Sinopsis Love The Way You Are Episode 7 - 3

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 7 - 3

Flashback.

Suatu hari, Ibunya Dong Sheng menemukan surat itu, tapi kemudian hanya amplopnya saja yang dia kembalikan ke Dong Sheng.

Hubungan mereka jelas menunjukkan Ibunya Dong Sheng adalah seorang ibu yang suka menekan dan ikut campur dalam kehidupan pribadi anaknya.


 

Dia sengaja mengambil suratnya untuk menyingkirkan gadis-gadis yang dia pikir cuma mikirin pacaran agar tidak mengganggu fokus sekolahnya Dong Sheng.

Dong Sheng jadi cemas, "apa yang ibu lakukan padanya?"


Ibu menolak memberitahu, Dong Sheng jadi semakin cemas dan langsung keluar mencari Yuan Yuan ke rumahnya tanpa mempedulikan hujan yang mengguyur deras. Tapi dia langsung dibanting keluar sama Xiao Nan sampai dia pingsan.

Xiao Nan jadi cemas dan bergegas menggendong Dong Sheng ke rumah sakit. Dia tersadar saat mereka tiba di rumah sakit dan saat itulah dia melihat Yuan Yuan dalam keadaan tak sadarkan diri karena pneumonia cukup parah sampai dia harus dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar. Tapi Dong Sheng sendiri terlalu lemah hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Flashback end.


Dong Sheng mengaku bahwa setelah dia sembuh, dia langsung kembali ke sekolah mencari Yuan Yuan, tapi malah mendapati Yuan Yuan sudah pindah sekolah dan pindah rumah.

"Apa yang kau katakan itu benar?"

"Aku mengatakan yang sebenarnya."

"Lalu bagaimana dengan Xiao Nan?"

"Itu adalah kesalahpahaman. Kau tanya saja pada Xiao Nan kalau kau tidak percaya padaku. Aku sudah menjelaskannya padanya."

Tapi Yuan Yuan ngotot tak mempercayainya, Dong Sheng bohong padanya. "Aku tidak akan mempercayaimu. Bagaimana mungkin kau menyukaiku?"

"Kalau kau tidak percaya padaku, biar kubuktikan padamu."


Dong Sheng sontak mendekat dan mencium Yuan Yuan... hingga mereka jadi oleng dan terjatuh dari gedung itu. OMG!

Tapi untunglah para petugas pemadam kebakaran datang sedari tadi dan sudah menyiapkan kasur angin di bawah. Tapi tentu saja jatuhnya mereka membuat semua orang shock, Yi Ren bahkan sampai pingsan dalam pelukan Xiao Nan.

Rebecca yang menyaksikan kejadian itu dari rooftop pun sempat kaget, tapi lega seketika begitu melihat mereka terjatuh di kasur angin.


Saat Yuan Yuan tersadar, dia mendapati dirinya di rumah sakit dan langsung mencemaskan Dong Sheng. Di mana Dong Sheng? Bagaimana keadaannya? Xiao Nan meyakinkannya untuk istirahat dulu saja, biar dia panggilkan dokter untuk mengecek keadaan Yuan Yuan. Tapi Yuan Yuan tidak bisa tenang dan langsung keluar mencari Dong Sheng.


Di luar, Xiao Nan tak sengaja bertemu Yi Ren yang juga dirawat di sana. Xiao Nan tidak tahan untuk tidak menggodanya. Tapi Yi Ren hanya menanggapinya dengan dingin, jangan ganggu, dia mau mencari bosnya, jadi tidak ada waktu untuk ngobrol sama Xiao Nan.

"Jangan khawatir. Bosmu beruntung. Dia pasti akan baik-baik saja."

Asal Yi Ren tahu saja, dialah yang membawa Yi Ren ke rumah sakit waktu Yi Ren pingsan. Jadi bukankah seharusnya Yi Ren berterima kasih padanya?

"Terima kasih, puas?"

"Seperti ini caramu berterima kasih? Aku sangat baik padamu, tapi kau malah cuek. Bagaimana bisa ada wanita semacam dirimu di dunia ini?"

"Tuan Xiao. Saya orang semacam apa itu bukan urusan anda. Dan lagi, aku baik-baik saja sekarang. Aku tidak butuh perhatianmu."

Dia langsung mengabaikan Xiao Nan untuk mengecek ponselnya, tapi Xiao Nan dengan cepat merebut ponselnya dan langsung kaget mendapati apa yang ada di sana dan jadi semakin getol menggodai Yi Ren.

Tes medisnya Yi Ren menunjukkan kalau dia mengalami penyakit serius loh. Dia harus berhati-hati... karena ternyata Yi Ren menderita wasir. Pfft! Ini pasti banget, hati-hati loh.

Malu, Yi Ren sontak berusaha merebut ponselnya dengan kesal. "Xiao Nan, kuberitahu kau. Kalau kau mengungkapkan itu ke orang lain, akan kubunuh kau!"

"Tenang, tenang. Akan kukembalikan ponselmu kalau kau sudah tidak marah lagi." Goda Xiao Nan.


Yuan Yuan mendapati Dong Sheng masih belum siuman. Dia benar-benar merasa bersalah karena pernah salah paham pada Dong Sheng. "Kau harus baik-baik saja."

Tapi saat dia hendak keluar tak lama kemudian, dia melihat ibunya Dong Sheng yang berjalan ke sana. Yuan Yuan sontak panik menyembunyikan dirinya di dalam toilet.

Ibu berusaha membangunkan Dong Sheng dan saat itulah Dong Sheng akhirnya sadar. Ibu langsung khawatir menanyakan apa yang sebenarnya terjadi sampai dia terjatuh dari rooftop. Tapi Dong Sheng dingin menanggapinya, Ibu tidak perlu mengkhawatirkannya.

"Tidak perlu khawatir? Kau hampir mati, apa kau ingin jadi seperti ayahmu?"

"Jangan libatkan Ayah. Kalau Ibu datang kemari hanya untuk mengomeliku, lebih baik Ibu pergi saja sekarang."

"Kenapa kau tidak mengerti kekhawatiranku? Kenapa kau selalu mengikuti jejak ayahmu? Kenapa kau melepaskan karir yang kubangun dengan susah payah hanya demi membuka restoran seperti ayahmu? Bagaimana kalau orang lain tahu kalau kau tidak punya indera perasa? Bagaimana kalau kau belajar manajemen denganku saja mumpung belum ada orang yang curiga?"

"Ibu selalu saja arogan dan suka memaksakan keinginan Ibu pada orang lain. Aku sudah bilang, karirku bukan urusan Ibu. Ibu tidak perlu membujukku."


"Kenapa ini bukan urusanku? Aku hanya punya satu putra. Kenapa kau selalu berlawanan arah denganku?"

Apa mungkin Dong Sheng masih marah padanya karena masalah surat cinta waktu itu? Kalau bukan karena dia menyingkirkan gadis gendut itu, apa mungkin Dong Sheng akan memiliki kehidupannya yang sekarang? Dia melakukan itu demi Dong Sheng.

Dong Sheng boleh salah paham padanya sekarang, tapi nanti Dong Sheng pasti akan berterima kasih padanya. Bahkan sekalipun waktu bisa berputar kembali, dia tidak akan membiarkan gadis gendut itu memengaruhi hidup Dong Sheng.

"KELUAR!" Dong Sheng benar-benar tidak tahan lagi mendengarnya.

"Ruan Dong Sheng, dengarkan aku baik-baik. Bagi keluarga seperti kita, cinta itu sama sekali tidak penting."

Yuan Yuan diam-diam menangis mendengar semua itu, menyadari Dong Sheng benar-benar tidak bersalah. Tapi tetap saja dia tidak berani keluar menghadapi Dong Sheng.


Begitu Ibu pergi, Dong Sheng langsung keluar mencari Yuan Yuan, tapi malah mendapati kamarnya kosong. Dong Sheng jadi sedih, kenapa Yuan Yuan masih ingin menghindarinya?

"Apa kau membenciku sebesar itu?"

Asisten Ni datang saat itu membawakan obat untuknya. Dong Sheng santai saja mengunya obat itu dan mendadak mengernyit menyadari ada yang aneh. Penasaran, dia langsung keluar dan memakan sembarang obat yang bisa dia temukan, dan langsung bahagia. Asisten Ni dan Yi Ren cemas melihat sikapnya ini, mengira Dong Sheng mau bunuh diri.

"Ini pahit!" Seru Dong Sheng. OMG! Indera perasanya sudah kembali? "Asisten Ni, Manager Luo, indera perasaku sudah kembali!" Dia sontak memeluk mereka saking senangnya.


Dengan masih mengenakan baju rumahnya, Yuan Yuan berjalan linglung di luar tanpa mempedulikan pandangan orang-orang di sekitarnya.

Sepuluh tahun lamanya, tapi dia masih belum bisa menghadapi kejelekannya, belum bisa menerima hinaan ibunya Dong Sheng, dan belum bisa mengatasi perbedaan antara dirinya dengan Dong Sheng.

"Itu bukan salahnya, tapi dia masih menghukum dirinya sendiri. Lalu bagaimana denganku? Aku yang selalu menenggelamkan diriku ke masa lalu dan tak pernah bisa melupakannya."

Bersambung ke episode 8

1 komentar: