Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 25 - 1

 Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 25 - 1

Leng nekat melindungi Lie dan menghalangi pisau itu dengan tangannya hingga darahnya mengalir deras. Tapi Leng tak mempedulikan keadaannya sendiri dan langsung menyuruh Lie untuk membawa Xiao Qi pergi. Seorang diri dia melawan Allen hingga berhasil membantingnya dengan cukup keras.


Tak lama kemudian, Leng membawa Xiao Qi pulang ke rumahnya. Asisten Han melapor bahwa Allen menderita cedera otak cukup parah dan sekarang dokter sedang berusaha menyelamatkannya. Allen tidak akan bisa lagi menyakiti Xiao Qi.

Tapi, konferensi pers mereka sudah selesai. Dan karena Leng tidak datang, jadi para dewan direksi menyatakan Leng mengundurkan diri. Sebenarnya dia bisa saja kan mengirim orang lain untuk menyelamatkan Xiao Qi. Apa Leng menyesalinya?

"Menyesal? Yang paling kusesali adalah kita menciptakan sesuatu yang belum pernah dilihat oleh dunia dan tidak akan pernah mereka lihat."

 

Lie menjaga Xiao Qi yang masih belum sadarkan diri dengan sedih. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Xiao Qi, dia mungkin akan gila. Termenung memikirkan pengorbanan Leng untuknya tadi, Lie akhirnya memutuskan untuk mengalah.

"Kalian berdua... benar-benar gila dan sinting. Kalian berdua benar-benar diciptakan bagi satu sama lain. Tapi kau punya selera yang bagus. Bahkan sekalipun kau berusaha keras untuk mendapatkanku, aku memutuskan untuk melepaskanmu."

Cinta itu sendiri memang tidak adil. Xiao Qi sekarang boleh bersama kakaknya sesuka hatinya. Leng datang saat itu, maka Lie pun memutuskan keluar meninggalkan mereka.


Leng menggenggam tangan Xiao Qi saat tiba-tiba saja Xiao Qi mulai gelisah dalam tidurnya lalu tersentak bangun dengan ketakutan. Dia sontak memeluk Leng erat-erat. Leng benar-benar khawatir melihatnya, apa Allen melakukan sesuatu padanya?

Baru ingat, Xiao Qi mendadak panik ingin melihat wajahnya. Tapi tubuhnya bahkan terlalu lemah untuk bangun. Leng pun segera menggendongnya ke cermin di toilet. Dan syukurlah luka di pipinya sudah menutup dengan sempurna.

Leng heran mendengarnya, apa Allen melukainya dengan pisau. Xiao Qi canggung menyangkal dan mengklaim kalau Allen cuma menyentuh wajahnya dengan tangan, makanya tidak ada bekas luka di wajahnya.


"Berani sekali dia. Bersihkan wajahmu." Leng langsung menyemprot pembersih muka ke wajah Xiao Qi dan membuat Xiao Qi terpesona memandanginya.

Larut dalam perasannya, Leng pun mendekat dan menciumnya mesra sampai membuat wajahnya sendiri belepotan krim wajah itu. Xiao Qi geli melihatnya, Leng kayak pria tua.

"Dan kau wanita tuaku. Tentu saja kita akan menua bersama."

Xiao Qi mencoba berdiri, tapi dia benar-benar lemah. Dia sampai heran dengan dirinya sendiri, tangannya juga gemetaran hebat. Dia sama sekali tidak bisa merasakan kekuatan supernya. Kenapa dia jadi begini.

"Apa kau sakit?" Cemas Leng.

Xiao Qi berbohong menyangkal dan beralasan kalau dia cuma butuh waktu sendirian. Maka Leng pun keluar dari kamar mandi. Tapi saat Xiao Qi mencoba bergerak, dia sontak oleng dan terjatuh.


Leng jadi semakin cemas karenanya. Tapi Xiao Qi bersikeras meyakinkan kalau dia baik-baik saja dan cuma pusing karena lapar, dia ingin makan masakannya Nona Chai. Maka Leng pun mengantarkan Xiao Qi kembali ke restoran.

Nona Chai sedang nyantai saat Leng datang sambil menggendong Xiao Qi. Tanpa menjelaskan apapun, Leng meminta Nona Chai untuk membuatkan makanan untuk Xiao Qi lalu bergegas membawa Xiao Qi ke kamarnya. Nona Chai jadi salah paham melihat pemandangan yang terkesan romantis itu.


Xiao Qi berusaha mengusirnya setelah itu, tapi Leng menolak pergi. Dia tidak akan tenang selama Xiao Qi masih lapar. Bagitu dia keluar ke dapur, Xiao Qi langsung menyuruh Xiao Bu untuk memeriksa dirinya.

Dia disuntik entah apa oleh Allen dan sekarang dia merasa sangat lemah. Maka Xiao Bu pun segera menggunakan kekuatannya untuk memeriksa seluruh tubuh Xiao Qi dan langsung kaget.

Xiao Qi kehilangan banyak darah dan sekarang medan magnet tubuhnya kacau. Pantas saja, Xiao Qi merasa sangat lemah, dia bahkan hampir tidak kuat membuka matanya.

Xiao Bu mencoba melakukan sesuatu pada Xiao Qi dan sukses membuat Xiao Qi kuat berdiri. Wah! Xiao Bu hebat.

"Bukan aku. Aku hanya membuka sistem penyelamatan dirimu."

Di tubuh Xiao Qi sekarang terkandung zat eletrolit asing yang membuat tubuhnya lemah. Dia harus segera kembali ke planet asal mereka dan mendapat pengobatan. Kalau Xiao Qi terus di sini, bisa-bisa dia akan lumpuh.

Tiba-tiba terdengar suara Leng yang mengumumkan makanan sudah siap. Xiao Bu panik memperingatkannya untuk tidak makan apapun, dia tidak punya tenaga ekstra untuk mencerna makanan bumi.


Tapi Xiao Qi tidak sanggup menolak saat Leng dengan manisnya menyuapinya bubur sampai habis. Xiao Bu cuma bisa geleng-geleng kepala dengan lesu, sekarang merea hanya bisa menunggu hari saat energinya Xiao Qi habis dan saat itu tiba, Xiao Qi hanya bisa merangkak di bumi.

Leng hampir saja menyuapinya ayam goreng. Tapi syukurlah tiba-tiba dia mendapat pesan dari Dokter Zhang, sepertinya penting, Leng pun pamit saat itu juga. Dan begitu Leng keluar, Xiao Qi sontak memuntahkan semua makanannya.


Ternyata sebentar lagi akan ada hujan badai lagi. Karena itulah Dokter Zhang menyarankan Leng untuk pergi saja ke tempat jauh sebelum ingatannya hilang lagi.

Tapi Leng menolak pergi, tak peduli biarpun sekarang dia jadi pusat perhatian banyak orang. Selama ini dia selalu bersembunyi, tapi kali ini dia tidak akan melarikan diri ke mana pun.

Tapi tentu saja dia tidak akan tinggal diam begitu saja. Dia butuh bantuan Dokter Zhang. Dia ingin memulihkan data base tentang Xiao Qi. Tapi Dokter Zhang tak yakin kalau itu akan berhasil. Mereka sudah pernah mencobanya tapi Leng tetap saja melupakannya.

Dokter Zhang menyarankan sebaiknya Leng pergi jauh dengan membawa Xio Qi sekalian. Leng ngotot menolak, dia ingin satu kali kesempatan lagi. Dia tidak percaya kalau manusia bisa dikontrol oleh ingatan. Sesuatu yang paling tak terlupakan seharusnya bukan ingatan, melainkan perasaan.

Leng akan mengumpulkan segala data tentang Xiao Qi, pokoknya kali ini dia tidak akan membiarkan Xiao Qi keluar dari pikirannya lagi.


Xiao Qi lemas setelah memuntahkan semuanya. Cemas, Xiao Bu bertekad mau mencari Leng untuk mendapatkan alat isyarat itu apapun caranya. Dia tidak peduli biarpun harus mengorbankan nyawa Leng. Tapi baru beberapa langkah saja Xiao Bu terjatuh dari sofa dan capek duluan.

Xiao Qi geli melihatnya. "Syukurlah kau jadi kura-kura. Jika tidak, aku tidak akan bisa menghentikanmu."

"Kau bahkan tidak bisa menolong dirimu sendiri tapi yang kau pikirkan cuma si pria bumi terus."

"Aku tidak akan pernah mengambil alat isyarat itu darinya. Aku tidak boleh membahayakan nyawanya lagi. Jik dia kehilangan nyawanya, aku tidak mau mempertahankan nyawaku."

"Xiao Qi bodoh. Makhluk rendahan. Fang Leng pasti akan memiliki pikiran yang sama denganmu. Kalau kau mati, dia juga tidak akan mau hidup."

Tidak, Xiao Qi yakin Leng akan melanjutkan hidupnya. Xiao Bu mengingatkan bahwa dulu Leng mungkin akan begitu, tapi sekarang Leng menganggap Xiao Qi sangat penting. Contohnya saja kasusnya Allen.


Kalau begitu, Xiao Qi harus membuat Leng melupakannya. Ah! Sebentar lagi kan hujan. Jika dia menghancurkan bank memorinya Leng sebelum hujan, maka Leng akan melupakannya.

"Xiao Qi, kau bahkan tidak sanggup berdiri sekarang. Pikirkanlah dirimu sendiri dulu."

"Aku bisa berdiri. Jika aku menyingkirkan kekuatan superku yang lain dan mengerahkan semua energiku untuk berdiri dan jalan saja, itu bisa berhasil."

Xiao Bu tidak setuju karena kalau begitu, maka dia tidak akan bisa pulang. Tapi Xiao Qi tak mengindahkan peringatannya dan langsung saja fokus menyingkirkan kekuatan supernya. Dan usahanya berhasil, dia mampu berdiri dan berjalan dengan normal lagi biarpun sekarang dia tidak punya kekuatan supernya.

"Putri duyung memotong ekornya dan berubah menjadi buih. Setidaknya aku lebih beruntung darinya. Aku kekasih sang pangeran."

Bersambung ke part 2

4 komentar: