Sinopsis Fairyland Lovers Episode 1 - 1

Sinopsis Fairyland Lovers Episode 1 - 1

Jauh di luar galaksi Bima Sakti, ada sebuah planet misterius bernama Penglai. Orang-orang di planet itu bisa memanipulasi kekuatan gaib untuk membuat diri mereka awet muda dan panjang umur.


Ribuan tahun yang lalu, kapal ruang angkasa Penglai melewati galaksi Bima Sakti dan tak sengaja terjatuh ke bumi. Kapal raksasa yang memiliki energi besar itu terpecah menjadi batu giok yang tak terhitung jumlahnya dan tersebar di seluruh bumi.

Jika batu giok itu dimiliki oleh orang yang punya obsesi, maka energi di dalam giok itu akan memengaruhi orang itu dan mengubah orang itu menjadi roh yang termanipulasi oleh obsesi.

Para manusia Penglai yang bertahan hidup, melenyapkan para roh di bumi untuk mendapatkan kembali Kekuatan Penglai. Mereka disebut prajurit surgawi.

"Dia (si wanita) adalah prajurit surgawi, sedangkan dia (si pria) adalah roh. Mereka tidak seharusnya bersatu. Tapi tak disangka, ternyata mereka akhirnya... jatuh cinta. Seseorang pernah bertanya padaku, bagaimana proses melupakannya. Wajahnya, suaranya, baunya. Mana dari semua itu yang pertama kali kulupa? Aku tidak bisa menjawab karena dia terlupa dari ingatanku hanyalah perpisahan sementara."

Itulah narasi pria itu. Dan jelas dari narasinya, dia bernarasi dari masa depan tentang kisah cintanya dengan kekasihnya. Seorang wanita cantik yang tampak memakai gelang giok di tangannya.


Mereka berdua tampak hidup bersama dengan bahagia... sampai saat wanita itu menghilang... atau mungkin meninggal dunia, dan hanya meninggalkan satu pot pohon bunga persik.

Pohon itu adalah obat untuk para roh. Semasa hidupnya, wanita itu selalu menyiraminya. Namun sepeninggalnya, pohon itu pun mengering.

"Aku tidak ingat dia lagi. Tapi aku ingat janjiku padanya, yaitu menyembuhkan dunia roh dan membebaskan mereka dari obsesi."

Sebagai roh, pria itu tetap hidup abadi melewati berbagai perubahan zaman hingga pada zaman modern, sekarang. Dan gelang wanita itu selalu dipakainya.

"Aku adalah Bai Qi, satu-satunya dokter spiritual di dunia ini." Ujar Bai Qi.


Di tempat lain, kita melihat seorang gadis bernama Lin Xia yang sedang syuting film action. Seorang gadis yang tampak sangat mirip dengan kekasihnya Bai Qi. Hmm, apakah dia reinkarnasi kekasihnya Bai Qi?

Dia bernarasi bahwa dirinya adalah seorang aktris. Err... atau lebih tepatnya, aktris pemeran pembantu yang rata-rata perannya berakhir mati. Wkwkwk!

Dia bercerita bahwa ayahnya terjerat hutang dan karenanya dia melarikan diri. Jadilah dia yang harus menanggung hutang ayahnya dan mengambil lebih banyak pekerjaan biar hutangnya cepat lunas dan ayahnya bisa segera pulang.


Suatu hari, manajernya menyuruhnya untuk datang ke suatu tempat lalu menyuruhnya untuk pakai kostum nyeleneh. Hmm, kayaknya pekerjaan kali ini nggak bener nih. Dia jelas heran dan menanyakan apa maksudnya dia harus pakai kostum beginian.

Si manajer tak sabaran memberitahu Lin Xia bahwa pekerjaannya kali ini adalah untuk memeriahkan sebuah pesta ulang tahun. Dia harus pakai kostum itu lalu masuk ke box besar. Nanti kalau dia sudah masuk ke tempat pesta, dia harus melompat keluar dari box itu dan mengejutkan semua orang.

Lin Xia jelas ragu dan kurang setuju. Dia tuh aktris, dia memang bisa nge-dance. Tapi dia tidak pernah memeriahkan pesta sebelumnya. Tapi protesnya malah membuat si manajer jadi tambah kesal membentakinya dan menyuruhnya untuk cepat-cepat ganti baju saja.

Terpaksalah Lin Xia menurut. Selesai memakai kostum itu, dia langsung dimasukkan ke dalam box besar.


Pada saat yang bersamaan, Bai Qi baru saja pindah hotel. Anak buahnya - A Li, memberitahu manajer hotel bahwa barang mereka ada yang ketinggalan di hotel yang lama, nanti akan ada kurir yang datang membawakannya, jadi dia meminta bantuan manajer untuk mengantarkan barang itu kemari nanti.

Pohon persik itu tetap hidup sampai sekarang walaupun daunnya tidak tumbuh selebat dulu dan Bai Qi selalu membawanya ke mana pun dia pergi.


Tak lama kemudian, manajer hotel mengambil barangnya Bai Qi di resepsionis. Yang jadi masalah, ada dua buah kotak besar dan si resepsionis lupa kotak mana yang ditujukan ke penthouse suite-nya Bai Qi, dan akhirnya dia asal saja menunjuk satu kotak... tanpa menyadari kalau dia menunjuk kotak yang salah.

Bai Qi baru selesai mandi saat dia melihat kotak itu sudah ada di mejanya. Dia langsung memanggil-manggil A Li... dan seketika itu pula Lin Xia keluar dari kotak itu sambil teriak. "SURPRISE!!!"

Wkwkwk! Bai Qi kaget, tapi sepertinya dia benar-benar tidak ingat wajah Lin Xia yang mirip kekasihnya. Lin Xia juga sebenarnya bingung dengan situasi ini, tapi berhubung lagu anak-anaknya sudah nyala, dia langsung saja joget-joget melaksanakan tugasnya, sementara Bai Qi cuma bisa melongo kebingungan.


Dia berusaha melarikan diri, tapi Lin Xia sigap menghadangnya sambil terus joget. Bai Qi kesal banget mengira ini kerjaannya A Li, dan diam-diam menjetikkan jarinya dan seketika itu pula lagunya mendadak berhenti secara ajaib.

Lin Xia bingung, tapi berhubung dia mengira itu cuma masalah teknis, dia langsung berusaha meminta maaf dan meminta Bai Qi untuk tidak mengomplainnya. Gajinya bisa dipotong kalau begitu. Dia akan memperbaiki musiknya dan menari lagi untuknya. Dia janji akan membuat Bai Qi merasa sangat bahagia.

"Berapa banyak yang dia janjikan? Aku akan membayarmu, tapi kau harus pergi sekarang." Kesal Bai Qi.

"Tuan, ini bukan masalah uang melainkan profesionalitas. Kalau aku pergi sekarang, aku akan dianggap buruk dan tidak akan dipekerjakan lagi di masa mendatang."

Bai Qi sinis mendengarnya. "Katakan padaku, apa sebenarnya maumu?"

"Tenang saja. Selalu ada saat pertama dalam segala hal. Asalkan kau tenang, aku akan membuat pertunjukkan yang bagus."


Kesal, Bai Qi langsung menelepon pihak hotel untuk protes. "Di kamarku ada... wanita yang mau menjual."

"Apa? Siapa yang kau maksud? Memangnya aku kelihatan kayak bibi tua? Kapan aku jualan? Salahku apa?"

"Maksudku dia mau jual dirinya!"

"Siapa yang kau maksud? Aku cuma nge-dance dan bukannya jual diri! Aku artis yang baik dan bekerja untuk sebuah perusahaan."

"Maksudmu cewek panggilan juga bisa disebut sebagai artis? Dasar tidak tahu malu!"


Lin Xia sakit hati dan langsung menendangnya sampai pinggangnya Bai Qi kesakitan. Bai Qi jelas kesal, tapi tunggu dulu... Masa iya manusia biasa bisa menyakitinya? Makhluk macam apa nih cewek?

"Apa sebenarnya kau?"

Sinis, Lin Xia langsung unjuk kebolehan seni bela dirinya sambil memperkenalkan dirinya adalah Lin Xia, generasi ke-26 dari Pisau Emas Lin. Bai Qi beruntung karena dia tidak bawa pisau hari ini.

"Manusia? Tidak mungkin."

"Kau mengejekku lagi? Bayar upahku!"

"Bayar apa?"

"Aku nggak kerja gratis. Aku sudah joget untukmu."

"Kau bilang tadi... ini bukan masalah uang."

"Tadi yah tadi, sekarang ini masalah uang. Bayar sekarang!"

Kalau Bai Qi tidak mau bayar, maka dia tidak akan pergi. Bai Qi kesal, baik, Lin Xia tunggu saja di situ sampai dia kembali, jangan bergerak. Bai Qi langsung pergi entah ke mana dan baru saat itulah Lin Xia ditelepon sama manajernya yang kesal mencarinya. Di mana dia?


Lin Xia langsung mengecek kamar nomor kamar hotel itu tanpa menyadari si bunga persik secara ajaib membuntutinya. Baru sadar kalau dia salah masuk kamar, Lin Xia bergegas pergi, tapi malah tak sengaja menyenggol pot pohon persik itu sampai pecah.

Saat Bai Qi kembali tak lama kemudian dengan membawa manajer hotel, Lin Xia sudah menghilang... dan pohon persiknya juga ikut menghilang.

Lin Xia bergegas menemui manajernya dengan membawa tas kresek. Dia berusaha membujuk si manajer untuk memberinya kesempatan. Tapi si manajer murka banget sama dia dan langsung pergi begitu saja, bahkan tanpa memberinya bayaran.

Bersambung ke part 2

1 komentar: