Sinopsis Love The Way You Are Episode 11 - 1

Sinopsis Love The Way You Are Episode 11 - 1

Eva berjalan linglung di tengah jalan memikirkan semua ucapan Dong Sheng padanya. Saat Dong Sheng bilang bahwa hanya dia satu-satunya yang disukai Dong Sheng, juga saat Dong Sheng berkata bahwa dia tidak pernah menyukai Rebecca. Tapi nyatanya sekarang lain.


Saking tenggelamnya dalam lamunan, dia tidak segera minggir saat ada sebuah mobil yang terus menerus mengklaksonnya. Si pemilik mobil jadi kesal sama dia dan berpikir kalau Eva mau menipunya (pura-pura ditabrak biar dapat uang).

Eva sontak terbakar emosi. "Kau bilang siapa yang menipu? Kaulah yang menipuku! Cowokku... punya anak bersama wanita lain tanpa sepengatahuanku. Apa tidak berhak untuk bersedih atau marah? Pria seperti kalian selalu berkata satu hal tapi melakukan hal lain. Kau pikir kau bisa membuliku semudah itu? Panggil saja polisi untuk menahanku kalau kau bisa!"


Dan si pemilik mobil benar-benar memanggil polisi untuknya. Wkwkwk! Jadilah Eva ditahan di kantor polisi. Untungnya si pemilik mobil mengasihaninya karena mengira dia dicampakkan kekasihnya, jadi dia tidak dituntut. Eva cuma disuruh tanda tangan dan boleh pergi setelah itu.

"Pak Polisi, tentang itu... Bisakah anda menjaga rahasia saya?"

"Maksudmu tentang masalah dicampakkan atau masalah dibawa ke kantor polisi?"

Eva malu banget mendengarnya. Baiklah, Pak Polisi mengerti kok. Dia meyakinkan privasi-nya Eva terjaga secara hukum. Xiao Nan datang tak lama kemudian dengan cemas.


Eva sontak menangis dalam pelukannya. "Ruan Dong Sheng itu brengsek! Dia sudah jadi ayah tapi masih merayuku. Dia bedebah yang membuat dewa dan manusia naik darah! Dia bilang kalau menjaga integritasnya hanya untukku dan mencintaiku sejak awal. Semua itu bohong!"

Xiao Nan kaget, dia bilang apa barusan? Dong Sheng sudah jadi ayah? Yakin? Apa Eva melihatnya sendiri? Apa sebenarnya yang terjadi? Siapa ibu anaknya?

"Si penyihir tua yang terus berusaha memakanku. Rebecca!"

"Rebecca?"


Keesokan harinya, dia malah mendapati Rebecca sedang menunggunya. Dia akui bahwa Dong Sheng memang hanya mencintai Eva seorang. Tapi waktu itu dia masih muda dan dia pikir kalau dia bisa mengalahkan Eva. Makanya suatu hari saat Dong Sheng mabuk, terjadilah kecelakaan itu.

Dia menglaim Dong Sheng merendahkannya saat tahu dia hamil dan tidak pernah mau bertanggung jawab terhadapnya maupun anak mereka. Dong Sheng menyuruhnya untuk melupakan segalanya, seolah tak pernah terjadi apapun. Eva heran, jika memang Dong Sheng sebrengsek itu, lalu kenapa Rebecca melahirkan anaknya?

"Karena aku mencintainya. Aku sangat mencintainya. Saat kau menghilang selama bertahun-tahun, aku berpikir bahwa mungkin jika dia tidak menemukanmu, dia akan menerimaku, orang yang selalu ada di sisinya."

Dan karena ayahnya Tao Tao tidak mau menerima anaknya, makanya dia tidak bisa berhenti dari pekerjaannya. Mkaanya dia menempatkan Tao Tao di sekolah asrama. Maaf, dia membuat Eva menyaksikan mereka sebagai keluarga malam itu. Tapi dia melakukannya karena takut. Sudah bertahun-tahun Dong Sheng tak pernah memandangnya. Dia rela menjadi orang jahat demi putrinya.

"Rebecca, hari ini adalah hari terakhir aku bicara tentang Ruan Dong Sheng. Mulai sekarang. Aku tidak punya hubunga apapun dengan Ruan Dong Sheng. Kau bisa melanjutkan mimpimu untuk menjadi satu keluarga bersamanya."

Rebecca senang. Tapi... dia memohon pada Eva untuk merahasiakan masalah ini dari Dong Sheng. Dong Sheng sangat membencinya. Kalau Dong Sheng tahu Eva menyerah karena Tao Tao, dia takut Dong Sheng tidak akan pernah menerima Tao Tao. Eva setuju lalu pergi dengan sedih.


Hujan mengguyur deras saat Dong Sheng baru saja selesai memasak untuk dia kirim ke Eva. Tapi saat dia mencoba menghubunginya, malah tidak diangkat.

Bahkan saat dia dalam perjalanan, dia malah melihat Eva berjalan seorang diri di tengah derasnya hujan. Terang saja dia jadi cemas dan langsung keluar memayungi Eva dan berniat mengajaknya masuk mobil, tapi Eva menolak.

"Tinggalkan aku. Kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi."

"Apa maksudmu?"

"Ruan Dong Sheng, aku tidak akan memberimu kesempatan untuk menyakitiku lagi. Mulai hari ini, kita tidak punya hubungan apapun lagi."

Dong Sheng benar-benar tidak mengerti apa maksudnya, bukankah mereka masih baik-baik saja kemarin? Memangnya apa yang terjadi sampai Eva tiba-tiba jadi seperti ini?

Tapi alih-alih membicarakan apa masalah mereka, Eva mengklaim tidak ada apa-apa. Dia hanya lelah dan sangat ingin putus dengan Dong Sheng. Bukankah Dong Sheng bilang akan menghormati keputusannya? Inilah keputusannya.


Dong Sheng jelas tak mau menyerah begitu saja dan terus menuntut penjelasan. Bukankah Eva bilang kalau Eva menyukainya? Bukankah Eva menyuruhnya untuk menunggunya? Bukankah Eva bilang kalau dia akan menangani segalanya dulu dan setelah itu Eva akan kembali padanya?

"Kau pasti menyembunyikan sesuatu dariku. Katakan apa itu, kau bisa memberiku segalanya."

Tapi Eva tetap bersikeras menyangkal dan beralasan kalau dia cuma sudah lelah dan muak, dia tidak mau bermain dengan Dong Sheng lagi. Apa Dong Sheng masih belum mengerti juga?

"Aku mendekatimu hanya karena aku ingin balas dendam padamu. Aku ingin membuatmu jatuh cinta padaku lalu setelah itu aku akan mencampakkanmu. Tujuanku sudah tercapai. Segalanya sudah berakhir."

"Aku tidak percaya."

"Terserah. Tidak ada hubungannya denganku," Eva pun pergi meninggalkannya.


Eva jadi termenung sedih gara-gara itu. Bahkan Dong Sheng pun sampai tidak masuk kerja keesokan harinya dan membuat kedua pegawainya jadi khawatir.

Makanya mereka pergi mengunjunginya. Dong Sheng mengklaim kalau dia baik-baik saja, padahal mukanya pucat dan tiba-tiba saja dia oleng. Kedua pegawainya jadi semakin cemas karenanya.

Setelah membaringkan Dong Sheng, mereka langsung mendiskusikan masalah bos mereka itu. Sepertinya masalah kali ini sangat serius dan membuat Dong Sheng sangat menderita. Yi Ren penasaran, apa sih yang mereka perdebatkan kemarin?

"Aku tidak berani menguping. Hujan sangat deras waktu Dao Mingsi dan Shan Cai putus. Mereka bertengkar hebat, aku bakalan jadi umpan meriam kalau aku ikut campur."

"Ini pertama kalinya Presiden Ruan patah hati. Jadi wajar dia belum bisa menerimanya sekarang."


Asisten Ni heran, apakah cinta bertepuk sebelah ini yang bahkan belum resmi ini bisa disebut sebut sebagai cinta? Asisten Ni rasa, Eva memang tidak pernah mencintai bos mereka.

"Hentikah. Sekarang saja sudah presiden kita sudah cukup menderita, jangan lukai dia lebih dalam lagi."

"Kak Yi Ren, menurutku lebih baik membuat Presiden menghadapi kenyataan daripada berbohong padanya terus."

Presiden mereka itu orang yang langka loh. Dia tidak pernah mencintai siapapun karena dia tidak bisa melupakan cinta pertamanya. Begitu pun dalam pertemanan, presiden mereka tak punya teman dekat lain selain mereka berdua.

Cinta benar-benar iblis yang bisa mengungkapkan kebobrokan kepribadian seseorang. Eva pasti sudah tidak tahan lagi menyembunyikan kepribadiannya yang sebenarnya.


Yi Ren tiba-tiba kepikiran untuk menemui Eva dan mencari jawaban atas segalanya. Mereka sama sekali tidak sadar kalau Dong Sheng sebenarnya menguping segalanya dan jadi semakin sedih karenanya.

Flashback.


Dulu saat mereka masih sekolah, Dong Sheng jadi sasaran buli anak-anak lain yang iri dan tak suka padanya karena dia selalu menjadi juara satu. Merkea bahkan mengatainya anak aneh hanya karena dia selalu menyendiri, tak punya teman, tidak pernah makan nasi, gampang sakit-sakitan dan mungkin sebentar lagi akan mati.

Dong Sheng diam saja. Tapi Yuan Yuan yang menyaksikan kejadian itu, langsung maju menghadapi para pembuli itu dan membela Dong Sheng. Para pembuli itu jadi kesal dan hampir saja mau menyerangnya.

Dong Sheng hampir mau menyelamatkannya. Tapi Xiao Nan dan kawan-kawannya mendadak muncul dan menyelamatkannya duluan. Dari situlah dia mengetahui betapa sayangnya Xiao Nan pada Yuan Yuan.

Dan saat itu pulalah Dong Sheng mulai jatuh cinta pada Yuan Yuan. Dia diam saja saat Yuan Yuan dadah-dadah padanya, padahal sebenarnya diam-diam dia bahagia.

Flashback end.


Kenangan itu benar-benar membuat Dong Sheng jadi semakin sedih. "Aku memang tidak pantas untuknya."

Bersambung ke part 2

1 komentar: