Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 3 - 2

Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 3 - 2

Li Qian menunjukkan gelang permata itu pada teman-temannya. Dia yakin alat inilah yang digunakan Ming Yue untuk menghipnotis. Tapi walaupun dia sudah mempelajarinya sepanjang malam, tetap saja dia tidak bisa menemukan petunjuk apapun.


"Bagaimana rasanya dipengaruhi oleh benda ini?" tanya Zhen.

"Kesadaran mengabur, kadang terasa seperti sedang berkhayal. Setiap kata dari orang itu menjadi sangat bisa dipercaya dan sulit ditolak."


Jin Yu geli mendengar penjelasannya yang terdengar seperti sedang dimabuk cinta. Dia biasanya juga merasa seolah dia terbang ke awan setiap kali dia melihat wanita cantik di hadapannya sampai dia tidak sadar di mana dia berada.

"Benar-benar seperti berada dalam khayalan yang begitu indah. Bahkan sekalipun wanita itu menyuruhku terjun ke jurang, rasanya tetap indah." Goda Jin Yu.

"Rintangan antara pria dan wanita adalah kepercayaan. Jika benda ini bisa menurunkan kewaspadaan Pangeran kita, berarti wanita itu benar-benar tidak boleh diremehkan."

Li Qian sinis mendengarnya. Yang tidak boleh diremehkan dari wanita itu adalah mantra saktinya. Kalau dipikir-pikir, Ming Yue lah yang selalu mendekatinya dan menyentuhnya di mana-mana.

"Itulah intinya! Katakan! Di mana biasanya dia suka menyentuh?" Goda Jin Yu nggak nyambung lagi. Li Qian jadi tambah kesal mendengar candaannya.


Kaisar dan anggota keluarga kerajaan berkumpul di aula. Ming Yue menutupi setengah wajahnya dengan kipas lalu kedua pengantin masuk sambil bergandengan tangan tapi diam-diam keduanya saling berbisik saling menyindir satu sama lain.

"Kukira Pangeran adalah orang yang berbudi. Tak kusangka ternyata kau mencuri barang milik wanita."

"Ini adalah pernikahan kontrak, harus ada sesuatu sebagai kesepakatan."

Mengingat Li Qian adalah orang yang berhati-hati, Ming Yue yakin kalau barang itu pasti Li Qian bawa sekarang. Tapi saking fokusnya melirik Li Qian, Ming Yue sampai keseleo dan hampir saja terjatuh kalau saja Li Qian tidak memeganginya erat-erat.

"Perhatikan langkahmu, jangan terburu-buru apalagi sampai kehilangan sopan santun."

Melirik kantong biru yang terikat di sabuknya Li Qian, Ming Yue menyadari kantong itu sengaja ditempat di arah yang berlawanan dengannya. Li Qian pasti menyembunyikan gelangnya di situ.

"Hanya jika aku mengizinkanmu untuk tahu, maka kau akan mengetahuinya. Anggap saja ini sebagai pertukaran agar kau tidak akan berani main-main."


Kasim mengumumkan bahwa upacara dimulai dengan 'buang kipas'. Ming Yue yang tidak mengerti apa-apa, bingung apa maksudnya. Li Qian dengan agak kasar menarik Ming Yue menghadapnya lalu mulai mengucap kata-kata puitis tentang kipas dan si cantik yang membuat Ming Yue jadi tersipu malu dan semakin menutupi seluruh wajahnya dengan kipas.

Li Qian berusaha memberinya kode mata untuk melepas kipasnya dan bukannya menutupi seluruh wajahnya dengan kipas. Masih belum mengerti juga, Ming Yue malah menggunakan kipasnya untuk kipas-kipas.

Li Qian akhirnya melempar isyarat pada Kong Zhen, beberapa dayang tiba-tiba melepas jubah luar mereka lalu para musisi mulai memainkan alat-alat musik mereka. Ming Yue makin bingung sekarang, apa yang harus dia lakukan?


Li Qian tiba-tiba menariknya mendekat dan berbisik. "Jika kau ingin gelangmu kembali, maka menarilah tarian pengantin bersamaku."

Li Qian langsung saja mulai menuntun Ming Yue untuk berdansa mesra bersamanya dan membuat para tamu terpesona melihat mereka, dan Hui Xin jadi semakin cemburu.

Selesai berdansa, kedua pengantin berlutut dan memberi salam pada Kaisar dan selirnya. Li Qian beralasan bahwa karena pernikahan ini adalah penyatuan dua negara dan dua budaya, makanya dia dan Ming Yue sengaja menyatukan adat pernikahan kedua negara menjadi tarian pengantin buang kipas.


Mereka lalu disuruh duduk dan diberi hidangan daging. Ming Yue langsung semangat ambil sumpit, tapi Li Qian dengan cepat membisikinya untuk tidak makan duluan.

Ming Yue kesal. Tapi begitu kasim memberi pengumuman agar kedua pengantin makan bersama-sama, Ming Yue langsung semangat memakan daging itu... dan hampir saja memuntahkannya entah kenapa.

Kaisar tampak jelas tak senang dan tersinggung. Li Xun nyinyir memberitahu Ming Yue bahwa daging itu harus dihabiskan agar pernikahan mereka langgeng.

Heran, Li Qian akhirnya mencicipi daging itu dan mendapati rasanya ternyata sangat pahit, dan dia tahu betul kalau pelakunya pasti Li Xun.


Tak kehilangan akal, Li Qian langsung menuang secangkir teh lalu mencelupkan daging pahit itu ke dalam tehnya. Dia mengklaim bahwa Ming Yue bukannya tidak bisa memakan daging dari Beixuan, dia hanya ingin menemukan maknanya.

"Ini menandakan dia melepaskan gelar Putri Xiyue menjadi secara resmi menjadi Putri Beixuan," ujar Li Qian lalu menyodorkan daging itu ke Ming Yue.

Ming Yue agak ragu awalnya, tapi akhirnya dia mau juga menerima suapannya dan langsung tercengang senang mendapati rasanya sudah tidak pahit lagi. Tidak tahan lagi melihat kemesraan kedua pengantin, Hui Xin pun langsung pergi.

Li Xun ingin mengejarnya, tapi Li Qian tiba-tiba menyindirnya secara halus. Li Xun pasti sengaja menyiapkan daging pahit itu dengan maksud agar mereka saling menanggung suka-duka bersama-sama, bukan? Li Xun dengan kesal membenarkannya.


Upacara selesai, Kaisar mengajak semua orang bersulang dan memulai jamuan makan. Ming Yue langsung menuntut janjinya Li Qian tadi.

Tapi Li Qian dengan liciknya menegaskan maksud kalimatnya 'jika kau menginginkan gelangmu kembali, maka berdansalah bersama'... artinya adalah Ming Yue berdansa dengannya hanya membuktikan kalau dia menginginkan gelangnya kembali. Dia sama sekali tidak menjanjikan akan mengembalikan gelangnya Ming Yue.

Ming Yue jelas kesal. "Kau berani mempermainkanku dengan kata-kata!"

"Karena Putri main-main dan sepenuhnya lupa kalau aku memiliki barangnya."

"Kau!" Ming Yue sampai keceplosan berucap lantang saking kesalnya dan pastinya Kaisar mendengarnya.


Menyadari kesalahannya, Ming Yue cepat-cepat menurunkan nada suaranya lagi. "Dasar bocah nakal, aku sudah bekerja keras seharian, berani sekali kau bilang aku main-main?"

"Aku ingat seseorang mengibas kipas dan hampir memuntahkan daging, menurutmu apakah dia harus dipuji atau dihukum?"

"Itu karena aku yang harus mematuhi aturan Beixuan, makanya aku membuat kesalahan. Kalau memakai adat Xiyue, kaulah yang akan ditertawakan."

Kaisar agak cemas melihat Ming Yue, ia takut kalau Putri akan membawa masalah bagi Li Qian di kemudian hari. Selir Shu santai meyakinkan Kaisar untuk tidak terlalu cemas. Ming Yue itu berjiwa bebas, mereka bisa mengajarinya tentang atura-aturan kerajaan sedikit demi sedikit.

Zhen juga agak cemas mengingat sifat Ming Yue. Jika nantinya Li Xun ingin mempermainkan Li Qian, dia bisa saja melakukannya dengan mudah dengan adanya Ming Yue.

 

Li Qian santai saja meminum secangkir arak. Tapi seketika itu pula dia merasakan efek mabuk yang begitu kuat dan tiba-tiba sampai-sampai dia menjatuhkan cangkirnya yang jelas saja membuat Ming Yue cemas.

Jin Yu heran melihatnya, biasanya Li Qian tidak gampang mabuk. Kong Zhen bisa menebaknya dengan mudah, pasti ada orang yang sengaja menaruh obat di arak itu. Siapa lagi kalau bukan Li Xun.

Parahnya lagi, Kasim tiba-tiba mengumumkan bahwa sekarang saatnya kedua pengantik keluar untuk menembakkan anak panah. Satu panah menandakan pernikahan yang bahagia, dua panah artinya banyak anak, tiga panah artinya negara yang kuat. Semakin jauh tembakannya, itu menandakan hati semakin tulus.


Li Qian berusaha keras untuk menjaga kesadarannya saat dia naik ke atas panggung. Tapi dia benar-benar lemah dan menarik satu anak panahpun tak sanggup.

Li Xun langsung nyinyir. "Kenapa adik ke-9 tidak menembakkan panahnya? Apa hatimu tidak tulus makanya kau tidak bisa menembak jauh?"

Bersambung ke episode 4

1 komentar: