Sinopsis Before We Get Married Episode 7 - 1

Sinopsis Before We Get Married Episode 7 - 1

Ke Fei tak percaya mendengar jawabannya, Wei Wei bahkan bisa mengucap kebohongan ini. Tapi dia benar-benar harus memikirkannya. Pertama, pikirkan apakah Wei Wei akan lebih baik seperti ini saja. Kedua, Wei Wei bisa membuat Zi Yuan menyerah sepenuhnya.


Hari ini Ke Fei bisa menghalangi tamparannya demi Wei Wei. Tapi bagaimana dengan tamparan besok atau lusa? Berusaha menguasai diri, Wei Wei setulus hati meminta maaf atas tamparan itu.

"Apaan sih, menjijikkan. Makanya aku benci pacaran, aku lebih suka 'beli cola'. Tapi kau beda. Kau bukan cuma pacaran, tapi memacari dua orang sekaligus. Kau mau memilih 321 atau Chu Ke Huan? Kau benar-benar harus membuat pilihan yang tepat. Aku tahu ini sangat berat. Tapi kau harus ingat, kau harus jujur terhadap perasaanmu sendiri. Apapun pilihanmu, aku akan selalu mendukungmu. Oke?"

Ke Fei langsung memeluknya dengan sayang dan mengingatkannya untuk tidak menangis saat mereka kembali ke kantor. Yang kena tampar Ke Fei, masa Wei Wei yang nangis. Apa kata orang nanti.


Zi Yuan sendiri sedang diomeli adiknya atas perbuatan nekatnya tadi. Bisa-bisanya dia cari perkara ke kantornya orang lalu sekarang bersikap seolah dia melakukan kesalahan apapun. Apa Zi Yuan yakin kalau wanita itu beneran pacarnya Ke Huan?

Siapapun wanita itu, tidak seharusnya Zi Yuan bikin perkara di tempat umum apalagi di sebuah kantor seperti itu. Seharusnya dia sadar kalau statusnya sekarang adalah MANTAN pacar.

Zi Yuan ngotot tidak mau mengakui statusnya itu. Lagian Zi Ting tidak melihat sikap wanita itu tadi. Wajar dong kalau dia nampar wanita itu.

Baiklah kalau Zi Yuan tidak mau mendiskusikan tentang statusnya. Sekarang Ke Huan sudah menjauhkan dirinya dari Zi Yuan, tapi Zi Yuan malah menampar temannya Ke Huan. Itu sama saja dia mendorong Ke Huan semakin jauh darinya.

"Aku hanya ingin tahu, bagaimana reaksi Ke Huan jika dia mengetahui masalah ini. Karena aku yakin kalau aku mungkin menampar orang yang salah."


Saat Ke Fei dan Wei Wei balik ke kantor mereka, mereka malah mendengar para rekan mereka lagi heboh menggosip. Mereka yakin banget kalau Wei Wei pasti tidak bersalah, sudah pasti Ke Fei-lah yang merebut pacar wanita itu. Tapi bagaimana bisa wanita itu bikin perkara di perusahaan orang lain, seharusnya mereka menangani masalah ini secara pribadi.

Ke Fei santai saja menanggapi sindiran mereka. Apa salahnya seorang pria dan wanita yang sama-sama belum menikah, tidur bersama? Mereka iri?


Tepat saat itu juga, dia mendapat telepon dari Bai Yang yang berusaha mengajaknya kencan nanti malam. Ke Fei tidak mood dan menolak. Tapi Bai Yang terus saja ngotot, malah mengungkit-ungkit nama Zi Yuan dan ke Huan karena dia yakin kalau Ke Fei cuma masih marah padanya gara-gara percakapan mereka yang terakhir kali waktu itu.

jelas saja mendengar nama Zi Yuan kontan membuat Ke Fei emosi tingkat dewa. "Kakak Zi Yuan-mu itu datang ke perusahaanku dan bikin ulah! Dia bahkan menampar mukaku! Bekas tamparannya masih membekas di wajahku, bagaimana aku bisa keluar sekarang?"

"Kak Zi Yuan menamparmu? Bagaimana mungkin?"

"Kau meragukanku? Kau pikir aku bohong?"

"Bukan begitu. Tapi kau dan Kak Zi Yuan kan tidak punya hubungan apapun. Kenapa juga dia cari perkara denganmu?"

"Kenapa kau tidak tanya saja sama dia? Dia mendengar aku tidur dengan Chu Ke Huan lalu menggila. Apa masalahnya? Di masa mendatang, apakah setiap kali Chu Ke Huan tidur dengan seseorang, dia akan menampar orang itu? Jika dia tidak capek, aku yang capek!"


Dan Bai Yang malah mempercayai omongan Ke Fei itu dan tanpa pikir panjang, dia langsung menerobos ke ruangannya Ke Huan dan menonjoknya. Jelas saja Ke Huan bingung dan kesal, Bai Yang sudah gila apa?!

"Yah, aku gila! Kau tahu betul kalau aku sangat menyukai Ke Fei, kenapa kau malah tidur dengannya?! pa kau pernah mempedulikan perasaanku?!"

"Ngoceh apa kau?"

"Aku bisa memahami Kak Zi Yuan. Dia menampar Han Ke Fei itu semua salahmu!"

Ke Huan langsung menamparnya ringan, dia ngomong apa barusan? Zi Yuan menampar Han Ke Fei? Siapa yang bilang?

"Ke Fei sendiri yang bilang padaku."

Berusaha menahan emosinya, Ke Huan langsung menuntut Bai Yang untuk meminta maaf padanya. Bai Yang menolak, seharusnya Ke Huan lah yang meminta maaf padanya. Ke Huan lah yang melukai hatinya.

"Baiklah, karena kau tidak mengerti dan merasa aku memalukan, maka kau tidak perlu mengikutiku lagi." Ke Huan langsung kesal mendorong Bai Yang keluar dari ruangannya. Wei Wei mengirim chat saat itu, mengajak Ke Huan ketemuan nanti malam di tempat biasa.


Tapi malam harinya, Wei Wei sengaja tidak masuk ke box yang sama dengan Ke Huan. Dia malah sengaja masuk ke box sebelah, menghubunginya lewat telepon, dan melarang Ke Huan menghampirinya. Dia hanya ingin mengatakan sesuatu pada Ke Huan dan akan langsung pergi setelahnya.

"Aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi hari ini," ucap Ke Huan setulus hati.

Dia janji akan menjernihkan masalah ini dengan Zi Yuan agar kejadian ini tidak akan terulang lagi. Tapi Wei Wei memberitahunya bahwa dia meminta ketemuan dengan Ke Huan bukan untuk mendengarkan maafnya. Situasi ini benar-benar sudah kelewatan. Semua orang terluka. Ke Fei terluka, Zi Yuan terluka...

"Dan aku juga terluka. Inikah yang ingin kau lihat? Ini sungguh tidak layak. Aku tidak begitu mengagumkan dan kau juga tidak begitu hebat. Tidak perlu menyakiti begitu banyak orang hanya karena aku. Kumohon, mulai sekarang jangan hubungi aku lagi. Jangan datang menemuiku lagi. Bersikaplah seolah kau tidak pernah bertemu denganku. Kumohon padamu. Menghilanglah dari duniaku sepenuhnya."


Ke Huan tidak terima dan ingin mendekatinya, tapi Wei Wei sontak mundur dan memperingatkannya untuk tidak mendekat.

"Kau pikir bisa semudah itu berhenti pada titik ini? Kau punya tunangan dan mengenakan cincin tunangan di jarimu. Kau pikir aku tidak menderita karena itu sebelumnya?! Tapi setiap hari dan setiap saat, bayanganmu selalu muncul di hadapanku setiap kali aku membuka atau menutup mataku. Aku tidak ingin menipu diriku sendiri apalagi menipumu. Aku tidak bisa melakukannya!"

Wei Wei tak peduli. Bahkan sekalipun mustahil, Ke Huan harus melakukannya. Ke Huan tak percaya mendengarnya, bagaimana bisa Wei Wei mengucapkannya tanpa rasa tanggung jawab seperti itu. Apa Wei Wei sebenarnya tidak menyukainya? Lalu apa artinya semua senyumannya dan pelukan itu?

"Jangan bicara lagi! Kuakui aku salah. Karena itulah aku ingin memperbaikinya. Aku ingin menghilang dari duniamu sepenuhnya. Aku tidak akan lagi memberimu ruang untuk membayangkanku. Kembalilah. Kembalilah pada Zi Yuan."


"Kau pikir dengan melakukan ini, aku akan kembali ke sisi Zi Yuan?! Kuberitahu kau, itu tidak mungkin! Aku tidak percaya kau akan kembali ke sisi Li Hao Yi seolah tak pernah terjadi apapun."

"Aku bisa! Aku bisa melakukannya."

Dan Wei Wei langsung membuktikannya dengan menghapus nomornya Ke Huan dari daftar kontaknya lalu pergi. Dia bersikap seolah memutuskan hubungan dengan Ke Huan hanya masalah kecil, padahal begitu dia tiba di rumah, melihat dapur dan balkon sontak mengingatkannya kembali pada kenangannya bersama Ke Huan.


Berusaha mengenyahkan ingatan itu, Wei Wei akhirnya memutuskan pergi ke rumah Ke Fei dan mengajaknya minum-minum. Tapi Ke Fei tak terpedaya oleh aktingnya. Wei Wei jujur aja deh, dia habis bertengkar dengan Ke Huan? Mereka putus?

"Aku dan dia tidak pernah bersama. Bagaimana bisa itu dianggap sebagai putus? Kami cuma memperjelas segalanya, itu saja."

"Memperjelas itu sama artinya dengan putus. Apa kau yakin keputusanmu ini benar?"

"Bagiku, Chu Ke Huan itu seperti sebuah kecelakaan. Karena itu kecelakaan, maka aku harus membiarkannya berlalu. Sama seperti sebuah batu yang dilempar ke air. Walaupun itu bisa membuat sedikit riak, tapi pada akhirnya, itu tidak menghasilkan sesuatu yang spesial."

Ke Fei nyinyir mendengarnya. "Wah, apa kau berusaha sok puistis sekarang? Harus banget yah ngomong kayak gini? Aku juga bisa. Aku mau tanya, apa kau mendengarkan suara hatimu? Aduh, aduh. Aku nggak bisa ngomong sok puitis gitu."

Please deh. Wei Wei tidak perlu malu ataupun tidak bisa mengutarakannya. Dia bisa kok mengutakannya untuk Wei Wei. Si bego bin goblok 321 itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Chu Ke Huan. Chu Ke Huan bukan sekedar riak, melainkan sebuah gelombang yang besar dan menarik. Siapa yang bisa menolaknya.


"Baiklah, biarkan aku bertanya padamu. Jika hari ini kau adalah aku, apa kau bisa menyukainya? Jika kau jatuh cinta padanya, bagaimana Hao Yi akan memandangmu? Bagaimana ayahnya akan memandangmu? Jika kau jatuh cinta padanya, bagaimana Zi Yuan akan memandangmu? Semua rekan kerjamu, teman-temanmu, dan ibumu, bagaimana mereka akan memandangmu? Apa kau tidak khawatir bagaimana aku akan memandangmu?"

"Kalau aku jadi kau, aku bahkan tidak akan peduli kalaupun mereka mati. Menyukai seseorang yah menyukai seseorang. Kenapa juga kau harus khawatir? Apa kau tidak lelah?"

"Aku bukan kau. Aku tidak bisa jadi sepertimu yang hidup bebas berdasarkan perasaan."

"Kenapa kau tidak bisa?"

Bersambung ke part 2

4 komentar: