Sinopsis Love The Way You Are Episoe 9 - 2

 Sinopsis Love The Way You Are Episoe 9 - 2

Eva berusaha kabur, tapi Dong Sheng dengan cepat menangkapnya dan memerangkapnya. Kenapa Eva menghindarinya? Dia kan cuma ingin ciuman buat  percobaan. Apa itu sesuatu yang buruk banget?


"Presiden Ruan, bahkan sekalipun yang kau bilang itu benar, maka seharusnya kau minta ke Yuan Yuan. Kenapa malah minta ke aku?"

Soalnya Yuan Yuan tidak mau bertemu dengannya. Dan berhubung mereka saudara kembar dan punya DNA yang hampir sama, jadi mungkin ciumannya Eva juga bisa.

Eva sontak kesal merutukinya dalam hati, triknya Dong Sheng benar-benar licik. "Dia membuatku menggali kuburanku sendiri."

Berusaha tetap tenang, dia langsung mendorong Dong Sheng darinya dan mengklaim bahwa dia bukannya tidak mau membantu. Hanya saja, tidak baik jika pria dan wanita berduaan saja di dalam kamar.

Bagaimana kalau sampai terjadi kecelakaan yang pada akhirnya membuat hubungan kerja sama mereka menjadi tidak jelas. Itu bisa sangat merugikan.

"Jangan khawatir, ini cuma percobaan. Sama sekali tidak berarti apapun. Kecuali... kau punya pikiran untuk melewati batas denganku?"


Eva menyangkal dengan canggung, "mana mungkin aku punya pikiran semacam itu."

"Lalu kenapa kau takut?"

Eva sontak terprovokasi, siapa juga yang takut? Cuma ciuman kan, anggap saja dia berkontribusi pada sebuah percobaan. Eva pun langsung mencium Dong Sheng singkat. Bagaimana?


Dong Sheng langsung mencoba mencicipi kecap asin. Tapi aneh, kali ini dia tetap tidak bisa merasakan apapun. Mungkin karena ciuman barusan terlalu singkat, ayo coba lagi.

Tapi kali ini Eva tak mempercayainya dan menolak. "Dasar penipu! Aku terlalu naif sampai mempercayai omonganmu!"

Dia bahkan langsung melindungi dirinya sendiri pakai spatula. Awas kalau Dong Sheng berani mendekat, dia akan panggil polisi dan melaporkan Dong Sheng atas tuduhan pelecehan.

"Tadi kan kau yang berinisiatif duluan menciumku, berarti aku dong yang seharusnya menelepon polisi."

Pfft! Eva jadi melongo bingung. Dong Sheng dengan mudahnya menyingkirkan spatula itu dan menarik Eva mendekat, bertekad kali ini dialah yang harus berinisiatif mencium Eva. Eva sontak panik mendorong mulutnya menjauh lalu kaburrrrr.


Gara-gara itu, Eva sampai harus mengendap-endap saat dia mau keluar rumah keesokan harinya. Dia sampai heran sendiri, sebenarnya ini rumahnya siapa sih? Kenapa malah dia yang harus mengendap-endap? Tuh cowok terlalu berbahaya. Kalau terus begini, bisa-bisa akan terjadi masalah serius.


Begitu berhasil keluar dari rumah tanpa ketahuan Dong Sheng, Eva langsung menelepon Xiao Nan dan memberitahu kalau dia harus pindah rumah secepatnya, dia sudah tidak tahan lagi. Dong Sheng sudah gila, semalam Dong Sheng berusaha menggunakan pesonanya untuk menggodanya.

Tapi yang tak disangkanya, sekarang Xiao Nan malah mendadak berubah sikap dan mengagumi Dong Sheng. Dia bahkan mengingatkan Eva untuk menghadapi masalahnya sendiri karena bagaimanapun, dia kan sudah dewasa.

Eva jelas heran. "Bukan ini yang kemarin kau katakan. Apa yang terjadi denganmu hanya dalam waktu satu malam?"

"Aku sudah memikirkannya baik-baik. Kurasa Ruan Dong Sheng tidak seburuk itu. Kita harus memandang masalah ini dengan pandangan inovatif. Berilah dia kesempatan, berilah dirimu sendiri kesempatan. Aku harus kerja, kututup yah. Dadah!"

Eva jelas kaget dan kesal. Pria benar-benar tidak bisa diandalkan, dia harus berusaha sendiri.


Sesuai perintah Dong Sheng, Yi Ren sudah tiba di taman hiburan. Tapi dia belum menemukan klien yang Dong Sheng sebut-sebut itu, orangnya seperti apa? Dong Sheng berkata bahwa orang itu pakai pakaian necis.

Yi Ren langsung mengedarkan pandangan mencari orang yang dimaksudnya... dan mendapati Xiao Nan berjalan mendekatinya dengan pakaian necis sambil bawa balon-balon heart.

"Presiden Ruan, apa sebenarnya maksud anda? Halo? Halo?"

Dong Sheng langsung menutup teleponnya begitu saja dan terpaksalah Yi Ren harus menghadapi Xiao Nan yang mengaku bahwa dia terpaksa minta bantuan Dong Sheng karena dia tidak bisa menghubungi Yi Ren.

"Aku penasaran bagaimana caramu meyakinkannya?"

"Masalah itu adalah urusan antara pria. Aku tidak bisa memberitahumu."

"Kau selalu ingin menemuiku, apa sebenarnya maumu?"

"Kau tidak bisa lihat? Aku sedang mengejarmu."

"Presiden Xiao, aku sibuk. Tolong jangan mencandaiku."


"Aku serius. Kau mau menerimaku atau tidak itu urusanmu. Tapi masalah bisa mengejarmu atau tidak itu adalah kecapakanku. Aku sadar aku sebelumnya akulah yang sama, tapi aku tetap berharap kau mau memberiku kesempatan kedua."

Yi Ren sama sekali tak percaya dan yakin banget kalau Xiao Nan cuma ingin mempermainkannya. Baiklah, kita lihat saja siapa di antara mereka berdua yang lebih pintar mempermainkan orang.

Maka Yi Ren pura-pura mau menerima balon-balon heart-nya, tapi kemudian dia pura-pura tak sengaja melepaskannya sehingga balon-balon itu terbang.


Alih-alih menuruti Xiao Nan untuk naik komidi putar, Yi Ren dengan sengaja mengajaknya naik roller coaster dan sukses membuat Xiao Nan jejeritan heboh, bahkan sampai mual-mual.

Misi komidi putar gagal, Xiao Nan pun menelepon seorang anteknya untuk melakukan misi 'pahlawan menolong si cantik'.


Saat mereka hendak naik bianglala, seorang pria tiba-tiba mencopet tasnya Yi Ren. Xiao Nan dengan gaya sok pahlawannya mengejar si pencopet. Tapi yang tak disangkanya, Yi Ren tiba-tiba lari mendahuluinya, menghadang si pencopet dengan cepat, lalu membantingnya. Pfft!

Dia menyuruh Xiao Nan untuk melapor ke polisi, tapi yang tak disangnya, si pencopet malah memanggil Xiao Nan sebagai bos dan memohon padanya untuk tidak dilaporkan ke polisi. Yi Ren jelas kesal.

 

Di kantor, Asisten Ni sedang serius melaporkan kenaikan keuntungan bisnis mereka bulan ini, tapi Dong Sheng lebih tertarik membahas masalah wanita. Menurut Asisten Ni, jika seorang gadis keluar pagi-pagi sekali, ke mana dia pergi?

"Bagaimana kalau tanya langsung padanya?"

"Aku sudah kirim pesan tapi dia tidak menjawab."

"Bagaimana kalau telepon?"

"Sudah kulakukan, teleponnya mati."

"Kalau begitu, berarti dia tidak ingin anda tahu dia pergi ke mana."

"Sepertinya aku harus menyewa beberapa pengawal untuk melindunginya secara diam-diam. Jika tidak, aku tidak akan tenang."


Baru diomongin, Eva mendadak muncul saat itu juga dan membanting beberapa lembar surat perjanjian jarak aman. Pertama, pasca jam 8 malam waktu Beijing, Dong Sheng tidak boleh masuk ke kamarnya dengan alasan apapun, bahkan sekalipun langit runtuh.

Kedua, Dong Sheng hanya boleh memperlihatkan tubuhnya mulai dari bahu ke atas dan sedikit tangan, dia tidak boleh tel~~~~ng. Melanggar akan dikenakan hukuman.

Ketiga, tidak boleh ada skinship ataupun kontak mata kecuali dalam keadaan darurat. Dan tidak boleh ciuman dalam bentuk apapun. Siapapun yang melanggar, maka dia harus pindah rumah.

Silahkan Dong Sheng tanda tangani. Jika Dong Sheng tidak mau tanda tangan, maka Eva akan keluar dari rumah itu sekarang juga.

Dong Sheng menandatanganinya. Tapi Eva tidak puas dan langsung menggunakan lipstiknya untuk menambahkan cap jempolnya Dong Sheng di kontrak itu. Puas, Eva pun mau langsung pergi, tapi malah kaget mendapati Asisten Ni ada di depan dan jelas mendengarkan segalanya.


Malu, Eva pun bergegas pergi. Asisten Ni juga berusaha kabur, tapi Dong Sheng dengan cepat memanggilnya dan mengancamnya untuk merahasiakan masalah ini atau dia akan menyumbangkan semua gajinya Asisten Ni.

"Baik. Saya akan tutup mulut tentang masalah ini."


Xiao Nan mengantarkan Yi Ren pulang dan bersikap bak gentleman yang mencemaskan kakinya Yi Ren, bahkan menempelkan hansaplas ke kakinya Yi Ren yang lecet.

"Sekarang aku bisa membiarkanmu pulang tanpa khawatir."

Yi Ren tampak tersentuh karena perhatiannya itu, tapi Xiao Nan malah mendadak bersikap bak playboy lagi. Dasar! Tiba-tiba dia memberitahu Yi Ren bahwa ada kucing yang mengeong.

Benar saja, di sana ada seekor kucing berbulu putih yang kontan membuat Yi Ren antusias. Sepertinya Yi Ren suka kucing yah, kenapa dia tidak memeliharanya saja? Tanya Xiao Nan.

Yi Ren mengaku waktu dia masih kecil, ayah dan ibunya melarangnya pelihara kucing karena takut itu akan mengganggu belajarnya. Lalu setelah dia besar, dia takut tidak bisa bertanggung jawab merawatnya.

"Kau cuma merasa beban mental. Hidup itu harus dinikmati. Berpikir berlebihan tidak akan memberimu kebahagiaan sejati."

"Itu adalah konflik terbesar antara kau dan aku. Aku tidak bisa hidup seenaknya sepertimu."


Dia lalu mengembalikan kucing itu ke Xiao Nan, karena dia yakin tuh kucing peliharaannya Xiao Nan. Mana ada kucing liar sebagus ini? Pfft!

"Hei, aku benar-benar tulus. Setidaknya, bisakah kau add akun wechat-ku lagi?"

Yi Ren tak menanggapinya dan langsung pergi. Xiao Nan kecewa. Tapi saat dia mengecek wechat-nya tak lama kemudian, dia mendapati Yi Ren mengiriminya chat. Xiao Nan bahagia, ternyata tuh kucing berguna juga.

Bersambung ke part 3

1 komentar: