Sinopsis Accidentally in Love Episode 15 - 1

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 15 - 1

Qing Qing terbangun subuh-subuh karena sebuah telepon untuk Qing Shen yang memintanya untuk syuting lagi.

 

Kaget, Qing Qing buru-buru mengecek kontraknya dan ternyata dia dikontrak untuk MV series. Astaga! Qing Qing langsung kesal menggerutui dirinya sendiri. Bagaimana bisa bagian yang ini luput dari matanya?

 

Sesampanya di kelas, mereka melihat gengnya Xiao Bi sedang bergosip ria. Ternyata sekolah mereka akan mengadakan study tour selama 2 hari 1 malam. Qing Qing bingung, itu kan study tour biasa, kenapa mereka menganggapnya sangat istimewa?

"Ada hal yang tidak kau tahu. Study tour adalah tradisi yang paling populer di Ming De. Ini adalah kesempatan terbaik bagi para siswa untuk menyatakan cinta. Tidak terhitung berapa banyak kisah cinta yang telah terjadi yang bermula dari event ini."

Contohnya 3 pasangan yang di depan tuh, mereka semua adalah pasangan hasil study tour tahun lalu. Lebih spesialnya lagi, pada study tour kali ini akan ada hujan meteor. Jadi kemungkinan besar pengakuan cinta akan sukses.


Mereka penasaran apakah ada seseorang yang Qing Qing sukai? Qing Qing mencoba memikirkannya dan seketika itu pula wajahnya jadi memerah. Sontak gengnya Xiao Bi menggodanya. Tanpa mereka sadari, kedua sahabat - Feng dan Nan Xi, sedang menguping dan tegang menunggu jawaban Qing Qing.

Tapi kemudian Qing Qing berkata bahwa para pria di kelas ini tidak ada yang dewasa, tidak ada yang pantas untuknya. Feng langsung sebel mendengarnya.


Guru Chen datang tak lama kemudian untuk mengumumkan study tour itu yang akan dimulai pada akhir pekan ini. Qing Qing kaget mendengarnya.

"Bukankah akhir pekan ini kau ada syuting MV?" Tanya Qing Qing.

Feng bingung, dari mana Qing Qing mengetahuinya? Oops, Qing Qing keceplosan. Tapi kemudian dia mengklaim kalau dia kan asistennya Feng, jadi dia pasti tahu. Untung saja Feng percaya, Qing Qing aman deh.

Guru Chen memperingatkan bahwa mereka tidak boleh absen dalam study tour kali ini kecuali ada alasan khusus karena study tour ini akan masuk dalam nilai mereka.


Qing Qing kontan nyengir mendengarnya. Kalau Feng harus ikut dalam study tour akhir pekan ini, berarti dia tidak perlu syuting MV dong.

Feng malah kepedean melihat cengiran lebar Qing Qing. Apa Qing Qing bahagia banget karena bisa camping bersamanya?

"Eh, Si Tu Feng! Jangan narsis!"


Setelah kelas usai, Qing Qing melihat Feng bicara ditelepon dengan Daniel. Sepertinya mereka membahas masalah MV dan study tour itu. Setelah itu, Daniel gantian menelepon Qing Shen.

Qing Qing membuat suaranya menjadi semanis mungkin saat menerima telepon itu. Sudah bisa diduga, Daniel langsung membahas masalah study tour yang tabrakan dengan syuting MV.

Qing Qing kontan tersenyum lebar mendengarnya. Feng melihat ekspresinya itu dan langsung penasaran, Qing Qing bicara dengan siapa di telepon sampai senyum selebar itu? Diam-diam dia mengendap ke belakang Qing Qing dan mencoba menguping.

Qing Qing sudah senang saja mengira kalau syuting itu akan batal, tapi Daniel malah berkata bahwa syutingnya tidak akan dibatalkan, mereka cuma akan mengubah lokasi syuting saja. Jadi sekarang syutingnya akan diadakan di tempat yang sama dengan lokasi study tour-nya Feng. What?!


Parahnya lagi, Daniel langsung menutup teleponnya begitu saja bahkan sebelum Qing Qing sempat protes. Saat dia berbalik, dia malah mendapati Feng sudah ada di belakangnya. Ada apa dengan Qing Qing? Dia salah minum obat?

"Bukankah semua ini karenamu?" Kesal Qing Qing. Jelas saja Feng jadi bingung.


Qing Qing lalu pergi menemui Guru Chen yang sepertinya baru saja   memarahi seorang murid cowok sampai murid itu mewek. Tapi Guru Chen langsung berubah ramah pada Qing Qing. Ada apa Qing Qing mencarinya?

Qing Qing minta izin untuk absen study tour, bolehkah? Sayangnya tidak boleh, itu adalah kewajiban di sekolah ini, tidak ada yang boleh absen. Bahkan sekalipun Feng harus syuting, dia tetap harus melakukan study tour ini begitu syutingnya selesai.

"Kalau begitu, bisakah saya datang belakangan juga? Saya janji akan hadir tepat waktu dan berkumpul bersama semuanya. Saya mohon~~~"

"Baiklah. Kalau begitu, kau harus datang lebih awal."

"Yes, madam!" Seru Qing Qing saking senangnya.


Akhir pekan akhirnya tiba, Feng dan Qing Shen pun memulai syuting MV mereka. Syuting berjalan dengan lancar dan selesai dengan cepat. Feng  Feng benar-benar perhatian pada Qing Shen sampai memberikan jatah air hangatnya untuk Qing Sheng biarpun dirinya sendiri kedinginan.

Xiao Mei berkomentar kalau mereka berdua sangat serasi, kerja sama mereka juga semakin baik. Daniel mendadak muncul dan setuju dengan Xiao Mei, dia bahkan sudah memikirkan nama pasangan untuk mereka berdua. Yaitu Feng Shen CP.

Malas mendengarkan ocehan Daniel, Feng buru-buru mengalihkan topik dan tanya apakah mobilnya sudah siap, dia harus segera pergi study tour.

"Lalu bagaimana denganku? Apa aku bisa pergi?" Tanya Qing Shen.

Daniel meyakinkan kalau mobil mereka sebentar lagi akan datang. Tapi sedetik kemudian, Daniel malah diberitahu kalau mobil untuk menjemput mereka malah mengalami kecelakaan, jadi sepertinya mereka harus menunggu lebih lama... dan Qing Shen juga harus menunggu bersama mereka.


Feng heran, apa Qing Shen sedang terburu-buru? Bagaimana kalau Qing Shen ikut naik mobilnya saja. Setelah mengantarkannya ke perkemahan, mereka bisa mengantarkan Qing Shen kembali ke kota.

Qing Shen jelas bingung, dia kan juga ingin ke perkemahan, tapi dia tidak bisa pergi bersama Feng. Maka dia mencoba untuk menolaknya secara halus dan mengklaim kalau dia tidak begitu buru-buru kok.

Tapi Daniel juga menyarankan Qing Shen untuk ikut mobilnya Feng saja, entah kapan mobil jemputan mereka akan sampai kemari. Qing Shen galau, tapi juga tak bisa menghindar lagi. Terpaksalah akhirnya dia setuju.


Saat mereka hendak pergi, Feng memuji Qing Qing yang sudah bekerja keras dengan baik. Qing Qing balas memujinya apalagi setelah kerja, Feng harus langsung pergi study tour, sedangkan dia cuma main-main saja.

Ngomongin masalah itu, Feng tiba-tiba ingat kalau dia dan Nan Xi sudah janji ke Qing Shen untuk mengajaknya jalan-jalan keliling kota ini. Mari kita lakukan itu hari ini juga. Qing Shen ikut dengannya saja ke perkemahan, tempat itu pemandangannya sangat indah. Waduh! Qing Qing jelas galau mendengarnya.

"Bukankah kau bilang kau ada waktu?"

"Iya sih, tapi kan mereka semua teman sekelasmu. Aku tidak mengenal mereka. Tidak baik kalau aku ikut."

"Tidak masalah. Kau akan berkenalan dengan mereka saat kau bertemu mereka. Gu Nan Xi juga ada di sana, kau kan mengenalnya. Ayolah!"

Tak bisa menghindar lagi, terpaksalah Qing Shen ikut. Tapi bagaimana dengan Qing Qing?


Mereka tiba dia perkemahan tak lama kemudian. Nan Xi jelas heran melihat Qing Shen di sana. Qing Shen menjelaskan kalau ini berkat 'saudaranya' Nan Xi yang sangat baik hati ini, Feng ngotot mengundangnya datang kemari.

Gengnya Xiao Bi langsung heboh bergosip begitu melihat Feng datang bersama Qing Shen. Jangan-jangan mereka sepasang kekasih. Xin Ya mendengar gosipan mereka dan langsung terpancing emosi.

Xin Ya langsung pindah duduk ke dekat Feng dan melabrak Qing Shen. Dia kan bukan murid Ming De, ngapain dia di sini?

"Xin Ya, jangan bicara seperti itu. Kita semua teman."

"Siapa temannya? Sudah cukup tidak ada Chen Qing Qing di sini, sekarang malah datang Qing Shen. Nyebelin!"

 

Ah! Feng baru sadar, di mana Qing Qing? Fang Fang menjelaskan kalau Qing Qing akan datang terlambat karena dia ada urusan. Tadi dia bilang kalau dia hampir sampai.

"Kau harus menghubunginya," ujar Feng.

Waduh, gawat! Qing Shen diam-diam memasukkan tangannya ke dalam tas untuk mematikan ponselnya. Tak ada satupun yang melihatnya kecuali Nan Xi, tapi dia diam saja.

"Chen Qing Qing, gadis bodoh ini. Ke mana dia?" Kesal Feng.

"Chen Qing Qing itu gadis cerdas. Aku yakin takkan terjadi apapun padanya. Jangan khawatir," ujar Nan Xi.

Qing Shen setuju, Qing Qing tak mungkin melarikan diri. Mungkin, dia benar-benar tidak ingin datang. Tapi tetap saja Feng cemas, jangan-jangan Qing Qing tersesat.

"Bagaimana kalau kita lapor guru?" Usul Fang Fang.

"Jangan. Kita tidak bisa melakukan itu. Aku akan pergi mencarinya. Gu Nan Xi, tolong jaga Qing Shen."


Feng langsung pergi saat itu juga. Qing Shen jelas panik, maka dia cepat-cepat pamit dengan alasan mau ke kamar kecil. Fang Fang menawarkan diri untuk mengantarkannya, tapi tentu saja Qing Shen menolak. Lagian dia juga ingin jalan-jalan.

"Jangan khawatir. Aku tidak akan tersesat seperti teman sekelas kalian."

Qing Shen pun pergi ke toilet dan cepat-cepat ganti penampilan. Dia bertemu Feng begitu dia keluar sambil pura-pura kakinya keseleo. Dia berbohong kalau ponselnya lowbet dan dia tersesat. Dia muter-muter terus sedari tadi terus keseleo deh.

Bersambung ke part 2

1 komentar: