Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 10 - 3

 Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 10 - 3

Kang Le menasehati Ming Yue bahwa cara menghadapi pria adalah dengan dengan mundur setengah langkah saat hubungan mereka maju selangkah. Dengan begitu, si pria tidak bisa memahami dia sehingga si pria akan terus memikirkan dia.


"Semakin dia memikirkanmu, semakin dia menginginkanmu."

Ming Yue sinis mendengarnya, Kang Le sendiri selalu menjaga Jin Yu tetap dengannya setiap saat. Kapan dia pernah mundur setengah langkah?

"Kau tidak tahu yah? Sesekali aku akan pergi meninggalkannya selama beberapa hari. Dengan begitu, dia akan merasa tergoda untuk datang padaku dan menerima hukuman dariku."

Tan Li langsung semangat mau mencontoh caranya Kang Le itu, tapi Ming Yue dengan cepat mengingatkan bahwa cara itu bisa berhasil di Kang Le karena Kang Le seorang putri. Kalau Tan Li ikut-ikutan pakai cara itu, yang ada dia malah akan ditinggal sama kekasihnya. Kang Le tidak mengerti, memangnya apa yang salah dari ucapannya.


"Dari semua orang di dunia ini, tidak mudah bagi dua orang untuk saling dekat satu sama lain. Jika mereka benar-benar punya perasaan pada satu sama lain, kenapa harus menggunakan trik dan tipuan? Hanya cinta sejati yang bisa langgeng. Jika tidak benar-benar mencintai, apa gunanya nafsu sesaat?"

"Kalau begitu, apa kau akan menyatakan perasaanmu pada Kakak ke-9?"

Canggung, Ming Yue mengklaim kalau dia hanya menyanggah opininya Kang Le, kenapa juga dia harus menyatakan perasaan?

"Kalau begitu katakan padaku, apa sebenarnya yang kau inginkan?"

"Dia melawan pembunuh demi menyelamatkanku, dia bahkan terinfeksi racunnya. Biarpun tidak parah, tapi tetap saja itu merusak tubuh." Ming Yue tiba-tiba punya ide bagus. "Aku akan membuatkannya sup!"

Tapi Tan Li mendadak mencegahnya. Pangeran kan sakitnya tidak parah. Takutnya setelah memakan sup buatan Ming Yue, dia malah akan muntah-muntah dan diare. Pfft!

Ming Yue kesal, kenapa Tan Li selalu saja meremehkannya. Dia akan meminta juru masak untuk mengajarinya membuat sup. Tapi Kang Le juga tidak setuju, mendapatkan hati pria melalui perut itu sama sekali tidak berguna.

"Aku hanya ingin berterima kasih padanya, tidak ada niatan lain. Kang Le, kau pulang saja dulu. Pulang, sana! Tan Li, ikut aku ke dapur."


Sekarang setelah hanya berduaan dengan Zhen, Li Qian mengaku bahwa semua yang dilakukanya pada Ming Yue di area perburuan, dia lakukan tanpa berpikir. Menurut Zhen, bagaimana dia harus memperlakukan Ming Yue di masa mendatang?

"Apa sebenarnya keraguan yang ada dalam hatimu?" Tanya Zhen.

"Awalnya aku merasa dia spesial karena dia menghipnotisku."

"Maksudmu, kau takut bahwa perubahan sikapmu terhadapnya sekarang ini adalah karena hipnotis?"
"Memangnya bukan?"

"Kau harus menanyakan itu pada dirimu sendiri."


Li Qian yakin bahwa seringnya dia berjalan dalam tidur ke kamarnya Ming Yue dan melakukan hal-hal yang tak disengaja terhadap Ming Yue adalah karena pengaruh hipnotis yang dilakukan Ming Yue. Dia yakin semuanya palsu.


"Lalu menurutmu, yang mana perasaan asli? Kenapa pria dan wanita di dunia ini bisa saling jatuh cinta?"

Li Qian tidak tahu karena dia tidak pernah menyukai siapapun sebelumnya. Tapi dia yakin itu alasannya berbeda. Hubungannya dengan Ming Yue dimulai dari hipnotis, jadi bagaimana mungkin kepalsuan itu menjadi nyata?

"Bagaimana bisa cinta dianggap asli atau palsu? Cinta yah cinta. Kenapa juga harus menyelidiki asal muasal cinta? Ikuti saja hatimu, maka kau akan menemukan cinta."

"Hal serumit ini, aku benar-benar tidak bisa memahaminya."

"Cinta memang hal yang sulit. Pikirkanlah pelan-pelan, tidak perlu terburu-buru."


Berkat bantuan juru masak, sup buatan Ming Yue akhirnya jadi dan sepertinya lezat. Bahkan si juru masak pun memujinya.

Pada saat yang bersamaan, Hui Xin datang lagi. Que Yan menyambutnya, tapi dengan cepat dia berusaha mengusirnya atas perintah Pangeran. Sejak pulang dari perburuan waktu itu, Pangeran melarangnya untuk datang kemari jika tidak ada urusan penting.

Hui Xin menolak pergi begitu saja dan beralasan kalau dia cuma mengkhawatirkan Pangeran. Apa belakangan ini Pangeran baik-baik saja? Que Yan memberitahu kalau Pangeran baik-baik saja.

Tapi Hui Xin terus saja tanya-tanya apakah Pangeran belakangan ini bersikap aneh dan tidak seperti biasanya? Lalu bagaimana dengan Putri, apa dia melakukan sesuatu yang aneh?

Bingung, Que Yan memberitahu kalau Pngeran sama saja seperti biasanya. Putri juga tidak melakukan sesuatu yang aneh. Tapi ngomong-ngomong masalah aneh, Putri memang agak aneh hari ini. Jelas saja Hui Xin jadi semaakin penasaran, aneh bagaimana?

"Hari ini Putri pergi ke dapur untuk membuat sup dan menutup pintu dapur, tidak ada yang boleh membantunya."


Mendengar itu, Hui Xin jadi curiga dan langsung pergi ke mencari Ming Yue tanpa mempedulikan Que Yan. Dia langsung menghadang Ming Yue yang saat itu hendak mengantarkan supnya ke Li Qian dan terang-terangan mencurigai supnya itu. Dia bahkan memaksa mau mencicipi sup itu.

Ming Yue jelas kesal dan tidak terima, tapi sikapnya malah membuat Hui Xin jadi semakin curiga. Ujung-ujunganya pergulatan mereka membuat guci sup itu terjatuh dan pecah.

Hui Xin tak peduli, baguslah sup itu sudah hilang jadi tidak akan bisa digunakan untuk melakukan hal jahat. Dia masa depan nanti, jangan lagi makan trik jahat dari Xiyue pada Li Qian.

Kesal, Ming Yue lngsung menantang Hui Xin untuk meminum sedikit sup yang tersisa itu. Tapi Hui Xin yang tadi bersikap sok pahlawan, mendadak cuit. Maka Ming Yue langsung meminumnya sendiri untuk membuktikannya.

Tapi Hui Xin tetap tak mau mengakui kesalahannya, bersikeras bahwa biarpun kali ini tidak ada racunnya, lain kali belum tentu.

"Kalau kau pikir aku berencana meracuni Pangeran, kenapa tidak kau laporkan saja pada Kaisar. Aku tidak tertarik untuk meladeni di sini!" Kesal Ming Yue lalu pergi.


Baru setelah semua orang pergi, Hui Xin mulai menunjukkan rasa bersalah. Bahkan pelayan pribadinya pun merasa sikap Hui Xin kali ini agak keterlaluan. Tapi pada akhirnya Hui Xin tetap saja bersikeras bahwa cintanya tak mungkin bertepuk sebelah tangan dan bertekad takkan membiarkan Li Qian dipengaruhi Ming Yue.


Ming Yue akhirnya memasak lagi dengan kesal. Tan Li berusaha menawarkan diri untuk menggantikannya. Tapi Ming Yue menolak, bersikeras kalau dia harus memasaknya sendiri mulai dari awal sampai akhir.


Zhen penasaran siapa pembunuh yang ada di area perburuan itu? Apa Li Qian sudah menyelidikinya. Li Qian yakin kalau itu perbuatan Li Xun.

Zhen heran, sebelumnya juga Li Xun pernah beberapa kali menyerangnya, tapi kenapa kali ini Li Xun sangat tidak sabaran ingin membunuh Ming Yue? Aneh sekali.

Li Qian rasa kalau itu karena Li Xun sudah tahu bahwa Ming Yue membantunya memulihkan ingatannya yang hilang. Dia penasaran apakah dalam ingatannya masih ada rahasia lainnya.

Mengalihkan topik ke Ming Yue, Zhen kan pernah menyuruh Li Qian untuk memikirkan perasaannya baik-baik. Apa dia sudah mengetahuinya sekarang.

"Sebenarnya aku juga sudah lama memikirkannya. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana membedakan mana yang asli dan yang palsu dalam hubungan ini."

"Sepertinya kau mengakui kalau kau memang menyukainya."

"Bukan masalah aku mengakuinya atau tidak. Ming Yue bisa mengontrol perasaanku, jadi bagaimana bisa aku mempercayainya?"

"Bagaimana kau akan membuatnya mempercayaimu."

"Dengan situasiku sekarang ini, bagaimana bisa aku memikirkan masalah ini?"


Bagi Li Qian sekarang ini, yang paling penting adalah membiarkan Ming Yue membantunya memulihkan ingatannya sesegera mungkin. Hanya dengan cara ini, dia bisa tahu bagaimana harus menghadapi Li Xun dan mendapatkan kekuasaan Xiyue.

"Kasarannya, tak penting dia Aimaila dari Xiyue atau Li Ming Yue dari Beixuan, dia cuma bidak catur."

OMG! Teganya kami Li Qian! Dia tidak sadar saat dia mengucap kata-kata kasar itu, Ming Yue sebenarnya ada di depan, hendak mengantarkan sup yang baru dimasaknya dan tentu saja Ming Yue sakit hati mendengar ucapan Li Qian itu.

"Semakin lama kau jadi semakin kejam. Qian, kau sungguh-sungguh berpikir begitu?"

"Tidak penting. Asalkan Ming Yue senang menjadi putri dan bisa kumanfaatkan, aku bersedia memberinya ketenangan."

Bersambung ke episode 11

2 komentar: