Sinopsis Well Intended Love Season 2 Episode 1 - 2

Sinopsis Well Intended Love Season 2 Episode 1 - 2

Nona Jiang menelepon saat itu. Xia Lin meyakinkannya bahwa dia benar-benar tidak punya hubungan apapun dengan Yi Zhou. Nona Jiang percaya padanya dan meyakinkan bahwa perusahaan sedang menyusun pernyataan klarifikasi sekarang ini. Yang penting Xia Lin harus menjauh dari internet untuk sementara waktu, dan jangan pedulikan segala komentar di internet.


Tapi saat Jia Fei mengecek internet, dia malah mendapati segala komentar di internet merundung Xia Lin. Mereka bahkan menggali sejarah masa lalu Xia Lin dan mengunggah fotonya sebelum dia melakukan face-lifting. Eh, nggak, maksudnya, netizen menuduh Xia Lin melakukan face lifting.

Mereka mengarang cerita bahwa kehidupan pribadi Xia Lin itu sangat kacau. Mereka bahkan menuduh Xia Lin merebut pacar temannya.

"Menciptakan rumor memang tidak butuh biaya, makanya mereka mengarang gosip seenak hati. Kalau kau punya pacar, aku akan sangat bahagia. Jangan khawatir, mereka cuma menyenangkan diri mereka sendiri dengan cara melampiaskan emosi negatif di internet. Aku akan baik-baik saja setelah perusahaan membuat pernyataan."

"Ini tidak se-simple yang kau pikir. Mereka tidak peduli mau di-klarifikasi atau tidak. Mereka hanya ingin mengomentari sejarah gelapmu. Sebaiknya kau berhati-hati."


Belum sempat Jia Fei melanjutkan, ponselnya Xia Lin berbunyi lagi, kali ini dari Chu Yan yang menanyakan apa sebenarnya hubungan Xia Lin dengan Yi Zhou. Dia terdengar benar-benar khawatir dengan gosip itu dan langsung lega saat Xia Lin meyakinkan kalau dia tidak ada hubungan apapun dengan Yi Zhou (Sepertinya dia suka sama Xia Lin). Dia sendiri tidak bisa membantu apa-apa karena hars syuting di luar daerah.

"Tak kusangka kalau Chu Yan sangat memedulikanmu." Komentar Jia Fei.

Tapi menurut Jia Fei, sebaiknya Xia Lin pergi ke perusahaan agensinya saja dan mendiskusikan solusi masalah ini dengan Nona Jiang.


Setibanya di perusahaan tak lama kemudian, Xia Lin mendapati Nona Jiang sibuk menelepon telepon keluhan dari produser drama yang tak senang dengan gosipnya Xia Lin dan Yi Zhou itu, bahkan ingin membatalkan kontrak mereka. Tapi Nona Jiang berhasil membujuknya dan meyakinkan bahwa mereka akan segera mengklarifikasi gosip miring itu.

"Seserius itu?" Heran Xia Lin.

"Opini publik bisa membuatmu populer atau malah hancur. Seorang aktris dan pria kaya bisa membuat orang berimajinasi macam-macam."

"Lalu kapan kita akan memposting klarifikasinya?"

Tiba-tiba seorang pegawai terburu-buru datang mengabarkan hal yang lebih buruk. Bukan cuma gambar, sekarang juga beredar video saat Xia Lin menempelkan dirinya ke Yi Zhou.

Masalah baru ini membuat Nona Jiang terpaksa harus mengubah rencana dan memerintahkan untuk tidak memposting pernyataan klarifikasi dulu. Hubungi beberapa akun pemasaran dan tulis beberapa artikel tentang pelanggaran siber dan cari beberapa kasus nyata tentang orang-orang yang pernah mengalami perundungan siber. Arahkan masalah ini sebagai kasus perundungan siber.


Xia Lin panik berusaha meyakinkan Nona Jiang kalau dia benar-benar tidak ada hubungan apapun dengan Yi Zhou. Nona Jiang mengingatkan bahwa masalah utamanya bukan masalah dia percaya atau tidak, melainkan karena video itu.

Kalau cuma sekedar gambar, mereka bisa berkilah bahwa itu cuma kesalahpahaman karena angel pengambilan gambar. Tapi beredarnya video itu jelas bisa membuat netizen semakin yakin dengan gosip itu.

Kalau mereka ngotot mengeluarkan pernyataan klarifikasi, itu hanya akan membuat efek negatifnya semakin parah. Orang-orang hanya mau mempercayai apa yang mereka lihat.

Dan karena perannya Xia Lin di drama terbaru, mereka mungkin akan berpikir bahwa aslinya Xia Lin sama seperti perannya di dalam drama, orang yang rela menghalalkan segala cara untuk menikah dengan konglomerat.


Xia Lin jadi tambah galau, apa yang harus dia lakukan sekarang? Dia tidak boleh menyia-nyiakan waktu seperti ini. Tiba-tiba dia kepikiran sebuah ide, dia harus bertemu dengan Yi Zhou. Jika kedua belah pihak sama-sama mengklarifikasi, maka itu bisa semakin meyakinkan.

Itu memang ide bagus, tapi Nona Jiang merasa itu akan sulit karena hari ini ada masalah lain yang menimpa perusahaan Lingshi selain skandal mereka berdua, yaitu bocornya informasi para pelanggan hotel Lingshi Group.

Kedua skandal yang beredar hari ini, membuat harga saham Lingshi Group merosot. Tapi anehnya, kenapa pihak Yi Zhou belum melakukan apapun yah?


Parahnya lagi, si pegawai mendadak muncul lagi, mengabarkan bahwa video itu sekarang sudah di-forward lebih dari 200 ribu kali oleh sebuah akun yang mengaku sebagi akun Weibo keduanya Xia Lin.

"Aku bahkan tidak tahu kalau aku punya akun lain." Protes Xia Lin.

Berusaha menenangkan semua orang, Nona Jiang langsung mengeluarkan beberapa instruksi pada para anak buahnya. Edit pernyataan klarifikasi mereka dan posting dengan menggunakan akun certified-nya Xia Lin, posting juga klarifikasi bernada formal di akun perusahaan mereka, dan hubungi pengacara untuk proses hukum. Dia memerintahkan Xia Lin untuk tetap di sini saja, sementara dia sendiri keluar untuk mengurus hal lain.
 

Di perusahaan Lingshi, Yi Zhou mengadakan rapat pemegang saham dan memberitahu mereka beberapa nama yang mereka curigai melakukan kecurangan terhadap perusahaan.

Tapi salah satu direktur yang senyumnya tampak licik, lebih penasaran tentang gosip tentang hubungan Yi Zhou dan wanita yang entah dari mana datangnya itu. Gosip itu membuat saham perusahaan mereka anjlok. Bukankah Yi Zhou harus memberi mereka penjelasan?

Yi Zhou santai memberitahu mereka bahwa skandal itu sudah mulai ditangani. Sebentar lagi pasti ada hasilnya. Dia akan menyuruh orang untuk membuat laporan investigasinya untuk menjernihkan kecurigaan mereka.

"Yang ingin saya tekankan adalah Lingshi Group tumbuh di bawah pengawasan kalian. Masalah seperti ini, tidak mungkin jadi krisis bagi Lingshi, malah mungkin bisa berubah jadi lebih baik. Ini bisa memberi kita kesempatan untuk melihat dengan jelas siapa saja yang benar-benar bisa dipercaya." Ujar Yi Zhou.

Dia lalu mengakhiri meeting ini dan pergi. Si Direktur biarpun diam saja, tapi tampak jelas dia tidak senang.


Xia Lin tambah galau gara-gara berita di internet mengklaim bahwa dia mengakui rumor itu. Mereka bahkan menduga bahwa baju berantakannya Yi Zhou itu ada hubungannya dengan kedekatan mereka di depan toilet.

Nona Jiang kembali tak lama kemudian, tapi dia sama sekali tidak membawa kabar bagus, malah kabar buruk. Perusahaan iklan jus lemon ingin mengganti Xia Lin dengan alasan image-nya Xia Lin tidak sesuai citra mereka yang bersih. Bukan cuma itu saja, tepat saat itu juga, Nona Jiang menerima telepon lain.

"Tidak! Aku tidak boleh duduk diam terus. Aku harus menemui Ling Yi Zhou."

Maka pergilah Xia Lin ke perusahaannya Yi Zhou dengan ditemani Nona Jiang. Si pegawai yang meladeni mereka, memberitahu mereka bahwa Yi Zhou sekarang masih meeting.

Xia Lin dan Nona Jiang bersedia menunggu... menunggu... dan terus menunggu... hingga siang berganti petang, tapi Yi Zhou masih juga belum kelihatan batang hidungnya.

Xia Lin bahkan sampai ketiduran di sofa. Dan saat dia terbangun, Nona Jiang malah memberitahu bahwa dia baru saja kehilangan satu kontrak iklan lagi.  Xia Lin jadi khawatir kalau ini bakalan memengaruhi karirnya lebih jauh lagi dan membuatnya tidak bisa mendapat peran apapun di masa mendatang.


Nona Jiang tetap optimis, Yi Zhou kan sudah janji mau menemui mereka. Segalanya pasti akan membaik setelah mereka mengklarifikasinya. Tapi tepat saat itu juga, si pegawai yang tadi baru kembali dan mengabarkan bahwa Yi Zhou tidak bisa menemui mereka karena harus menginspeksi proyek setelah meeting.

Xia Lin ngotot ingin bertemu Yi Zhou sekarang juga, tapi Nona Jiang dengan cepat meminta dijadwal ulang besok saja lalu mengajak Xia Lin pergi. Errr... sayangnya mereka tidak tahu kalau Yi Zhou sebenarnya ada di depan. Jelas dia memang sengaja menghindari mereka.


Xia Lin akhirnya pulang dengan hati dongkol dan menceritakan segalanya pada Jia Fei. Parahnya lagi, foto dirinya yang berdiri di depan perusahaannya Yi Zhou mendadak viral dengan disertai gosip yang menuduhnya dicampakkan Yi Zhou, dia tidak akan bisa menikah ke dalam keluarga konglomerat, makanya dia sengaja mendatangi perusahaannya Yi Zhou untuk membangkitkan kembali cinta yang telah hilang.

"Bagaimana bisa mereka melakukan ini?!" Kesal Xia Lin.

Kaget mendengar kemarahannya, Jia Fei menasehatinya untuk tenang. Ingatlah siapa dia, dia aktris Xia Lin - calon movie queen di masa depan nanti. Kau harus menggunakan bakat aktingmu untuk membuatnya tersentuh. Contohnya begini...

"Tuan Ling, aku tak punya cara lain selain mendatangimu. Hiks! Aku yakin kau tidak akan tinggal diam. Hiks!"

"Hentikan. Kalau aku benar-benar melakukan itu, aku pasti akan langsung diusir sama sekuriti."

Tapi Jia Fei benar tentang satu hal. Dia harus membujuk Yi Zhou. Dia tidak boleh membiarkan gosip semacam itu menghancurkan karirnya.

Bersambung ke part 3

1 komentar: