Sinopsis Love The Way You Are Episode 4 - 1

Sinopsis Love The Way You Are Episode 4 - 1

Marilah kita kembali dulu saat Dong Sheng mulai curiga tentang Yuan Yuan dan Eva. Hari itu, kedua anak buahnya menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan Dong Sheng minum-minum berdua dengan Eva dan pulang bersama Eva.


Jelas hanya Eva seorang yang tampak memasuki rumahnya Dong Sheng malam itu. Sama sekali tak ada rekaman yang menunjukkan Yuan Yuan masuk ke rumahnya.

Tapi anehnya, video pada keesokan paginya menunjukkan hanya Yuan Yuan yang keluar dari rumahnya Dong Sheng. Sama sekali tidak ada rekaman yang menunjukkan Eva keluar dari rumah Dong Sheng.

Lucunya, di salah satu video di restoran menunjukkan Dong Sheng yang sudah mabuk, nari-nari gaje di atas kursi. Kedua anak buahnya sampai harus menahan tawa melihat rekaman itu.


Malu, Dong Sheng sontak menutup video itu dan tanya apakah mungkin ada orang yang mengedit video itu? Penjaga ruang CCTV menyangkal. Dia selalu menyimpan rekamannya di sini, jadi tidak mungkin ada orang yang bisa menyentuh rekaman itu.

"Kalau begitu hanya ada satu kemungkinan. Eva adalah Yuan Yuan." Duga Dong Sheng.

Jelas saja kedua anak buahnya tak percaya. Yang satu model s~~si dan yang satunya gendut. Mana mungkin ada orang yang bisa menjadi gemuk hanya dalam waktu semalam.

"Itu memang tidak masuk akal. Tapi apa kalian berdua punya penjelasan yang lebih baik?"

Yi Ren dan Asisten Ni sontak terdiam. Sepertinya Dong Sheng harus mencari tahu sendiri.


Yah, begitulah awal mula Dong Sheng mencurigai Eva dan sekarang dia berusaha mendekatinya dengan segala cara, termasuk pindah jadi tetangganya Eva, tepat di unit sebelah. Eva tidak mengerti kenapa Dong Sheng mau pindah ke sini? Apa karena dia?

"Betul. Kaulah alasannya." Jujur Dong Sheng.

Eva jadi canggung. "Walaupun aku pernah menyatakan cinta padamu sekali, tapi sekarang hatiku sudah mati."

"Tapi aku bisa melihat wajahmu yang tampak sangat tertekan. Sepertinya aku masih punya harapan," Goda Dong Sheng dan langsung menyudutkan Eva ke tembok dan otomatis membuat Eva gugup.

"Aku... itu... cuma perasaan sementara. Aku ada kerjaan, aku harus pergi!" Eva sontak kabur kembali ke lift.


Xiao Nan baru bangun tidur dan langsung shock melihat Eva mendadak sudah duduk di atas kasurnya. Sejak kapan dia ada di sini? Mereka sudah bukan anak-anak lagi, jangan asal naik ke tempat tidurnya seperti dulu.

"Sekarang bukan saatnya membahas itu. Aku datang untuk memberitahumu bahwa situasinya tidak terlihat bagus."

"Aku tahu. Memangnya seberapa serius sih? Apa Ruan Dong Sheng mengeksposmu?"

"Tidak sesederhana itu. Tadi pagi aku mendapati Ruan Dong Sheng pindah ke sebelah rumahku."

"APA? Kenapa dia pindah ke sana? Apa dia menyinggungku?"

"Tidak. Kenapa juga dia menyinggungmu?"

"Baguslah kalau begitu."


Apanya yang bagus?! Tidak ada bagus-bagusnya sama sekali! Apa yang akan terjadi kalau Dong Sheng sampai tahu aku adalah Yuan Yuan dan punya penyakit aneh. Dia itu Ruan Dong Sheng loh.

Dong Sheng bahkan menyelidiki postingan statusnya. Setelah itu mereka jadi sering bertemu di mana-mana. Apa yang harus dia lakukan sekarang.

Xiao Nan santai saja. Selama ini kan Yuan Yuan sudah mengikuti naskahnya. Jadi yang perlu mereka lakukan sekarang hanya sedikit mengubah beberapa keadaan.


Saat Eva pulang tak lama kemudian, dia bertekad mau menghindari Dong Sheng. Maka dengan sengaja dia melepas sepatu high heels-nya biar kedatangannya tidak terdengar oleh Dong Sheng.

Tapi saat dia melewati kamarnya Dong Sheng, langkahnya mendadak terhenti gara-gara mencium aroma makanan yang enak. Yuan Yuan sontak tergoda untuk menempelkan dirinya ke pintu hanya demi membaui makanan itu.

Kayaknya Dong Sheng sengaja mengipasi makanan-makanannya biar baunya menguar sampai keluar. Saking bahagianya membaui makanan-makanan itu, Yuan Yuan sampai tidak sadar pintunya terbuka dan sekarang kepalanya nempel di d~~anya Dong Sheng... sampai saat Dong Sheng menegurnya.


Yuan Yuan akhirnya melepaskan diri dan mengucap selamat atas rumah barunya dengan gaya sok imut. Tak disangka kalau Dong Sheng sampai membuat pesta untuknya. Sepertinya Dong Sheng tidak bisa melupakannya yah? Hihi...

"Selamat atas rumah baru? Lalu mana hadiah untukku?"

Oh, tunggu sebentar. Yuan Yuan langsung merogoh ke dalam tasnya lalu mengeluarkan sebuah gantungan kunci boneka babi warna pink. Nih hadiahnya, ini limited edition yang dia beli di luar negeri loh.


Dia langsung nyelonong masuk setelah itu dan melihat di meja sudah penuh dengan makanan yang jelas-jelas untuk porsi dua orang. Tapi Dong Sheng tak membiarkannya makan dengan gratis, ada syaratnya.

"Kau boleh makan, tapi kau harus bermain game dulu denganku."

"Oke. Terserah apapun maumu."

"Game ini bernama 'Jujurlah'."

"Aku tidak takut. Ayo mulai!"


Gao Quan sedang memandangi ikan-ikan peliharaannya di akuarium saat sekretarisnya datang dan memberitahu bahwa Jason Wang sudah menandatangani kerja sama dengan perusahaan Qing. Jadi sekarang hanya perusahaan Qing yang akan menghadiri expo tahun ini.

Gao Quan memang tampak tenang, tapi jelas dia tidak terima begitu saja. "Xiao Yang, apa ikan-ikan ini ada yang sekarat?"

"Tidak. Mereka hidup dengan baik."

"Ikan-ikan yang tidak bisa berjuang mendapatkan makanan, bukankah mereka akan mati? Ruan Dong Sheng, pertandingan kita belum selesai!"


Yuan Yuan puas banget menghabiskan makanannya sampai tidak sadar sudut bibirnya belepotan saus. Dia juga sudah selesai menjawab semua pertanyaan Dong Sheng tentang biodatanya. Dong Sheng merekam semua informasi itu lalu mengirimnya ke Asisten Ni untuk diperiksa kebenarannya.

Yuan Yuan benar-benar percaya diri dengan segala informasi tentang Eva yang dia berikan pada Dong Sheng. Dia bahkan tidak keberatan kalau Dong Sheng mau tanya-tanya lagi tentangnya. Tanya saja.

"Kapan terakhir kali kau mencium seseorang?"

Uhuk-uhuk! Pertanyaan yang sungguh tak disangka-sangka. "Presiden Ruan, apa kau sudah jatuh cinta padaku?"

"Kenapa kau berpikir begitu."

Karena Dong Sheng melakukan banyak hal untuknya. Dong Sheng memberinya uang yang sangat banyak, Dong Sheng juga sangat baik padanya selama di pestanya Jason Wang. Lalu waktu Dong Sheng mabuk, Dong Sheng bahkan memberitahunya tentang rahasianya. Dan sekarang Dong Sheng pindah ke sebelah rumahnya dan menanyakan hal-hal pribadinya.

Dengan semua itu, jika Dong Sheng tidak naksir dia, berarti Dong Sheng sedang merencanakan sesuatu. Dong Sheng santai mengakuinya, dia memang punya rencana terhadap Yuan Yuan.


Dia ingin membantu mengelap sudut bibir Yuan Yuan, tapi Yuan Yuan langsung merebut tisunya dan salah paham menggunakannya untuk menyeka hidungnya.

Geli melihat kegugupannya, Dong Sheng langsung pindah duduk di dekatnya. "Kau sudah malu, lalu bagaimana kita bisa lanjut?"

Dia tiba-tiba menarik kursinya Yuan Yuan hingga jarak mereka jadi semakin dekat dan Yuan Yuan sontak menundukkan pandangannya saking gugupnya.

"Kau salah posisi, biar aku membantumu."

Dong Sheng mengelap sudut bibirnya dan itu benar-benar membuat Yuan Yuan jadi semakin gugup tak karuan hingga dia langsung melepaskan diri dan kabur kembali ke rumahnya sambil merutuki dirinya sendiri.

Tapi setelah itu, Dong Sheng mendapat kabar dari Asisten Ni yang memberitahu bahwa tak ada yang salah dari semua informasi yang Eva berikan. Dong Sheng kecewa dan bingung sekarang.


Keesokan harinya di kantor, Yi Ren malah mendapati Asisten Ni bukannya kerja malah nulis novel online yang bertema h~mo. Pfft! Yi Ren langsung merebut ponselnya, berniat mau membacanya.

Tapi Xiao Nan mendadak muncul merebut ponsel itu dan salah paham mengira Yi Ren-lah yang menulis novel itu. Menjijikkan! Sudah berapa lama Yi Ren menjomblo sampai menulis novel macam beginian? Ada yang mau dia bicarakan sama Yi Ren, ayo ikut!

Kesal dan menolak diperintah, Yi Ren tetap berdiri di tempatnya. Xiao Nan ngomong saja dari situ, dia bisa mendengar Xiao Nan dari sini kok.

"Kuhitung sampai tiga. Kalau kau tidak datang ke sini, akan terjadi hal buruk." Ancam Xiao Nan.


Yi Ren tak gentar sedikit pun dan tetap keukeuh berdiri di tempatnya. 1... 2... 3... Habis sudah kesabaran Xiao Nan! Dia langsung mendekat... lalu menggotong Yi Ren keluar bersamanya tak peduli biarpun mereka harus jadi tontonan semua orang.

Bersambung ke part 2

2 komentar: