Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 19 - 2

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 19 - 2

Ah! Benar juga. Xiao Qi memang tidak pernah melihat mereka melakukan hal-hal semacam itu. Karena itulah, berdasarkan pengalamannya, Nona Chai yakin sekali kalau hubungan kedua orang itu palsu. Dan lagi, Leng sepertinya lebih tertarik pada Xiao Qi daripada Jiang Xue.


Jika tidak, ngapain juga Leng datang malam-malam begini hanya untuk menemui Xiao Qi? Memberikan sertifikat amal ini? Ini cuma alasan. Kalau tujuannya cuma itu, dia bisa saja menyuruh salah satu asistennya untuk melakukan itu.

Apa Xiao Qi tahu apa perbedaan terbesar antara Leng dan Lie? Saat Lie mengantarkan Xiao Qi pulang, Lie baru akan pergi setelah dia melihat Xiao Qi masuk rumah. Sedangkan Leng, dia baru akan pergi setelah memastikan Xiao Qi menyalakan lampu kamarnya.

Xiao Qi seketika antusias. "Jadi dia... peduli padaku?"

"Itu adalah kebiasaan saat dia mencintai seseorang. Kadang kita melupakan sesuatu, tapi perasaan mencintai seseorang takkan bisa disembunyikan. Kuharap kau tidak akan lagi menghindarinya. Bicaralah dengannya."


Tapi Xiao Qi ragu. Bagaimana kalau Leng dan Jiang Xue pasangan beneran? Bukankah itu artinya dia mengganggu mereka? Nona Chai meyakinkannya untuk tidak berpikir berlebihan. Jika romansa di antara mereka benar-benar nyata, maka dia harus mempertahankannya.

Xiao Qi jangan jadi seperti dirinya yang telah melewatkan banyak kesempatan bagus sehingga dia jadi kesepian sekarang. Baiklah, Xiao Qi akan berusaha untuk menjadi lebih berani sekarang. Bagus! Nona Chai pun menasehatinya untuk menemui Leng besok di kantor dan bicara dengannya.


Tuan Fang datang ke kantor keesokan harinya untuk melabrak Leng. Dia tidak terima reputasi yang dibangunnya selama bertahun-tahun akan hancur gara-gara Leng.

Leng jelas bingung apa maksudnya, dia tidak pernah melakukan apapun yang bisa menghancurkan perusahaan mereka. Tuan Fang tak mau tahu dan langsung menuntut Leng untuk pergi ke rumahnya Jiang Xue malam ini untuk meminta maaf atas sikap Leng terhadap Jiang Xue dan ayahnya.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan."

"Jiang Xue bukan wanita murahan, dia pewaris tunggal Group Jiang."

"Itu tidak ada hubungannya denganku."

"Kau dibingungkan oleh si Chai Xiao Qi itu. Kau jaadi tidak mempedulikan situasi."

"Aku sudah lama putus dari Chai Xiao Qi."

Kesal, Tuan Fang langsung membanting foto-foto itu. "Ini yang kau sebut putus?"

"Ayah mau apa?"

Seperti yang tadi dia bilang, Leng harus minta maaf pada keluarga Jiang. Jika Leng tidak mau menurut, maka dia akan menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan masalah ini.


Baiklah, Leng akan menjelaskan segalanya pada ayahnya Jiang Xue. Tapi sebelum itu, biarkan dia perjelas segalanya dulu. Apapun hubungannya dengan Jiang Xue, itu adalah urusan pribadinya dan dia tidak mau Tuan Fang mencampuradukkan masalah pribadinya dengan masalah perusahaan.

"Fang Leng, kau harus sadar siapa dirimu."

"Justru karena aku sangat sadar siapa aku, makanya aku tidak ingin tragedi ibuku terulang. Jika bukan karena ayah lebih mementingkan bisnis dan mengabaikan keluarga, keluarga kita tidak akan berakhir seperti ini. Ayah, aku tidak mau hidup seperti ayah. Sungguh. Orang-orang sedang menungguku di ruang meeting, aku pergi sekarang."


Xiao Qi pamit mau menemui Leng, Nona Chai membekalinya dengan kotak makan siang buat diberikan untuk Leng. Xiao Qi bilang Leng menyelamatkannya waktu di lift, makanya makan siang itu harus dia berikan sebagai ungkapan terima kasih.

Tapi setibanya di kantornya Leng, dia malah mendapati yang duduk di sana ternyata Tuan Fang. Tuan Fang langsung nyinyir melihat makanan yang Xiao Qi bawa, jadi ini trik yang Xiao Qi gunakan untuk menggoda Leng.

Bukankah Xiao Qi sudah berjanji padanya kalau dia tidak akan lagi melibatkan diri dengan Leng setelah dia menerima uangnya. Xiao Qi berusaha membela diri dan menjelaskan kalau dia tidak melibatkan diri dengan Leng.

Tapi Tuan Fang tak peduli dan memperingatkan bahwa mereka berdua tidak akan pernah bersatu... karena Leng dan Jiang Xue akan segera bertunangan.

Xiao Qi shock. "Bertunangan?"

"Iya, kedua orang tua mereka sudah setuju."

Tidak sanggup mendengarnya lagi, Xiao Qi berniat mau pergi. Tapi Tuan Fang belum selesai dan memberitahu Xiao Qi tentang alasannya tidak menyetujui hubungan mereka.

Leng dan Xiao Qi sama seperti dia dan ibunya Leng dulu. Mereka dulu bahagia. Tapi pada dasarnya, mereka berbeda dalam segala hal. Perbedaan itu akan semakin lama akan semakin membesar.

Karena itulah dia menyarankan sebaiknya mereka tidak memulainya daripada saling menyakiti di kemudian hari. Sebagai seorang pria yang berpengalaman, dia bisa melihat dengan jelas bahwa Jiang Xue lah yang paling pantas menjadi pendamping Leng. Xiao Qi mengerti kan?


Begitu sampai restoran, Xiao Qi langsung menangis dalam pelukan Nona Chai dan memberitahunya kalau Leng dan Jiang Xue mau tunangan. Nona Chai kesal, Leng itu ternyata penampilannya doang kayak cowok baik-baik, ternyata dia playboy.

Nona Chai jadi merasa bersalah pada Xiao Qi, tidak seharusnya dia menjodoh-jodohkan Xiao Qi dengan Leng. Berusaha menghiburnya, Nona Chai menyarankannya untuk traveling saja. Traveling ampuh untuk mengobati patah hati. Dia akan membayari perjalanan Xiao Qi ke mana pun dia mau pergi.

"Aku mau pulang. Aku bisa melupakannya kalau aku pulang. Hanya dengan cara itu aku bisa menghapusnya dari ingatanku dan move on."

"Aku mengerti. Lalu di mana rumahmu? Akan kupesankan tiket pesawat."

"Aku hanya bisa pulang kalau aku bertemu Fang Leng."

"Kau mau bertemu dia?!"

"Iya... enggak!" Xiao Qi bingung bagaimana harus menjelaskannya.

"Terus kau mau aku gimana? Apa aku harus membuatnya mabuk dan menculiknya kemari?"

Ide bagus! "Apa ada alkohol di gudang? Minuman yang sangat kuat?"


Tak lama kemudian, Xiao Qi sudah memegangi sebotol wine. Xiao Bu langsung cemas, Xiao Qi mau ngapain? Jangan mabuk!

"Jangan khawatir. Aku akan minum untuk melampiaskan kesengsaraanku. Xiao Bu, apa kau kangen rumah?"

"Tentu saja. Biarpun sekarang aku sudah terbiasa dalam tempurung kura-kura dan nyaman banget, tapi ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan planet induk kita."

Baiklah. Xiao Qi jadi semakin bertekad untuk mendapatkan alat isyaratnya kembali agar mereka bisa pulang. Xiao Bu tak percaya mendengarnya, dia mau pergi menemui Leng lagi? Dia kan sudah gagal berulang kali.

"Tapi Nona Chai bilang padaku bahwa mengubah kebiasaan seseorang itu tidak mudah. Fang Leng jatuh cinta padaku lebih dari sekali. Aku akan mengambil kesempatan ini."

"Buat apa?"

"Cinta sejatinya."
 

Dengan tekad itu, Xiao Qi pun datang ke rumah Leng dengan membawa wine itu. Melihat dasinya Leng yang masih belum rapi, Xiao Qi tanya apakah Leng tidak akan merapikan itu.

Leng langsung menatapnya penuh arti, mengisyaratkan Xiao Qi untuk melakukannya. Dia bahkan mendekat dengan senang hati dan membuat Xiao Qi jadi gugup. Dan mungkin saking gugupnya, Xiao Qi malah mengikat dasinya terlalu kencang dan hampir saja mencekik Leng.

"Maaf. Aku tidak pernah mengikatkan dasi orang lain sebelumnya. Maaf."

"Kenapa wajahmu memerah? Kau bahkan belum mabuk." Goda Leng.


Xiao Qi malu, mungkin karena terlalu banyak tanaman di rumahnya Leng makanya dia sesak napas. Leng dengan cepat merapikan dasinya, sudah oke kan? Xiao Qi terpesona, iya, Leng tampan.

"Aku cemburu pada Jiang Xue," batin Xiao Qi.

"Siapa paling tampan, aku atau Fang Lie?"

"Kalian berdua memiliki style yang berbeda. Tidak bisa dibandingkan."

Gelas pertama ini, Xiao Qi bersulang demi kebahagiaan Leng dalam cinta. Dia nekat meminum wine itu sampai habis biarpun itu membuat sistem elektromagnetik dalam tubuhnya tersengat.

Bersambung ke part 3

2 komentar: