Sinopsis Love The Way You Are Episode 17 - 1

Sinopsis Love The Way You Are Episode 17 - 1

Pasca ciuman mereka, Yuan Yuan membawa Dong Sheng ke restoran mie. Dong Sheng santai saja menambahkan banyak cuka sampai Yuan Yuan harus menghentikannya, takut kalau-kalau indera pengecap rasa asamnya Dong Sheng sudah kembali.


Dengan tatapan mata nyalang pada mie itu, Yuan Yuan mengaku bahwa sebenarnya ini restoran langganannya. Kalau saja dia tidak takut gemuk, dia pasti akan makan tiga mangkok. Menyadari tatapan Yuan Yuan, Dong Sheng malah sengaja menggodanya dengan meniup-miup mie-nya tepat di hadapan Yuan Yuan.

"Ruan Dong Sheng! Aku akan pergi kalau kau terus melakukan itu! Ini menyiksaku!"

"Baiklah, aku tidak akan menggodamu lagi."

Dong Sheng akhirnya mencoba mie-nya, tapi ternyata dia masih belum bisa merasakan asam. Berusaha menyemangatinya, Yuan Yuan meyakinkannya bahwa mereka masih punya banyak waktu. Mereka masih muda dan cinta mereka kuat. Mari kita coba lagi lain hari.

Tapi Dong Sheng tiba-tiba mengecup pipinya dan berkata. "Aku tahu kenapa kita tidak berhasil. Rupanya aku harus membuatmu cemburu biar indera pengecap asamku kembali."

Yuan Yuan bingung. Siapa yang cemburu? Dia tidak cemburu kok? Cemburu sama siapa? Kenapa juga dia harus cemburu?

"Jangan bilang kalau kau tidak cemburu sama Manajer Luo?"

Yuan Yuan menyangkal dengan canggung. Tidak mungkin, dia tidak sekejam itu, tidak benar. Dong Sheng benar-benar bahagia, Yuan Yuan sekarang ini tampak sangat cute.


Tepat saat itu juga, bibi pemilik restoran muncul dan mengenali mereka berdua. Bibi turut senang untuk Dong Sheng, akhirnya dia menemukan Yuan Yuan. Selamat!

Biarpun sekarang Yuan Yuan sudah kurus, tapi Bibi tetap mengenalinya karena mata Yuan Yuan tidak berubah. Bibi tuh pintar mengenali orang loh.

Dong Sheng malah lebih pintar dalam hal itu. Dong Sheng tahu kalau Yuan Yuan punya prospek yang bagus. Selama bertahun-tahun ini, Dong Sheng selalu mencari-cari Yuan Yuan. Dong Sheng tahu kalau Yuan Yuan langganan di sini. Dong Sheng bahkan pernah meminta Bibi untuk memperhatikan Yuan Yuan.

Dong Sheng malu dan berusaha meminta Bibi untuk tidak membicarakan masa lalu lagi. Tapi Yuan Yuan ingin tahu lebih banyak dan menyemangati Bibi untuk cerita lebih lanjut.

Maka Bibi dengan senang hati terus bercerita. Bagaimana dulu Yuan Yuan selalu duduk di meja ini dan Dong Sheng biasnaya duduk di pojokan untuk mengawasi Yuan Yuan makan.

Dong Sheng bahkan selalu memesan menus yang sama dengan Yuan Yuan. Tapi Dong Sheng tak pernah berani untuk bicara dengan Yuan Yuan, makanya Bibi khawatir.

Pernah juga suatu hari ada 3 preman yang datang ke restoran. Dong Sheng waktu itu berniat mau menolong Yuan Yuan, dia bahkan sudah memegangi tongkat waktu itu. Tapi ternyata malah Yuan Yuan menghajar ketiga preman itu sendirian, terus Dong Sheng menyelinap keluar lewat pintu belakang


Bibi terus sja bercerita dengan penuh semangat hingga Dong Sheng semakin merasa tak nyaman dan diam-diam pergi. Yuan Yuan cepat-cepat mengejarnya sambil protes. Mereka kan lagi ngomongin cerita kepahlaawanan seorang pria, kenapa Dong Sheng malah lari?

"Cerita kepahlawanan? Kurasa tidak begitu."

"Kenapa tidak? Kami membicarakan tentang seorang pemuda tampan yang ingin melindungi orang yang dicintainya dengan cara menolongnya saat dia dalam kesulitan."

"Tapi pada akhirnya aku tidak melakukan apapun. Aku mencintaimu sejak lama, tapi tidak berani menyatakannya padamu."

Kalau saja dia dulu cukup berani, mereka pasti tidak akan saling merindukan selama 10 tahun. Terharu, Yuan Yuan langsung memeluknya.

"Terima kasih. Terima kasih telah jatuh cinta padaku selama bertahun-tahun."

"Karena itulah, berhentilah berpikir macam-macam. Takkan ada seorang pun yang akan bisa menggantikanmu."

Dia meyakinkan Yuan Yuan bahwa Yi Ren itu sama seperti Asisten Ni. Mereka selalu berada sisinya sejak masa-masa sulit dia memulai bisnisnya. Mereka berdua adalah sahabat baiknya, rekam timnya.

"Tapi kau berbeda. Kau cinta sejatiku satu-satunya. Posisimu tidak akan pernah berubah."

"Kalau begitu aku tidak hanya akan menjadi cinta sejatimu satu-satunya, melainkan juga sahabat baikmu dan rekan timmu. Ini juga tidak akan pernah berubah."


Yi Ren termenung sedih menatap lautan membentang di hadapannya sambil mencoret beberapa catatan hal-hal yang ingin dilakukannya. Tapi tiba-tiba Xiao Nan muncul, Yi Ren tercengang. Ngapain Xiao Nan di sini? Memata-matainya?

"Hei, Nona. Memangnya pantai ini milik nenekmu? Kau boleh ada di sini, kenapa aku tidak boleh?"

Yi Ren berusaha menghindarinya, tapi tentu saja Xiao Nan tak melepaskannya begitu saja. Apa Yi Ren masih belum bisa melihat ketulusan dan keseriusannya? Katakanlah, ada apa sebenarnya sama Yi Ren?

"Kau sungguh-sungguh ingin bergabung ke dalam duniaku?"

"Tentu saja. Aku selalu berada di sisimu apapun yang kau lakukan."


Baiklah. Tapi Xiao Nan wajib menaati aturan yang dia tetapkan. Yi Ren lalu meminta Xiao Nan menyerahkan ponselnya. Tapi begitu Xiao Nan menyerahkannya, Yi Ren langsung melemparnya ke laut. Pfft!

"Baiklah. Sekarang kau boleh bergabung dalam duniaku dan ikut dalam petualanganku."

Xiao Nan shock. Tapi nasi sudah jadi bubur. Dia sudah kehilangan ponselnya, maka dia tidak boleh kehilangan Yi Ren sekarang.


Yuan Yuan dan Dong Sheng baru mau memikirkan acara kencan mereka selanjutnya, tapi Nyonya Wu mendadak menelepon Yuan Yuan dan ingin bertemu dengannya lagi. 

Yuan Yuan menduga kalau ibunya Dong Sheng pasti mau membahas masalah tawarannya agar dia membujuk Dong Sheng untuk mau bekerja di perusahaan Wutong.

Mendengar itu, Dong Sheng mau menemaninya, biar dia bicara sendiri sama ibunya. Tapi Yuan Yuan melarang, ini urusan antara dirinya dan ibunya Dong Sheng seorang. Jadi lebih baik dia bicara sendiri.

"Tapi aku cemas."

"Kalau aku dan ibumu sama-sama jatuh ke air, siapa yang akan kau selamatkan duluan?"

"Kau."

"Kau menjawab secepat itu, bahkan tanpa memikirkannya dulu?"

"Karena Ketua Wu tidak akan pernah membiarkan dirinya sendiri tenggelam. Sedangkan kau mungkin saja."

"Memangnya aku kelihatan bodoh di matamu? Kenapa juga aku membiarkan diriku sendiri tenggelam? Sudahlah. Aku memiliki putranya sebagai pelindungku, kenapa juga aku harus takut? Kau masak makan malam saja dan tunggu aku di rumah. Oke?"

"Oke. Tapi waktumu hanya dua jam. Jika lewat waktu itu kau masih belum muncul di hadapanku, aku akan segera datang mencarimu."

"Siap, Pak!"


Eva tegang banget berhadapan dengan Nyonya Wu. Maaf dia mengecewakan Nyonya Wu terkait permintaan Nyonya Wu waktu itu. Tapi dia rasa manusia harus mengikuti hati mereka dan melakukan apa yang mereka inginkan, dan bukannya menuruti kemauan orang lain.

Dong Sheng memiliki impiannya sendiri. Kenapa Nyonya Wu tidak membiarkan saja dia untuk melakukan apapun yang Dong Sheng inginkan?

"Aku ibunya. Apa kau sedang mengajariku?"

"Tidak. Mana mungkin saya berani mengajari anda. Anda lebih tua. Saya hanya mengutarakan apa yang saya pikirkan."

Dulu dia tidak begitu mengenal Dong Sheng. Tapi mulai sekarang, dia tidak akan membiarkan Dong Sheng melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya. Dia akan selalu mendukung Dong Sheng.

Kesal, Nyonya Wu langsung menyatakan menentang hubungan mereka berdua. Kali ini Yuan Yuan tak gentar dan mengingatkan Nyonya Wu bahwa jaman sekarang, orang dewasa tidak perlu izin orang tua saat mereka saling mencintai. Dia lalu cepat-cepat pamit dan pergi.

Bersambung ke part 2

1 komentar: