Sinopsis Memory Lost Season 2 Episode 10 - 1

Sinopsis Memory Lost Season 2 Episode 10 - 1


Si Bai berpapasan dengan Xu Nan Bo yang entah mengapa tampak begitu tercengang melihatnya. Si Bai santai melewatinya begitu saja.

Nan Bo lalu memanggilnya dan tanya apakah dia Ai Qi? Si Bai bingung, sepertinya dia salah orang.

Oh, Nan Bo meminta maaf. Soalnya Si Bai mirip sekali dengan teman baiknya yang sudah lama tidak ditemuinya.

"Entah kenapa aku memikirkannya terus belakangan ini. Kukira kau adalah dia. Dia adalah... orang yang sangat kuhormati."


Jin Xi dan Han Chen tiba kembali di Kota Lan. Jin Xi tiba-tiba berhenti di tengah jalan, bimbang memikirkan temuan mereka di Kota Bei.

Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi Han Chen tahu betul apa yang mau Jin Xi katakan dan langsung menyela duluan, lebih baik mereka merahasiakannya dari semua orang.

Xiao Zhuan menelepon Jin Xi saat itu. Jin Xi langsung menanyakan masalah Nan Bo, dan Xiao Zhuan memberitahunya kalau Nan Bo sudah datang sendiri kemari sekarang.


Nan Bo sudah menunggu di ruang interogasi, Lao Dao masuk tak lama kemudian dan menyambutnya ramah. Nan Bo mengaku kalau dia sudah cukup banyak membantu polisi dalam menangani kasus, tapi baru kali ini dia duduk di kursi interogasi.

"Anda kemari karena ada yang ingin anda katakan pada kami, kan?"

Nan Bo membenarkan lalu menyerahkan rekaman beberapa kali pertemuannya dengan Xin Jia.

 

Di ruang sebelah, Cold Face menyerahkan data diri Nan Bo pada Jin Xi. Jin Xi mengenalinya, dia pernah dengar tentang Nan Bo saat dia masih kuliah, dia adalah profesor psikologi kriminal termuda di negeri ini. Nan Bo itu suka main catur.

"Kenapa? Apa kau takut karena dia profesional?" Goda Han Chen.


Lao Dao keluar menemui mereka dan melapor bahwa menurut pengakuan Nan Bo, Xin Jia adalah pasiennya yang menderita depresi. Xin Jia datang padanya untuk meminta bantuan dan kerahasiaan penuh.

Dia sudah mendengar apa yang terjadi dari orang tuanya Xin Jia, makanya dia datang kemari karena dia merasa kalau dia harus membantu mereka dan menyerahkan rekaman ini.

"Apa dia menjelaskan alasan kenapa dia pindah ke psikologi klinis?"

Lao Dao berkata bahwa menurut pengakuan Nan Bo, dia selalu mempelajari alasan orang melakukan kejahatan. Tapi sekarang dia berpikir bahwa lebih baik membantu orang dengan cara mencegah kejahatan.


Seorang polisi datang memberitahu Jin Xi kalau Si Bai datang menemuinya. Jin Xi pun keluar untuk menemui Si Bai. Jin Xi sudah dengar kalau Si Bai pingsan gara-gara kecapekan menangani kasus Gunung He Ming, kenapa dia tidak istirahat?

Si Bai mengklaim kalau itu cuma karena kadar gula darahnya rendah gara-gara lupa makan, tapi dia baik-baik saja kok. 

"Bagaimana bisa baik-baik saja? Itu t**uhmu, seharusnya kau mengurusnya dengan baik."

Jin Xi mengaku kalau sebenarnya dia membawa beberapa makanan dari Kota Bei untuk Si Bai, tapi Xiao Zhuan cs merebutnya duluan waktu mereka melihatnya. Si Bai tidak mempermasalahkannya. 

Dia mengingatkan Jin Xi akan janji mereka kalau dia akan membuatkan hotpot untuk Jin Xi. Jin Xi baru ingat, tapi tiba-tiba dia teringat Han Chen.


Dia sudah berniat mau memberitahu Si Bai tentang hubungannya dengan Han Chen, tapi Si Bai langsung menyela duluan sebelum dia sempat mengucap apapun dengan menyuruhnya untuk membaca laporannya.

Si Bai memberitahu kalau korban pertama mati tertembak, sepertinya dia targetnya T. Dia sudah mencari tahu reputasi korban lewat internet dan mendapatinya sesuai dengan kriteria targetnya T. Jadi dia pasti targetnya T.

Si Bai lalu pamit duluan. Jin Xi mengingatkannya untuk menjaga dirinya dengan baik dan kalau dia terlalu lelah, bilang saja padanya atau Han Chen. Mereka pasti akan mencarikan dokter patologi lain untuk membantunya.


Saat Jin Xi masuk kembali, Han Chen menyuruhnya untuk masuk dan menginterogsi Nan Bo. Keahlian Nan Bo adalah psikologi kriminal. Fakta kalau dia sendiri yang datang ke sini, itu menunjukkan kalau dia sudah mempersiapkan segalanya.

Karena mereka tidak bisa menemukan bukti keterkaitannya dengan Xin Jia, maka yang harus mereka lakukan sekarang adalah mencari tahu apa tujuannya datang kemari.

"Ingat baik-baik. Strategimu adalah mendorong perahu sesuai arus (memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan)"

"Kau benar. Kami berasal dari bidang yang sama. Kita tak punya pilihan selain berhati-hati." 

Jin Xi punya ide, setelah 20 menit, suruh Wen Long masuk untuk memanggilnya. Han Chen setuju dan Jin Xi pun masuk ke ruang interogasi.


Saat Jin Xi masuk, Nan Bo langsung tahu kalau dia adalah Bai Jin Xi. Dia mengaku tahu Jin Xi karena sebulan yang lalu pemerintah provinsi menggunakan kasus yang Jin Xi pecahkan di Guan Hu sebagai topik konferensi. Konferensi itu dihadiri banyak psikolog kriminal terkenal, termasuk dia.

Jin Xi merendah dan setuju untuk memanggilnya 'senior'. Jin Xi mengklaim bahwa ada kesalahpahaman dalam kasus Xin Jia, ketua mereka sebenarnya berencana mengundang Nan Bo sebagai salah satu penasihat mereka.

Dia takut ketahuan Wen Long kalau Nan Bo ada di sini, jadi dia menyarankan agar mereka bicara di tempat lain saja.

Dia hendak mengambil gelas airnya Nan Bo, tapi Nan Bo langsung mencegahnya dan menyuruh Jin Xi untuk menanyakan saja apa yang mau dia tanyakan dan menyelesaikan kesalahpahaman ini.


Jin Xi lalu mencoba menghipnotisnya dengan mengetuk-ngetukkan pulpennya, tapi Nan Bo tahu maksudnya dan langsung menggebrak meja untuk menghentikannya.

Jin Xi tanya kapan Nan Bo bisa bergabung bersama timnya, soalnya mereka punya banyak kasus yang membutuhkan bantuan Nan Bo. 

"Kau sudah terlibat dalam perekrutan? Itu bagus, aku bisa coba..." Ujar Nan Bo sambil mengeluarkan sebuah gelang manik-manik sebelum melanjutkan. "Selama kau bisa... mengalahkanku."


 "BaiBai bicara apa sih? Aku tidak mengerti sama sekali." Lao Dao bingung.

"Itu namanya psikologi kriminal. Kau itu tahu apa? Para pro itu sedang saling serang." Kesal Cold Face.

"Mereka sedang main catur buta." Ujar Han Chen menjelaskan.


Nan Bo memakai gelangnya dan seketika itu pula dia membawa Jin Xi ke alam bawah sadar, di sebuah papan catur raksasa.

Sambil memainkan catur, Jin Xi mulai menginterogasi  Nan Bo. Sebelum Xin Jia mati, dia mengaku kalau dia adalah anggota sindikat pembunuh dan spesialisasinya adalah membuat racun. Apa Xin Jia pernah menyebut-nyebut masalah itu dalam sesi terapinya?

Nan Bo mengklaim tak pernah dan dia juga tidak bisa melakukan hipnoterapi tanpa persetujuan si pasien.


Jin Xi lalu mengalihkan topik membahas kasus di Guang Hu. Nan Bo bilang kalau melihat laporan kasus itu. Kalau begitu, dia pasti ingat kalau nama penjahatnya adalah Chen Li Jiang.

Sebelum melakukan kejahatannya, sepertinya dia berkirim surat dengan seseorang yang spesial. Dari informasi yang didapatnya, penjahat seperti ini biasanya akan menganggapnya sebagai hubungan guru dan murid agar dia bisa menurunkan ideologinya.

"Jadi aku selalu curiga kalau K itu adalah... muridnya." Jin Xi tiba-tiba menepuk tangannya dan mengetuk-ngetukkan jarinya untuk menghipnotis Nan Bo dan mencoba memancing Nan Bo untuk melafalkan isi suratnya K.

Nan Bo tampak terpengaruh. Tapi sayang, beberapa detik kemudian, Nan Bo tersadar dengan sendirinya dan mengklaim kalau dia tidak melihat surat itu di laporan kasus. Dan kenapa Jin Xi berpikir kalau K adalah muridnya Chen Li Jiang dan bukannya sebaliknya?


Nan Bo tiba-tiba menggerakkan semua bidak-bidak itu dengan sangat cepat mengelilingi Jin Xi sampai membuat Jin Xi kebingungan dan ketakutan.

Dia lalu muncul di belakangnya Jin Xi dan menyinggung masalah hilang ingatannya Jin Xi. "Apa kau pernah mempertimbangkan menggunakan hipnoterapi untuk mengembalikannya? Skakmat!"

Seketika itu pula, Jin Xi langsung sakit kepala hebat sampai hidungnya berdarah.


Tapi tiba-tiba terdengar suara Wen Long memanggil-manggilnya dan seketika itu pula Jin Xi tersadar dari hipnotisnya dan langsung mengecek hidungnya, tapi tak mendapati ada darah sama sekali dan Nan Bo tersenyum licik padanya.

Wen Long pura-pura marah mengomeli Jin Xi karena menginterogasi Nan Bo di ruang interogasi. Berusaha menenangkan dirinya, Jin Xi berkata kalau Wen Long salah paham, Nan Bo justru datang kemari untuk membantu investigasi mereka. Nan Bo sudah tidak ingin lagi menyentuh psikologi kriminal.

"Siapa sangka setelah kami ngobrol, kami ternyata bisa bergaul dengan baik." Kata Jin Xi dengan senyum manisnya.


Tapi kemudian Jin Xi mengklaim kalau Nan Bo sudah setuju untuk membantu mereka menginvestigas kasusnya Xin Jia. Dia berhasil merekrut seorang profesional. Nan Bo jelas terkejut mendengar klaim Jin Xi itu.

Wen Long berpikir kalau Nan Bo pasti mau bekerja sama untuk menjernihkan semua kesalahpahaman tentang dirinya. Walaupun tampak  ragu, tapi Nan Bo akhirnya menyetujuinya.

 

Setelah beberapa lama berkutat dengan rekaman CCTV, salah satu polisi akhirnya menemukan rekaman CCTV Nan Bo yang tampak sedang menyeberang jalan. Xiao Zhuan pun langsung memotret bukti itu.


Saat Nan Bo keluar dari gedung kantor polisi, dia mendapat telepon dari... salah satu geng penjahat itu. Hmm... Dia pasti K nih.

Si penjahat bernama R itu mengkonfrontasi Nan Bo karena bertindak semaunya sendiri.

"Berhati-hatilah, orang itu mungkin tidak akan senang."

"Aku tahu apa yang kulakukan. Khawatirkan saja dirimu sendiri. Jangan lupa urusi chip-nya Xin Jia."

"Jangan khawatir, itu masalah kecil bagiku."

"Dan satu lagi, berhentilah menggunakan teknologimu untuk memonitorku. Aku tidak suka."

"Aku kan cuma main-main."

"Bermainlah dengan orang lain. Aku tidak mau main."

 

Para pria cemas melihat Jin Xi yang tampak masih tegang, apa dia baik-baik saja? Berusaha menenangkan dirinya, Jin Xi berkata kalau sekarang dia yakin 50% kalau Xu Nan Bo itu K dalam kasus Chen Li Jiang sekaligus K yang disebut-sebut Xin Jia.

Dia tahu betul kemampuan hipnotisnya Chen Li Jiang, tapi Xu Nan Bo benar-benar hebat. Untung saja Jin Xi sudah punya rencana cadangan duluan.


Ternyata sebelum dia masuk ke ruang interogasi tadi, dia sudah cemas akan kemampuan Nan Bo dan karenanya dia mensugesti dirinya sendiri untuk tersadar jika dia mendengar suara Wen Long nanti.

Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments