Sinopsis Kleun Cheewit Episode 13 - 1

Sinopsis Kleun Cheewit Episode 13 - 1

Ternyata hari ini adalah hari peringatan pernikahan Piak dan Chaiyan. Tapi Piak mengira kalau Chaiyan lupa dan tidak pulang, malah lebih memilih bersama Jee.

Apa Chaiyan lupa dengan apa yang dia janjikan 4 tahun lalu? Chaiyan berjanji kalau Chaiyan akan mencintai seorang. Tapi sekarang Chaiyan tidak bisa melakukan itu, kan?

"Karena kau memilih tinggal di sini, itu menunjukkan kalau kau sudah tidak lagi menganggapku penting. Kita sudah berakhir." Piak langsung melepaskan cincin pernikahannya dan melemparnya ke muka Chaiyan lalu pergi.

Alih-alih mengejarnya, Chaiyan malah diam saja. Jee bahkan berusaha menyuruhnya untuk mengejar Piak, tapi Chaiyan dingin menolak, malah menyuruh Thit untuk bertanggung jawab atas Piak. Dia sendiri akan bertanggung jawab atas Jee.


Thit jelas kesal mendengarnya. Dia cepat-cepat pergi mengejar Piak dan menemukannya menangis dia lantai. Dia tidak mengerti kenapa Piak malah melepaskan Chaiyan, seharusnya dia mempertahankannya demi bayi mereka.

Tapi Piak tidak mau Chaiyan bertahan dengannya jika hanya karena tanggung jawab dan bukan karena cinta. Dia tidak mau menggunakan bayinya untuk mengikat Chaiyan yang sudah tidak mencintainya lagi. Prihatin, Thit langsung memluknya dan berjanji akan selalu menjaga Piak.

 

Chaiyan memungut cincin pernikahan Piak dengan mata berkaca-kaca. Jee tidak setuju dengan sikapnya ini, tapi Chaiyan tetap bersikeras untuk mengakhiri segalanya sampai di sini.

"Apa yang di lakukan kedua orang itu padamu, aku akan mengkompensasinya untukmu."

"Aku sudah bilang padamu, ini bukan salah siapapun."

"Jee, katakan padaku. Ada apa sebenarnya di antara kau dan Thit?"

"Dia membenciku. Makanya semuanya jadi seperti ini."


"Jee, apa kau mencintai Thit?"

"Kau tahu kalau kami tidak bisa saling mencintai. Kekasihnya mati karena aku. Di matanya, aku hanyalah seorang pembunuh."

Suki tidak mengerti, jika Jee tahu hubungan mereka mustahil, lalu kenapa dia membiarkan hatinya goyah seperti ini.


Thit benar-benar memenuhi janjinya untuk menemani Piak. Sambil menggenggam tangan Thit, Piak bertanya-tanya akankah bayinya tahu kalau ayahnya meninggalkannya.

"Apakah dia akan membenciku karena telah membuatnya tidak punya ayah?"

"Piak, dia akan menjadi anak yang membuat anak lain iri karena dia akan memiliki seorang kakek dan paman yang mencintainya dua kali lipat daripada ayahnya sendiri."

"Aku membenci Chaiyan, tapi aku tidak bisa melupakannya."

Tentu saja Thit mengerti perasaannya. "Terkadang kita mencintai orang yang kita benci. Kadang kita membenci walaupun kita mencintai. Itu bisa terjadi."

"Tapi rasanya sungguh menyiksa. P'Thit, suatu hari nanti, bisakah aku berhenti mencintai Chaiyan?"

"Kalau begitu, cintai saja anakmu dan berikan semua cinta yang kau miliki pada anakmu."

"Anakku tidak akan mengkhianatiku dan tidak akan pernah mencintai siapapun lebih daripada aku, kan?"

"Karena itulah kau harus merawat bayimu dengan baik dan mencintainya mulai sekarang. Mengerti?"

 

Jee benar-benar merasa kesepian, bahkan Dao tak ada di sana untuk menemaninya. Dengan berlinang air mata dia berbaring di ranjangnya Dao dan teringat semua tuduhan kejam Thit padanya.

"Karena aku sekejam ini, makanya tak ada seorangpun yang bertahan lama denganku. Termasuk Dao."

 

Keesokan harinya, Jane mendatangi perusahaannya Sitta seorang diri untuk mencari si mata-mata yang pernah menghubungi Way.

Begitu melihat si pegawai itu, dia langsung mendekatinya dan berusaha memintanya untuk memberikan informasi perusahaan ini padanya. Tapi tentu saja si pegawai terlalu ketakutan dan ngotot mengklaim kalau dia tidak punya informasi apapun.


Tanpa dia sadari, Sekretarisnya Sitta melihat mereka dan jelas saja si pegawai itu langsung dipanggil menghadap Sitta untuk diinterogasi.

Kesal, Sitta bertekad mau balas dendam dengan menyuruh si pegawai untuk mengontak Thit dan menyuruhnya untuk memberikan apapun yang Thit minta.

Saat Sekretarisnya Sitta membawa si pegawai keluar, mereka berpapasan dengan Khun Ying yang jelas penasaran dan curiga, apalagi saat ia menyadari si pegawai itu baru saja menghadap Sitta.

Begitu mendapat kabar itu, Jane dengan lugunya mempercayai si mata-mata lalu cepat-cepat menelepon Thit dan memberitahunya kalau si mata-mata itu ingin bertemu mereka. Dia sudah mau memberikan informasi untuk mereka.


Thit juga tidak curiga apapun, dia malah menyuruh Jane untuk memberikan nomor telepon si mata-mata padanya. Dia akan menemui si mata-mata sendiri, Jane tunggu saja di kantor.

Dia hendak keluar bersamaan dengan Piak yang baru turun. Thit janji akan membelikan cheesecake yang besar untuk Piak saat dia pulang nanti malam.

"Itu menu yang cocok untuk patah hati."

"Ibumu tidak mau makan, kau pasti lapar, kan? Jangan khawatir, nanti malam paman akan membelikanmu kue yang besar biar kau cepat tumbuh. Tunggu paman, yah." Janji Thit.

 

Piak tetap tersenyum ceria di hadapan Thit walaupun kemudian senyum itu menghilang dengan cepat setelah Thit pergi. Saat dia membrowsing internet, dia malah melihat berita tentang perkelahian Thit dan Chaiyan yang kontan membuatnya semakin marah.


Chaiyan juga baru tahu kalau video perkelahian itu sudah viral di internet. Jelas saja dia langsung marah pada semua kru-nya dan menuntut siapa yang sudah menyebarkan video itu.

Tapi tak ada yang mengaku. Parahnya lagi, seorang staf memberitahunya bahwa para wartawan sudah datang dan tanya apakah Chaiyan akan mengadakan konferensi press.

"Tidak. Tidak ada yang perlu dikatakan. Dan jangan biarkan mereka masuk kemari. Mengerti?! Kenapa mereka kepo banget sih? Dengarkan semuanya! Jika aku tidak menemukan pelakunya, maka kalian semua yang harus menanggung kesalahan!"


Pim dan managernya puas banget melihat berita itu. Semakin Jee terkenal, dia semakin banyak skandal. Semoga dia cepat hancur.


Saat si pegawainya Sitta mau pergi menemui Thit dengan membawa dokumennya, Khun Ying sengaja membuntutinya masuk lift dan menuntut si pegawai untuk memberikan dokumen itu padanya.

Mereka berdua lalu pergi ke firma hukumnya Thit bersama-sama. Khun Ying melemparkan USB ke meja dan memberitahunya bahwa semua bukti korupsinya Sitta ada di dalam USB itu. 

"Jika Sathit menginginkannya maka suruh dia datang dan mengambilnya sendiri dariku. Semua ini adalah informasi yang kami miliki."


Tapi saat dia menyuruh si pegawai untuk menyerahkan dokumen yang dibawanya, ternyata itu cuma kertas kosong. Si pegawai dengan takut-takut mengaku kalau dia dipaksa untuk menipu Thit. Jane dan Khun Ying langsung cemas mendengarnya.

Thit sedang dalam perjalanan menuju tempat pertemuannya dengan si pegawai saat Jane meneleponnya. Jane cemas menyuruhnya balik ke kantor sekarang juga. Mereka sudah ditipu, si pegawai itu tidak punya informasi apapun untuk mereka, Sitta sudah merencanakan semua ini.

"Cepatlah kembali, P'Thit. Berbahaya. Khun Ying Jariya berjanji akan memberikan semua informasi untuk kita."

"Khun Ying Jariya? Apa hubungannya dengannya?"

"Dia bilang kalau dia akan memberikan semua informasi korupsi proyek itu."

Tapi Thit malah ngotot tak mau mempercayai Khun Ying, dia yakin justru Khun Ying yang mau menipu mereka.


Kesal, Khun Ying langsung merebut ponselnya Jane dan menyuruh Thit untuk kembali sekarang juga, dia janji akan memberikan semua informasi korupsinya Sitta.

Sitta memanfaatkan Thit untuk menyakiti Jee, maka Khun Ying akan memanfaatkan Thit untuk balas menyakiti Sitta. Ucapannya itu malah membuat Thit semakin yakin kalau Khun Ying sama sekali tidak bisa dipercaya, buktinya suaminya sendiri saja dia khianati.

"Jika kau membantu putriku, aku rela melakukan apapun."

"Perjanjian di antara kita sudah berakhir hari itu. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Jee. Jangan coba-coba menggunakan putrimu sebagai senjata untuk membalas dendam."


Jane mengambil kembali ponselnya dan terus berusaha menyuruh Thit kembali ke kantor sekarang. Tapi Thit ngotot menolak mempercayai Khun Ying, semua ini cuma permainan saja, dia tidak punya niat baik pada mereka.

"Kalau kau tahu ini permainan, lalu kenapa kau pergi?"

"Aku akan berjuang dengan penuh keberanian daripada jadi anjing yang dimanipulasi." Ujar Thit lalu mematikan teleponnya.


Dao dan Jade hendak pulang saat mereka melihat berita koran yang memberitakan perkelahian kedua pria itu. Dao langsung cemas memikirkan Jee, dia pasti stres banget. Ayo, cepat pulang.

Bersambung ke part 2

1 komentar:

  1. yeeeee teeimakasih min.. komen dulu sebelum baca. loveyu min😘

    ReplyDelete