Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 25 - 2

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 25 - 2

Dalam perjalanan, Ibu Tiri menelepon Lie saking cemasnya. Ke mana saja dia tidak pulang semalaman. Lie santai berkata kalau dia cuma nonton film tengah malam. Sang putri dan sang pangeran akhirnya hidup bahagia selama-lamanya. Sang kesatria dan si jahat juga hidup bahagia selama-lamanya.


"Ngomong apa kau? Cepat pulang sekarang! Ibu perlu bicara denganmu. Apa kau tahu kalau dewan direksi sudah menyatakan bahwa Leng mundur?"

Kaget, Lie pun langsung tancap gas untuk mendengar detilnya. Tapi begitu Ibu Tiri memberitahukan segalanya, Lie menolak mengambil alih jabatan Leng. Kalau dia pergi ke perusahaan sekarang, dia akan semakin menyakiti Leng.

"Kakakmu sudah tamat! Kemarin dia absen dari konferensi pers. Dewan direksi sudah membuat keputusan."

Lie hampir saja menjelaskan alasan absennya Leng kemarin, tapi pada akhirnya dia tidak sanggup meneruskannya dan akhirnya mengurungkan niatnya.

Ibu Tiri kesal, apa sekarang Lie sedang berusaha membela Leng? Lie boleh-boleh saja melakukan apapun yang dia sukai dulu. Tapi kali ini dia tidak boleh seenaknya membuat keputusannya sendiri.

"Ambil alih posisi Fang Leng, ambil alih perusahaan."

"Ibu tahu sendiri kalau itu bukan bakatku. Ayah juga tahu."

Ibu Tiri tak peduli. Ada Manajer Kang dan banyak orang yang akan membantu Lie, jadi Lie tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Pokoknya Lie harus melakukan apa yang dia suruh.

Lie ngotot tidak mau. Dia mau bicara sama ayahnya saja. Tapi bahkan sebelum dia sempat melangkah, Ibu Tiri tiba-tiba mengancam akan menghancurkan hidup Leng dan Xiao Qi jika Lie tidak mau mengambil alih perusahaan. Dan ancamannya kali ini sukses.


Di restoran, Xiao Qi mendapati Asisten Han sedang memasang papan di dinding. Ah, dia sedang membuat replika papan seperti yang ada di restoran dessert yang pernah Xiao Qi dan Leng kunjungi dulu. Dia bahkan sudah mendapatkan foto kenangan mereka dari restoran itu.

"Dari mana kau tahu tentang tempat itu?" Heran Xiao Qi.

"Belakangan ini, Tuan Fang sedang menyempurnakan bank memorinya. Foto ini berasal dari tempat itu. Waktu itu kalian berdua sangat manis." Goda Asisten Han.

Dia langsung mewawancarai Xiao Qi tentang bagaimana perkembangan hubungan mereka saat berada di restoran itu. Apa mereka saling menyatakan perasaan mereka di tempat itu.

"Betul, betul. Katakan sedetil-detilnya, apakah kalian muah-muah atau tidak?" kata Nona Chai mendadak nimbrung dengan antusias.

Xiao Qi sampai malu dibuatnya, "itu kan sudah lama, kenapa mereka masih saja menggosipkannya."

"Ini bukan gosip. Aku harus memperjelasnya. Setelah Tuan Fang kehilangan ingatannya, dia sangat mengandalkan ini untuk mendapatkan ingatannya kembali."


Xiao Qi mendadak punya ide. Dia bisa memberitahu tentang hal ini. Tapi sebagai gantinya, dia ingin melihat-lihat bank memorinya Leng. Dia beralasan kalau dia bisa membantu masalah ingatan ini setelah dia melihat bank memorinya Leng.

Asisten Han menolak. Bahkan sekalipun dia ingin, tetap saja mereka tidak akan bisa masuk karena tempat itu hanya bisa diakses dengan cara memindai iris mata Leng.

"Merepotkan sekali, seandainya saja aku masih memiliki kekuatan superku." Gumam Xiao Qi.

"Kalau kau ingin melihatnya, boleh-boleh saja." Sahut Leng yang mendadak muncul.


Tapi dengan syarat, Xiao Qi harus berjanji satu hal dulu padanya. Leng langsung memberi isyarat mata pada Asisten Han. Maka Asisten Han pun langsung mengeluarkan sebuah kamera untuk memotret mereka berdua.

Leng langsung merangkul Xiao Qi mendekat dan pose mereka makin sempurna saat mereka saling menatap satu sama lain. Mereka benar-benar larut dalam perasaan mereka... sampai saat Asisten Han memotret mereka dan kilatan lampu flashnya sontak menyadarkan Xiao Qi kembali.

"Kita akan mengambil foto setiap hari dan memasangnya di sini. Jika aku kehilangan ingatanku dan kita taruh foto-foto kita di sini, maka semua orang yang datang kemari untuk makan bisa menjadi saksi kita. Aku bukan hanya ingin mendapatkan ingatanku kembali, aku menginginkan lebih daripada itu. Apa kau mau ikut?"

Xiao Qi terharu, tapi... mereka kan sudah berfoto, terus kapan Leng akan membawanya ke bank memorinya. Tapi Leng tidak mau terburu-buru, karena masih ada yang harus mereka lakukan.


Leng ternyata mengajaknya nonton film melo yang bercerita tentang seorang wanita amnesia yang melupakan kekasihnya. Film yang sontak membuat Leng berkaca-kaca.

"Dasar bodoh." Ucap Leng mengomentari sepasang kekasih di film itu.

"Kenapa? Amnesianya kan cuma mempengaruhi si pria. Jika mereka tidak bisa bersama, maka sebaiknya lupakan saja, kenapa harus menyakiti perasaan pasangannya."

"Jadi maksudmu, tidak seharusnya kita bersama jika kita tidak cocok?"

"Mereka tidak cocok, hubungan mereka salah."

"Apa kau sedang berusaha membuatku kesal gara-gara aku melupakanmu?"

 

Belum sempat Xiao Qi menjawab, tiba-tiba saja terdengar suara Nona Chai mewek keras-keras saking terharunya melihat adegan sedih di film itu. Xiao Qi bingung, sejak kapan dia datang.

Leng mengaku kalau dia mengundang Nona Chai kemari. Leng segera menghentikan filmnya dan memberitahu bahwa alasannya membawa mereka kemari adalah karena dia ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakitnya.


"Ada banyak tipe amnesia, aku cukup beruntung mendapatkan salah satunya. Selama bertahun-tahun aku berusaha menghindarinya, tapi sekarang aku tidak ingin melarikan diri lagi. Aku ingin menghadapinya dan menyembuhkannya."

Nona Chai sontak mewek makin keras, sungguh mengharukan. Xiao Qi penasaran, bagaimana Leng akan melakukannya.

"Yang perlu kau lakukan adalah melakukan apa yang kusuruh. Dan jika aku kehilangan ingatanku lagi, tolong jangan mendadak melempar dirimu padaku seperti yang kau lakukan sebelumnya. Kau tahu sendiri kalau aku tidak suka wanita yang suka mengontrol."

Xiao Qi sampai malu mendengarnya. Nona Chai meyakinkannya untuk tidak khawatir, dia akan membantu mengendalikan perasaan Xiao Qi.

"Baguslah. Dan juga, saat aku hilang ingatan, aku harus melihat semua materi tentang Xiao Qi sesegera mungkin. dokter Zhang, aku mengandalkanmu. Dan yang paling penting, aku tidak ingin Xiao Qi terluka saat aku kehilangan ingatan. Jadi aku butuh bantuanmu, Nona Chai."


Tentu saja Nona Chai akan membantu dengan senang hati. Leng sudah memikirkannya, dia akan merekam video untuk Xiao Qi. Jadi jika Xiao Qi marah saat dia hilang ingatan, Nona Chai tunjukkan video itu pada Xiao Qi.

"Tuan Fang, apa kau akan mengucap kata-kata manis untuk Xiao Qi di video itu? Aduh, so sweet~~~~"

"Bukan begitu. Di video itu, aku ingin seseorang tahu bahwa jika kita menyerah hanya karena kita tidak cocok, maka di dunia ini takkan ada cinta abadi. Jika kau benar-benar menyukai seseorang, maka kau harus bersamanya apapun yang terjadi."

Sedih, Xiao Qi cepat-cepat melarikan diri.

Bersambung ke part 3

6 komentar: