan lukisan. Tapi kali ini Asisten Ni berhasil menyelamatkannya tepat waktu. Bahkan saking takutnya, dia melarang Yuan Yuan membersihkan jam besar, takut Yuan Yuan merusak jam itu.


Tiba-tiba dia melihat Yuan Yuan tertarik pada sebuah mainan kincir angin, berniat mau meletakkan di luar. Tapi mendadak dia berubah pikiran dan memutuskan barang itu jelek lalu membuangnya ke tong sampah.

Terang sja Asisten Ni langsung panik mengambilnya kembali. Itu kincir angin yang penuh kenangan karena dulu dia membuatnya sendiri bersama ayahnya.


Setelah para tukang pergi, Yuan Yuan lagi-lagi mau cai perkara dengan kincir anginnya. Pura-pura tak tahu kenapa benda yang sudah dia buang itu kembali lagi, dia mau membuangnya saja.

Asisten Ni langsung heboh mencegahnya. Ini barang-barang yang tersisa, sudah seharusnya mereka menyimpannya, siapa tahu Dong Sheng menginginkannya nanti.

"Oh, benar. Baik sekali kau berpikir begitu. Sudah banyak yang kita benahi. Xiao Nan, sebaiknya kita pulang saja."

Asisten Ni sontak antusias menyuruh mereka untuk pergi secepatnya. Baru setelah mereka aman di luar, Xiao Nan mempertanyakan apa sebenarnya niatan Yuan Yuan dengan memecahkan banyak barang peninggalan ayahnya Dong Sheng? Apa dia tidak akan takut Dong Sheng marah?


"Santai saja. Semua itu cuma replika."

"Apa sebenarnya yang kau dan Ruan Dong Sheng rencanakan?"

"Cara terbaik untuk menyingkirkan kebenciannya bukan dengan cara membuatnya lupa, melainkan membuatnya mengingat kembali perasaan bahagianya."

"Perasaan bahagia? Memangnya dia punya itu?" Xiao Nan ragu.

Flashback.


Saat Yuan Yuan mendiskusikan masalah ini dengan Dong Sheng, dia berpikir bahwa alasan Asisten Ni menjatuhkan jendela waktu itu mungkin karena Asisten Ni tidak mau restoran itu diruntuhkan.

Tempat itu kan tempat ayahnya Asisten Ni meninggal dunia. Di tempat iulah dia merasa begitu terluka. Tapi fakta dia berusaha mencegah Dong Sheng untuk merekonstruksi tempat itu, jelas menunjukkan kalau Asisten Ni memiliki perasaan spesial terhadap tempat itu.

Karena itulah, Dong Sheng berniat untuk mengakhiri kisah ini di mana kisah ini bermula. Dia ingin menggunakan perasaan Asisten Ni terhadap tempat itu untuk membuat Asisten Ni kembali padanya.

Flashback end.


Xiao Nan mengerti sekarang, jadi Yuan Yuan mengajaknya kemari dan melakukan semua itu untuk mengingatkan kembali Asisten Ni akan kenangan-kenangan indahnya di tempat ini. Tapi apa itu benar-benar akan berhasil?

Tentu saja tidak, makanya mereka masih harus melakukan langkah selanjutnya. Tapi dia menolak memberitahu apa langkah selanjutnya, nanti juga Xiao Nan akan tahu sendiri.


Keesokan harinya, Xiao Nan datang menjemput sang kekasih tercinta. Dia juga bawa hadiah untuk Yi Ren. Dia lalu membuka bagasi mobilnya untuk menunjukkan karangan bunga mawar besar dengan inisial nama mereka berdua. Yi Ren terharu.

"Aku tahu sikapku tidak baik waktu kencan terakhir kali waktu itu. Makanya sekarang aku menebusnya. Aku tidak akan membiarkan wanitaku iri pada wanita lain dengan alasan apapun."

Xiao Nan langsung bersiap menciumnya, Tapi Yi Ren dengan cepat mencegahnya, dia sudah terlambat untuk meeting soalnya. Xiao Nan protes tak senang, dia kan sudah booking meja di restoran.

"Sayang, kita masih bisa kencan lain waktu." Ujar Yi Ren lalu pergi.


Menatap sedih liontin kecil yang ibunya berikan padanya sebelum beliau meninggal dunia, Asisten Ni memutuskan kembali ke restoran Ruan tengah malam dengan membawa satu tong minyak tanah untuk membakar habis tempat itu dan mengakhiri segalanya. Tapi Dong Sheng dan yang lain mendadak muncul, jelas mereka sudah mengantisipasi kedatangan Asisten Ni.

"Aku tahu benci dengan keluarga Ruan, tapi kuharap ada cara untuk menghapus kebencianmu."

"Menghapus? Apa kau bisa menghidupkan ayah dan ibuku lagi? Apa kau bisa menebus hidupku yang sebatang kara?!"

"Tidak bisa. Tapi bisa membantumu untuk tidak membuat kesalahan apapun lagi. Kesempatan bagimu untuk menjadi orang baik."

Asisten Ni sinis mendengarnya, inikah sikap Dong Sheng untuk menghapus kebenciannya? Semua ini salah keluarga Ruan! Keluarganya sama sekali tidak salah apa-apa.


Paman Gu dengan cepat menyela. Asisten Ni mungkin tidak ingat padanya karena dulu dia masih sangat kecil. Dia dan Dong Sheng sama-sama hidup menderita. Dong Sheng bukan cuma kehilangan ayahnya, dulu dia terperangkap di reruntuhan tempat ini bersama Yuan Yuan. Mereka hampir tidak selamat waktu itu.

Dia mengerti duka yang dialami Asisten Ni dulu. Tapi sekarang segalanya sudah berlalu, sebaiknya dia merelakan segalanya. Asisten Ni sinis mendenganrya, menuduh Dong Sheng menyuruh orang untuk membujuknya, percuma!


Maka sekarang giliran Yi Ren yang maju. Sebenarnya mereka tidak ingin memberitahunya, tapi jika mereka terus diam, Asisten Ni tidak akan pernah bisa melepaskan masa lalunya.

Dia lalu mulai membacakan hasil penyelidikan polisi terkait kasus kebakaran itu. Malam itu, Ayahnya Dong Sheng memergoki Ayahnya Asisten Ni mencuri. dalam usahanya melarikan diri, Ayahnya Asisten Ni memukul keras kepala Ayahnya Dong Sheng sampai Ayahnya Dong Sheng pingsan lalu mencuri uang dan jam tangan Ayahnya Dong Sheng. Dia lalu menyeret tubuh Ayahnya Dong Sheng ke dapur.

Dalam kepanikannya, dia memutuskan untuk menenangkan diri dengan cara merokok tanpa menyadari dia berdiri terlalu dekat dengan kompor gas... hingga terjadilah ledakan itu.


Asisten Ni ngotot tak mempercayainya dan menuduh laporan itu palsu untuk membodohinya. Paman Gu memberitahu Asisten Ni bahwa ayahnya bukan cuma sekali itu melakukan pencurian.

Tapi karena Ayahnya Dong Sheng kasihan dan mencemaskan Ayahnya Asisten Ni yang harus menghidupi keluarganya, jadi Ayahnya Dong Sheng memaafkan Ayahnya Asisten Ni.

Tapi keluarganya Asisten Ni malah tidak berterima kasih pada keluarga Ruan, makanya keluarga Ruan tidak mau membantu keluarga Asisten Ni sama sekali.

"Aku tahu ini sangat menyakitkanmu. Tapi itu kebenarannya, kau harus..."

"Ibumu pasti menyuap polisi! Kalian semua bekerja sama untuk membodohiku! Pasi begitu! Ayahku bukan pencuri! Tidak mungkin!"

"Lalu kenapa dia muncul di restoran padahal waktu itu sudah tutup?"

"Mungkin dia ketinggalan sesuatu. Tapi dia tidak mungkin mencuri! Tidak mungkin!"


"Dari mana kau mendapatkan kalung itu?" Tanya Dong Sheng sambil menunjuk liontin emas yang dipakai Asisten Ni.

"Ini hadiah dari ayahku untuk ibuku. Ini warisan keluarga kami."

"Bukan. Itu pemberian nenekku untukku pada hari ulang tahun pertamaku."

Bersambung ke part 3

1 komentar: