Sinopsis Love O2O Episode 2

Sinopsis Love O2O Episode 2


Cerai dari suami virtualnya, Wei Wei malah mendapat lamaran dari pemain ranking satu dalam server mereka, Yi Xiao Nai He.


Kaget dan tak percaya, Wei Wei bertanya-tanya apa akun Nai He di-hack? Tapi Nai He mengaku kalau dia mengajak Wei Wei menikah karena website resmi game ini sebentar lagi akan mengadakan pertandingan pasangan Condor Heroes.


"Kenapa aku?" tanya Wei Wei

"Karena kau adalah satu-satunya pemain wanita dalam daftar ranking 10 besar"


Wei Wei mulai memikirkannya, aliansi ini mungkin bisa sangat menguntungkan untuknya. Yi Xiao Nai He adalah pemain yang kuat dan nomor satu, kalau dia bekerja sama dengan Nai He maka mungkin dia akan punya kesempatan besar untuk menjadi nomor satu. Selain itu, hadiah dari pertandingan itu cukup besar.


Akhirnya Wei Wei memutuskan untuk menerima lamarannya dan mengajak Nai He menikah sekarang juga. Tapi Nai He tidak mau sekarang, dia harus bersiap dulu dan memutuskan bahwa mereka akan menikah 3 hari dari sekarang jam 8. Wei Wei heran kenapa pernikahan mereka harus dibesar-besarkan segala.

"Upacara pernikahan Yi Xiao Nai He tidak boleh dilakukan dengan sembarangan" narsisnya Nai He.  Hahaha!


Log off dari game-nya, Xiao Nai langsung tersenyum bahagia lalu melanjutkan belajarnya. Sukses ngelamar gitu loh, walaupun cuma di game.


Teman sekamarnya, Yu Ban Shan, datang tak lama kemudian sambil berseru penuh semangat "Aku punya kabar baik. Kita akhirnya akan mengakhiri masa jomblo kita!"

Wuuusss~~~ Tak ada reaksi apapun. Semua orang mengacuhkannya dan sibuk sendiri-sendiri. Ban Shan kecewa. Tapi kemudian dengan bangga dia memberitahu mereka bahwa tadi dia bertemu dengan Yi Ran yang meminta bantuannya untuk memperbaiki komputernya. Memang cuma RAM-nya saja yang rusak, tapi intinya kesempatan ini bisa dia gunakan untuk pdkt dengan Yi Ran.

Yong Hou ragu kalau Yi Ran bakalan menyukai Ban Shan, dia yakin kalau yang disukai Yi Ran adalah... (lirik Xiao Nai). Ban Shan tahu itu, tidak mungkin mereka akan bisa mendapatkan cewek tercantik di kampus. Tapi mereka kan bisa menarget teman-temannya, sementara Yi Ran untuk Xiao Nai saja.


Tapi Xiao Nai tiba-tiba mengumumkan "Aku sudah menikah di dalam game. Akan kukenalkan pada kalian nanti. Karena sekarang aku sudah menikah jadi tidak pantas jika aku memperbaiki komputer wanita lain"

Jelas ketiga temannya kaget dan langsung menuntut untuk bertemu dengan Istrinya Xiao Nai sekarang juga. Hao Mei penasaran wanita seperti apa yang telah berhasil mencairkan hati Xiao Nai.

 

Maka mereka pun berkumpul di depan laptop masing-masing untuk bertemu dengan istri barunya Xiao Nai. Wei Wei bingung saat tiba-tiba saja Nai He muncul bersama 3 karakter lain. Yong Hou langsung bertanya pada Wei Wei "Apa kau wanita yang telah mencuri hati Kakak Ketiga kami?"

Ban Shan tak setuju dengan pertanyaannya lalu mengoreksi "Apa kau wanita yang jatuh cinta pada Kakak Ketiga?"

Wei Wei jadi semakin heran "Kalian siapa?"

Xiao Nai pun memperkenalkan mereka sebagai timnya. Pertama adalah Mozarta (avatar dari Hao Mei). Kedua adalah Drunk Monkey Hou (avatar dari Yong Hou). Ketiga adalah Old Man Yu (avatar dari Ban Shan). Wei Wei pun memperkenalkan dirinya pada mereka.


Sontak ketiga teman Xiao Nai heboh, tak menyangka kalau Xiao Nai benar-benar sudah menikah walaupun cuma didalam game. Tapi Yong Hou baru sadar siapa istrinya Xiao Nai itu, dia kan Reed Wei Wei, mantan istrinya Zhen Shui. Bahkan untuk mengkonfirmasinya, Yong Hou langsung blak-blakan menanyakannya langsung pada Wei Wei, apakah dia mantannya Zhen Shui.

Wei Wei hendak menjawab. Tapi Xiao Nai tiba-tiba menyela "Benar. Dulu dia mempercayai orang yang salah. Tapi kalian tidak boleh membencinya hanya karena itu" (Oww, romantisnya Xiao Nai sampai Wei Wei jadi malu. hehe)


Kenalan selesai, mereka pun memutuskan untuk bersama-sama masuk ke dungeon untuk bertarung melawan monster-monster bambu. Permulaan kerja sama mereka cukup baik dan monster-monster bambu pun kalah dengan mudah.


Ketiga teman Nai He langsung memuji kehebatan Wei Wei, karena biasanya tidak banyak orang yang bisa menyamai kemampuan mereka. Tapi Nai He malah kepedean mengucap terima kasih atas pujian mereka padahal mereka kan muji Wei Wei.

"Yang kami maksud bukan kau, kaliii!"

"Kapan pernikahan kalian? Jangan lupa undang kami"

"Lusa" jawab Nai He

Mereka kaget mendengarnya, bukankah hari itu... entah apa, tapi Nai He cepat menyela dan berkata kalau dia bisa menikah pada hari itu.


Menyadari sepertinya Nai He sibuk pada hari itu, Wei Wei menyarankan agar sebaiknya pernikahan mereka ditunda saja. Tapi Nai He tidak mau, dia bersikeras menikah lusa karena lusa adalah tanggal baik untuk menikah. Ban Shan sampai heran, menikah dalam game juga butuh hari baik, yah?


Waktu berlalu, hari pernikahan Wei Wei dan Nai He pun tiba. Di kampus, Wei Wei tampak antusias menantikan pernikahannya dengan Nai He nanti. Saking antusiasnya, dia sampai lupa kalau pertandingan basketnya adalah hari ini. Saat teman-temannya mengajaknya nonton pertandingan basket itu, Wei Wei menolak dengan alasan sibuk.


Dia lebih memilih menikah dengan Nai He daripada menonton pertandingan basketnya Xiao Nai. Hmm... seandainya dia tahu kalau Yi Xiao Nai He adalah Xiao Nai. Tapi teman-temannya terus berusaha membujuknya sampai akhirnya Wei Wei mengalah, tapi dia tidak bisa lama-lama.


Setibanya di lapangan, mereka sudah ditunggu Da Zhong, dia adalah pacarnya Xiao Ling dan dia sudah membooking tempat untuk mereka. Kursi sudah hampir penuh karena banyak gadis yang ingin menonton Xiao Nai walaupun pertandingannya baru akan mulai 3 jam lagi.

Tapi Xiao Ling penasaran dimana Xiao Nai, kenapa dia belum datang untuk melakukan pemanasan. Da Zhong langsung cemburu mendengar Xiao Ling lebih mempedulikan Xiao Nai dan bukannya datang untuk mendukung pacarnya sendiri.

Saking cemburunya, dia sampai keceplosan memberitahu mereka kalau Xiao Nai tidak akan datang. Mereka memang sengaja membuat iklan yang mengiyaratkan seolah Xiao Nai akan ikut bertanding demi menarik lebih banyak penonton.

Kecewa, Xiao Ling mengajak yang lain untuk pulang saja dulu dan baru kembali kemari setelah makan malam. Da Zhong berusaha melarang mereka pulang, takutnya nanti mereka tidak akan dapat kursi. Tapi Xiao Ling sama sekali tidak cemas. Saat penonton tahu kalau Xiao Nai tidak akan datang, mereka pasti akan meninggalkan lapangan dan akan banyak kursi kosong yang tersedia.


Pada saat yang bersamaan, Xiao Nai juga bersiap mau pergi. Tapi bukan ke pertandingan basket, melainkan ke acara konferensi bisnis game bersama ketiga temannya. Setibanya di tempat acara, ketiga temannya sudah menunggu di sana.

Ternyata saingan mereka rata-rata perusahaan besar, termasuk Feng Teng Technologies. Ban Shan menyemangatinya untuk tidak gugup. Tapi Xiao Nai sama sekali tidak gugup, justru dia sangat percaya diri.


Perusahaannya Xiao Nai bernama Zhi Yi Technologies dan mereka mendapat giliran akhir untuk mempresentasikan game mereka. Game yang Xiao Nai presentasikan adalah mobile game bernama L10. Dia menjelaskan bahwa ini adalah game peperangan dengan grafis pertempuran yang keren dan berbagai mode permainan sekaligus sistem forum sosial.

Saat ke-4 gadis itu kembali ke lapangan basket, hampir separuh penonton sudah pergi sesuai dugaan Xiao Ling. Yi Ran dan Na Na juga ada di sana, pastinya untuk menonton Xiao Nai bertanding. Er Xi yang masih kesal pada Yi Ran, merasa bersyukur karena Xiao Nai tidak pernah memperhatikan Yi Ran... "Kalau sampai Xiao Nai jatuh cinta pada Yi Ran, aku pasti akan menangis 3 hari berturut-turut" Pfft!


Saat pertandingan hampir dimulai, seorang pemain menghampiri Wei Wei dan bertanya apakah Wei Wei mau makan malam dengannya jika tim mereka menang. Teman-teman Wei Wei langsung tersenyum geli mendengarnya.

Wei Wei bertanya pada pria itu, apakah menurutnya dia akan kalah? Tentu saja tidak, jawab pria itu. Wei Wei tak menjawab ajakan makan malamnya dan hanya memberi pria itu semangat. Tapi pria itu mengira ucapan Wei Wei sebagai jawaban iya.

Begitu pria itu kembali ke lapangan, teman-teman Wei Wei langsung mengomentari keluguan pria itu dan betapa lihainya Wei Wei dalam taktik menolak pria. Wei Wei menyangkal, dengan narsisnya dia mengklaim kalau dia bukan ahli, dia cuma belajar dari pengalaman saja. Ketiga temannya langsung mengepal tinju sebal padanya.


Saat pertandingan sudah dimulai, para penonton malah semakin banyak yang pergi meninggalkan lapangan, terutama penonton wanita yang kecewa karena ternyata Xiao Nai tidak datang. Pertandingan jadi sangat sepi tanpa ada yang mendukung. Xiao Ling lah yang akhirnya mengajak ketiga temannya untuk bersorak dan memberi semangat untuk tim fakultas komputer mereka.


Setelah acara konferensi selesai, Xiao Nai didekati oleh perwakilan dari perusahaan lain yang menyatakan ketertarikan mereka pada proposal-nya Xiao Nai dan mengundang Xiao Nai untuk datang ke perusahaan mereka.

Sepertinya banyak perusahaan yang tertarik dengan perusahaan barunya Xiao Nai. Tak lama setelah perwakilan perusahaan pertama itu pergi, datang lagi perwakilan perusahaan lain. Dia mengaku perwakilan Zhen Yi Technologies dan menyatakan ketertarikan mereka pada game ciptaan perusahaannya Xiao Nai dan mengundang Xiao Nai untuk datang ke perusahaan mereka hari kamis, Xiao Nai berjanji akan datang.

Setelah itu, Xiao Nai buru-buru pulang karena sekarang hampir waktunya dia menikah didalam game. Wei Wei juga buru-buru pulang dari lapangan basket.


Pernikahan mereka dihadiri oleh banyak pemain. Yang lebih mencengangkan Wei Wei, para pemain itu rata-rata ketua geng. Salah seorang ketua geng mengaku bahwa mereka datang untuk menghadiri pernikahan Nai He karena Nai He yang dulu pernah membantu geng mereka. Mereka semua nanti akan ikut memeriahkan arak-arakan pernikahan Nai He dan Wei Wei.

Tapi... mereka mengaku bahwa tujuan utama mereka sebenarnya adalah untuk mendapatkan angpao pernikahan dari Nai He. Wei Wei langsung cemas, kalau Nai He harus memberi mereka semua angpao, bisa-bisa dia bangkrut nanti.


Nai He lalu mengeluarkan sebuah equipment miliknya sebagai hadiah pernikahan untuk Wei Wei (hmm... tapi equipment itu sama persis dengan yang pernah ditawarkan Zhen Shui sebagai kompensasi perceraian). Awalnya Wei Wei menolak, tapi setelah Nai He berkata bahwa Wei Wei bisa menggunakannya dalam peperangan mendatang, akhirnya Wei Wei menerimanya.


Wei Wei juga memberikan hadiah pernikahan berupa perhiasan. Nai He tampak sangat bahagia saat dia menerima hadiah itu "Sebenarnya kau tidak perlu memberiku apapun. Kehadiranmu saja sudah cukup"


Sekarang, tibalah saatnya mereka menikah dan mereka dinyatakan menjadi pasangan ke 158,999 yang menikah di server. Semua pemain pun bertepuk tangan untuk mereka.

 

Ketiga teman Xiao Nai pun senang. Ban Shan tak menyangka kalau pria seperti Xiao Nai ternyata akan menikah, padahal  dia sempat mengira kalau pria dingin seperti Xiao Nai akan menjomblo seumur hidup.


Setelah menikah, sekarang saatnya melakukan arak-arakan. Tapi arak-arakan pernikahan malah diwarnai oleh berbagai berkomentar sinis, seorang pemain tampak sangat kesal karena Nai He menikah dengan mantannya Zhen Shui, dia bahkan tak segan untuk mencaci Wei Wei. Seorang pemain lainnya juga setuju dengannya. Menurutnya pendekar nomor satu seperti Nai He, seharusnya menikah dengan gadis tercantik nomor satu Yao Yao.


Yao Yao dan ketiga temannya yang ikut menonton arak-arakan itu, juga langsung ikut-ikutan sinis. Seorang temannya Yao Yao menuduh Nai He sudah buta karena menikah dengan Wei Wei yang mereka kira jelek.

Yao Yao pura-pura merendah dengan mengingatkan teman kalau dia sudah menikah dengan Zhen Shui, tapi tampak jelas dia sangat menikmati hinaan orang-orang terhadap Wei Wei. Nai He diam saja tapi dia tampak sangat kesal mendengar semua komentar itu.


Seorang pemain lain berkomentar bahwa Nai He menang dari Zhen Shui, tapi Wei Wei kalah dari Yao Yao. Tak tahan lagi, ketiga teman Nai He langsung menantang mereka tanding. Tapi malah tak ada yang berani maju.


Arak-arakan pun dilanjutkan. Tapi kemudian muncul sebuah komentar yang mengatakan bahwa dia pernah melihat Nai He dan Yao Yao bersama-sama melawan monster minggu lalu. Mereka jadi mengira kalau Nai He dicampakkan oleh Yao Yao, jadi pernikahan Nai He dan Wei Wei ini pernikahan antar mantan yang patah hati.

Wei Wei langsung menanyakan kebenaran masalah ini pada Nai He. Dia mengakui kalau Old Man Yu memang pernah mengundang Yao Yao kedalam tim mereka tapi Yao Yao itu sangat payah jadi dia menendangnya keluar. Wei Wei pu lega.


Arak-arakan selesai, sekarang saatnya kedua pengantin memasuki kamar pengantin mereka. Tapi ketiga teman Xiao Nai kesal karena mereka tidak diizinkan melihat walaupun sebenarnya tak ada yang bisa dilakukan di kamar pengantin, palingan cuma ngobrol.


Xiao Nai permisi sebentar untuk menerima telepon. Dan saat dia kembali ke depan komputernya tak lama kemudian, senyumnya mengembang sangat lebar. Nikah di game doang tapi senyumnya kayak nikah beneran. hehe.


Itu karena dia dan Wei Wei menghabiskan bulan madu mereka dengan naik balon udara dimana mereka bisa melihat pemandangan langit dan pemandangan kota yang indah di bawah mereka. Wei Wei pun tersenyum bahagia dengan bulan madu virtual mereka ini.


Mereka melanjutkan misi bulan madu mereka dengan Nai He bermain musik dan Wei Wei pura-pura seolah mereka lagi ngamen, lalu misi bulan madu itu pun selesai saat Nai He naik ke atas bukit untuk memetik setangkai bunga untuk Wei Wei.


Keesokan harinya di dunia nyata, Wei Wei mengajak Er Xi makan siang di kantin. Tapi bukannya ikut mengantri, Er Xi malah sibuk browsing gosip paling terbaru di kampus. Ada satu postingan yang menarik perhatiannya, tentang wanita tercantik sefakultas yang keluar dari sebuah mobil mewah.

Tapi saat Er Xi membacanya, dia malah terkejut mendapati wanita yang dimaksud dalam postingan itu adalah Wei Wei. Memang gambar wajah wanita diburamkan, tapi wanita itu memakai tas punggung yang sama persis dengan tasnya Wei Wei.

Tapi postingan yang terkesan menuduh Wei Wei sebagai cewek murahan itu sepertinya sudah salah paham, Wei Wei mengakui foto itu memang dirinya tapi waktu itu dia bukan diantarkan pulang oleh pria melainkan oleh ibunya Xiao Yang (murid bimbel-nya).

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

"Kita makan siang saja dulu, setelah itu cari username-nya"


Di perpustakaan, Xiao Nai mendengar beberapa mahasiswa sedang menggosipkan foto mahasiswi di universitas mereka yang kedapatan keluar dari mobil mewah. Beberapa dari mereka ada yang mengira kalau wanita ini adalah mahasiswi murahan, tapi beberapa lainnya tak percaya dia mahasiswi universitas mereka. Xiao Nai melihat foto itu dari mejanya dan langsung bisa mengenali tasnya Wei Wei yang penah dilihatnya di warnet. Waduh, dia salah paham juga nggak yah?


Begitu kembali ke asrama, Wei Wei langsung melacak username orang yang memposting foto-fotonya itu. Dalam waktu singkat, dia berhasil mengetahui username orang itu adalah Dazzling Radiance.


Er Xi langsung mengenalinya. Dengan sangat antusias dan heboh, Er Xi memberitahu Dazzling Radiance adalah mahasiswa paling jenius di Jurusan Bahasa Asing, tampan dan putranya Menteri Luar Negeri. Dibanding Xiao Nai, ketampanan Dazzling Radiance itu cuma kalah sedikit.

"Lalu namanya siapa?"

"Cao Guang"

"Cao Guang? Tapi aku tidak mengenalnya. Kenapa dia memposting sesuatu seperti itu?"

Mungkin Cao Guang membuat postingan seperti itu, karena dia mengira kalau Wei Wei itu... Wei Wei langsung emosi dan tak terima. Dia bahkan langsung beranjak pergi saat itu ke Fakultas Bahasa Asing untuk menemui Cao Guang.


Begitu bertemu, Wei Wei langsung memberinya fotonya bersama murid bimbelnya dan ibunya, foto yang jelas memperlihatkan mereka berpose di depan mobil mewah. Wei Wei menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya dan bahwa Cao Guang sudah salah paham padanya.

Dan karenanya, dia menuntut Cao Guang untuk menghapus postingan itu dan meminta maaf padanya. Tapi Cao Guang sama sekali tak mempercayainya, dia malah menuduh Wei Wei memalsukan foto ini.


Menyadari Cao Guang adalah jenis orang yang menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya, Wei Wei pun memberinya alamat murid bimbelnya agar Cao Guang bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan kebetulan murid bimbel-nya sedang membutuhkan guru bimbel Bahasa Inggris.


Malam harinya, Wei Wei sedang belajar saat Nai He menghubunginya dan memintanya untuk datang ke Heavenly Palace. Setibanya di sana, Wei Wei melihat Nai He sudah menangkap seorang pemain ber-ID Blood Devil yang waktu itu menghina pernikahan mereka. Nai He menyuruh Wei Wei untuk memberi orang ini pelajaran.


Si Blood Devil tidak terima dengan penghinaan ini, dia cuma menghina Nai He jadi kenapa tidak Nai He saja yang membunuhnya. Kesal, Wei Wei langsung mengeluarkan beberapa senjata berat. Tapi Nai He tak menyetujuinya sampai saat Wei Wei mengeluarkan belati biasa. Wei Wei pun langsung menyiksa si Blood Devil dengan belati itu hingga dia kekurangan darah sedikit demi sedikit.

Si Blood Devil berusaha protes dan meminta mereka untuk langsung membunuhnya saja. Tapi Nai He malah dengan entengnya meyakinkan Blodd Devil bahwa dia tidak akan mati. Kalau nanti Blood Devil kekurangan darah, Nai He akan datang untuk menyembuhkannya (agar si Blood Devil bisa disiksa terus).


Wei Wei heran kenapa Blood Devil tidak log off saja dan membiarkan mereka membunuhnya jika dia memang tidak takut mati. Nai He memberitahunya bahwa si Blood Devil saat ini sedang berusaha menyelesaikan misinya. 

Wei Wei mengerti, kalau Blood Devil log off atau mati maka dia harus memulai misinya dari awal lagi. Wah, dia tidak menyangka ternyata Nai He kejam juga rupanya. Reaksi Nai He?

"Makasih" (hahaha!)


Wei Wei pun memutuskan untuk melanjutkan belajarnya dulu. Saat dia kembali ke gamenya tak lama kemudian, dia melihat anak-anak buah Yao Yao lewat di sana. Seorang dari mereka mengenali Blood Devil, malah dia punya hutang budi pada Blood Devil karena dulu Blood Devil pernah membantunya dalam sebuah misi.

Memutuskan untuk membantu Blood Devil, mereka bertiga langsung melabrak Nai He dan mengatainya main curang. Wei Wei kembali online dan balas melabrak mereka bertiga dan memperingatkan mereka untuk tidak ikut campur.


Nai He juga online kembali tak lama kemudian dan langsung mengancam mereka untuk pergi saja jika mereka tidak ingin mati.

Bersambung ke episode 3

0 komentar

Post a Comment