Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 19 - 2

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 19 - 2


Jian Shi melihat Wei Yi lagi belajar di perpus, maka dia langsung saja duduk di mejanya Wei Yi dan memperhatikan Wei Yi membaca buku yang sama dengannya.


Dia mencoba menarik perhatian Wei Yi, tapi Wei Yi seperti biasanya, cuma menyapanya ramah dan singkat lalu cuek.

Jian Shi terang-terangan mengaku kalau dia berharap Wei Yi akan terpilih. Dia bahkan memberi bocoran bahwa pertanyaan dalam ujian nanti  ada banyak soal kalkulasi, dan dia merasa itu tidak adil bagi Wei Yi yang notabene jurusan fisika dibanding Zhou Lei yang dari jurusan matematika. Wei Yi santai saja menanggapinya lalu kembali fokus membaca bukunya.


Tiba-tiba Zhou Lei muncul dengan rambut basah habis mandi lalu menuntut janji Wei Yi yang katanya mau membantunya mengajarinya tentang catatan-catatannya.

"Kapan aku janji begitu?" Sangkal Wei Yi.

"Kau sudah janji sebelumnya. Masa lupa?"

Jian Shi tidak suka dengan hebohnya Zhou Lei dan langsung menegurnya. Saat itulah Zhou Lei baru menyadari kehadiran Jian Shi dan mendadak curiga, ngapain mereka berdua ada di sini?

Wei Yi dengan cepat menyangkal kecurigaan Zhou Lei, Jian Shi tidak memberinya tips apapun, mereka cuma kebetulan bertemu di sini.

"Baiklah. Aku percaya padamu. Lagian aku yakin kalau Senior Lu tidak akan melakukan hal semacam itu." (Pfft! Seandainya kamu tahu kalau kecurigaanmu kali ini benar, Zhou Lei)


Wei Yi akhirnya sibuk mengajari Zhou Lei dan Jian Shi yang merasa diacuhkan akhirnya memutuskan untuk pergi. Zhou Lei benar-benar kagum dengan kehebatan Wei Yi dan spontan memuji Wei Yi dengan suara keras sampai membuat semua orang di perpus berpaling menatapnya.

Tapi Wei Yi dengan cepat mengakhiri tutoring-nya soalnya sudah saatnya menjemput Mo Mo sekarang. Zhou Lei kontan protes, dia kan masih punya banyak pertanyaan. Nggak usah jemput Mo Mo lah, emangnya dia nggak punya kaki apa? Jelas saja pertanyaannya itu langsung mendapat pelototan tajam dari Wei Yi.


Tapi tepat saat itu juga, Mo Mo menelepon dan memberitahu kalau dia bakalan sibuk seharian, dia harus mengawasi jalannya pemotretan iklan jus jeruk, jadi Wei Yi tidak usah menjemputnya.

Wei Yi agak kecewa sebenarnya, tapi baiklah, hubungi dia kalau Mo Mo sudah selesai, biar dia jemput nanti. Zhou Lei senang, sekarang Wei Yi bisa mengajarinya lagi.


Saat Mo Mo hendak masuk studio, tiba-tiba saja dia dihadang seorang gadis penggemarnya Zhi Cun yang meminta bantuannya untuk merekam suara errangan Zhi Cun. Hah?! Gadis itu menjelaskan kalau dia mau rekaman suaranya Zhi Cun buat dijadikan ringtone.

Mo Mo jelas nggak mau dan berusaha menolak dengan sopan. Tapi gadis itu tidak mau tahu dan langsung saja menyelipkan alat perekamnya ke tangan Mo Mo lalu kabur.


Saat hendak masuk ruang gantinya Zhi Cun, tak sengaja dia bertabrakan dengan seorang artis bernama Zhao Xue Yu yang angkuh banget. Mo Mo padahal sudah minta maaf, tapi dia masih saja ngamuk-ngamuk.


Zhi Cun sendiri sedang asyik nge-game di dalam. Dia sengaja memanggil Mo Mo kemari soalnya cuma Mo Mo satu-satunya orang yang dia kenal di sini.

Dia memperingatkan Mo Mo kalau Xue Yu benar-benar sombong dan suka main perintah. Zhi Cun kan sudah bilang kalau Xue Yu tidak menyukai Mo Mo dan Xue Yu bahkan sengaja mempermainkan Mo Mo selama setidaknya satu setengah jam mereka di sini. Mo Mo tahu itu, dia sedang berusaha keras untuk bersabar menghadapinya.

"Kenapa kau pakai hape model lama?" Tanya Zhi Cun saat melihat alat perekam yang dibawa Mo Mo.

"Penggemarmu yang memberikannya padaku. dia mau rekaman suarmu buat ringtone."

"Itu gampang. Sini kubantu kau."

"Kau mungkin juga akan menolaknya."

"Aku takut kau akan meninggalkan pekerjaanmu dan bersikap seperti bos."

"Aku tidak sepertimu."

Tiba-tiba Xue Yu kembali, terpaksa mereka berhenti ngobrol dan Zhi Cun berbaik hati mengambil alat perekam itu untuk membantu Mo Mo.


Usai pemotretan tahap pertama, Xue Yu dengan sengaja mempermainkan Mo Mo dengan menyuruhnya mengambilkannya minuman ini dan itu lalu menolak semuanya dengan berbagai alasan, entah terlalu panas atau terlalu dingin. Bahkan Zhi Cun pun tak senang melihat tingkahnya.

Mo Mo lama-lama tidak tahan lagi dan langsung meminta Xue Yu untuk menyerahkan tugas ini ke asistennya saja. Asistennya kan yang paling tahu tentang dia.

"Dia sibuk." (sibuk mainan hape)

"Sepertinya dia tidak sibuk."

"Jaga sopan santunmu, apa kau tahu siapa aku?"

"Tentu saja aku tahu, aku sudah mengecek di Baidu semalam."

"Eh, Si Tu. Apa kau mengecek aku juga?" Sela Zhi Cun.

"Tentu saja. Berita tentang dirimu lebih banyak 2 halaman daripada dia."

Pfft! Zhi Cun geli mendengarnya. Xue Yu hampir saja mau nyolot lagi, tapi Mo Mo dengan cepat beralasan mau membelikan minuman lain buat Xue Yu lalu pergi.


Xue Yu sinis, Mo Mo itu pasti ingin berhenti dari pekerjaannya ini. Tapi Zhi Cun mengingatkan Xue Yu bahwa bisa saja besok muncul berita yang mengatakan Xue Yu sombong dan membuli kru.

Tuh, di balik tembok sana ada kamera paparazzi. Sekarang ini Xue Yu sedang bekerja bersama dengan seorang pop star, jadi dia harus berhati-hati dikuntit oleh paparazzi 24 jam.

Xue Yu tak gentar dan balas mengancam akan membeberkan skandalnya Zhi Cun sendiri. Zhi Cun tak takut, memangnya dia punya foto-foto buat dijadikan bukti.

"Lihat saja nanti!" Kesal Xue Yu lalu pergi.


Mo Mo terburu-buru kembali tak lama kemudian dengan membawakan satu kantong plastik penuh minuman. Dia sudah panik saja takut dipecat, tapi Zhi Cun dengan cepat menghentikannya dan meyakinkan kalau dia sudah menangani masalah Xue Yu. Syukurlah, Mo Mo lega.


Shan Shan benar-benar mentraktir Fu Pei makan sebagai hadiah dia lulus tes CET4. Tapi tiba-tiba Fu Pei ditelepon ayahnya yang mengabarkan kalau dia mau mampir ke tempatnya Fu Pei karena Ayah ada bisnis di situ.

Dan lagi-lagi, Ayah masih saja bersikeras mau menjodohkan Fu Pei dengan seorang gadis pilihannya yang berasal dari keluarga berada. Fu Pei jelas menolak, dia sudah punya pacar. Ayah langsung nyinyir menghina pacarnya Fu Pei.

Kesal, Fu Pei tiba-tiba saja menyatakan akan menuruti keinginan Ayah untuk kencan buta dengan gadis itu. Tapi sebaiknya Ayah jangan menyesal nantinya.


Pemotretan iklan itu akhirnya selesai. tapi Xue Yu tiba-tiba mengumumkan kalau dia mau mentraktir makan semua orang... termasuk Mo Mo. Dia bahkan mengklaim kalau dia mengundang Mo Mo sebagai permintaan maafnya pada Mo Mo. (Hmm, kok kayaknya mencurigakan)

Mo Mo berusaha menolak karena pacarnya mau menjemput, tapi Xue Yu bersikeras memaksanya ikut sehingga Mo Mo tidak bisa menolaknya.
Dia akhirnya menelepon Wei Yi untuk memberitahukan masalah ini. Jadi begini saja, Wei Yi jemput dia di restoran setelah satu jam, nanti dia kirim alamatnya.


Di restoran, Xue Yu tampak bersikap ramah pada Mo Mo. Tapi jelas dia sebenarnya tidak sebaik itu. Dia malah sengaja mengajak Mo Mo minum terus menerus sampai Mo Mo mabuk.

Zhi Cun tampaknya tahu betul niatan Xue Yu, tapi dia tidak bisa berbuat apapun untuk menyelamatkan Mo Mo gara-gara ada kamera paparazzi yang sedang mengintainya.

Dan begitu Mo Mo sudah mabuk, Xue Yu dengan sengaja menyuruh Zhi Cun untuk mengantarkan Mo Mo pulang. Xue Yu tidak tahan lagi melihat Mo Mo seperti itu dan langsung saja beranjak bangkit untuk membantu Mo Mo tanpa mempedulikan kamera paparazzi ataupun managernya.


Tapi Wei Yi mendadak muncul saat itu dan langsung memperkenalkan dirinya adalah pacarnya Mo Mo lalu membopong Mo Mo. Zhi Cun tak percaya begitu saja dan menuntut Wei Yi untuk membuktikan dirinya.

"Si Tu Mo, siapa papanya Lingkaran?"

"Kau!"

"Siapa mamanya Lingkaran?"

"Aku!"

Puas membuktikan dirinya yang membuat semua orang speechless, Wei Yi akhirnya pergi membawa Mo Mo. Xue Yu kayaknya gondok banget, rencananya gagal. Semua orang langsung kasak-kusuk menggosipkan mereka, mengira mereka sudah punya anak bernama Lingkaran di usia semuda itu.


Di tengah jalan, Mo Mo tiba-tiba mual-mual sehingga Wei Yi terpaksa menurunkannya. Tapi kemudian dia nyerocos tidak bisa muntah dan minta dipanggilkan Lingkaran.

Wei Yi langsung menawarkan punggungnya untuk menggendong Mo Mo. Tapi saat Mo Mo naik ke punggungnya, tiba-tiba saja Mo Mo meniup-niup telinga Wei Yi yang kontan saja membuat Wei Yi goyah.

Bersambung ke episode 20

0 komentar

Post a Comment