Sinopsis Love The Way You Are Episode 12 - 1

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 12 - 1

Dong Sheng cepat-cepat dilarikan ke rumah sakit dan dokter menyuruh mereka untuk segera menghubungi keluarga pasien. Maka Xiao Nan pun menyuruh Tao Tao untuk menghubungi mamanya karena Tao Tao dan mamanya kan keluarganya Dong Sheng.


Tapi yang tidak mereka sangka, Tao Tao dengan polosnya mengaku bahwa dia bukan putrinya Dong Sheng, jadi apa bisa dia disebut sebagai keluarganya Dong Sheng? Yuan Yuan kaget, kalau Tao Tao bukan putrinya Dong Sheng, lalu kenapa dia memanggil Dong Sheng sebagai papa?

"Mama yang menyuruhku untuk memanggilnya seperti itu."

"Lalu siapa papamu yang sebenarnya?"

"Mana aku tahu, dasar om jahat! Kalau sampai terjadi sesuatu pada papaku, aku tidak akan punya papa lagi!" Tangis Tao Tao.

Yuan Yuan buru-buru menenangkannya dan meyakinkan Tao Tao kalau papanya pasti akan baik-baik saja dan meminta Tao Tao untuk memaafkan Om Xiao Nan. Tapi Tao Tao terus menatap Xiao Nan dengan kesal. Canggung, Xiao Nan langsung menghindar dengan alasan mau mengurus administrasinya Dong Sheng.


Eva datang tak lama kemudian dan langsung mengajak Tao Tao pulang. Yuan Yuan berusaha memintanya untuk bicara dengannya, tapi Rebecca seperti biasanya, menolak dengan ketus.

"Jangan pikir bahwa kau membantuku, aku akan bilang terima kasih."

"Aku tidak membicarakan masalah itu, aku ingin membicarakan masalah Tao Tao. Aku tahu Ruan Dong Sheng bukan ayahnya."

"Jadi tadi kau membantuku karena kau ingin mengancamku seperti ini?"

"Kau berpikir berlebihan. Aku hanya merasa Tao Tao sangat menyedihkan. Dia terlalu muda untuk tinggal di asrama sekolah. Dia tidak bisa hidup bersama ibunya. Dia bahkan dianggap sebagai alat untuk dimanfaatkan. Apa kau bahkan tidak malu?"

"Tutup mulutmu! Kaulah yang memaksaku melakukan itu. Jangan pikir kau bisa berdiri lebih tinggi dan menyalahkanku. Lihatlah dirimu sendiri. Berdoalah dan uruslah dirimu sendiri." Sinis Rebecca lalu pergi.


Rebecca menurunkan Tao Tao di sekolah asramanya, tapi Tao Tao tiba-tiba menangis. Bukannya menenangkannya, Rebecca malah tambah kesal membentaknya, bahkan menurunkannya dengan paksa yang terang saja membuat Tao Tao jadi semakin sedih.

"Mama, aku tidak mau kembali ke sekolah. Aku mau pulang sama mama. Aku ingin tinggal bersama mama."

"Kenapa kau jadi semakin tidak pengertian? Apa kau tahu berapa banyak masalah yang kau akibatkan hari ini? Kau sangat tidak patuh, Tao Tao!"

"Aku tidak mau mengerti. Aku tidak mau patuh. Aku hanya menginginkan mama. Kenapa mama tidak mau mengaku sebagai mamaku? Kenapa mama tidak membutuhkanku? Aku mau pulang."


Hati Rebecca akhrinya melunak dan mengaku bahwa sebenarnya dia tidak punya keberanian. "Jangan salahkan mama, yah?"

"Aku tidak menyalahkan mama, aku cuma sangat merindukan mama. Hari ini ulang tahunnya Tao Tao."

Tao Tao lalu mengambil sebuah buku gambar dan menghadiahkannya untuk Rebecca. Gambar mereka bertiga sebagai satu keluarga lengkap. "Mama, jangan kembalikan aku ke sekolah lagi, yah?"

Rebecca luluh seketika. "Baiklah, mama setuju."


Bahkan setelah Yuan Yuan berubah jadi Eva lagi, Dong Sheng masih saja belum sadarkan diri. Padahal menurut dokter dia cuma gegar otak ringan dan tidak ada komplikasi apapun.

Yuan Yuan sontak mencengkeram bajunya Xiao Nan dengan kesal. "Kenapa juga kau memukulnya?! Sekarang dia jadi koma."

"Aku tidak melakukan apapun. Aku cuma menyentuhnya ringan. Mana kutahu kalau dia ternyata selemah itu."

"Kalau sampai terjadi sesuatu padanya, akan kubunuh kau!" Kesal Eva. Tak ada seorang pun dari mereka yang sadar bahwa Dong Sheng sebenarnya sudah sadar tapi dia tetap pura-pura tak sadarkan diri dan diam-diam tersenyum geli mendengar perdebatan mereka.

Setelah dokter pergi, Eva mengancam Dong Sheng untuk segera bangun. Kalau Dong Sheng koma terus, dia tidak akan merawat Dong Sheng. Dia akan mencari cowok lain yang tampan dan kaya dan menikahinya.

"Makanya, kau harus cepat sembuh untukku. Kau dengar aku, nggak?"


Tapi Dong Sheng tetap saja sengaja pura-pura masih koma. Tepat saat itu juga, Rebecca datang datang lagi dan langsung keheranan menatap Eva yang sudah balik langsing lagi.

"Aneh sekali. Kalau aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, aku mungkin takkan percaya ada penyakit aneh semacam ini di dunia ini."

"Kau memanggilku kemari hanya untuk memujiku dengan kata-kata ajaib itu? Rebecca, kau melanggar perjanjian kita lagi dan lagi. Jadi aku juga tidak perlu menaatinya lagi. Kalau kau ingin mengumbar rahasiaku, maka aku akan bermain denganmu sampai akhir. Seperti yang kau bilang, asalkan aku tidak berubah jadi gendut di hadapan orang lain, maka mereka tidak akan memercayai kata-katamu."

Yang tak disangkanya, Rebecca sekarang sudah berubah sikap dan meyakinkan kalau dia tidak akan membeberkan rahasianya. Eva bingung, lalu untuk apa dia datang kemari?

"Maaf, Eva. Aku berbohong padamu." Ucap Rebecca.


Dia mengaku bahwa Tao Tao memang bukan putrinya Dong Sheng, melainkan teman baiknya Dong Sheng. Hah? Bukankah Rebecca menyukai Dong Sheng? Lalu bagaimana bisa dia malah punya anak dengan sahabatnya Dong Sheng?

"Karena waktu itu harga diriku sangat tinggi. Aku tidak bisa menerima bahwa cintaku tak berharga bagi Ruan Dong Sheng."

Dia tahu sahabatnya Dong Sheng menyukainya. Makanya untuk menarik perhatian Dong Sheng, dia sengaja mengencani sahabatnya. Tapi sekarang sahabatnya Dong Sheng itu sudah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.

Dia dan Dong Sheng mengalami kecelakaan itu bersama-sama. Dia terluka parah untuk menyelamatkan Dong Sheng dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

Rebecca mengandung Tao Tao waktu itu, dan sahabatnya Dong Sheng berkata bahwa hal yang paling dia sesalkan di dunia ini adalah tidak bisa melihat bayi mereka lahir. Sebelum meninggal, dia meminta Dong Sheng untuk menjaganya.

"Dia benar-benar pria yang baik, tapi aku tidak menghargainya. Aku tidak pantas untuknya."

Tiba-tiba dia membungkuk dalam-dalam pada Eva dan setulus hati meminta maaf padanya. Eva sampai bingung sendiri menghadapi permintaan maaf seformal itu.


Xiao Nan kagum juga mendengar cerita Eva tentang Rebecca tadi. Masih hidup untuk menyaksikan Rebecca meminta maaf seperti itu, benar-benar berharga.

Eva benar-benar menyesal pernah menyalahkan Dong Sheng. "Maaf, aku pernah salah menuduhmu. Kau harus cepat pulih. Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu."

Eva langsung menyandarkan kepalanya di d~~a Dong Sheng, tapi malah mendapati satu apel di sana sudah tergigit. Eva langsung kesal melabrak Xiao Nan, tega sekali Xiao Nan mencuri apelnya Dong Sheng dan cuma menggigitnya separuh lagi!


Xiao Nan tidak terima, bukan dia kok yang makan. Eva tak percaya, jelas bukan Eva yang memakannya, terus kalau bukan Xiao Nan, masa... Dong Sheng? Curiga, Eva langsung mendekatkan wajahnya ke Dong Sheng, berniat mau mengendus bau apel di mulutnya... Saat tiba-tiba saja Dong Sheng bergerak memeluknya lalu menguncinya di ranjang.

Kaget, Eva langsung kesal menaboknya. "Brengsek! Kau sudah bangun tapi pura-pura mati!"

"Augh! Kau memukulku keras banget, apa kau mau jadi janda?"

Dong Sheng lalu mengusir Xiao Nan dengan alasan meminta Xiao Nan untuk memberitahu Yi Ren bahwa dia sudah bangun. Xiao Nan yang sedari tadi sudah canggung sendiri jadi obat nyamuk di antara mereka, dengan senang hati beranjak pergi. Tapi ingat yah, mereka harus tahan diri, soalnya dinding rumah sakit ini tipis. Pfft!


"Sejak kapan kau menyuap Xiao Nan?" Heran Eva.

"Kau bilang ada banyak hal yang mau kau katakan padaku. Katakanlah, aku akan mendengarkanmu."

Canggung, Eva mau melarikan diri. Tapi Dong Sheng dengan cepat menangkapnya dan menariknya kembali. Mereka menyakitinya dan mau kabur, apa Eva tidak merasa ini kelewatan?

"Xiao Nan yang memukulmu, kau cari saja dia."

"Siapa ya yang menggunakan seluruh kekuatannya untuk melimpahiku dengan segala macam cacian dan makian? Sekarang aku terluka, bagaimana kau akan mengompensasiku?"

"Aku tidak punya uang, aku cuma punya nyawaku."

"Aku tidak butuh uangmu ataupun nyawamu. Aku... membutuhkanmu." Bisik mesra Dong Sheng.

"Kau mau apa? Aku tidak akan menjual tubuhku."


Maka Dong Sheng pun menjawabnya dengan mendekat untuk menciumnya. Eva pun langsung merem. Tapi Dong Sheng malah cuma menggodanya, maksudnya tuh dia cuma ingin Eva merawatnya sampai dia keluar dari rumah sakit.

Eva sontak mendorongnya dengan kesal. Bayarannya mahal, tahu! Sangat-sangat mahal, jadi dia tidak ada waktu untuk dihabiskan bersama Dong Sheng.

Dong Sheng sontak menariknya mendekat lagi, ada satu cara kompensasi lainnya. Kali ini dia serius mendekat untuk menciumnya... Tepat saat perawat mendadak muncul (Pfft!), Eva dan dan Dong Sheng sontak saling menjauh dengan canggung. Dong Sheng kesal banget.

Bersambung ke part 2

1 komentar: