Sinopsis Love The Way You Are Episode 5 - 3

Sinopsis Love The Way You Are Episode 5 - 3

Eva tidak bisa tidur sampai jam dua pagi. Dong Sheng pasti sudah tidur. Tidak baik kalau dia mengetuk pintunya jam segini. Maka Eva memutuskan untuk nekat menyelinap masuk secara diam-diam ke rumahnya Dong Sheng.


Dong Sheng seketika terbangun mendengar suara pintu dibuka. Mengira ada maling, dia langsung mengambil tongkat dan keluar dari kamarnya mencari si maling. Dia melihat sebuah bayangan di dapur.

Perlahan-lahan dia mendekat dan mengayunkan tongkatnya untuk menghantam si pencuri makanan, tapi Eva mendadak lebih gesit darinya dan BUG! Meninju Dong Sheng sekuat tenaga.

Kepalanya Dong Sheng sampai harus dikompres gara-gara itu. Heran dia, siapa yang mengajari Eva serangan hook kanan itu?

"Xiao Nan."

"Pantas saja rasanya familier."


"Xiao Nan bilang bahwa wanita harus belajar beberapa ilmu bela diri untuk melindungi diri mereka sendiri dari orang ca~~l."

"Tengah malam kau masuk ke rumah seorang pria dengan pakaian pendek begini, tapi kau menyebut orang lain ca~~l?"

"Kukira kau tidur."

Canggung, Dong Sheng akhirnya mengambilkan kemejanya buat Eva. Dia berusaha tidak melihat, tapi tetap saja ujung-ujungnya matanya berakhir melirik pa~a mulusnya Eva. Gugup, Dong Sheng langsung menyeret Eva keluar dengan alasan dia tidak masuk dapur pasca jam 12 malam.


Tapi itu malah membuat Eva jadi tambah heboh menggedori pintunya sambil teriak-teriak yang pastinya mengganggu tetangga mereka. Bibi tetangga sontak keluar dan membentaki Dong Sheng dan menyuruhnya untuk memasak saja buat gadis cantik ini. Dan berkat bentakan bibi tetangga itulah, Dong Sheng akhirnya membawa Eva masuk kembali dan masak untuknya.

Eva disuruh mengiris timun, tapi cuma dia melakukannya dengan malas-malasan. Maka Dong Sheng langsung memeluknya dari belakang dengan alasan untuk mengajarinya cara mengiris yang baik dan benar.

Eva jadi gugup karenanya. Tapi diam-diam dia mengingatkan dirinya sendiri untuk tidak dibodohi sama Dong Sheng.

Dong Sheng sendiri lama-lama jadi gugup dan tiba-tiba saja dia melepaskan diri. Eva iris sendiri saja, dia mau nyalahin AC, rasanya mendadak panas banget.

Eva bingung, "masa panas sih?"


Keesokan harinya, Yi Ren datang ke kantor dalam keadaan masih agak lemas dan linglung gara-gara semalam. Kejadian kemarin membuatnya yakin kalau mereka tidak akan bisa bekerja sama dengan perusahaan Huashe lagi.

Tapi saat dia memberitahu Asisten Ni bahwa sepertinya metode promosi mereka harus sedikit berubah, Asisten Ni malah memberitahu bahwa Huashe barusan menelepon dan tanya kapan mereka akan mulai beriklan.

Dong Sheng baru datang saat itu dalam keadaan masih ngantuk. Dia bahkan menyuruh mereka untuk membatalkan dua pertemuan hari ini. Mereka jadi cemas, dia kenapa?

"Hanya dalam satu malam, Eva meneleponku 7 kali dan bilang 'Tak peduli sebanyak apapun aku makan, rasanya tidak kenyang'."

Asisten Ni tercengang, err... kayaknya dia mikir yang dimaksud Dong Sheng tuh bukan sekedar makan biasa. Dia benar-benar kagum. Bos mereka memang hebat, bos mereka itu jenis orang yang kalau melakukan sesuatu, dia akan menyelesaikannya sampai akhir.


Malam berikutnya, Eva lagi-lagi berniat mendatangi rumahnya Dong Sheng. Tapi sepertinya tidak ada orang di rumahnya Dong Sheng. Apa mungkin Dong Sheng merasa terganggu karenanya, terus sekarang Dong Sheng marah?

"Kau picik sekali. Aku tidak bisa berkencan karenamu! Tidak bisakah kau memasak untukku?!" Kesal Eva.

"Bukankah kau jatuh cinta padaku?" Dong Sheng mendadak muncul dari belakangnya.


Dong Sheng akhirnya memberinya makan lagi. Tapi dia memberitahu bahwa belakangan ini dia sibuk membuat menu baru yang sesuai cuaca. Jadi mungkin dia tidak bisa memasak untuk Eva tepat waktu.

"Jangan! Apa ada yang bisa kubantu?"

Dong Sheng mengaku bahwa Yi Ren menyarankannya untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan 4 hidangan klasik ayahnya. Tapi, biarpun keempat hidangan itu bisa memuaskan sebagan besar pelanggan, tapi dia sendiri tidak puas. Dia merasa keempat hidangan yang dia buat itu tidak sesuai dengan standar. Jadi dia belum membuat keputusan.

"Apa itu keempat hidangan yang kumakan waktu itu? Sebenarnya... aku punya beberapa ide."

"Katakan."

Maka Eva pun mulai memberikan beberapa idenya untuk memperbaiki rasa tiap-tiap jenis hidangan seperti mengganti beberapa bahan, mengubah cara masak beberapa hidangan, dll.

Dia benar-benar paham kekurangan masing-masing hidangan buatan Dong Sheng itu hingga membuat Dong Sheng kagum padanya. Tak disangka kalau Eva ternyata memiliki indera perasa yang sangat sensitif.

Aduh, maaf! Eva baru sadar kalau dia malah pamer dan lupa kalau Dong Sheng tidak bisa merasakan. Tapi jangan khawatir. Mulai sekarang, Eva akan jadi lidahnya Dong Sheng. Dia akan merasakan semua makanan lezat di seluruh dunia untuk Dong Sheng.

"Kalau begitu, tinggallah di sini malam ini. Aku akan memasak untukmu. Kau akan mulai menggunakan lidahmu."


Di kantor, Dong Sheng heran kenapa tidak ada jamur liar dalam daftar bahan-bahan yang sudah mereka beli untuk menu baru mereka. Asisten Ni melapor bahwa ini gara-gara hujan lebat yang belakangan ini melanda wilayah produksi jamur liar.

Para petani tidak ada yang mau naik gunung karena jalannya licin dan berbahaya. Dia juga sudah mencoba memberi mereka lebih banyak uang, tapi tetap saja tak ada yang mau.

"Kalau begitu, aku akan pergi sendiri."

"Saya akan ikut dengan anda."

"Tidak perlu, pesankan saja tiket untuk Eva."

"Hah? Bos, anda mau pergi dengan Eva?"

Tentu saja, Eva kan perwakilan perusahaan mereka. Ini kesempatan yang baik baginya untuk belajar lebih banyak tentang perusahaan mereka. Selain itu, Eva juga berkontribusi terhadap penelitian dan pengembangan menu baru. Jadi ini adalah hadiah untuknya.


Jadilah mereka berpetualang berdua saja ke area pegunungan. Eva tampak antusias banget. Sungguh tak disangka cara Dong Sheng berterima kasih sangat unik. Dia sampai harus berbohong sama Xiao Nan biar dia bisa keluar. Tapi tidak masalah sih, pemandangan di sini sangat indah.

"Asalkan kau bahagia."

"Aku sangat bahagia."

Tapi lama-lama capek juga. Di mana sih letak jamur liar yang mau Dong Sheng petik itu? Mana tidak ada sinyal lagi.

Saking bingungnya mencari sinyal, Eva jadi tidak lihat jalan dan tersandung. Dia jadi oleng karenanya, Dong Sheng berusaha meraihnya tapi terlambat dan jadilah mereka berdua terjatuh bergulingan hingge Eva berakhir menimpa Dong Sheng. Eva cemas, apa Dong Sheng baik-baik saja.

"Jangan khawatir, aku akan melindungimu."

Eva terpesona sampai dia tidak sadar kalau dia terus-terusan menatap Dong Sheng. Baru saat Dong Sheng menegurnya, akhirnya dia sadar dan cepat-cepat menjauh, tapi malah mendapati kakinya Dong Sheng tergores dan berdarah.

Untung saja dia bawa P3K dan langsung membantu mengobati kakinya. Ini mungkin agak sakit, jadi tahan saja yah. Dong Sheng dengan angkuhnya mengklaim bahwa pria sejati tidak takut sakit. Tapi begitu Eva menyemprot obatnya, dia malah menjerit heboh.

"Katanya kau tidak takut sakit?"

"Tadi... aku cuma nggak siap." Alasan Dong Sheng.

Maka Eva dengan sengaja terus menyemprotkan obat ke lukanya dan sukses membuat Dong Sheng jejeritan lagi. Tapi dia benar-benar merawat lukanya Dong Sheng dengan baik hingga membuat Dong Sheng terpesona padanya.


Tapi sepertinya lukanya bukan cuma sekedar tergores, Dong Sheng bahkan tidak bisa berdiri sekarang. Maka Eva pun langsung memapahnya.

Setelah berjalan cukup lama, mereka akhirnya menemukan jamur liar yang dicari-cari itu lalu bekerja sama untuk memetikinya.


Eva kecapekan memapah Dong Sheng, sementara Dong Sheng malah mesam-mesem menikmati perhatian Eva. Tapi di tengah jalan, mereka malah bertemu anjing. Dong Sheng berusaha menenangkan Eva, tapi anjing itu tiba-tiba saja lari ke mereka.

Dong Sheng sontak melesat membawa Eva lari bersamanya dan menyelamatkan diri ke atas pohon. Dan saat itulah Eva baru menyadari sesuatu yang aneh dari Dong Sheng. Katanya kakinya sakit, kok dia bisa lari cepet banget dan manjat pohon barusan. Pfft!

Canggung, Dong Sheng beralasan bahwa ini cuma karena terpicu oleh adrenalin. Eva kesal, jelas-jelas dia sudah dibohongi.


Si anjing akhirnya menyerah dan pergi setelah malam tiba. Tapi saat mereka hendak turun, Dong Sheng tiba-tiba menyadari bunga-bunga di pohon yang mereka naiki, baru saja mekar.

Terpesona, Eva memetik satu bunga dan mencoba merasakannya. Manis. Dia langsung menyodorkannya ke Dong Sheng dan kedekatan mereka itu kontan membuat Dong Sheng terpesona padanya. Tenggelam dalam perasaan mereka, Dong Sheng pun mendekat untuk menciumnya.

Bersambung ke episode 6

1 komentar: