Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 10 - 2

 Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 10 - 2

"Li Xun, apa kau mengakui kesalahanmu?"

Kesal, terpaksalah Li Xun harus mengaku kalau dia salah dan tidak seharusnya dia mencurigai Adik ke-9.


Kaisar benar-benar kesal padanya, bahkan saat Li Qian diserang, dia tetap memikirkan Li Xun. Sedangkan Li Xun, sudah tidak becus dengan tugasnya mengamankan area perburuan, malah memanfaatkan mayat para pembunuh untuk memfitnah adiknya sendiri.

Li Xun menyangkal, dia tidak pernah berniat memfitnah Li Qian. Kaisar tak percaya, sudah salah tapi masih saja menyangkal. Hal yang paling tidak bisa ia toleransi adalah sesama saudara saling menyakiti satu sama lain.

Terpaksalah Li Xun mengaku salah dan bersedia menerima hukuman apapun. Maka Kaisar memerintahkannya untuk tinggal di rumah dan merenungkan kesalahannya begitu mereka pulang nanti.


Keluar dari tenda, Li Xun bertemu dengan Li Qian yang kontan membuatnya kesal. Dia sudah dihukum oleh Kaisar, apa Li Qian puas sekarang?

Li Qian santai, kenapa juga menyalahkannya. Jika Li Xun melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dia lakukan, atau mengucap sesuatu yang tidak seharusnya dia ucapkan, maka dia harus menyalahkan dirinya sendiri karena bertindak bodoh.

"Adik ke-9 memang hebat. Tapi kuingatkan kau, hari masih panjang. Berhati-hatilah terhadap istrimu."

"Terima kasih, Kakanda. Tapi masalah perjalanan pulang, aku masih harus memintamu untuk berusaha keras melindungi Kaisar. Siapa tahu akan ada insiden lagi," sinis Li Qian.


Setibanya kembali di kediaman mereka, Cheng langsung mengulurkan tangannya untuk membantu Ming Yue turun dari kereta. Tapi Li Qian tiba-tiba menyingkirkan tangannya bak suami cemburuan lalu mengulurkan tangannya sendiri untuk membantu Ming Yue turun.

Tan Li dan Que Yan yang menyaksikan kejadian itu jelas heran. Li Qian baru melepaskan tangan Ming Yue begitu menyadari tatapan aneh kedua bawahan mereka itu.

Dia memberitahu Tan Li bahwa Ming Yue lelah karena perjalanan. Karenanya, dia menyuruh Tan Li untuk membawa Ming Yue istirahat dan jaga dia dengan baik.

"Kau tidak boleh keluar rumah selama beberapa hari."

"Baik." Jawab Ming Yue dengan wajah sumringah. Beda banget dari biasanya yang suka protes kalau dilarang keluar rumah.

"Tidak boleh lari dan melompat-lompat, jangan berlatih bela diri. Beristirahatlah dengan baik."

"Iya."

"Oh yah, nanti aku akan menyuruh orang untuk mengantarkan obat untukmu. Kau harus meminumnya setiap hari dengan dosis yang tepat."

"Aku tahu," jawab Ming Yue malu-malu meong.



Terang saja kejadian itu membuat Que Yan dan Tan Li penasaran tingkat dewa hingga mereka langsung menghadang dan menangkap Cheng untuk diinterogasi.

Jadilah Cheng bercerita dengan penuh semangat tentang perkembangan hubungan antara Pangeran dan Putri mulai dari mereka naik kuda bersama lalu Pangeran membopong Putri ke tenda, hingga saat mereka berdua tidur satu ranjang.

Gosip dengan cepat menyebar ke seluruh rumah berkat Tan Li yang heboh cerita pada para pelayan lainnya. Dia bahkan menambah-nambahkan cerita bahwa Pangeran dan Putri sudah ciuman.

Bahkan Zhen dan Jin Yu pun mengetahuinya berkat Cheng, Jin Yu sontak heboh bukan main... dan langsung meneruskan cerita itu ke Kang Le. Semua orang benar-benar senang mengira Pangeran dan Putri sudah melakukan 'itu'.

 

Tak pelak saat para pria nongkrong bersama, Jin Yu langsung menggoda Li Qian. Apa sih yang spesial dari Ming Yue hingga dia bisa mencairkan kebekuan Li Qian? Dia tidak pernah melihat Li Qian sebaik ini pada siapapun, kecuali pada Zhen.

Zhen menyangkal, Li Qian bahkan tidak pernah membuka bajunya untuk membantu mengobatinya. Canggung, Li Qian beralasan kalau dia hanya tidak ingin melihat Ming Yue mati tak berdaya.

"Oh, jadi kau membopongnya turun dari kuda dan tidur seranjang dengannya, semua karena alasan itu?"

"Diwu Cheng, kau besar mulut!"


"Diwu Cheng mengatakan itu pada kami demi kebaikanmu. Orang-orang di rumahmu sangat mengkhawatirmu."

"Mereka hanya mengkhawatirkan masalah bodoh semacam ini."

"Bagaimana bisa ini disebut masalah bodoh? Ini masalah masalah paling penting di rumahmu. Kalian berdua jadi seperti ini, apa karena kejadian pada malam perburuan?"

"Kami terpaksa harus tidur seranjang, aku dan dia tidak melakukan apapun."

Apa?! Jin Yu kecewa. Tapi kan setidaknya mereka tidur seranjang, jadi Li Qian pasti melihatnya dengan pandangan yang berbeda sekarang. Semua orang di dunia juga seperti itu, jadi kenapa Li Qian malu-malu?

Zhen rasa, perubahan perasaan mereka bukan cuma karena mereka tidur seranjang, tapi karena perasaan mereka berubah sehingga mereka menjadi lebih dekat secara sukarela.

Li Qian ngotot kalau dia melakukannya karena terpaksa. Jin Yu tak percaya. Pada malam pengantin, situasi mereka juga sama-sama terpaksa, tapi waktu itu Li Qian memaksa Ming Yue tidur di kursi. Apalagi pembelaan Li Qian sekarang? Li Qian kontan terdiam tak tahu harus bicara apa lagi.

 

Pada saat yang bersamaan, Ming Yue juga sedang digoda habis-habisan oleh Kang Le dan Tan Li. Kang Le iri loh, dia juga ingin diselamatkan oleh seorang pahlawan lalu digendong turun dari kuda di hadapan orang banyak, lalu jalan-jalan di hutan sambil gandengan tangan.

"Semua yang dilakukan Kakak ke-9, aku menginginkan semuanya."

"Tapi itu percobaan pembunuhan, kau bisa mati."

Dan lagi, bagaimana bisa mereka sama sekali tidak mempedulikan lukanya, malah lebih mempedulikan hal-hal semacam itu. Kang Le santai, luka kecil begini bisa disembuhkan dengan perhatian dari kekasih tercinta.

"Dia bukan kekasihku!"

"Kau kan sudah jadi kakak iper ke-9, kalau kekasihmu bukan Kakak ke-9, lalu siapa?"


Tan Li langsung nimbrung memberitahu Kang Le tentang bagaimana sikap Ming Yue yang sangat lemah lembut dan penurut pada Pangeran sejak mereka pulang.

Canggung, Ming Yue beralasan kalau waktu itu dia cuma lelah karena perjalanan jauh, makanya dia malas berdebat dengan Li Qian. Tan Li tak percaya.

Kalau memang begitu, lalu kenapa pada malam harinya, Ming Yue menyentuh lukanya sambil senyam-senyum? Kang Le penasaran, malam itu di tenda, apa mereka sudah melakukan 'itu'?

"Untuk apa kau tanya? Dia menyalamatkanku hanya karena tidak bisa melihatku mati begitu saja. Untuk apa kami melakukan itu."

Kang Le kecewa. Dia rasa Ming Yue tidak memahami kakaknya. Bahkan cuma menyentuhnya, Li Qian biasanya harus selalu membersihkan tangannya. Sedangkan pada Ming Yue, Li Qian malah mengobati lukanya, bahkan menggandeng tangannya.

"Aku tak percaya kalau dia tidak punya perasaan padamu."

Tan Li senang, itu berarti Pangeran sekarang menyukai Putri? Masalah itu, Kang Le tidak tahu pasti sih. Tapi yang pasti, Li Qian sekarang memandang Ming Yue secara berbeda.


Jin Yu tanya apa rencana Li Qian ke depannya. Ingat, Ming Yue itu wanita dan wanita itu sensitif. Li Qian sinis, Ming Yue sensitif?

Zhen rasa Jin Yu benar. Biarpun Ming Yue itu ekstrovert, tapi dia tetaplah seorang wanita. Apalagi Li Qian sangat kasar padanya sebelumnya. Sekarang karena Li Qian sangat baik padanya sejak di area perburuan, Ming Yue pasti merasa tersentuh.

"Memangnya aku sangat kasar padanya sebelumnya?"

"Kau bahkan pernah menjadikannya target panahan."

Tidakkah Li Qian menyadarinya? Sekarang dia berubah, dia berubah karena Ming Yue. Dan karena dia berubah, makanya sikap Ming Yue juga berubah terhadapnya.
Tepat saat itu juga, Que Yan datang mengantarkan daftar menu untuk makan malam.

Jin Yu punya ide, bagaimana kalau Que Yan membantu Li Qian untuk mencari tahu tentang apa yang dipikirkan oleh Ming Yue dan teman-temannya. Tapi Que Yan malah memberitahunya bahwa tadi dia melihat Kang Le datang. Jin Yu mendadak panik dan bergegas pamit pergi.

Bersambung ke part 3

2 komentar: