Sinopsis Kleun Cheewit Episode 13 - 5

Sinopsis Kleun Cheewit Episode 13 - 5


Chaiyan menelepon Suki dan meyakinkannya untuk tidak mengkhawatirkan Jee. Dokter sudah menginfusnya kok, dia akan menjaga Jee.

Tapi saat dia mengambil barang-barangnya Jee dari mobil, dia melihat ada testpack yang sontak membuatnya curiga. Jangan-jangan Jee hamil.

Saat dia kembali ke kamarnya Jee, dia melihat ada sebotol vitamin di atas meja. Bagaimana keadaan Jee? Dokter bilang apa? Tanya Chaiyan. Jee mengklaim kalau dokter menyuruhnya untuk istirahat yang banyak, cuma itu.

"Terus itu obat apa?"

"Itu vitamin." Ujar Jee. Tapi sikapnya yang menghindari kontak mata dengan Chaiyan jelas mencurigakan.


Pada saat yang bersamaan, Piak mengunjungi dokter OB-GYN. Saat dia tengah menunggu dokter, dia melihat fotonya Chaiyan yang sedang membopong Jee dan langsung cemburu karenanya.

Tapi kemudian dari kejauhan dia melihat Chaiyan. Piak langsung panik menyembunyikan dirinya sebelum Chaiyan sempat melihatnya sambil bertanya-tanya keheranan, sedang apa Chaiyan di tempat ini?

Chaiyan masuk ke ruang OB-GYN itu untuk menanyakan vitaminnya Jee. Dugaannya tentang Jee terkonfirmasi saat suster memberitahu bahwa ini adalah asam folat yang berguna untuk kehamilan dan perkembangan janin.

Tapi suster salah mengira kalau Chaiyan adalah ayah dari si ibu yang sedang hamil, bahkan berkomentar kalau Chaiyan sangat manis dan menjaga istrinya dengan baik.


Jelas saja apa yang disaksikannya barusan membuat Piak jadi salah paham dan sedih. Dia yakin kalau Jee pasti sedang hamil anak Chaiyan.

Tiba-tiba suster keluar mencari Piak. Nama itu kontan menarik perhatian Chaiyan. Tapi karena dia tidak melihat siapa-siapa, akhirnya dia tidak memikirkannya lagi dan pergi.


Chaiyan lalu mendatangi Thit. Teringat saat dia menemukan Thit dan Jee berc**man malam itu, Chaiyan yakin kalau Jee hamil anaknya Thit.

"Thit, apa kau tahu apa yang telah kau lakukan? Hey, bangunlah. Jangan menyelamatkan dirimu sendiri seperti ini. Apa kau tahu kalau Jee bisa kehilangan masa depannya karena perbuatanmu?"

 

Chaiyan mau pergi setelah itu, tapi malah berhadapan dengan Piak yang baru datang. Kesal, Piak tanya kapan mereka akan bercerai. Kalau Chaiyan ingin bertanggung jawab atas Jee, maka pergilah. Piak tidak akan membiarkan siapapun memanggil dirinya bodoh lagi.

"Bertanggung jawab?" Heran Chaiyan.

"Saat perutnya kelihatan, di mana dia akan menyembunyikan wajahnya?"

"Kau tahu tentang Jee?"

"Kaget kalau aku tidak sebodoh yang kau pikirkan?"

Chaiyan berusaha menjelaskan kesalahpahamannya, tapi Piak seperti biasanya, tidak mau dengar apapun dan tegas menyuruh Chaiyan untuk datang besok jam 9 untuk bercerai. 

Karena di antara mereka sudah tidak saling mencintai lagi, jadi lebih baik mereka saling melepaskan diri. Jadi Chaiyan bisa bebas, dan Piak akan berhenti jadi sapi bodoh.

"Kau tidak pernah mendengarkanku. Baiklah, sampai jumpa besok."

 

Begitu Chaiyan pergi, Piak sontak memluk Thit dan menangis. "P'Thit, bangunlah dan peluk aku. Aku terluka."

Seketika itu pula tangan Thit tiba-tiba bergerak dan akhirnya dia membuka matanya.

Jane datang tepat saat itu juga dan jelas senang melihat Thit sudah siuman. Ayah pun senang saat mendengar kabar itu dari Piak. Tapi di satu sisi, ia juga cemas. Apa Thit sudah tahu tentang kakinya?


Benar saja, Thit mulai panik saat dia tidak bisa merasakan kakinya sama sekali. Dia bahkan tidak bisa menggerakkannya. Kenapa kakinya begini?

Piak berusaha menenangkannya dan meyakinkan bahwa menurut dokter, kaki Thit akan bisa sembuh setelah gips-nya dilepas nanti, walaupun akan butuh waktu sampai dia benar-benar sembuh dan bisa berjalan normal kembali. Yang penting Thit tidak boleh menyerah.


"Mereka berusaha membunuhmu, benar-benar suatu keajaiban kau bisa selamat." Ujar Jane.

Mendengar itu, Thit jadi penasaran bagaimana dengan kasusnya. Jane memberitahu bahwa Sitta sudah mati, dia ditembak oleh Khun Ying. Thit jelas kaget mendengarnya, kenapa Khun Ying menembak Sitta.

"Mereka bilang itu terjadi karena penindasan dan kemarahan."

"Mereka mendapat karma atas apa yang mereka lakukan padamu dan Tiw. Khun Ying itu sudah ditangkap." Ujar Piak sambil memperlihatkan berita tentang Khun Ying itu.

Saat melihat foto Jee, Thit sontak mencemaskan Jee. Jane memberitahu kalau Jee tidak terlibat dalam kasus itu.

Piak jelas kesal mendengar nama Jee disebut, dengan sinis dia berkomentar kalau Jee adalah satu-satunya orang yang hidup nyaman dan tidak terkena karma.

"Tapi sebagai pewaris, jika perusahaannya (Sitta) bangkrut, maka P'Jee akan bermasalah. Ada bom waktu yang menunggunya." Komentar Jane yang membuat Thit semakin mencemaskan Jee.


Melihat Jee masih bersedih, Dao memberitahunya bahwa Thit sudah siuman. Jee senang mendengarnya, bagaimana keadaannya?

"Otaknya berjalan normal, tapi dia tidak bisa jalan. Apa kau mau mengunjunginya?"

Jee menolak. "Aku tidak berani menghadapinya. Dia terluka karena aku. Dia bisa saja menyalahkanku atas kondisinya. Aku sudah senang asalkan dia selamat."


Pada akhirnya dia pergi juga ke kamar rawatnya Thit. Tapi dia masih terlalu takut untuk masuk dan akhirnya hanya berdiri di depan pintu sebelum kemudian memutuskan pergi lagi, tanpa menyadari kalau Bibi Wadee sebenarnya ada di sana dan melihatnya pergi dengan prihatin.


Thit sedang membrowsing berita kasusnya Khun Ying saat Bibi Wadee masuk. Ia penasaran apakah Thit masih ingin balas dendam pada keluarganya Jee?

"Aku hanya penasaran, kenapa istrinya mengaku semudah itu? Kenapa seseorang yang egois seperti dia, tidak memperjuangkan kasusnya? Pasti ada sesuatu di balik itu."

"Kau mau melakukan apa? Jangan balas dendam lagi. Kau hampir kehilangan nyawamu. Kau masih belum belajar juga?"

"Aku cuma penasaran."

Thit sudah selamat. Karena itulah, Bibi Wadee ingin Thit memulai hidup baru. Jangan membalas dendam pada keluarganya Jee lagi. Jee sangat mengkhawatirkan Thit. Dia tidak tahu seberapa besar rasa bersalah yang dirasakan Jee.


Jee sering datang mengunjungi Thit, tapi dia tidak berani masuk karena Jee takut kalau Thit tidak akan memaafkannya atas fakta bahwa keluarganya lah yang melakukan ini pada Thit.

Jika Thit tidak terlalu berpusat pada kemarahannya, dia pasti akan tahu kalau Jee rela melakukan apapun demi membayar kesalahannya. Jika Thit mengesampingkan prasangka dan kebenciannya, dia pasti akan tahu kalau Jee sebenarnya bukan orang yang jahat.

"Bahkan sekalipun dia sakit dan dirawat di sini, dia diam-diam datang untuk melihat kondisimu. Apa kau tahu itu? Aku barusan melihatnya."

"Dia datang?"

Iya. Bibi Wadee bicara begini bukan demi Jee. Ia hanya ingin Thit membuka hatinya agar Thit tidak terperangkap dalam masa lalu. Thit membangun dinding yang sangat tinggi hingga membuat hatinya jadi buta.

"Lepaskanlah dan mulailah hidup baru."


Keesokan harinya, Ayah menemani Piak ke kantor catatan sipil. Tapi Ayah meminta Piak untuk bertanya pada dirinya sendiri dulu, apakah melakukan akan membuat hidupnya bahagia.

"Tidak ada yang bahagia dengan perceraian, Ayah. Tapi aku bercerai karena ini adalah pilihan terakhir untuk mengurangi rasa sakit. Aku berpikiran sempit. Jika aku harus berbagi pria, lebih baik aku menderita sendirian."

Tepat saat itu juga, Chaiyan datang dan sempat mendengar ucapan terakhir Piak. Sekali lagi dia ingin menjelaskan tentang Jee, tapi Piak langsung menyelanya sebelum dia sempat mengucap sepatah kata dan bersikeras untuk mengakhiri segalanya secepat mungkin.


Seorang petugas bertanya apakah mereka yakin mau cerai. Keduanya saling memandang satu sama lain dengan sedih. Piak pun berlinang air mata teringat saat-saat indah mereka dulu.

Tapi saat teringat setiap kali dia memergoki Chaiyan bersama Jee, dia langsung memantapkan hati untuk menandatangani surat cerai itu lalu menyuruh Chaiyan untuk cepat-cepat memandatanganinya juga.

"Cepat tanda tangani. Waktuku sangat berharga, biar aku bisa menggunakan waktuku untuk sesuatu yang lebih berharga."

Terpaksalah Chaiyan akhirnya menandatanganinya dan mereka pun resmi bercerai.

Bersambung ke episode 14

3 komentar:

  1. Fi tunggu lnjutannya mb...
    Cpetannya hehhee

    ReplyDelete
  2. Yuuupp lannjuutt min...dh gk sabar nie☺️☺️☺️☺️

    ReplyDelete