Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 4 - 1

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 4 - 1

Biarpun sempat protes, tapi akhirnya Leng menurut dengan patuh saat Xiao Qi menyuapinya. Dia bahkan tampak begitu terpesona pada Xiao Qi sehingga dia mau-mau saja disuapi sampai makanannya habis.


Tapi begitu selesai, dia jual mahal lagi dan mengingatkan Xiao Qi untuk tidak mengulanginya lagi. Tidak masalah, Xiao Qi mengingatkan Leng untuk ngasih bintang lima buat service-nya lalu pamit. Leng mau beranjak bangkit setelah itu, tapi tiba-tiba saja kepalanya pusing.


Tak lama kemudian, Jiang Xue yang sudah tak sabaran menunggunya, akhirnya memutuskan mendatangi kantornya tapi malah mendapati Leng sedang sakit. Jiang Xue langsung panik dan sangat khawatir, kekhawatirannya bahkan seperti seorang wanita yang mengkhawatirkan kekasihnya.

Dia melihat struk restorannya Xiao Qi itu dan langsung tahu apa penyebabnya, Leng barusan makan bubur seafood... sedangkan Leng alergi seafood. (Dia mengklaim nggak mengenal Leng sebelumnya tapi tahu kalau Leng alergi seafood? Hmm, aku jadi penasaran sama masa lalu mereka)

Dan dalam keadaan setengah sadar itulah, Leng tiba-tiba menggumamkan nama... "Xiao Xue."

Jiang Xue kaget, Leng memanggilnya apa barusan? "Kau ingat aku sekarang?"


Seketika itulah Leng mulai mendapat kilasan singkat masa lalu mereka. Sepertinya mereka punya hubungan spesial dulu. Tapi kembalinya kilasan ingatan itu sepertinya terlalu menyakitkan bagi Leng.


Pada saat yang bersamaan, Xiao Qi baru ingat kalau dia belum mengembalikan kunci mobilnya Leng. Akhirnya dia memutuskan balik ke ruangannya Leng, tapi malah mendapati Leng sakit.

Cemas, Xiao Qi dengan cepat menggendong Leng. Tapi karena dia tidak bisa berteleportasi gara-gara bersentuhan dengan leng, terpaksa Xiao Qi membawanya ke rumah sakit dengan taksi.

Tapi sialnya, mereka malah terjebak macet di tengah jalan. Dalam kepanikannya, Xiao Qi melihat ada sepeda motor nganggur di trotoar. Xiao Qi pun langsung menggondol sepeda motor itu dan kali ini dia bisa mengendarainya dengan baik.


Tapi tiba-tiba ada mobil yang hampir saja menabraknya. Xiao Qi sontak memakai kekuatannya untuk menghentikan waktu dan membuat sepeda motor itu melayang di udara. Leng tersadar saat itu dan langsung bingung, ini beneran atau cuma halusinasinya? Xiao Qi meyakinkan Leng kalau ini cuma halusinasinya Leng saja kok. Dia kan lagi sakit, makanya dia berhalusinasi.

"Bagaimana kau tahu?"

"Tentu saja aku tahu, nggak mungkin lah bisa melayang ke langit dengan gravitas bumi."

"Maksudku, bagaimana kau tahu kalau ini halusinasiku?"

"Err... karena... aku juga berhalusinasi. Memangnya kau saja yang bisa berhalusinasi?"


Leng tak percaya dan langsung saja mengambil tangan Xiao Qi dan menempelkannya di pipinya. Xiao Qi jelas panik, sentuhan kulit mereka membuat kekuatannya jadi pudar dan seketika itu pula dia meluncur turun kembali ke bumi dan waktu berjalan kembali seperti sedia kala.


Dan untung saja dia mendarat tepat di depan rumah sakit. Xiao Qi buru-buru menggendong Leng masuk. Tak lama kemudian, Dr. Zhang datang ke kamar VIP-nya Leng. Dokter yang merawat Leng memberitahu bahwa keadaan Leng sekarang sudah stabil. Tapi penyebab alerginya masih belum jelas.

"Apa dia akan mati?" Cemas Xiao Qi.

Dokter dengan ramah meyakinkan bahwa Xiao Qi membawanya tepat waktu itu, tapi sekarang Leng butuh istirahat. Malah Dokter Zhang yang kesal sama dia dan langsung mengusirnya. Xiao Qi ingin tetap di sini sampai Leng sadar, tapi Dokter Zhang tak mau tahu dan bersikeras mengusirnya.


Terpaksalah Xiao Qi pergi. Tak lama setelah itu, Leng memimpikan kejadian saat dia terbang pakai sepeda motor bersama Xiao Qi... yang sontak membuatnya tersentak bangun sambil mengumamkan nama Xiao Qi.

Dokter Zhang langsung ngomel-ngomel memarahinya. Dari omelannya, ternyata dulu Leng juga pernah mengalami kejadian seperti ini saat dia masih sekolah. Mengacuhkan omelannya, Leng tanya di mana dia? Si gadis spesial yang pernah dia bilang itu?

"Gadis yang barusan kuusir itu?"


Tepat saat itu juga, Jiang Xue datang dengan penuh harap, mengira Leng benar-benar sudah mengingatnya. Tapi ternyata tidak, dia malah bingung apa maksud Jiang Xue.

Jiang Xue heran, apa dia melupakan apa yang terjadi tadi saat dia pingsan? Jiang Xue kecewa, tapi cepat-cepat menutupinya dan berkata kalau tadi Leng memanggil namnya saat dia pingsan. Dia kira kalau Leng menyukainya.

Leng menyangkal, Jiang Xue mungkin salah. Orang yang mengantarkannya ke rumah sakit adalah si gadis kurir. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan Jiang Xue.

Berusaha menutupi kekecewaannya, Jiang Xue mengklaim kalau dia cuma bercanda. Leng mirip sekali dengan temannya yang tidak bisa diajak bercanda. Dia cuma mampir untuk menjenguk Leng saja kok. Baguslah kalau Leng baik-baik saja, dia jadi tidak perlu khawatir. Jiang Xue lalu pergi.


Tuan Fang mendapat kabar tentang Leng yang dirawat di rumah sakit. Tuan Leng pun langsung beranjak pergi. Tepat saat itu juga, Manajer Kang datang membawakan laporan penjualan terbaru mereka dan meyakinkan Tuan Fang bahwa dia sudah mengirim orang untuk menjenguk Leng ke rumah sakit.

Ibu Tiri pura-pura berbaik hati mengusulkan agar mereka mencarikan tabib tradisional untuk merawat Leng, dia bahkan mengenal seorang ahli terbaik. Tuan Fang setuju-setuju saja tanpa curiga apapun, padahal Ibu Tiri dan Manajer Kang diam-diam saling melirik dengan senyum licik.


Setelah Tuan Fang pergi, Manajer Kang memberi tahu Ibu Tiri tentang Jiang Xue yang dia dapatkan melalui penyelidikannya. Jelas dia bukan wanita biasa, tapi Ibu Tiri mengingatkan Manajer Kang bahwa tujuan utama mereka tetaplah Leng.

Daripada mengandalkan seorang wanita untuk mengetahui amnesia-nya Leng, lebih baik mereka menyewa seorang profesional.


Leng sedang berusaha menggaruk punggungnya yang gatal saat Xiao Qi datang menjenguknya dengan membawakan sarapan. Xiao Qi jamin makanan kali ini tidak akan ada masalah. Leng menolak, Xiao Qi pikir dia bakalan mau memakan makanan apapun dari Xiao Qi lagi?

"Biarkanlah aku melakukan sesuatu untukmu. Jika tidak, aku akan terus merasa berhutang padamu."

Leng yang sedari tadi berusaha sok cool, akhirnya tidak tahan lagi dengan gatalnya dan langsung meminta XIao Qi untuk membantunya. Dia tidak menjelaskan membantu apa dan langsung saja membuka sedikit bajunya yang jelas saja membuat Xiao Qi jadi salah paham. Xiao Qi jadi malu, ini nggak pantas ah.


"Apanya yang nggak pantas? Aku menyuruhmu untuk menggaruk punggungku."

Pfft! Xiao Qi jadi malu. Jadilah dia menggaruk punggungnya Leng pakai tongkat garuk sambil memalingkan pandangan. Dia beralasan kalau pria dan wanita tidak boleh terlalu in~~m, itu dosa. Makanya dia pakai tongkat ini biar tidak harus bersentuhan langsung dengan Leng.

Leng heran, ngapain Xiao Qi memalingkan muka? Dia mimisan yah? Wkwkwk! Xiao Qi menyangkal, mimisannya waktu itu cuma karena terpengaruh oleh hormonnya Leng. Leng tidak akan mengerti bagaimana rasanya kebahagiaan yang bercampur dengan luka.


Dia terus menggaruk dengan penuh semangat, tapi ujung-ujungnya malah tambah ngawur menggaruk ke sembarang tempat hingga berakhir menggaruk d~~a Leng. Kesal, Leng sontak menarik Xiao Qi... hingga membuat tangan Xiao Qi mendarat di d~~anya.

Terang saja Xiao Qi langsung kumat meremas-remas d~~a Leng sambil nelen ludah... tepat saat seorang dokter dan suster muncul. Wkwkwk! Mereka berdua sontak saling menjauh dengan canggung.


Dokter berkata kalau mereka mau melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Leng, tapi Xiao Qi diminta keluar. Xiao Qi pun pamit, tapi dia janji akan datang lagi besok. Leng menolak, asistennya akan datang, jadi Xiao Qi tidak perlu repot datang kemari.

"Aku juga tidak ingin repot. Lebih cepat kau sembuh, aku bisa lebih cepat merasa tenang." Ujar Xiao Qi lalu pergi. Tapi anehnya, begitu Xiao Qi pergi, si suster malah mengunci pintunya.

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment