Sinopsis Love The Way You Are Episode 6 - 2

Sinopsis Love The Way You Are Episode 6 - 2

Keesokan harinya, Dong Sheng memerintahkan Yi Ren untuk menambahkan satu klausa lagi di dalam kontak penutupan itu, yaitu Eva harus mengembalikan uang deposit mereka.


"Pak Presiden, Eva tidak melanggar kontrak. Jadi itu tidak masuk akal."

"Tidak masalah. Tugasmu cuma menyampaikan pesanku." Tegas Dong Sheng.


Yi Ren dan Asisten Ni benar-benar jadi kerepotan sekarang. Bersama-sama mereka mendatangi Eva dengan membawa bunga dan sekeranjang buah.

"Kak Yi Ren, kenapa kita kelihatan mau menziarahi makam leluhur?" Heran Asisten Ni.

"Jika hari ini kita tidak bisa menyelesaikan masalah dengan Eva, maka giliran orang lain-lah yang akan menziarahi makam kita."

Asisten Ni benar-benar cemas dengan bos mereka. Belakangan ini wajahnya sangat muram semuram langit mendung. Bahkan kemarin Bos memberi berbagai perintah tanpa makan atau minum apapun.

Dia benar-benar penasaran, apa yang yang dilakukan Eva sampai membuat Bos marah? Padahal waktu mereka pergi ke gunung bersama waktu itu, hubungan mereka baik-baik saja. Bagaimana bisa hubungan mereka berubah secepat itu?

Memang sih hal-hal semacam ini cukup normal terjadi pada bos mereka. Bos kan orang yang maniak, arogan dan keras kepala. Tapi kali ini dia bahkan menyuruh Eva untuk mengembalikan uang yang jumlahnya cukup banyak.

Karena mereka tidak bisa menenangkan bos mereka, jadi sekarang mereka harus berusaha untuk bicara pada Eva agar kedua orang itu berbaikan dan masalah ini akan terselesaikan.


Tapi Eva menyambut kedatangan mereka dengan dingin dan ketus. Untuk apa mereka datang kemari? Bukankah mereka sudah menutup kontrak, jadi tidak ada yang perlu mereka bicarakan dari orang-orang perusahaan Qing.

Yi Ren mengklaim bahwa kedatangan mereka bukan sebagai karyawan perusahaan Qing, bukan pula untuk membicarakan masalah penutupan kontrak. Sekarang kan hari minggu, jadi mereka datang sebagai sobatnya Ruan Dong Sheng dan temannya Eva juga. Mereka hanya ingin tahu apa yang dilakukan sobat Ruan hingga menghancurkan persahabatan mereka.

Eva sinis mendengarnya. "Sobat Ruan?"

"Iya. Sebenarnya ini adalah panggilan akrab kami untuk teman dekat kami. Iya kan?"

"Benar sekali. Sobat Ruan kan tinggal di sebelahmu."

"Kalau begitu, kalian seharusnya tanya sendiri saja sama... Sobat Ruan kalian itu. Ngapain juga kalian datang dan tanya sama aku?"

Yi Ren meyakinkan bahwa bos mereka itu sebenarnya tidak ingin menutup kontrak dengan Eva. Jika tidak, dia pasti tidak akan menyarankan untuk berpasangan dengan Eva. Bos mereka itu hanya tidak mengerti dan tidak tahu cara mengekspresikan perasaannya.

"Sebenarnya kami datang kemari untuk memberitahumu sesuatu."

"Apa?"

"Presiden Ruan... jatuh cinta padamu."

PFFFFFFT! Eva sontak menyemburkan air yang diminumnya ke muka Yi Ren saking shocknya.


Gara-gara itu, Eva langsung melampiaskan kekesalannya dengan menjadikan fotonya Dong Sheng sebagai target buat main squad. Dong Sheng pikir dia bodoh apa? Dia sendiri yang ingin menutup kontrak dan sekarang malah bilang kalau dia jatuh cinta padanya?!

"Biasanya dalam negosiasi. Satu orang bertindak sebagai hero dan yang satunya jadi penjahat. Orang itu jelas ingin menjebakmu. Kau harus berhati-hati."

"Apa maksudmu?"

"Dalam kontrak terbaru yang dikirim Luo Yi Ren hari ini menyatakan bahwa kau harus mengembalikan semua uang deposit mereka."

"APA?! Aku sudah lama bertindak sebagai perwakilan mereka dan sekarang dia menyuruhku untuk memuntahkan semuanya?! Bagaimana bisa ada pria seaneh itu? Zhou Bapi saja lebih manusiawi daripada dia!"

Jangan khawatir, Xiao Nan tidak akan mau menandatangani kontrak itu. Pengadilan juga tidak akan menerima permintaan tidak masuk akal mereka itu. Dia sungguh tidak mengerti kenapa mereka melakukan itu?

"Jangan pernah menggunakan logika biasa untuk menilai bajingan semacam itu. Dia memaksaku untuk menjalankan balas dendamku!"

"Kau mau apa?"

Dong Sheng kan jatuh cinta padanya dan mencatat setiap hobinya. Ini saat yang tepat untuk mengambil keuntungan. "Aku harus membuatnya tidak bisa berhenti biarpun dia ingin. Lalu aku akan merobek kontrak itu di hadapannya dan bilang padanya kalau aku tidak akan pernah menyukai bajingan seperti dipanjang hidupku!"


Maka Eva pun mulai rajin membaca buku-buku tentang tips dan trik cara mengejar pria. Tapi banyak banget sih yang musti dia lakuin? Pertemuan romantis adalah cara terbaik untuk menyentuh pria? Siapa juga yang tidak menyukai pertemuan romantis? Tiba-tiba dia punya ide bagus.

Saat Dong Sheng pulang tak lama kemudian, dia mendapati Eva sedang main biola dengan diiringi lampu-lampu kelap-kelip yang membuat suasana kelihatan romantis.

Dong Sheng pun terpesona.. sampai saat nada biolanya mendadak berubah jadi ringtone hape. Wkwkwk! Malu, Eva buru-buru mematikan ponselnya.

Dong Sheng langsung berbalik pergi meninggalkannya. Eva panik ingin mengejarnya, tapi kakinya tiba-tiba terbelit kabel lampu dan Eva pun tersungkur ke tanah. Dong Sheng diam-diam tersenyum geli tapi sengaja tidak menolongnya.

Kesal, Eva sontak membuang semua buku-buku cinta nggak berguna itu. "Dan si bego Ruan Dong Sheng itu! Aku sampai mimisan tapi dia tetap tidak tergerak. Semoga dia jomblo seumur hidup!"


Yi Ren mendatangi kantor Huashe Food untuk memberikan draft kontrak kerja sama mereka. Tapi biarpun mereka bersedia bekerja sama, sikap Qiao Man dan para karyawannya masih sama sinisnya pada Yi Ren.

Qiao Man nyinyir, malam itu setelah Yi Ren pergi bersama Xiao Nan, bagaimana cara Yi Ren meyakinkan Xiao Nan untuk membuat mereka mau bekerja sama dengan perusahaannya Yi Ren?

Yi Ren sungguh tidak mengerti apa maksud Qiao Man. Tapi Qiao Man tak percaya dan jadi semakin sinis, menuduh Yi Ren rela melakukan 'sesuatu' hanya demi kesuksesan kontrak ini. Yi Ren masih belum mengerti juga apa maksudnya.

Salah satu pegawai-lah yang akhirnya to the point mengakui bahwa mereka sebenarnya tidak tertarik sama sekali untuk bekerja sama dengan perusahaan Qing, mengingat keadaan perusahaan Qing sekarang ini seperti roller-coaster yang kadang naik kadang turun.

Berkat Xiao Nan yang meyakinkan Eva untuk jadi iklan model iklan mereka-lah, Yi Ren bisa duduk di sini bersama mereka.


Yi Ren jadi gelisah gara-gara informasi itu. Pagi hari setelah mabuk waktu itu, dia memang mendapati dirinya terbangun pakai piyama. Jika Xiao Nan yang membawanya pulang, apa mungkin Xiao Nan yang mengganti bajunya?

Tapi tidak mungkin, dia yakin tidak ada yang salah dengan dirinya waktu dia bangun pagi itu. Tidak mungkin terjadi sesuatu, dia juga tidak merasakan apapun kok.

Tapi... pria tidak senonoh semacam Xiao Nan, apa mungkin dia akan melakukan sesuatu yang sopan? Sebaiknya dia tanya langsung saja biar jelas.

Tapi baru juga dia mengetik beberapa kata, Asisten Ni mendadak muncul mengagetkannya. Dia mengaku gagal meyakinkan Eva, pemikiran Eva itu ternyata jauh lebih elegan dan sopan dibandingkan bos mereka, entah dari mana mempelajarinya. Terus bagaimana dengan kontrak Huashe Food yang Yi Ren tangani? Apa berhasil?

"Kontrak Huashe Food sudah ditandatangani, bantu aku bawa ini ke departemen finansial dan kirimkan copy-annya ke Huashe."

"Oke, akan kulakukan sekarang."

"Tunggu! Ada yang mau kutanyakan padamu... ini masalah temanku."


Asisten Ni sontak antusias mau dengar apa masalah temannya Yi Ren itu. Maka Yi Ren pun mulai menceritakan kisahnya yang dia ubah jadi kisah temannya. Jadi begini, suatu hari, temannya itu mabuk. Terus dia tidak tahu bagaimana ceritanya dia bisa pulang. Lalu waktu dia bangun, dia mendapati dirinya mengenakan piyama.

"Menurutmu, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Tergantung siapa yang membawanya pulang."

"Orang itu... seorang kenalan, tapi tidak terlalu dekat. Hubungan mereka juga tidak begitu baik. Tapi hari ini dia tiba-tiba mengetahui bahwa orang itu tidak hanya membawanya pulang malam itu, tapi juga membantunya dalam bisnis. Menurutmu, kenapa orang itu melakukan itu?"

"Sudah jelas! Pria membawa wanita pulang, mengganti piyamanya tanpa menyentuhnya, lalu membantu memecahkan masalah pekerjaannya. Pria itu ingin mengejarnya!" Ujar Asisten Ni. Yi Ren sampai tersedak air yang diminumnya saking kagetnya.

Bersambung ke part 3

1 komentar: