Sinopsis Love The Way You Are Episode 3 - 3

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 3 - 3

Dong Sheng sendiri sedang bingung menatap koper itu, buka-nggak, buka-nggak... Ah, sebodo lah, buka saja. Yang paling penting sekarang adalah menemukan Yuan Yuan.


Tapi bahkan sebelum dia sempat melakukan apapun, bel pintunya mendadak berbunyi. Maka Dong Sheng buru-buru menyembunyikan koper itu di kamarnya sebelum membuka pintu.

Eva datang dan langsung masuk sambil celingukan mencari kopernya lalu pura-pura mengeluh haus. Bersediakah Dong Sheng menuangkan segelas air untuknya?

 

Dong Sheng percaya-percaya saja. Tapi begitu Dong Sheng masuk dapur,  Eva langsung masuk ke kamarnya Dong Sheng dan di sana lah dia menemukan kopernya. Dia langsung mengecek isinya dan mendapati kemeja itu masih aman di dalam. Syukurlah Dong Sheng belum menemukannya.

"Rupanya ada rahasia di dalam koper itu?" Celetuk Dong Sheng yang mendadak muncul.

Eva  menyangkal. "Ini cuma koper biasa kok, mana mungkin ada rahasia."

"Kalau begitu, tolong buka. Jika tidak, kau harus tinggal semalaman di sini."

Eva  nekat saja mau melarikan diri bersama kopernya. Tapi tentu saja Dong Sheng dengan mudahnya menarik koper itu hingga terjatuh dan terbuka otomatis. Eva sontak panik membenahi baju-bajunya dan saat itulah Dong Sheng menemukan kemeja putihnya yang waktu itu digondol Yuan Yuan.

"Kenapa kemejaku ada di dalam kopermu? Yuan Yuan mengenakan kemeja ini waktu itu, iya kan?"


Panik, Eva dengan cepat memikirkan sebuah ide lalu tiba-tiba saja dia menyingkirkan kopernya, bergaya s~~si mau menggoda Dong Sheng... lalu memeluk Dong Sheng sambil menyatakan cinta.

Sebenarnya, dia sudah lama menyukai Dong Sheng. Tapi cintanya bertepuk sebelah tangan. Makanya dia meminta kemeja ini dari Yuan Yuan sebagai kenang-kenangan. Tak disangka ternyata kopernya malah berakhir di rumahnya Dong Sheng. Dia takut Dong Sheng mengetahui perasaannya, makanya dia mengambil resiko datang kemari untuk mengambil kopernya.

"Aku melakukannya... karena aku mencintaimu."

Dia bahkan langsung rebahan di kasurnya Dong Sheng dengan gaya menggoda seolah dia benar-benar ingin bermalam bersama Dong Sheng.


Geli melihat aktingnya Eva, Dong Sheng langsung mengikuti permainannya dan menyetujuinya untuk bermalam bersamanya. "Aku agak sedikit terkejut mendengar jawabanmu karena... aku juga mencintaimu."

Pfft! Eva mendadak panik sekarang. Jelas bukan itu yang dia harapkan. Dia mau kabur, tapi Dong Sheng dengan cepat menghadangnya dan memerangkapnya. Sepertinya Eva lupa kejadian malam itu yah?

"Aku benar-benar lupa segalanya. Aku minum banyak."

"Tapi aku sangat sadar. Jangan khawatir. Aku akan bertanggung jawab."

"Presiden Ruan, apa anda demam? Anda ingin bertanggung jawab atas apa?"

"Kalau begitu, aku tidak keberatan untuk meninjau kembali apa yang terjadi hari itu bersamamu."

 

Dong Sheng sontak melemparnya kembali ke kasur. Hari itu Eva berbaring di kasur ini lalu mendekatinya secara proaktif. Haruskah dia menjelaskan segala detil tentang hal-hal yang tak bisa dijelaskan di antara mereka hari itu?

"Tidak mungkin! Tidak mungkin terjadi apapun pada hari itu. Jelas-jelas waktu kau bangun, bahkan bajumu..."

Aduh! Keceplosan! Eva buru-buru meralat kalimatnya. Jelas-jelas hari itu Dong Sheng berada di sini bersama si gendut Yuan Yuan. Itu bukan urusannya. Mana mungkin dia menyukai orang seperti Dong Sheng. Anggap saja dia tidak mengatakan apapun tadi. Selamat tinggal! Eva sontak melarikan diri.


Xiao Nan hendak pulang tapi malah mendapati Dong Sheng sudah menunggunya di depan gedung dan lagi-lagi menuntut keberadaan Yuan Yuan. Berhentilah membodohinya, dia sudah menyelidiki segalanya.

Hari saat Yuan Yuan menghilang, tidak ada informasi apapun tentang imigrasinya Yuan Yuan ataupun Eva. Akta nikah itu juga palsu. Baiklah, Xiao Nan akui kalau dia memang menipu Dong Sheng, terus kenapa? Dia melakukan semua ini karena dia tidak mau Dong Sheng dekat-dekat dengan Yuan Yuan.

"Apa yang terjadi waktu itu hanyalah kesalahpahaman."

"Lalu kenapa mempublikasikan surat cinta yang dia tulis untukmu?"

Ah! Jadi itu masalah mereka. Sepertinya memang bukan Dong Sheng yang melakukannya. Sepertinya dia tahu siapa pelakunya tapi dia sengaja melindungi si pelaku entah karena apa.

Bahkan saat Xiao Nan mendesak Dong Sheng untuk mengatakan siapa pelaku yang sebenarnya, Dong Sheng menolak memberitahu.

Jelas saja Xiao Nan jadi tak mempercayai pembelaan dirinya. Tidak usah pura-pura lah. Dia tahu kalau Dong Sheng tak ingin masa lalu mengotori hidup Dong Sheng yang sempurna. Jangan khawatir, dia tidak akan mengingatkan siapapun akan masa lalu.


Dia mau pergi, tapi Dong Sheng langsung menariknya hingga jadilah mereka saling otot-ototan tanpa menyadari ada seseorang yang tengah memata-matai mereka dan mengambil foto mereka itu.

"Kenapa kau tidak mengerti bahasa manusia? Sudah kubilang tidak seperti itu!" Kesal Dong Sheng. "Aku hanya ingin bertemu Yuan Yuan dan menebus lukanya!"

Xiao Nan ngotot tak percaya. "Jangan pura-pura jadi orang baik lagi. Dia tdak butuh kompensasi darimu! Lagipula kau tidak mampu melakukan itu! Menjauhlah dariku!"


Si mata-mata itu lalu menyerahkan hasil jepretannya pada tuannya yang tak lain adalah Gao Quan yang entah akan dia manfaatkan untuk apa.


Sekretarisnya Jason Wang melapor bahwa beberapa perwakilan menanyai mereka tentang siapa pemenang kompetisi ini. Jason kesal, mereka terlalu terburu-buru dan tidak sabaran. Cuma perlu memilih antara perusahaan Qin atau Quan Shan, kan? Kalau menurut Sekretaris sendiri bagaimana?

Kalau menurut Sekretaris, Quan Shan lebih menjanjikan mengingat brand mereka sudah cukup lama dan kuat. Perusahaan Qing memang brand makanan yang saat ini sangat populer di kalangan anak muda di pasar luar negeri, dan baru-baru ini melebarkan sayapnya ke pasar domestik. Perusahaan Qing memang punya potensi, tapi... Baru baru ini ada rumor buruk tentang presiden Ruan Dong Sheng.

"Dia masih sangat muda. Kalau begitu, pilih Quan Shan saja."


Dong Sheng memberitahu Yi Ren bahwa dia ingin diwawancarai di acara televisi dan meminta Yi Ren mengatur itu untuknya.

"Baik, saya akan mengurusnya. Saya juga sudah menyelidiki orang yang menyebar rumor buruk tentang anda. Gao Quan! Aku sudah menduga orang itu punya bekingan."

Yi Ren menyarankan sebaiknya Dong Sheng memanfaatkan wawancara di TV untuk menjernihkan rumor itu. Tapi Dong Sheng tidak mau menunggu. Begitu lawan mengambil tindakan, kita tidak boleh menunggu untuk mati.


Gao Quan baru keluar dari kantornya dengan wajah puas karena telah berhasil menang dari Dong Sheng. Dia bahkan berniat balas dendam setelah proses penandatanganan selesai nantinya. Sekretarisnya melapor bahwa Jason sedang dalam perjalanan kemari.

Tiba-tiba mantan chef-nya Jason datang untuk menuntut janjinya Gao Quan. Tapi si licik Gao Quan malah mengkhianatinya dan menyuruh sekuriti untuk mengusirnya.

Mereka tidak sadar bahwa tepat saat si mantan chef diseret keluar sambil mengutuki Gao Quan, Jason baru saja tiba di depan. Melihat insiden itu, saat itulah Jason mulai teringat kembali saat dia melihat Yuan Yuan menukar mangkoknya Dong Sheng dengan mangkoknya Gao Quan.

Gao Quan akhirnya mengerti siapa yang bersalah dalam masalah ini dan langsung menyuruh asistennya untuk putar balik sekarang juga.


Mereka semua tidak sadar bahwa semua ini adalah rencana yang sudah diatur oleh Dong Sheng. Yi Ren yang mengawasi segalanya berjalan sesuai rencana, langsung menelepon Asisten Ni dan melaporkan kesuksesan rencana bos mereka.

 

Sementara itu, Asisten Ni sedang menemani Dong Sheng di acara wawancara TV di mana dalam acara itu Dong sheng mengaku bahwa sosok yang paling berpengaruh baginya adalah ayahnya. Dan tujuannya kembali ke negara ini adalah untuk mengembangkan ide ayahnya tentang makanan. Tapi si MC menduga pasti ada alasan lain selain itu, bukan?

Don Sheng mengakuinya. Tujuan utamanya sebenarnya adalah untuk menemukan seseorang. Si MC tanya apakah orang itu adalah wanita yang ada dalam video itu?

Dong Sheng jujur membenarkannya. Dia mengaku bahwa wanita itu adalah cinta pertamanya waktu SMA. Tapi, setelah dia menyatakan perasaannya, gadis itu tiba-tiba pindah sekolah dan menghilang dari dunianya sejak itu.

"Karena itulah aku harap jika dia menonton acara ini, dia akan tahu bahwa aku mencarinya."


Eva memang menonton acara itu, tapi dia sama sekali tidak mempercayai segala hal yang Dong Sheng ucapkan. Dasar pembohong!

"Kenapa kau tidak mengungkapkan alasan kenapa aku terpaksa harus pindah?! Hanya demi kepentingan bisnismu, kau bahkan tidak takut mengucap kebohongan, menipu seorang gadis lugu dan mempermainkan perasaan orang! Kau terlihat seperti seorang gentleman sejati, tapi sebenarnya kau palsu!"


Saat Eva hendak keluar, dia mendapati beberapa pekerja memindahkan barang-barang ke unit sebelah. Sepertinya dia punya tetangga baru nih, apakah dia seorang cowok cakep?

Saat dia hendak masuk lift, lagi-lagi dia malah bertemu dengan Dong Sheng. Sedang apa Dong Sheng di sini?

"Pulang." Jawab Dong Sheng. Hah? Pulang? Jangan-jangan dia tetangga barunya Yuan Yuan?

Tiba-tiba para pekerja mau lewat dan mendorong Dong Sheng hingga dia jadi sangaaaaat dekat dengan Eva

Bersambung ke episode 4

2 komentar: